Papa Wiliam bukan hanya terkejut dengan permintaan sang Putri, kasus yang diminta oleh Sherina itu adalah kasus yang berat.
Dan yang membuat Papa William makin tercengang adalah sikap anaknya tersebut.
Sorot matanya, rambut yang diikat tinggi, posisi tubuhnya yang begitu tegap.
Seperti inilah yang ingin dia lihat dari sang anak, tapi selama ini Sherina selalu bersembunyi di balik rasa takutnya. Padahal papa William hanya ingin Sherina berani, kuat dan bisa bertahan dalam kondisi apapun. Tak selamanya dia bisa melindungi anaknya tersebut.
"Aku mohon Pa, kali ini saja," pinta Ariana sekali lagi, meski begitu canggung untuk memanggil pria paruh baya di hadapannya tersebut dengan panggilan papa, tapi Ariana sebisa mungkin membuat bicaranya terdengar biasa saja.
Lagi pula selama ini Ariana terbiasa bersandiwara, jadi untuk hal seperti ini bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk dia lakukan, Ariana hanya perlu menekankan pada dirinya sendiri bahwa dia bisa.
"Baiklah, karena ini adalah permintaan pertamamu maka akan aku kabulkan," balas papa Wiliam, menjawab dengan suaranya yang terdengar begitu dingin.
Pria paruh baya itu belum sanggup untuk berdamai dengan masa lalu yang begitu kelam, tiap kali dia melihat Sherina tak bisa dipungkiri bahwa dia selalu ingat tentang kematian sang istri.
Jadi biarlah ada dinding pembatas di antara mereka berdua, tapi meski begitu papa Wiliam tidak pernah lupa bahwa Sherina Adalah anaknya.
"Yes!" ucap Ariana tanpa sadar, dia bahkan sedikit membuat pergerakan menggunakan kedua tangannya yang terkekal di depan dada untuk meluapkan kebahagiaan tersebut. Dia juga tersenyum dengan begitu lebar hingga membuat Papa William makin tercengang.
Entah sudah berapa lama dia juga tidak melihat senyum anaknya itu.
Apa yang sudah terjadi dengan Sherina? Apa dia sedang merasa bahagia? tapi sekarang bahkan semua luka di tubuhnya belum pulih. Batin papa William.
Tapi semua pertanyaan itu tidak ada satupun yang keluar dari mulutnya. Setelah dia sepakat untuk menyetujui keinginan Sherina, papa William pun segera menghubungi Pak Johan untuk datang ke ruangannya.
Di sana pak Johan sama terkejutnya, karena Sherina meminta kasus itu untuk ditangani Tim 1 selanjutnya, apalagi bukan Brandon sendiri yang meminta kasus ini, tapi Sherina dengan menggunakan kekuasaan ayahnya.
Dan pak Johan tidak mungkin bisa menolak itu, meski sedikit menyalahi aturan tapi pada akhirnya dia menyerahkan pula kasus itu kepada Sherina.
Lagi-lagi papa William melihat senyum yang terukir lebar di wajah sang anak, setelah Sherina mendapatkan kasus itu.
Kini berkas kasus Mario sudah ada ditangannya, tapi sungguh, Ariana tidak membutuhkan ini. Apalagi setelah dia baca, berkas itu hanya seperti mengarang saja.
Ariana lantas melempar berkas itu dengan asal di kursi belakang mobilnya, kini tujuan dia adalah pulang ke apartemennya dan meminta kak Sean untuk datang.
Ariana sudah mulai butuh uang pria itu.
"Aku harus minta black card nya," gumam Ariana dengan sangat yakin, ingat dulu kak Sherina dikasih tidak mau.
"Kalau ku pikir-pikir hubungan mereka begitu dekat, kenapa tidak sejak dulu saja menikah," gumam Ariana lagi.
"Hii, kalau sudah menikah, bisa-bisa sekarang aku yang jadi istrinya. Lalu bagaimana kalau dia minta ini itu, hii, aku tidak sanggup membayangkannya." Ariana bergidik ngeri sendiri. Padahal dia pula yang membayangkan yang tidak-tidak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
mau anak kuat itu ya disuruh latihan bela diri kan nggak mesti jadi polisi juga aneh papanya Sherina
2024-12-14
0
andi hastutty
Papanya Sherina kehilangan istri malah tidak bertanggung jawab ma anaknya
2024-08-20
0
guntur 1609
kau sdh kehilangan anak dan iatri.u juga will. secara gak langsung kau gagal menjadi seorang ayah. kalau kau tahu bagaimana oerasaanmu yg sebenarnya. walauoun raga anakmu masih ada tapi bukan jiwanya yg tinggal dstu
2024-07-26
0