Ketika aku terbangun dari mimpi ku, hal pertama yang terlintas dalam pikiran ku hanyalah pergi menjauh dari semua orang yang telah menjadi penyebab nasib buruk ku di kehidupan ku yang lalu. Pengorbanan seseorang yang aku tidak ketahui siapa dia tidak mungkin aku sia-sia kan begitu saja. Aku harus memilih jalan yang benar saat ini. Jalan menjadi seseorang yang egois dan tidak lagi memikirkan apa yang akan dialami bangsa ku sendiri ketika aku memilih pergi.
Aku terduduk di ranjang ku mulai berusaha mengingat apa yang terjadi pada ku ketika umur ku tujuh belas tahun, tepat sebelum pesta kedewasaan dan juga setelahnya. Seingat ku ketika aku berumur delapan belas tahun aku dibawa ke kerajaan Amanecer dan langsung menjalani pelajaran dan tata krama sebagai calon putri mahkota. Berarti saat ini adalah penentuan apa yang akan terjadi pada ku di masa depan. Dan pilihan ku adalah pergi sejauh mungkin dan lepas dari genggaman orang-orang yang menginginkan kekuatan dalam darah ku.
Aku tidak memiliki waktu untuk bermalas-malasan lagi, sehingga aku langsung bangkit dan segera melakukan apa yang aku pernah tanya kan pada Bhuralea sebelum aku tertidur panjang hingga pagi berikutnya seperti ini. Aku harus menuju ke ruangan arsip yang ada di bawah tanah istana lama. Di sana aku pasti bisa mencari tahu tentang kekuatan dari darah ku yang sebenarnya dan juga menemukan tempat yang bisa melindungi ku ketika aku nanti memutuskan untuk meninggalkan semuanya.
“ Jika aku tetap bermalas-malasan begini sudah dapat dipastikan aku akan mati lagi di dunia ini.. Jadi aku harus segera mencari tahu semuanya dan lekas menentukan jawaban ku.” Gumam ku sambil segera kaki ku menuju ke kamar mandi yang airnya sudah disiapkan Bhuralea.
Aku pun bergegas ke istana lama untuk segera mencari tahu tentang arti darah milik elf murni dan juga tentang peta Anchestral Land lama yang setahu disana ada banyak tempat yang pernah ditinggali bangsa lain sebelum mereka berakhir punah karena peperangan. Bertahan lama di sini pun tidak akan memberikan apapun pada ku, lagipula ibu ku sudah meninggal dan menyisakan ayah dan adik tiri ku saja di tempat ini. Jadi tidak ada alasan bagi ku untuk tetap bertahan.
Penjagaan di depan istana lama memang cukup ketat, bahkan dalam satu pintu masuk ada empat penjaga. Tapi aku yang merupakan keturunan asli elf pasti jelas tahu bahwa tempat itu memiliki jalan rahasia yang bisa diakses dari luar istana langsung bisa masuk ke dalam tanpa harus melalui penjaga. Dan disinilah aku sekarang, ruang arsip tempat disimpannya tulisan tangan dari semua pemimpin bangsa Elf termasuk ibu ku yang adalah Ratu elf terdahulu.
Aku menemukan sebuah buku yang menjelaskan tentang elf darah murni. Pun akhirnya aku membaca perkamen tebal itu untuk mengetahui apa yang harus aku lalui supaya darah dalam diri ku ini bisa digunakan dan bagaimana cara menghindari orang-orang yang mengincar darah ku dengan mempelajari apa yang ada dalam darah ku sehingga menjadi obsesi lawan.
“ Hm.. Ternyata benar apa yang di katakan oleh Acfica tentang leluhur bangsa elf murni itu adalah dewa Braern, dewa kesucian dan kemurnian yang menikahi Tannivh yang merupakan elf murni karena merupakan elf dari generasi pertama.... “ jeda ku sebentar.
“ Berarti bisa ditarik kesimpulan kalau apa yang Acfica katakan benar semua dan menemui ku di mimpi ku adalah asli Acfica. Ya ampun buku kuduk ku sampai meremang karena hal itu.. Aku benar-benar bertemu leluhur dari makhluk naga.. “ aku terlihat senang sekali karena hal itu.
Aku lanjut membaca tentang apa yang bisa dilakukan oleh elf dengan darah murni. Ternyata kekuatan dan ketahanan hidup elf darah murni lebih baik dari elf yang sudah bercampur dengan bangsa lain. Selain itu dipercaya darah dari elf murni adalah darah dewa yang mana bisa membangkitkan kekuatan dewa itu sendiri. Lagi-lagi apa yang Acfica katakan ternyata benar adanya.
Aku pun terus membaca sejarah yang tertulis di dalam buku tentang elf yang memiliki darah murni. Ada beberapa hal yang harus aku catat, dan untuk sisanya yang tidak penting aku hanya membaca sekilas tanpa ada niat untuk mencerna informasi itu. Karena sebagian besar aku sudah tahu ketika dari apa yang aku dengar dan perhatikan di masa lampau.
Setelah puas mencari tahu tentang darah dalam tubuh ku dan kegunaannya, ini sudah waktunya bagi ku untuk mencari sebuah peta sebelum pergi dari sini. Karena dengan peta itu aku bisa menemukan tempat paling strategis sebagai tempat bersembunyi. Aku pun berjalan ke bagian naskah kuno dan melihatnya satu persatu. Hingga akhirnya aku menemukan apa yang aku cari. Peta langka Anchestral Land sebelum pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian.
“ Di dekat sini rupanya dulunya adalah tempat para penyihir putih tinggal? Wah,, kenapa sebelumnya aku tidak tahu ya? Perlu untuk diselidiki lebih lanjut karena jika aku tidak memilih tempat yang tepat maka ayah pasti akan menemukan ku.. “ gumam ku.
Sengaja aku tidak mengembalikan peta itu dan hendak membawanya pergi keluar karena takut jika aku sudah terlalu lama di dalam tempat ini. Tapi mata ku tiba-tiba saja melihat sesuatu yang sangat janggal. Api di ruangan yang kedap udara tiba-tiba saja bergerak seolah ada angin yang berhembus dari sana, aku pun mengikuti arah angin itu dan benar ada sebuah pintu rahasia di sana.
Tanpa banyak berpikir lagi, aku segera mengikuti saja jalan rahasia ini yang entah membawa ku kemana. Yang pasti, aku merasa jika aku akan mendapatkan sebuah petunjuk yang besar untuk rencana ku saat ini. Entah berapa lama aku berjalan, tapi tak jauh dari posisi ku berdiri sekarang, aku bisa melihat sebuah cahaya. Lekas ku langkahkan kaki ku menuju ke tempat bercahaya itu.
Aku terkejut ketika tahu bahwa aku sudah berada di luar Dow Wych, hutan terlarang yang melindungi, forbidden forest dari orang luar. Forbidden forest adalah tempat tinggal para elf yang tidak sembarang orang bisa masuk. Karena jika memasuki Dow Wych mereka akan melihat ilusi dan mengaburkan tujuan mereka dan tersesat sehingga tidak akan bisa keluar lagi. Itulah kehebatan hutan terlarang di tanah kelahiran para elf.
Ada sesuatu yang lebih menarik perhatian ku, apalagi di depan ku ini tidak pernah aku lihat banyak sekali barak dan cahaya-cahaya dari masing-masing barak yang berjajar rapi di sisi luar Dow Wych.
“ Siapa kau? “ aku berjengit kaget saat ada seseorang yang menegur ku dari samping.
“ Maafkan saya tuan.. Saya elf, saya tersesat kemudian sampai di sini.. Tapi ini kalau boleh saya tahu kenapa membangun barak disini? “ tanya ku.
“ Kami diminta untuk menjaga jalannya pesta kedewasaan karena Raja dan Ratu dari Amanecer akan hadir.. “ jawab pria di depan ku ini. Aku rasa dia pimpinannya karena dilihat dari caranya berpakaian, sedikit berbeda.
Tapi tunggu, bukankah dulu Raja dan Ratu bahkan tidak hadir di pesta kedewasaan, lalu kenapa bisa mereka datang.. Ada hal aneh apa ini? Pikirku mulai kalut.
“ Jendral Kaida.... Semuanya sudah siap,, mari silahkan anda kemari.. “ seru seorang prajurit dari jarak yang sedikit jauh.
“ Karena sudah ada disini, ayo ikut kami makan malam sama-sama saja.. Nanti aku akan mengantar mu kembali ke sana.. “ ajak jendral itu yang langsung aku angguki karena aku lapar.
Tidak banyak yang aku bicarakan dengan mereka karena mata ku lebih terfokus menatap jendral Kaida karena dilihat dari mana pun aku seperti mengenal wajah itu tapi aku tidak mengingatnya. Matanya yang indah berwarna ungu, sama seperti leluhur naga, Acfica.
Acara makan selesai dan benar saja jendral Kaida mengantar ku kembali ke depan pintu rahasia yang mana tempat aku keluar tadi.
“ Bisakah kau membantu ku? Aku harus segera pergi dari sini setelah pesta kedewasaan. Maukah kau membantu ku keluar dari wilayah para elf. Jika kau setuju maka kita akan bertemu lagi disini tiga hari dari sekarang.. Jika kau datang berarti kau bersedia membantu ku, jika tidak maka bisa diartikan kau tidak ingin membantu ku.. “ aku pun pergi, membawa harapan setipis benang sutra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments