"Baiklah, aku akan kesana," jawab Sean setelah Sherina memanggil namanya hingga dua kali.
Jika hanya dipikirkan dia tidak akan pernah menemukan jawaban tentang kenapa Sherina tiba-tiba bisa berubah seperti itu, jadi Sean pun harus mengambil aksi dan mencari tahu sendiri.
Dan satu-satunya jalan yang terpikir di dalam benaknya adalah berada dekat dengan wanita itu.
Di ujung sana Ariana pun langsung bersorak di dalam hati, Yes!!
Dengan suaranya yang masih terdengar begitu antusias Ariana segera memutus sambungan telepon tersebut. Mengatakan kepada kak Sean bahwa dia akan menunggu.
Setelah panggilan telepon itu terputus, Ariana pun tiba di unit apartemennya.
Masuk ke dalam sana dan segera menuju kamar. Membuka lemari tempat dia menyimpan semua senjjatanya.
Misi akan segera dimulai, karena itulah dia harus mempersiapkan semuanya.
Berbagai jenis senjata yang selama ini tidak pernah Sherina gunakan, namun sekarang Ariana begitu bersemangat untuk mencobanya satu per satu.
Berbagai jenis pistol, bahkan hingga ada pistol berbentuk lipstik.
Ariana tersenyum, masih tak menyangka jika kini kehidupannya benar-benar berubah. apa yang selama ini hanya jadi angan-angannya, dalam sekejap jadi nyata.
Meski menggunakan identitas Sherina, namun akhirnya Ariana bisa menjadi seorang polisi.
"Aku butuh softlens infrared, kancing untuk kamera dan sepatu penambah kecepatan untuk aku berlari," gumam Ariana, dia benar-benar ingin menggunakan semua peralatan yang terbaik, tidak perlu cemas karena ada kak Sean.
Ariana senyum lagi saat membayangkan hal itu.
Dia bergerak cepat untuk mengambil laptop dan berselancar di dunia maya, masuk ke dalam web perdagangan senjjata-senjjata menggunakan kode rahasia.
Di sana terpampang jelas semua alat yang Ariana inginkan, namun harganya tak main-main.
"Gila, ini mahal sekali," ucap Ariana, sampai bergidik melihat harga itu.
Masih asik dengan laptopnya, tiba-tiba Ariana mendengar suara pintu apartemen dibuka, pendengarannya yang begitu tajam membuat Ariana langsung menyadari.
Dengan satu kali klik dia mematikan laptop tersebut, lalu keluar dari dalam kamar.
Benar dugaannya, itu adalah kak Sean.
Sumber uangnya yang baru.
Ariana langsung menyambut dengan senyum yang sangat lebar. Senyum yang tentu begitu jarang Sean lihat.
Saat Sherina tersenyum seperti itu, dia terlihat cantik sekali.
Sean makin terpesona saat melihat gadis itu mengikat rambutnya tinggi seperti ekor kuda. Membuat hatinya jadi berdesir membawa perasaan aneh.
Sean kembali melangkah hingga berdiri tepat di hadapan sang sahabat. Tangan kanannya bergerak naik untuk melepaskan ikat rambut tersebut.
"Sejak kapan kamu suka mengikat rambut? biarkan tergerai," ucap Sean, dia terganggu saat melihat leher Sherina yang jenjang. Tulang sellangka yang lebih nampak jelas, membuatnya jiwanya lelakinya tidak tenang.
Dan nyaris saja Ariana menepis tangan itu, namun dia menahan diri untuk tidak melakukannya.
Dia sedang butuh black card, jadi harus jadi anak yang patuh.
"Ayo duduk dulu," ajak Ariana, dia tidak membahas tentang rambut yang harus digerai, besok dia bisa mengikatnya lagi.
Ariana berjalan lebih dulu ke arah ruang tengah dan Sean pun mengikuti di belakang. Kali ini mereka duduk berdampingan, berjarak 2 jengkal.
"Aku ingin minta black card kak Sean, bukannya dulu kak Sean mau memberikannya padaku? jadi mana? sekarang aku mau," ucap Ariana langsung, tanpa basa basi lebih dulu.
Dan semua sikapnya itu sungguh selalu membuat Sean bingung sendiri.
Lagaknya Sherina, terlihat seperti wanita yang materialistis.
Sean menatap dengan intens dan mulut yang sedikit menganga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Hariyanti
sahabat bisa minta black card??gmn jd pacar???gmn jd istri??🤔🤔🤔
2025-01-25
0
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-12-14
0
andi hastutty
Lanjut
2024-08-20
0