Tim 1 sepakat untuk memulai penyelidikan di malam Minggu, malam di mana tempat hiburan Mario akan banyak sekali pengunjung.
Jika dilihat melalui kasat mata tempat hiburan malam itu sudah sesuai dengan prosedur yang diizinkan. Minuman keras dengan kadar alkohol ringan dan pengunjung di atas 17 tahun ke atas.
Tak ada yang aneh.
Tapi pihak kepolisian selalu mendapatkan pengajuan bahwa tempat hiburan itu adalah ladang prostitusi dan narkoba. Namun 1 pun bukti belum polisi dapatkan.
Satu kali Mario hendak dijerat hukum karena salah satu pengunjung tewas overdosis, namun Mario bisa lolos dengan mudah. Seolah pria itu dilindungi oleh petinggi kepolisian.
Tapi siapa?
Tiap penyelidikan yang dilakukan pun selalu menemukan kebuntuan.
Hanya Ariana yang tau pasti bagaimana liciknya sang ayah. Selama ini dia punya kemampuan untuk menyimpan semua bukti kejahatan itu, jadi sekarang dia harus turun tangan sendiri untuk mendapatkan semua bukti.
Jam 1 siang rapat selesai digelar, Ariana bangkit lebih dulu dibandingkan semua orang. Bahkan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Deasy sangat geram dengan sikap menjijiikkan Sherina itu, dia masih yakin jika Sherina adalah wanita cupu yang selama ini dia tinddas.
Lantas dengan keyakinannya itu, Deasy pun mengejar langkah Sherina. Ingin menggerakkan wanita itu untuk berhenti bersikap sok kuat.
Karena selamanya di mata Dia, Sherina akan jadi wanita cupu tidak berguna. Penakut dan hanya beban, lelet yang sangat menjijiikkan.
Dengan sangat kuat, Deasy menarik tangan Sherina, hendak dia bawa ke tempat sepi.
Namun tentu saja Sherina tak hanya tinggal diam, Deasy memang menarik dengan sangat kuat, tapi Ariana membalas dengan kekuatan yang jauh lebih kuat lagi, jadi bukan tubuh Sherina yang tertarik, melainkan tubuh Deasy.
Tak puas sampai disana, Ariana pun membanting tubuh Deasy hingga terjatuh begitu kuat di lantai.
Brugh!!
Aksi itu terpantau dengan jelas di kamera CCTV.
"Ahk! maafkan Deasy, maafkan aku," ucap Ariana, meledek. Dia bahkan bicara dengan bibirnya yang tersenyum kecil, tak ada simpatinya sedikit pun saat melihat Deasy merintih kesakitan.
Kurrang ajjar, geram Deasy. tapi sudah tidak berdaya untuk mengutarakan kekesalannya itu. Sherina benar-benar begitu kuat membantingnya.
Ariana tahu, mereka terpantau oleh pihak keamanan. Karena itulah dia langsung bersikap seolah merasa bersalah.
Dengan tertatih, Deasy coba bangkit dan Ariana tidak membantunya sedikitpun.
Hingga akhirnya ada dua orang dari pihak keamanan menghampiri dia.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya petugas itu, menatap cemas pada Deasy.
"Tentu saja ini sakit! apa kamu tidak melihat aku terjatuh dengan begitu kuat!!" bentak Deasy pula, geram.
"Maaf Deasy, kamu menarik ku dengan begitu kuat, jadi ku kira orang jahat. Aku membanting mu hanya untuk melindungi diri sendiri," balas Ariana, memasang wajahnya yang lugu.
Dan tentu saja dua polisi keamanan itu lebih percaya kepada Sherina.
Dia benar-benar licik!! Arght!! kesal Deasy tak habis-habis. Belum lagi tubuhnya sakit semua.
Sherina bahkan pergi lebih dulu dengan senyum kecil yang dilihat jelas oleh Deasy.
"Cih! Dia hanya besar mulut saja, harusnya sajak dulu kak Sherina lawan," geram Ariana, tanpa sadar dia bicara seperti itu, untunglah tidak ada satu pun yang mendengar ucapannya barusan.
Siang itu Ariana langsung pulang ke apartemennya. Mengundang kak Sean untuk datang dan mulai memakai alat-alat yang mereka beli kemarin.
Memasang softlens infrared, di salah satu mata pria itu hingga Sean bisa melihat tembus pandang. Senjata yang tersimpan di tubuh Ariana bisa dia lihat dengan jelas.
Sean tersenyum.
dan Ariana langsung memukul lengan pria itu dengan kuat.
"Jangan mesyum!!" kesal Ariana.
Sean tertawa.
"Pakai ini juga," ucap Ariana, lalu memasangkan sarung tangan untuk mereka merayap di dinding.
"Tekan tombol ini untuk merubah modenya, bisa untuk sarung tangan biasa dan bisa untuk memanjat dinding," jelas Ariana
"Wah, apa ada alat yang bisa membuatku terbang ?" tawar Sean pula.
"Ada, tapi kita tidak butuh," balas Ariana ketus.
Sean tertawa lagi.
Hari itu, mereka mencoba semua alat, bahkan merayap di dinding. Ariana membantu Sean untuk bergerak lebih cepat. Menggunakan sepatu penambah kecepatan pula, mereka seperti dua super hero yang siap beraksi.
Di tim 1 mana ada alat-alat seperti ini, semua terbatas di anggaran.
"Ini keren," ucap Ariana, dia tersenyum lebar.
Senyum yang tanpa disadari oleh gadis itu menular kepada Sean.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
galaxi
setiap judul genre nya bener2 berbeda2 thor...hebat....pdhl masih seputaran 1keluarga aditama tp karakternya bener2 berbeda2
2025-01-31
0
Dian Ayu Cahyono
kisah tentang Nathan Carter yang judulnya apa ya?
2024-05-15
0
Yatinah
lanjutkan misimu ariana kamu pasti berhasil apa lg dg dukungan sean seorang ceo
2024-04-19
1