"Tenang Ariana, tenang, huh ..." Dia menarik dan membuang nafasnya perlahan.
Jika diingat-ingat ini bukan pertama kalinya Sean datang ke apartemen ini. Pria itu bahkan beberapa kali menginap juga disaat keadaannya sedang sakit.
Sama seperti sekarang.
Ariana kemudian teringat salah satu pembicaraan pria itu dengan kak Sherina.
Tidak perlu mencemaskan aku Sean, aku bisa mengurus diriku sendiri. ucap Sherina dengan begitu lembut, saat itu tubuhnya juga babak belur.
Bicara lah pada dinding, jawab Sean asal. Pria itu menarik Sherina dan di dudukannya di sofa, dengan perlahan Sean membantu mengobati semua luka.
Katakan, apa yang bisa aku bantu. Setelah menyelesaikan 1 kasus dengan benar, mintalah untuk keluar dari kepolisian. Ucap Sean lagi.
Hening, tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka setelah itu.
Sherina tidak menjawab apa-apa lagi, hanya menatap Sean lekat.
Ariana kemudian mengelengkan kepalanya dan mengedipkan mata cepat-cepat. kenapa hanya dengan mengingatnya seperti ini saja jantungnya nyaris berdebar.
Tapi jika dia ingat-ingat hubungan diantara Sean dan kak Sherina hanyalah teman, tidak lebih dari itu. Namun di dalam benaknya, kedua orang itu begitu dekat.
Seperti mengisyaratkan sebuah hubungan.
"Huh!" lagi, Ariana membuang nafasnya dengan kasar.
Dia kembali mengintip keluar dan masih melihat pria itu dalam posisi yang sama.
Menatap layar tabletnya dengan begitu tampan.
Astaghfirullah, kenapa tampan yang terpikir dalam otakku. Batin Ariana. Dia menepis semua kekaguman itu dan memutuskan untuk keluar.
Sengaja membuka pintu dengan cukup kuat hingga Sean menoleh ke arahnya, dengan begini dia tidak perlu menyapa lebih dulu.
Dan melihat Sherina keluar dari dalam kamarnya. Sean segera mematikan tablet itu dan meletakkannya di atas meja.
Dia perhatikan Sherina lekat-lekat, gadis itu nampak lebih baik dari pada sebelumnya.
Sean terus menatap intens tanpa bicara apa-apa, dan hal itu membuat Ariana jadi bingung sendiri dan sedikit kesal, terpaksa dia bicara untuk memecah keheningan di antara mereka.
"Kak Sean, kenapa datang kesini?" tanya Ariana keceplosan, Sean sudah nampak seperti om-om di matanya, tapi tak apalah di panggil kak.
"Sejak kapan memanggil ku kak?" balas Sean.
Ariana seketika mendelik, otaknya langsung berpikir mencari jawaban yang tepat.
"Aku lahir September, kak Sean Juli jadi kakak lebih tua kan. Jadi tidak salah aku panggil Kak," kilah Ariana, menghilangkan kegugupannya Ariana buru-buru duduk di sofa. Berhadapan dengan pria dewasa tersebut.
Sean diam saja, menatap bingung. Tidak habis pikir, bagaimana bisa dalam semalam saja dia seperti melihat orang lain pada Sherina.
Gadis yang biasanya selalu nampak tenang, kini seperti grasak grusuk.
Kepalanya pasti terbentur batu. batin Sean, dia jadi seperti melihat Sherina ketika berusia belasan tahun, saat mereka di masa SMA, Sherina yang dulu sering menggodanya dengan memanggil kak.
"Sekarang katakan, bagaimana ceritanya kamu mendapatkan semua luka itu?" tanya Sean kemudian, dia mengesampingkan sikap Sherina yang aneh, lebih ingin tau bagaimana Sherina mendapatkan semua luka itu.
"Jawab dulu, apa mayat gadis itu sudah di kubur?" tanya Ariana, menanyakan tubuhnya sendiri.
"Sudah, Rion yang mengurusnya sesuai keinginan mu."
"Terima kasih Kak," balas Ariana dengan sendu.
Sean mengerutkan dahi, kak kak kak, kini benar-benar menganggu dia.
"Jawab pertanyaan ku tadi," ucap Sean lagi.
"Aku tidak bisa menjelaskannya secara rinci, tapi ... apa kak Sean bersedia membantu ku untuk membalaskan ini semua?" tanya Ariana, jika kak Sherina menolak tawaran Sean dulu, maka sekarang tidak, Ariana akan memanfaatkannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
andi hastutty
Lanjut
2024-08-20
0
Yatinah
lamjutkaaannn ksk author
2024-04-19
0
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
👍👍
2023-05-17
2