Jantung Ariana berdegup dengan kuat, diantara kebingungan yang dia rasakan, tiba-tiba sebuah kenangan yang asing memenuhi isi kepalanya.
Ahk! pekik Ariana, menyentuh kepalanya yang berdenyut.
Namun kemudian satu per satu dia mendapatkan ingatan asing.
Sherina, papa tidak mau tau. Kamu harus jadi polisi, semua keluarga kita adalah polisi, jadi jangan pernah berpikir untuk mencari profesi lain.
Dasar gadis cupu, kamu itu hanya beban di tim 1!
Kalau bukan karena ayahmu, kamu tidak akan bisa jadi polisi!
Menjjijikan, terus berlindung dibalik nama ayahnya.
Tangkap boddoh!! kamu membiarkan penjahat itu kabur!!
Boddoh! benar-benar boddoh!
Mati saja kau!!
Hahahaha.
Ahk! Ariana makin memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri, sampai terasa mau pecah. Tapi tawa beberapa orang itu benar-benar terngiang jelas diingatannya.
Ariana mendapatkan semua kenangan Sherina semasa hidup, sampai akhirnya berujung mati karena dibuang ke sungai ini.
Deg!
Dadda Ariana seketika sesak. Seperti menahan dua kepedihan sekaligus dalam hatinya. Tentang betapa malangnya dia dan tentang betapa malangnya Sherina.
Kedua mata Ariana jadi memudar, dengan pandangannya yang berubah rabun dia melihat tubuhnya sendiri yang sudah mati.
"Aku sudah mati, lalu aku hidup di tubuh wanita ini," gumam Ariana. Dengan susah payah dia coba bangun, merangkak menghampiri tubuhnya.
Tanpa sadar Ariana menangis, dia dan Sherina seperti sudah terikat oleh takdir.
"Aku bukan Ariana lagi, aku adalah Sherina, aku adalah Sherina," gumam gadis itu dengan air mata yang mengalir semakin deras. Bahkan sampai jatuh mengenai mayat Ariana yang terdampar di tepi sungai.
Daddanya terasa sangat sesak, seperti ada yang memerasnya dengan kuat.
"Tidak, aku tidak boleh hanya diam di sini, aku harus bangkit, aku harus hidup untuk membalas dendam kami berdua. Kak Sherina, aku akan hidup sebagai kamu, kita tidak benar-benar mati," ucap Ariana dengan wajah yang nampak cemas dan bingung.
Ariana tahu, sekarang ini usia kak Sherina memasuki umur 28 tahun, berbeda 10 tahun dengannya.
Semua ingatan Sherina dia pun mengingatnya dengan jelas. Namun hanya tentang kesedihan yang paling banyak dia ingat.
Sherina trauma dengan gelap gulita, ketika kecil dia pernah diculik dan di kurung dalam gudang yang sangat gelap.
Traumanya itu seakan membunuhnya perlahan, sungguh Sherina tak ingin sekalipun menjadi seorang polisi, dia hanya ingin menjadi guru taman kanak-kanak.
Tapi sang ayah terus memaksanya, dan tiap kali bertugas ketakutan itu membuatnya tak berkutik.
Sampai Sherina dianggap sebagai beban di Tim 1.
Karena ayahnya adalah kepala polisi di kota ini, Sherina selalu aman dan tak pernah mendapatkan hukuman. Hal itulah yang membuat semua orang menatapnya benci.
Hingga akhirnya, 1 tim sepakat membuang Sherina di sungai malam itu, lalu mengubahnya sebagai kecelakaan dalam tugas.
Ariana masih menangis, dengan tertatih dia mengangkat tubuhnya sendiri untuk lebih menepi. Untuk benar-benar terlepas dari air sungai tersebut.
"Sekarang, aku adalah Sherina, Sherina Foster," gumam Ariana.
Tenaganya yang belum pulih, membuatnya bernafas terengah-engah meski hanya bergerak beberapa langkah.
Setelah mengamankan tubuhnya sendiri, Ariana pun terduduk di salah satu batu. Coba berpikir sebagai Sherina dan mencari bantuan.
Sampai akhirnya dia teringat sebuah nama yang pasti bisa membantunya.
"Sean, Sean Aditama," gumam Ariana. Bibirnya mulai terukir senyum kecil. Tanpa banyak kata dia berlari dari sana mencari jalan keluar.
Kemampuan tubuh Ariana berpadu dengan kemampuan analisa milik Sherina, membuat gadis itu jadi begitu tangguh.
Hingga tak butuh waktu lama, Ariana menemukan jalan keluar. Keluar dari semak belukar dan melihat jalan raya.
"TOLONG!!" pekik Ariana dengan begitu kuat, bahkan ketika ada sebuah mobil melintas dia langsung berlari ke tengah-tengah jalanan dan menghadang.
Ariana bersimpuh dan mengatupkan kedua tangannya. Dia lupa jika saat ini di saku celananya ada lencana polisi sebagai identitas, pikirnya dia masihlah gadis kecil seorang mucikari.
Perasaan Ariana lebih menguasai dibandingkan ingatannya tentang Sherina.
"Tolong aku," mohon Ariana ketika pemilik mobil itu keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
istianah istianah
berarti itu syerina dan Ariana sama" mati nya di buang di sungai apa gmna itu 🤔🤔
2025-01-16
0
aas
huaaa Sherina nya meninggal gitu? 😭 terus Ariana masuk k tubuh Sherina?
2025-02-28
0
aas
eh gimana2 jadi yg bunuh Sherina temen2 satu tim nya di kepolisian gitu?? 😩 kok jahaaaat siiih
2025-02-28
1