Tanpa memperdulikan pertemuannya dengan Jeremy dan Lucas, Ariana segera keluar dari kantor tersebut dan segera masuk ke dalam mobilnya.
Mengemudi dengan sedikit ugal-ugalan karena dia baru belajar. Selama ini Ariana tidak pernah mengemudikan mobil, tapi dengan ingatan yang ada pada Sherina membuatnya memaksakan diri untuk mengendarai roda empat tersebut.
Ariana tidak pernah mau kalah dengan rasa takut yang ada di dalam hatinya, dia yakin apapun bisa dia lakukan jika dia berusaha.
Lama-lama, Ariana yakin dia bisa jadi pengendara yang handal, asalkan mau mencoba.
Dan kini tujuannya adalah mendatangi kantor pusat. Melalui ingatan Sherina, Dia tahu bahwa Mario selama ini memang telah jadi incaran polisi. Tapi permainan halus pria itu mampu membuatnya lolos.
Sudah seperti sayembara, bahwa siapapun yang bisa menangkap pria itu maka akan mendapatkan piagam kehormatan dari kepolisian. Sebuah penghargaan bergengsi bagi para polisi rahasia atau detektif.
Menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya dia tiba di tempat tujuan.
Melenggang dengan santainya masuk ke dalam sana dan langsung membuat gempar.
Sungguh, gelagat yang selalu Ariana tunjukkan sangat berbeda dengan Sherina selama ini.
Siapa pun yang melihatnya pasti akan menatap heran dan tercengang.
Bukan langsung menemui pak Johan, tapi Ariana lebih dulu menemui ayah kak Sherina. Dia yakin dengan bantuan ayahnya tersebut, Ariana bisa mendapatkan kasus Mario. Jika langsung menghadap sendiri, yang ada pak Johan hanya akan menertawakan dia.
Setelah mengetuk pintu ruangan sang ayah dan mendapatkan izin masuk, akhirnya Ariana bersitatap langsung dengan pria berwajah dingin tersebut.
Deg! jantung Ariana berdegup tanpa rencana.
Wajahnya memang nampak dingin, namun sorot mata itu seperti mengisyaratkan sebuah kesedihan.
"Selamat siang Pak," ucap Ariana memberi salam, dia tahu jika harus bersikap profesional seperti ini ketika mereka berada di lingkungan kerja.
Mendengar suara itu, papa Wiliam sontak menatap sang anak lekat. Dilihatnya Sherina yang masih penuh dengan luka, namun suara anaknya tersebut terdengar lebih tegas dari biasanya.
Sherina bahkan berani membalas tatapannya seperti ini, tidak selalu menunduk seperti selama ini.
Papa Wiliam merasa heran.
"Kasus Danuarta sudah selesai, jadi aku ingin minta bantuan untuk mendapatkan kasus tentang Mario," ucap Ariana langsung, tanpa basa basi.
Tahu juga jika papa Wiliam tidak pernah suka menghabiskan waktu berlama-lama dengannya. Bagi papa Wiliam, dia adalah penyebab sang ibu meninggal.
Andai dulu dia lebih berani sedikit saja untuk berlari, mungkin sang ibu tidak akan mengorbankan diri melindungi dia dan mendapatkan tembakan itu, tembakan yang akhirnya jadi perenggut nyawa.
"Apa kamu tidak salah bicara?" jawab papa Wiliam. Dia tidak beranjak dari kursi kerjanya, hanya menatap sang anak lebih intens.
Memperhatikan Sherina yang entah kenapa nampak berbeda.
"Tidak Pa, karena itulah aku ingin papa membantu ku mendapatkan kasus ini, bantu aku bicara pada pak Johan," balas Ariana. Sengaja memanggil Pa karena dia ingin menggunakan kekuatan orang dalam. Hanya dengan perintah ayahnya dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau.
Tapi selama ini Sherina tidak pernah melakukan itu, dan ini adalah permintaan pertama yang keluar dari gadis tersebut.
Papa Wiliam makin terdiam. Makin menatap penuh selidik.
"Kali ini saja, aku mohon kabulkan permintaan ku," ucap Ariana lagi. Tanpa takut sedikitpun dia membalas tatapan sang ayah tak kalah dingin.
Membuat keduanya jadi saling tatap dan membentuk garis lurus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
andi hastutty
Lanjut
2024-08-20
0
Yatinah
jiwa yg pemberani di dlm tubuh yg pas karna sherina seorang polisi jd lanjutkan thor aku sangat suka cerita ini
2024-04-19
3
Katherina Ajawaila
seru nih Sharin angkat kasus punya Arinana
2024-03-17
0