Hekken

Arael, Iolas dan Bryen kembali menyusuri hutan salju menuju ke selatan. Saat mereka pergi, badai salju yang terjadi malam sebelumnya baru saja selesai. Karena itu perjalanan mereka sedikit terhambat oleh bekas-bekas tumpukan salju. Hawa dingin yang menggigit mengiringi langkah mereka bertiga. Bryen menyarankan pada Arael untuk mengeluarkan Luca. Selain dapat digunakan untuk menghalau kawanan serigala salju liar, Arael juga bisa menungganginya jika gadis itu kelelahan. Bryen dan Iolas adalah bangsa elf yang memiliki stamina yang lebih baik daripada Arael. Karena itu mereka berdua tetap baik-baik saja meski menempuh perjalanan bersalju sekalipun.

Arael menurut. Ia memanggil Luca untuk berjalan bersama mereka. Meski begitu Arael tidak ingin menungganggi Luca. Staminanya baik-baik saja walaupun ia sedikit menggigil kedinginan. Padahal Tuan Eliot sudah memberinya mantel bulu baru yang tebal. Akan tetapi hawa dingin mampu menelusup melalui celah-celah pakaiannya.

Selama beberapa menit, ketiganya berjalan dalam diam. Mereka fokus pada langkah mereka masing-masing. Karena salju tebal itu perjalanan mereka jadi begitu lambat. Bahkan Iolas yang kekuatan fisik dan kecepatannya paling unggul sekalipun terpaksa berjalan dengan pelan. Saat mencapai tengah hutan, rombongan mereka dicegat oleh kawanan serigala liar, tepat seperti perkiraan Bryen. Luca segera maju melindungi majikannya dengan geraman mengerikan. Jumlah kawanan serigala liar itu sekitar dua belas ekor, tetapi Luca berhasil mengusir mereka semua dan melukai separuh kawanan dengan brutal. Arael, Iolas dan Bryen bahkan tidak perlu ikut campur dalam pertarungan tersebut.

Setelah melihat beragam kemampuan Luca, mengertilah Arael bahwa Raja Zidalor ternyata telah memberikan salah satu spirit terkuat beliau. Menurut cerita Bryen dan Iolas, raja kaum elf salju biasanya menguasai beragam spirit es. Mereka digunakan untuk mengatur cuaca juga mengendalikan elemen es sesuai kehendak sang raja. Dari ratusan spirit es yang dikuasai Raja kaum Blarani, serigala salju adalah salah satu yang terkuat. Itu artinya Raja Zidolar telah memberikan kepercayaannya kepada Arael.

Iolas bahkan berkata bahwa para elf biasanya tidak meminjamkan spirit mereka kepada manusia. Kaum elf melihat manusia sebagai kaum yang tamak. Karena itu, mereka khawatir para manusia akan menjadi begitu jahat bila diberikan kekuatan elf. Arael adalah kasus yang langka. Mungkin karena gadis itu sudah terbiasa untuk hidup tanpa banyak pengharapan, maka Raja Zidolar bisa merasakan bahwa Arael tidak memiliki ambisi yang buruk. Satu-satunya keinginan Arael adalah menghancurkan Charles yang sudah membuat seluruh benua Luteria ini menderita.

“Aku pasti akan sedih setelah tiba waktunya untuk mengembalikanmu, Luca. Mungkin setelah perang usai, kau harus kembali kepada pemilikmu sebenarnya,” ucap Arael sambil mengelus kepala Luca. Serigala itu mengusapkan kepalanya ke wajah Arael dengan manja.

“Kurasa konsep meminjam yang dimaksud oleh Yang Mulia Raja Zidalor berbeda dengan pemahamanmu. Rentang hidup elf jauh lebih panjang dari manusia. Jadi menurutku sang raja akan meminjamkan Luca sepanjang hidupmu. Saat kau sudah meninggal nanti Luca baru akan kembali pada beliau,” sahut Iolas berkomentar.

“Benar, Putri. Kurasa maksud Yang Mulia Raja Zidalor memang seperti itu. Jadi Anda tidak perlu khawatir harus berpisah dengan Luca selama Anda masih hidup,” tandas Bryen turut menyetujui pendapat Iolas.

“Begitukah? Syukurlah kalau begitu. Tapi setelah perang berakhir nanti, aku tetap ingin memaskikannya sendiri pada Yang Mulia,” kata Arael menambahkan. Iolas dan Bryen menyerahkan keputusan itu pada Arael. Meski begitu, perjalanan mereka masih sangat panjang hingga perang berakhir.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang yang rasanya tidak ada ujungnya, rombongan Arael pun sampai di perbatasan hutan salju. Dua hari berturut-turut mereka bermalam di tengah hawa dingin. Kini matahari mulai terasa hangat dan salju pun sudah meleleh menjadi aliran sungai. Pemandangan tidak lagi didominasi warna putih. Warna hijau daun dan rumput mulai menghiasi. Batang-batang pohon berwarna cokelat serta langit biru cerah mewarnai perjalanan mereka.

“Kita sudah memasuki hutan di perbatasa kota mati. Setelah hutan ini berakhir, kita akan bertemu dengan kota Hekken yang terbengkalai,” ucap Bryen menjelaskan.

“Kenapa kota itu ditinggalkan?” tanya Arael kemudian.

“Setelah ayah Anda, Raja Peter, digulingkan, kaki tangan Raja yang baru mulai berusaha menguasai Hekken yang terkenal dengan tambang emasnya. Namun tak lama kemudian, wabah penyakit menular tiba-tiba muncul dan membunuh hampir semua penduduk yang tinggal di sana. Orang-orang yang tersisa akhirnya memilih untuk meninggalkan kota dan sejak saat itu, tidak ada orang yang berani memasuki Hekken. Bahkan para penyihir manusia pun mencoba mencari tahu tentang wabah penyakit misterius tersebut, tapi tidak satupun dari mereka yang berhasil kembali dengan selamat,” terang Bryen panjang lebar.

“Apakah aman bagi kita untuk memasuki tempat seperti itu?” Arael yang mendadak menyesali keputusannya.

“Elf air adalah kaum penyembuh, Putri. Kami bisa mengobati berbagai jenis penyakit ataupun racun. Jadi bila Anda terluka atau terserang wabah, saya akan segera menyembuhkannya,” lanjut Bryen.

“Apa kau juga bisa menyembuhkan diri sendiri?” tanya Arael memastikan.

“Saya resisten terhadap sebagian besar penyakit ataupun racun. Sejak muda kami berlatih meningkatkan kekebalan tubuh dengan beragam cara,” ungkap Bryen menenangkan.

Arael menghela napas lega. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tenang. Semakin dalam menyusuri hutan, keadaan semakin hening dan sepi. Tidak ada lagi suara derik serangga. Bahkan burung-burung yang sebelumnya beterbangan di udara dan sesekali berkicau di dahan pepohonan pun lenyap. Hutan itu seperti tidak berpenghuni sama sekali.

Iolas menyuruh Arael untuk mengembalikan Luca ke dimensi spirit. Selain karena kemunculan Luca membutuhkan energi dari majikannya, juga karena keberadaan serigala putih tersebut terlalu mencolok. Arael menurut. Mereka sudah hampir mencapai batas hutan ketika gadis itu kembali menyembunyikan Luca.

Pepohonan semakin jarang, dan kini di kejauhan Arael mulai melihat bangunan-bangunan rumah batu yang sudah usang. Tembok-tembok rumah itu sudah rubuh sebagian. Atap-atapnya juga berlubang di banyak sisi. Jalanan kota tertutup dedaunan kering dan debu tebal. Tidak ada siapa pun di tempat itu selain rumah-rumah kosong yang sudah rusak.

Arael, Iolas dan Bryen akhirnya keluar dari hutan dan menjejakkan langkah pertama mereka di jalan batu kota yang sudah dipenuhi daun kering. Udara mendadak berubah menyesakkan. Ada aliran energi yang sangat menekan dan membuat Arael sulit bernapas. Kabut tipis pun muncul begitu mereka memasuki kota. Padahal saat itu seharusnya baru memasuki siang hari yang terik. Arael mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut sambil memperhatikan Iolas dan Bryen.

Bryen tampak baik-baik saja, tapi Iolas sepertinya sedikit kewalahan juga dengan kondisi tersebut. Wajahnya kusut dan napasnya juga berat. Sepertinya memang ada yang aneh dari kota ini, seolah kekuatan besar sengaja disebarkan di sana serupa kutukan.

Selain anomali tersebut, tidak ada hal lainnya di Hekken. Mereka berkeliling selama beberapa waktu tapi tidak menemukan apa pun. Tidak ada makhluk hidup, atau bahkan benda-benda yang mencurigakan. Kota itu sepenuhnya kosong.

“Apa benar para elf bayangan tinggal di sini?” tanya Arael sanksi.

“Menurut informasi yang kudapat, kita memang bisa menemukan mereka di Hekken. Tapi setiap bangsa elf punya sihir masing-masing untuk menyembunyikan diri. Itulah yang harus kita cari di sini,” terang Iolas.

“Bagaimana mencarinya?”

“Biasanya ada semacam titik lokasi tempat mereka menaruh mantra gerbang sihir. Kau akan merasakan perbedaannya saat melewati lokasi itu. Seperti ada rasa hangat yang menggelitik.”

Arael mengingat saat Iolas membawanya masuk ke kerajaan elf hutan dan elf air. Kedua tempat tersebut memiliki gerbang yang tak kasat mata. Waktu itu Iolas harus berhenti di satu titik yang tepat lantas membuat pola sihir untuk memunculkan pintu masuk menuju kerajaan mereka.

“Jadi kita harus menemukan lokasi pintu masuk tersebut?”

Iolas mengangguk. “Ini tidak mudah karena kota ini cukup luas. Kita harus menjelajah hingga ke seluruh sudutnya.”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!