Tap...
Tap...
Tap..
Suara langkah kaki memasuki kelas yang tadinya sangat ramai kini menjadi sepi tak berpenghuni, bahkan mereka semua seperti menahan napas saat melihat guru yang masuk kedalam kelas mereka.
"Omo... Omo... pangeran tak bersayap."
Begitulah para siswi yang lebai menyebutnya.
"San, Sandra bangun."
Sedangkan Greta mencoba untuk membangunkan Casandra yang terlelap.
"Duh, mana si Hot dog keliatan galak banget lagi." Greta bergumam dengan rasa cemas memikirkan nasib sahabatnya.
"Selamat siang anak-anak..."
Huuuuu
Bukanya menjawab salam, mereka semua malah berseru.
"Baiklah, kita mulai saja sesi belajarnya. Karena kalian tidak ingin saya berbasa-basi bukan."
Huaaaaa...
Malah semakin riuh saja. "Kenalkan saya guru pengganti yang sedang cuti, nama saya Arsenio, kalian bisa memanggil-"
"Sayang, beib, honey, Hubby, my swety..??"
Huuuuu
Sorakan kembali riuh, tapi tak membuat Casandra bergeming.
"Ya ampun kebo benget ni anak." Greta geleng kepala.
"Pak ganteng, katakan saja kalau bapak masih single biar kami ini semakin bersemangat belajar." Ucap salah satu siswi yang terlihat begitu mencolok dari yang lain.
"Yes, I am single"
Huuuu
"Bapak yang tampan, apa gunanya KTP bagi bapak?" Tanya salah satu siswi yang lain.
Arsenio tampak berpikir, kemudian tersenyum. "Apakah kau ingin menggunakan KTP itu untuk menikah dengan saya?"
Gubrak...
Seketika kelas mereka kembali ricuh, dengan jawaban Arsenio yang membuat mereka merasa klepek-klepek.
"Baiklah buka halaman 20, kita ulangan hari ini."
What!!!
"Kenapa habis melambungkan dihempaskan begitu saja. Ngak asik." Mereka malah ngedumel dengan apa yang guru itu katakan.
"Waktu kalian 15 menit untuk mengerjakan lima soal."
Yaaahhh
"Sandra, Hot dog sedang kemari. Bangun Casandra!!" Greta sendiri menjadi geram lantaran Casandra tak kunjung membuka mata.
"Kenapa dia?" tanya Arsenio pada Greta.
"Bapak liatnya ngapain?" tanya Greta balik tanpa sadar. Dan sedetik kemudian Greta menutup mulutnya.
"Kau kerjakan dua soal di depan." Arsenio menatap Greta tajam.
"Eh, kok-"
"Sekarang, atau nilai kamu saya kasih D."
"J-jangan pak, bisa digorok saya." Greta pun akhirnya maju, meskipun dengan bibir komat-kamit menyesali ucapanya yang mengatakan 'Tampan'.
"Siapa namanya?" tanya Arsenio pada siswi di sebelahnya.
"Sandra, Casandra pak."
Arsenio mengangguk. Arsenio menatap siswi yang berkacamata itu.
"Bangunkan dia." Titah Arsenio pada siswi itu.
"T-tapi pak saya-" Siswi itu ketakutan.
"Lakukan saja."
Siswi itupun melakukan apa yang Arsen suruh, dan dengan sedikit tangan gemetar, siswi itu membangunkan Casandra dengan cara menggoyangkan tubuh Casandra sedikit kuat.
"Apaan sih..!!" Casandra menyentak kuat tangan siswi tadi yang mengusik tidurnya.
"Apa?" Arsenio melipat tangannya di dada menatap muridnya yang bangun dengan wajah marah.
"Mau tidur lagi, atau saya siram biar sadar." Ucap Arsenio dengan nada tegas.
Casandra mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan tajam penuh kemarahan.
"Keluar..!" Arsenio meninggikan suaranya. "Saya tidak punya murid pemalas seperti kamu. Jika tidak ingin mengikuti pelajaran saya silakan keluar." Arsenio pergi begitu saja setelah mengatakannya.
Greta yang berdiri didepan menatap Casandra memelas, selama ini tidak ada yang berani memperlakukan Casandra seperti itu.
"Psikopat.." Umpat Casandra berlalu pergi dengan menabrak punggung Arsenio saat melewatinya.
Arsenio hanya geleng kepala melihat tingkah Casandra yang tidak berpendidikan.
"Kembali belajar, atau kalian juga ingin keluar."
Tidak ada yang bersuara, semua diam dan mengerjakan kembali soal latihan.
.
.
LIKE KOMEN JANGAN LUPA 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Sri Sumarsih
memang guru harus tegas dan disiplin.
2025-03-23
0
Dinar Keke
awas nanti jatuh cinta
2025-03-17
0
Nay
berkebihan si casandra
2024-12-30
0