Fakta Mengejutkan

Nurul tidak jadi melangsungkan niatnya untuk sholat. Ia sudah kedapatan oleh Flora dan kini ia mau mendapatkan penjelasan dengan apa yang baru ia lihat. Ia yakin bahwa Flora pasti akan menjelaskannya. Ia tidak mau berpikir negatif dan sudah kepalang tanggung kedapatan. Ya sudah, Nurul pun akan mendengar dan juga bertanya. Tidak baik hanya menerka-nerka.

"Kenapa nggak diterusin bacanya? Nggak nanggung?"

Sindiran Flora langsung membuat Nurul kesulitan menelan salivanya.

Dengan langkah perlahan Flora mendekati Nurul. Nurul dibuatnya semakin degdegan dan juga merasa bersalah.

"Flor--"

"Lu pasti mau nanya ini maksudnya apa? Lu pasti mikir gue ini orang yang munafik. Tapi gue saranin lu untuk lihat buku itu di halaman belakangnya deh." ucap Flora dengan suara rendah dan ia sudah duduk bersama Nurul di lantai.

Nurul pun segera melakukan apa yang tadi diberitahukan Flora.

"Flor ini--"

"Namanya Dinda, Dinda Kurnia. Dia sahabat gue dulu sebelum lu," potong Flora mengerti bahwa Nurul pasti ingin menanyakan siapa gadis di foto itu.

Nurul menatap Flora yang kini ekspresinya menunjukkan kesedihan. Matanya terlihat berkaca-kaca.

"Lu tahu, dia sahabat gue satu-satunya dan gue harus kehilangan dia dengan cara yang nggak pernah gue duga. Sejak SMP gue sama Dinda bersahabat dan terbiasa bersama kayak gue sama lu. Tapi sekarang dia usah ninggalin gue. Dan lu tahu itu berkat siapa?"

"Siapa?" tanya Nurul dengan bibir bergetar.

"Alvaro Genta Prayoga. Cowok yang ngaku cinta dan sayang sama lu," jawab Flora dan kali ini matanya memancarkan kilat kebencian.

"Kok bisa?"

"Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun pertama kita masuk ke universitas dan dia juga masuk universitas tapi bukan di kampus kita ...."

"Dia kenapa?" tanya Nurul.

"Baiklah ... karena gue rasa ini sudah saatnya lu tahu, maka gue bakalan ceritain."

Beberapa tahun sebelumnya ...

"Dinda, lu kenapa? Lu sakit?"

Flora kala itu tengah berkunjung ke kontrakan Dinda. Ia melihat wajah Dinda yang sembab, ia pun memeluk sahabatnya itu.

"Gue diputusin sama Alvaro," ceritanya yang langsung membuatnya menitikkan air mata lagi.

"Gue udah pernah peringatin lu sebelumnya kalau Alvaro itu nggak baik. Tapi syukur lu putus lebih cepat daripada lu makin jauh sama dia," ucap Flora kesal namun ada kelegaan tersendiri karena sang sahabat sudah terbebas dari Alvaro. "Terus lu kenapa bisa putus? Dia selingkuh? Atau gimana?" lanjut Flora bertanya sedetail mungkin.

"Gue kira dia baik. Lu benar, dia nggak sebaik wajahnya dan juga sikap manisnya ternyata semuanya palsu. Ternyata gue hanya jadi bahan taruhan dia, Flor. Gue dengar sendiri, nggak sengaja gue dengar percakapan mereka waktu gue mau ngasih kejutan ke Alvaro di hari ulang tahunnya. Gue sakit hati tapi gue nggak bisa apa-apa. Gue sakit hati Flor, sakit banget. Cinta tulus gue ternyata cuma bahan taruhan," cerita Dinda yang kini sudah berderai air mata.

"Apaa?! Tuh 'kan yang gue omongin emang benar. Lu nggak mau dengerin gue dulu. Tapi ya seenggaknya lu udah tahu dan lu nggak lama sama dia. Sebelum terjadi sesuatu yang nggak diinginkan, Tuhan udah ngebuka mata dan telinga lu sekarang," ucap Flora kemudian ia merangkul Dinda.

"Tapi gue dan Alvaro sudah--"

"Sudah apa?"

Flora merasa ketakutan entah mengapa.

Gue harap lu nggak diapa-apain sama dia, Din. Please lu jangan ngomong kata yang nggak ingin gue dengar.

"Gue tahu gue emang bodoh, Flor. Karena dibutakan cinta palsu Alvaro, gue nggak mikir panjang dan ngerelain semuanya buat dia. Gue bego bego bego. Hiksss ...."

Plakkk ....

Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi mulus Dinda. Yang ditampar tidak mengeluh ataupun membalas. Yang ia tahu tamparan ini tidak jauh lebih sakit dari yang ia rasakan dalam hatinya.

"Lu emang bego, Din. Lu pacaran sama dia baru seminggu dan lu udah ngasih segalanya. Dimana otak cerdas lu, Din? Hiksss ...."

Setelah menampar Dinda cukup keras, Flora langsung memeluk erat tubuh Dinda. Keduanya menangis begitu lama hingga akhirnya Flora sadar jika dirinya lah yang harus lebih kuat untuk menguatkan Dinda.

"Yang terjadi biarlah berlalu, Din. Lu harus kuat dan lu harus ingat kalau lu masih punya gue. Gue akan selalu ada buat lu. Jangan ada rahasia lagi ke gue. Apapun itu lu harus cerita ke gue. Kita udah lama sama-sama, Din. Sekarang lu harus tegar dan lupakan semuanya. Mulailah lembaran yang baru, gue akan selalu berdiri di sisi lu," ucap Flora yang kemudian ia kembali memberikan pelukan hangat pada sang sahabat.

"Makasih Flor. Hanya lu satu-satunya yang peduli ke gue. Gue harap lu nggak pernah berubah ke gue," ucap Dinda membalas pelukan Flora.

"Sekarang lu harus kuat, fokus sama kuliah aja. Lu 'kan pengen banget tuh jadi guru. Walaupun kita beda kampus, gue bakalan tetap usahain waktu gue buat lu. Jangan lupa itu," ucap Flora yang diangguki oleh Dinda.

Hari-hari berlalu, Dinda kembali melanjutkan kehidupannya yang sempat terpuruk karena nasib malang yang menimpanya. Flora juga selalu ada setiap kali Dinda membutuhkannya.

Sampai satu ketika ...

"Flor, gue hamil."

Tiga kata yang langsung membuat dunia Flora hancur.

"Lu, ha-mil?"

Dan Dinda hanya mengangguk lesu.

"Ini nggak bisa dibiarin. Kita harus ketemu Alvaro. Dia harus tanggung jawab.

"Tapi--"

. . .

"Lu yakin itu anak gue? Lu bisa aja main sama orang lain. Emang gue yang pertama kali nyentuh lu, tapi kita nggak tahu setelah itu."

Setelah ucapan itu selesai, satu tamparan mendarat di pipi cowok tampan itu. Pelakunya bukan Flora melainkan si lembut Dinda. Flora tadinya ikut menemani Dinda tetapi ia mendapat telepon dari orang tuanya. Jadilah ia harus menjawab telepon dulu.

"Lu keterlaluan, Ro. Gue hanya ngelakuin itu sama lu dan sekarang lu nuduh gue. Lu nggak punya hati. Mana Alvaro yang dulu gue kenal?" teriak Dinda. Mata Dinda memanas menahan air matanya.

"Cihh ... nggak usah ngedrama. Lu sendiri tahu kalau lu itu cuma bahan taruhan gue. Nggak lebih. Lu aja yang bego pakai hati ke gue. Lu siapa? Cewek yang latar belakangnya nggak jelas bukan tipe gue. Lu nggak usah mimpi gue suka sama lu karena lu bukan level gue. Jauh-jauh lu dari gue. Jangan pernah lu muncul di depan gue atau gue bakalan hancurin lu daripada yang pernah lu bayangin. Enyah dari muka gue," usir Alvaro dengan kasar dan itu sampai terdengar ke telinga Flora yang baru selesai menerima telepon.

"Oke kalau lu nggak mau ngakuin anak ini. Nggak apa-apa, tapi jangan pernah lu hina gue sebagai perempuan yang suka gonta-ganti pasangan. Gue harap lu bakalan ngerasain yang gue rasain," ucap Dinda kemudian ia segera meninggalkan apartemen Alvaro.

. . .

Tiada hari tanpa percobaan Dinda untuk bunuh diri. Ia tidak mau menanggung ini semua. Cukuplah ia terlahir sebagai orang yang tidak diketahui siapa kedua orang tuanya. Jangan lagi anaknya menderita.

Hanya saja, percobaannya selalu berhasil digagalkan oleh Flora.

Dinda mencoba mencari cara agar ia bisa menghilang dari dunia ini. Namun ia tidak menemukan cara lain. Ia berharap Alvaro akan datang dan meminta maaf tapi tentunya itu hanya ada dalam angannya saja.

Di bulan kedua kehamilannya, Dinda selalu ingin melihat Alvaro dan ia sudah bertahan agar tidak mencari pria itu. Tetapi disinilah ia sekarang, di depan Alvaro. Ia berlutut dan memohon agar Alvaro mau mengelus perutnya yang masih rata tetapi Alvaro menolaknya.

"Enyah lu dari muka gue. Gue jijik."

"Tapi Ro?"

"Lu mau gue sentuh perut lu?" tanya Alvaro.

Dinda mengangguk.

"Gampang, lu tinggal layani Nandi sama Kriss. Kebetulan mereka lagi pingin ngerasain bercinta sama perempuan hamil!"

Gelas yang dipegang Flora terjatuh begitu mendengar ucapan Alvaro. Ia sebenarnya tadi akan pergi menemani Dinda namun mamanya baru saja keluar dari rumah sakit dan Flora masih harus menjaganya di rumah. Jadilah ia meminta Dinda agar tetap terhubung dengannya melalui sambungan telepon.

"Nggak bisa! Gue harus ke tempat Alvaro sekarang. Dinda dalam bahaya."

Bergegas Flora menuju ke apartemen Alvaro dengan mengemudikan mobilnya secepat mungkin.

Ciiittt ...

Flora menginjak rem begitu ia hampir menabrak seseorang. Dengan cepat ia keluar dan mendapati seorang gadis tergeletak lemas di depan mobilnya.

"Anda nggak apa-apa? Atau saya bantu ke rumah sa-- Dinda?!

Mengetahui kalau gadis itu adalah sahabatnya dengan cepat ia membawa Dinda masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.

"Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa Dinda. Ia juga mengalami keguguran. Ia mengalami kelelahan hebat sehingga ia pun mengalami pendarahan yang memicu keguguran pada janinnya."

Dunia Flora langsung hancur ketika mendengar ucapan dokter tersebut.

Alvaro, lu bakalan dapat balasan setimpal. Kalau bukan lewat gue, masih ada Tuhan yang nggak buta dengan semua ini.

Terpopuler

Comments

Chiisan kasih

Chiisan kasih

benul, lo begok dinda, mau aja di anu alvaro

2023-07-23

0

Suriani Lahusi Lajahiti

Suriani Lahusi Lajahiti

sesak bangat sampe nangis bacanya
benci banget sama Alvaro

2023-07-16

0

Liu Zhi

Liu Zhi

karma selalu ada

2023-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Untuk Yang Kesekian Kalinya
2 Irana
3 Tiga Bulan
4 Hasrat Irana
5 Vitamin
6 Sebuah Bukti
7 Fakta Mengejutkan
8 Riswan
9 Fix, Halu
10 Pesan dari nomor tak dikenal
11 Gadis Taruhan Alvaro
12 Kenyataan Pahit
13 Bukan Hari Ini
14 Andai
15 Hari yang dinanti
16 Tempat seharusnya
17 Pamer Kemesraan
18 Noda Merah
19 Ditinggal Sendirian
20 Bolehkah Aku?
21 Paper Bag
22 Bikin Bego
23 Di-to-lak
24 Putus Hubungan
25 Cinta Yang Seharusnya
26 Aku Percaya Kamu
27 Bikin Malu dan Memalukan
28 Gue Kangen
29 Mencarimu
30 Bagaimana dengan Aku?
31 Masih Terluka
32 Cukup Dia Saja
33 Slow Motion
34 Normal-normal Saja
35 Untuk Yang Terakhir
36 Pemain Yang Hebat
37 Steve?
38 Alvaro, Je T'aime
39 AB Rhesus Positif
40 Salah Sangka
41 Saksi Kunci
42 Bagaimana Jika ....
43 Terbiasa Lari Dari Masalah
44 Hari Pertama
45 Safira Magdalena Griffin
46 Mbak Dessy
47 Nggak Mungkin!
48 Tuan Alvaro Tidak Tahu
49 Perasaan Aneh
50 Satu Menit Saja
51 Belimbing Wuluh
52 Sindrom Couvade
53 Deal!
54 Hal Biasa
55 Danissa
56 Bukan Anak Buangan
57 Kakak dan Kakek Lucknut
58 Aluna
59 Pingsan
60 Pernah Patah Hati?
61 Nurul Aina POV
62 Segitiga Bermuda
63 Wajah Familiar
64 Kisah Tak Sempurna
65 Pertemuan Keempat
66 Bisa Nggak Lu Lupa Ingatan?
67 Bukan Aku
68 Bertemu Keluarga Axelle
69 Teman Lama
70 Besok!
71 Rindu Konon
72 Tertusuk
73 Jadi dia?
74 What a coincidence
75 It's too late
76 Ungkapan yang terlambat
77 Sikap Menggemaskan
78 Lebih dari cukup
79 Deep Talk
80 Jajaran Pria Aneh
81 Karena Harta
82 Keturunan Ben Elard
83 Wanita Di Lift
84 Iya 'Kan Flo?
85 Terbawa Perasaan
86 Blessing in disguise
87 Tawanan Hati
88 Tidak Bisa Lapor Polisi
89 Ruang Nostalgia
90 Yes!
91 Hatinya Milik Gue
92 Obrolan Pagi
93 Hal Tak Terduga
94 Binar Yang Sama
95 Kala Itu
96 Kenapa Datang?
97 Dia Nggak Tahu
98 Paling Hebat
99 Masih Semanis Dulu
100 Lumayan
101 Bab 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 Lamaran Ditolak!
122 Deep Talk With You
123 Sah! Kok bisa?
124 Ke Bulan
125 Mas Ayang
126 Tedi?
127 Hukuman
128 Kepencet
129 Bertumbuhlah
130 Aku Menolak!
131 Di Kafe
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 Saaahh!!
140 Bukan Pecundang!
141 141
142 142
143 143
144 144
145 Just Do It and Move
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 Pengumuman
160 159
161 160
162 161
163 162
164 163
165 164
166 165
167 166
168 167
169 168
170 169
171 170
172 171
173 172
174 173
175 174
176 175
177 176
178 177
179 178
180 179
181 180
182 181
183 182
184 183
185 184
186 185
187 186
188 187
189 188
190 189
191 190
192 191
193 192
194 193
195 194
196 195
197 196
198 197
199 Berbuat Baik
200 Kencan?
201 Rencana Leon
202 Keinginan Leon
203 Mendapat Izin
204 Paman Tian?
205 Lu?!
206 Suara Lucknut!
207 Tentang Kedatangan Frey
208 Perhatian Frey
209 Tertular Papi Alvaro
210 Mari Kita Bermain
211 Mengagumi Dalam Ribut
212 Dua Sekaligus
213 Tuan Cakrawala Shan
214 Sudah Tidak Bisa Nikung!
215 Gue Udah Dijodohkan!
216 Tak Baik-baik Saja
217 Riani adalah ....
218 Everything Will be Okay
219 Merk Sepatu
220 Diskusi Kelompok
221 Harris
222 Dua Kemungkinan
223 Parfum Pak Suwondo
224 Alvaro dan Pak Nadir
225 Saya Tahu Kok Dok!
226 Sapaan Yang Menohok
227 Keributan Di Kantin
228 Ketika Sahabat Menjadi Bangsat
229 Pengakuan
230 Mengumbar Kemesraan
231 Kafe dan Leon
232 Sempat Panik
233 Pengumuman
234 Hari Terakhir Ujian
235 Nggak Akan Sama Lagi
236 Gue yang ngatur endingnya
237 Anggap Selesai
238 Bagaimana Bisa?
239 Hobi Baru
240 Iri Bilang Bos
241 Sindiran Axelle
242 Semua Karena Jessica
243 Savage-nya Keturunan Prayoga
244 Tembak Dia Mas
245 Promise
246 Pemberitahuan Lebih Awal
247 Lu Itu Sad Boy
248 Menjenguk Cici
249 Surprise ...
250 What? Tante?
251 Mogok Bicara
252 Tiga Mahasiswi Centil
253 Keenan dan Jessica
254 Karena Cerita di Novel
255 Keluh Kesah Bunda
256 Keputusan Keenan
257 Pukul 03.00
258 Sebuah Sindiran
259 Flash Back ...
260 Berdarah-darah
261 Alvaro dan Naufal
262 Menenangkan Diri
263 Rasa Yang Pernah Ada
264 Ambisi yang berhalang!
265 Jihan
266 Chemistry
267 Hati ke Hati
268 Keluarga Bahagia
269 Sisi Lain Alvaro
270 Hanya Sebuah Obsesi
271 Sebuah Cerita
272 Mendadak Jadi Bego
273 Eleanor Prayoga Griffin
274 Aluna Tidak Setuju
275 Last
Episodes

Updated 275 Episodes

1
Untuk Yang Kesekian Kalinya
2
Irana
3
Tiga Bulan
4
Hasrat Irana
5
Vitamin
6
Sebuah Bukti
7
Fakta Mengejutkan
8
Riswan
9
Fix, Halu
10
Pesan dari nomor tak dikenal
11
Gadis Taruhan Alvaro
12
Kenyataan Pahit
13
Bukan Hari Ini
14
Andai
15
Hari yang dinanti
16
Tempat seharusnya
17
Pamer Kemesraan
18
Noda Merah
19
Ditinggal Sendirian
20
Bolehkah Aku?
21
Paper Bag
22
Bikin Bego
23
Di-to-lak
24
Putus Hubungan
25
Cinta Yang Seharusnya
26
Aku Percaya Kamu
27
Bikin Malu dan Memalukan
28
Gue Kangen
29
Mencarimu
30
Bagaimana dengan Aku?
31
Masih Terluka
32
Cukup Dia Saja
33
Slow Motion
34
Normal-normal Saja
35
Untuk Yang Terakhir
36
Pemain Yang Hebat
37
Steve?
38
Alvaro, Je T'aime
39
AB Rhesus Positif
40
Salah Sangka
41
Saksi Kunci
42
Bagaimana Jika ....
43
Terbiasa Lari Dari Masalah
44
Hari Pertama
45
Safira Magdalena Griffin
46
Mbak Dessy
47
Nggak Mungkin!
48
Tuan Alvaro Tidak Tahu
49
Perasaan Aneh
50
Satu Menit Saja
51
Belimbing Wuluh
52
Sindrom Couvade
53
Deal!
54
Hal Biasa
55
Danissa
56
Bukan Anak Buangan
57
Kakak dan Kakek Lucknut
58
Aluna
59
Pingsan
60
Pernah Patah Hati?
61
Nurul Aina POV
62
Segitiga Bermuda
63
Wajah Familiar
64
Kisah Tak Sempurna
65
Pertemuan Keempat
66
Bisa Nggak Lu Lupa Ingatan?
67
Bukan Aku
68
Bertemu Keluarga Axelle
69
Teman Lama
70
Besok!
71
Rindu Konon
72
Tertusuk
73
Jadi dia?
74
What a coincidence
75
It's too late
76
Ungkapan yang terlambat
77
Sikap Menggemaskan
78
Lebih dari cukup
79
Deep Talk
80
Jajaran Pria Aneh
81
Karena Harta
82
Keturunan Ben Elard
83
Wanita Di Lift
84
Iya 'Kan Flo?
85
Terbawa Perasaan
86
Blessing in disguise
87
Tawanan Hati
88
Tidak Bisa Lapor Polisi
89
Ruang Nostalgia
90
Yes!
91
Hatinya Milik Gue
92
Obrolan Pagi
93
Hal Tak Terduga
94
Binar Yang Sama
95
Kala Itu
96
Kenapa Datang?
97
Dia Nggak Tahu
98
Paling Hebat
99
Masih Semanis Dulu
100
Lumayan
101
Bab 101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
Lamaran Ditolak!
122
Deep Talk With You
123
Sah! Kok bisa?
124
Ke Bulan
125
Mas Ayang
126
Tedi?
127
Hukuman
128
Kepencet
129
Bertumbuhlah
130
Aku Menolak!
131
Di Kafe
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
Saaahh!!
140
Bukan Pecundang!
141
141
142
142
143
143
144
144
145
Just Do It and Move
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
Pengumuman
160
159
161
160
162
161
163
162
164
163
165
164
166
165
167
166
168
167
169
168
170
169
171
170
172
171
173
172
174
173
175
174
176
175
177
176
178
177
179
178
180
179
181
180
182
181
183
182
184
183
185
184
186
185
187
186
188
187
189
188
190
189
191
190
192
191
193
192
194
193
195
194
196
195
197
196
198
197
199
Berbuat Baik
200
Kencan?
201
Rencana Leon
202
Keinginan Leon
203
Mendapat Izin
204
Paman Tian?
205
Lu?!
206
Suara Lucknut!
207
Tentang Kedatangan Frey
208
Perhatian Frey
209
Tertular Papi Alvaro
210
Mari Kita Bermain
211
Mengagumi Dalam Ribut
212
Dua Sekaligus
213
Tuan Cakrawala Shan
214
Sudah Tidak Bisa Nikung!
215
Gue Udah Dijodohkan!
216
Tak Baik-baik Saja
217
Riani adalah ....
218
Everything Will be Okay
219
Merk Sepatu
220
Diskusi Kelompok
221
Harris
222
Dua Kemungkinan
223
Parfum Pak Suwondo
224
Alvaro dan Pak Nadir
225
Saya Tahu Kok Dok!
226
Sapaan Yang Menohok
227
Keributan Di Kantin
228
Ketika Sahabat Menjadi Bangsat
229
Pengakuan
230
Mengumbar Kemesraan
231
Kafe dan Leon
232
Sempat Panik
233
Pengumuman
234
Hari Terakhir Ujian
235
Nggak Akan Sama Lagi
236
Gue yang ngatur endingnya
237
Anggap Selesai
238
Bagaimana Bisa?
239
Hobi Baru
240
Iri Bilang Bos
241
Sindiran Axelle
242
Semua Karena Jessica
243
Savage-nya Keturunan Prayoga
244
Tembak Dia Mas
245
Promise
246
Pemberitahuan Lebih Awal
247
Lu Itu Sad Boy
248
Menjenguk Cici
249
Surprise ...
250
What? Tante?
251
Mogok Bicara
252
Tiga Mahasiswi Centil
253
Keenan dan Jessica
254
Karena Cerita di Novel
255
Keluh Kesah Bunda
256
Keputusan Keenan
257
Pukul 03.00
258
Sebuah Sindiran
259
Flash Back ...
260
Berdarah-darah
261
Alvaro dan Naufal
262
Menenangkan Diri
263
Rasa Yang Pernah Ada
264
Ambisi yang berhalang!
265
Jihan
266
Chemistry
267
Hati ke Hati
268
Keluarga Bahagia
269
Sisi Lain Alvaro
270
Hanya Sebuah Obsesi
271
Sebuah Cerita
272
Mendadak Jadi Bego
273
Eleanor Prayoga Griffin
274
Aluna Tidak Setuju
275
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!