Untunglah pemilik mobil itu bersedia membantu Ariana. Sepasang suami istri itu bahkan bantu menghentikan pegendara yang lain untuk ikut turun ke bawah jurang menuju sungai.
Dimana jenazah Ariana berada.
Ariana menghubungi kepolisian menggunakan ponsel orang yang membantunya, untuk meminta bantuan dan juga menghubungi Sean untuk minta pendampingan.
Jenazahnya butuh penanggung jawab dan Ariana akan buat pria itu yang mengurus semuanya.
Kini Ariana telah berada di rumah sakit, baju basah yang dia gunakan sudah kering di badan.
Beberapa perawat memberinya penanganan untuk semua luka di sekujur tubuh.
Tapi Ariana tidak bersedia ketika diminta untuk berbaring di atas ranjang, dia tetap duduk dan membiarkan dua perawat menangani semua luka di tubuhnya.
Sesekali Ariana meringis saat merasakan pedih.
Ariana tidak sadar ketika ada seorang pria baru saja masuk ke dalam ruang IGD tersebut dan langsung menatap ke arahnya dengan tatapan yang begitu cemas.
Sean Aditama, sang sahabat.
Pria itu melangkahkan kakinya dengan lebar hingga berdiri tepat di hadapan gadis tersebut.
Astaghfirullahaladzim, batin Sean.
"Apa yang terjadi?" tanya pria itu langsung, suaranya mungkin terdengar acuh, Tapi percayalah Dia begitu khawatir dengan keadaan wanita ini.
Sherina yang sejak kecil telah jadi temannya, mereka tumbuh bersama hingga usia 28 tahun.
Melihat pria ini berdiri di hadapannya, Ariana tidak bisa langsung mengenali. Dia mengingat-ingat dulu, hingga menemukan sebuah nama.
Oh ini Sean, dia adalah temannya kak Sherina, berarti dia sahabatku. Dia lah yang akan mengurus jenazah ku. Batin Ariana.
"Aku jatuh ke sungai saat tugas, lalu menemukan mayat seorang wanita. Bisakah kamu mengurusnya untuk pemakaman? aku tidak punya uang," tanya Ariana langsung.
Hingga membuat pria berwajah tampan itu tercengang, dia berlari kesini dengan sangat cemas, ternyata Sherina memintanya untuk mengurus hal lain.
Tunggu, batin Sean. Semakin dia lihat sang sahabat, entah kenapa dia merasa ada yang berbeda.
Cara bicaranya pun lain, Sherina selama ini tak pernah bicara dengan suara yang cukup tinggi seperti itu. Sherina begitu lembut.
Apa jatuh ke sungai membuat otaknya bergeser? batin Sean lagi.
"Mayat itu sangat berharga untukku, dia adalah seseorang yang dikirim oleh Tuhan hingga membuat ku sekarang masih hidup, jadi aku mohon, buat makamnya jadi indah," mohon Ariana pula, kini raut wajahnya berubah jadi sedih.
Bagaimana pun itu akan jadi pemakamannya sendiri.
"Apa kamu mengalami luka yang parah? ada cedera?" tanya Sean pula, dia mulai memeriksa tubuh Sherina hingga membuat salah seorang perawat menyingkir memberinya ruang.
Sungguh, dibanding apapun Sean sangat mencemaskan Sherina.
Namun baru hendak menyentuh, tangannya sudah lebih dulu dipukul oleh gadis tersebut.
Ariana yang tak biasa dengan sentuhan orang lain.
Plak!
"Aw! apa yang kamu lakukan Sher?" ucap Sean, sontak membuat Ariana sadar bahwa saat ini dia adalah Sherina.
Dalam kenangannya, dia memang memiliki banyak waktu bersama pria ini. Bahkan bukan hanya saling menyentuh, mereka juga sering berpelukan.
Hii. Ariana merinding.
"Aku baik-baik saja, tolong urus dulu mayat itu," balas Ariana pula.
Sean tak bisa membantah, dia terbiasa menuruti gadis ini. Jadi tanpa banyak tanya dia pun segera melaksanakan apa yang Sherina minta.
Kabar tentang Sherina yang hanyut di sungai pinggir kota telah terdengar hingga di kantor polisi pusat. Kabar berhembus bahwa Sherina selamat dalam tragedi tersebut.
Sang ayah William Foster hanya diam, tidak mengambil langkah untuk menemui sang anak. Sherina telah selamat dan itu baginya cukup.
Namun bagi Tim 1 polisi rahasia, kabar itu benar-benar mencengangkan. Deasy dan Brandon menghajar Sherina hingga babak belur sebelum membuang gadis manja itu ke sungai.
Harusnya gadis tidak berguna itu telah meninggal tenggelam dalam air yang dingin.
Tapi apa yang terjadi sekarang?
Gadis itu justru selamat.
"Brandon, bagaimana ini?" tanya Deasy dengan cemas.
"Tenang lah, apa yang bisa dia lakukan?" balas Brandon dengan santainya, bahkan tersenyum penuh hinaan.
Selamanya, Sherina hanya akan jadi gadis yang lemah.
Sherina selamat dalam percobaan pembunuhan mereka yang pertama.
Itu artinya mereka harus melakukan percobaan pembunuhan yang kedua.
Senyum Brandon terlihat semakin mengerikan. Dia adalah ketua tim 1, orang yang paling banyak menaruh benci pada gadis cupu itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Nur Syamsi
Bapakx Sherina mencurigakan....jga masa tahu anaknya masih hidup biasa" sja reaksinya
2025-03-19
0
🟡 KiandRa
jahat banget Polisi tapi kelakuan penjahat
2024-12-13
1
aas
ngeri amaat si Brandon ini benci sampe ngebunuh gituu
2025-02-28
0