Tapi seperti dihipnotis, Sean tidak pernah bisa menolak permintaan Sherina. Jadi meski dengan hatinya yang terkejut seperti itu dia pun bergerak untuk mengambil dompetnya di dalam saku jas bagian dalam dan mengambil kartu yang Sherina inginkan.
Black card berisi uang unlimited, tidak akan habis-habis sebanyak apapun Sherina menggunakannya.
"Berapa password-nya?" tanya Sean, dia ingat dengan jelas jika pernah menyebutkan password itu kepada Sherina.
Jadi jika benar wanita di hadapannya ini adalah Sherina-nya, maka dia pasti sudah tahu tanpa perlu Sean menyebutkannya sekali lagi.
"123456," jawab Ariana dengan gamblang, tentu saja dia tahu password black card itu, karena semua ingatan kak Sherina juga dia dapatkan, bukan hanya tubuh ini.
Sean kembali dibuat tercengang ketika mendengar Sherina menyebut angka password itu dengan begitu lancar, tanpa ada keraguan sedikitpun.
Berarti dia memang benar Sherina. Tidak, tunggu dulu, aku harus memastikannya sekali lagi. Batin Sean.
Dia benar-benar ingin menepis semua keraguan yang ada di dalam benaknya.
Dan satu-satunya penentu yang bisa dijadikan patokan adalah tanda lahir yang ada di tubuh wanita ini. Tanda bercak berwarna kecoklatan di pundak Sherina.
Ehem! Sean berdehem, sedikit canggung ketika ingin meminta izin untuk melihat tanda lahir itu. Apalagi selama ini Sherina tidak pernah menggunakan baju yang terbuka, dia selalu menggunakan kemeja ataupun kaos biasa.
Sherina juga tidak pernah membeli baju dalam berbagai model, semuanya seperti sama saja dan hanya berbeda warna.
Sedangkan saat ini, Sherina memakai kemeja berwarna putih.
"Kenapa kak?" tanya Ariana, dia mendengar saat kak Sean berdehem. Tangannya sudah memegang black card, tapi sekarang dia menatap kak Sean dengan lekat.
Dan ditanya seperti itu, Sean langsung menjawabnya dengan jujur.
"Apa kamu tau, sejak kamu jatuh ke sungai itu. Kamu benar-benar jadi orang yang berbeda, aku nyaris tidak mengenali kamu Sher," jujur Sean.
Deg! jantung Ariana seketika tersentak, kedua matanya terbuka lebih lebar, dia menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.
Apa iya aku bisa ketahuan? batin gadis itu, mendadak begitu takut. Meski tak tau apa yang membuatnya ketakutan seperti ini. Ariana tidak sedikit pun berniat merampas hidup kak Sherina, dia juga tidak tahu, tiba-tiba Tuhan menggariskan hidupnya seperti ini.
Ariana masih terdiam, tidak tahu mau menanggapi bagaimana.
"Apa benar kamu Sherina?" tanya Sean.
Mereka berdua saling tatap dengan begitu intens, Sean seperti sedang mencari jawaban dari kedua mata itu.
"Memangnya aku siapa? tentu saja aku Sherina," jawab Ariana, memasang wajahnya yang dingin untuk menutupi kegugupan yang dia rasakan.
"Apa buktinya?"
"Kak Sean mau bukti apa?"
"Tanda lahir mu."
Tanpa pikir panjang Ariana segera melepas kancing bajunya di bagian paling atas.
Sebuah pergerakan yang membuat Sean makin tercengang, namun dia tetap diam. Menahan diri untuk tidak mencegah.
Hanya itulah satu-satunya penentu, bahwa dia adalah Sherina. Bahwa dia bukanlah orang lain.
Ariana melepas 3 kancing, lalu menurunkan sedikit di bagian pundak kanannya. Menunjukkan tanda lahir yang dia punya pada kak Sean.
Dan pria itu menatapnya penuh selidik, benar saja itu adalah tanda lahir yang nyata. Tak akan ada teknologi yang bisa membuatnya.
"Apa yang membuat kak Sean ragu? bahkan aku masih menyimpan pensil pemberi kak Sean dulu," ucap Ariana.
Sean terdiam, diantara mereka pensil memang punya cerita tersendiri.
"Baiklah, maafkan aku, pasang lagi bajumu dengan benar," jawab Sean. Kini benar-benar telah hilang semua keraguan yang ada di dalam hatinya.
Wanita yang saat ini duduk di hadapannya benar-benar Sherina, bukan yang lain.
"Aku hanya ingin merubah hidupku kak Sean, aku tidak ingin kembali berkubang dalam ketakutan. Aku ingin ceria, apa tidak boleh seperti itu?" tanya Ariana setelah dia kembali mengancingkan bajunya.
"Maafkan aku," balas Sean lagi.
"Tidak mau hanya minta maaf saja, kak Sean juga harus membantuku. Jadi partner ku dalam tugas yang baru."
"Apa maksud mu?" tanya Sean bingung.
"Kak Sean jadi asisten ku, kita tangkap penjahat bersama-sama."
Sean langsung mendelik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Yatinah
mulai bereaksi ariana mudah"berhasil membuat ayahnya bertobat dan di jebloskan ke penjara
2024-04-19
4
YuniSetyowati 1999
minta bantuan om Liem sama Tante Rilly aja Sean 🤭 biar dibikin ayam geprek musuh2 Sherina
2024-02-12
0
YuniSetyowati 1999
pensil pink ,misi papa kodok dan Sean sianak kodok untuk ngedapetin mama kodok Ajeng 🤭
2024-02-12
0