Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Malam ini adalah malam Minggu, tim 1, Ariana dan Sean siap mendatangi tempat hiburan Mario untuk memulai penyelidikan mereka.
Club malam itu tidak nampak mewah, hanya terdiri dari 3 lantai dan sudah nampak cukup lusuh, sudah lama tidak direnovasi. Tapi entah apa yang menjadikan magnet bagi orang-orang. Tempat hiburan itu tak pernah sepi dari pengunjung.
Lantai 1 digunakan untuk Bar, lantai 2 untuk karaoke dan lantai 3 untuk diskotek.
Biasanya sore hingga malam hari tamu akan mengunjungi Bar di club tersebut untuk minum, kemudian lebih malam lagi mereka akan berkunjung ke karaoke. Setelah lewat tengah malam, mereka akan menyambangi diskotek.
Mereka tidak mengenal siang, dunia seperti hanya berputar di malam hari.
Ariana lebih dulu berkumpul bersama tim 1 di sebuah cafe tak jauh dari tempat hiburan Mario, sementara Sean menunggu Sherina di dalam mobil. Tim 1 tida ada yang tau bahwa Sherina membawa Sean dalam misi mereka.
Ariana sebenarnya tidak berniat untuk bergabung dengan tim 1 dalam misi ini, dia datang sekarang hanya ingin melihat ide boddoh Brandon.
"Deasy lihat dari pintu depan, ambil gambar pengunjung yang mencurigakan. Sherina dan Lucas berkeliling tempat hiburan itu. Perhatikan apa ada pintu rahasia di belakang gedung ini, aku dan Jeremy akan masuk ke dalam," ucap Brandon.
Ariana malah menguap setelah Brandon selesai bicara memberi instruksi.
Sebuah sikap yang membuat Jeremy dan Lucas hanya mampu geleng-geleng kepala, Deasy menatap penuh benci dan Brandon menatap tajam.
"Kalau hanya instruksi seperti itu, sampaikan saja lewat telepon tidak perlu berkumpul," balas Ariana remeh. Dia bangkit dan langsung pergi dari sana.
"Sherina!" panggil Lucas, dia juga mengejar hingga bisa mengimbangi langkah gadis itu. Gadis lemah lembut yang kini berubah jadi begitu keras kepala dan semaunya.
"Sher, berhenti memprovokasi Brandon, dia hanya akan terus menindas kamu jika seperti ini," ucap Lucas diantara langkah mereka yang keluar dari cafe tersebut.
Ariana lantas menghentikan langkah saat mereka tiba di luar, dari tempat mereka berdiri sekarang Sean mampu melihatnya.
"Jangan mengaturku, lagipula aku tidak pernah takut pada kemarahan Brandon," balas Ariana, lengkap dengan kedua matanya yang menatap begitu dingin.
Sampai berhasil membuat Lucas terdiam seribu bahasa.
Ariana lantas melanjutkan langkah, dia akan mengambil jalan sendiri untuk misi ini, tidak butuh Lucas ataupun tim 1.
Ariana masuk ke dalam mobil dan pergi.
Sementara Lucas hanya mampu menatap dengan hati yang entah, dari sorot mata Sherina dia melihat banyak amarah. Entahlah, Lucas selalu merasa ada sebuah rahasia dalam gadis itu.
"Ayo," ajak Jeremy dan yang lainnya yang sudah menyusul.
Lucas mengangguk.
Tepat di jam 9 malam, misi itu di mulai.
Tim 1 bergerak sesuai rencana mereka, sementara Ariana membawa Sean untuk rencana mereka sendiri.
"Kenapa kita di sini?" tanya Sean bingung, bukannya mendatangi Club malam Mario, mereka malah datang ke hotel di samping Club malam itu, Hotel yang jaraknya begitu dekat, hanya 1 meter. Gedung-gedung memang berjejer seperti tak ada ruang lagi.
Ariana tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Kita panjat Hotel ini, dan melompat ke atap club malam itu," jelas Ariana, masih dengan senyum yang terukir di bibirnya, seperti sebuah senyum meledek di mata Sean.
"Baiklah," jawab pria itu tanpa keraguan. Dia tidak suka diremehkan oleh Sherina.
"Kita hanya punya waktu 1 menit untuk memanjat dan melompat, setelah 1 menit semua lampu akan menyala dan itu akan membahayakan untuk kita, paham?" tanya Ariana dan Sean mengangguk.
"Langsung bergerak, saat aku memasang pemutus aliran listrik ini," ucap Ariana lagi. Dia menggunakannya slime ajaib untuk memutus sambungan listrik sementara, hanya bertahan selama 1 menit sebelum slime itu hilang jadi air. Cara gunanya, hanya cukup menempelkan Slime itu pada salah satu kabel aliran listrik.
Jangan tanya Ariana dapat darimana alat canggih seperti itu, dengan uang milik Sean dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau.
1
2
3
BLAM!! seketika lampu kota mendadak padam.
Ariana dan Sean pun mulai memanjat dengan kecepatan yang begitu tinggi.
Aku datang Pa. batin Ariana, dia tersenyum miring.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Cipika Cipiki
lah ini mah Othornya yang keren , tahu dari mana coba ada alat ini 🤩
2024-08-30
4
andi hastutty
Cerdas
2024-08-20
0
Yatinah
kecerdasan ariana mampu membungkam timnya agar tak meremehkan sherina
2024-04-19
4