Hancur karena Takabur.

Shin Liong melangkah memasuki kota Sian Tao kembali dengan santai, seolah tidak pernah terjadi sesuatu apa pun jua yang menimpa dirinya.

Sementara itu di perguruan Rajawali emas, terjadi kegemparan, hingga malam hari menjelang, kesepuluh orang murid perguruan, yang di suruh oleh salah seorang tetua perguruan, untuk membunuh seorang anak remaja yang telah melukai pemuda Ah Tiong hingga sekarat itu, kini tidak juga kembali.

Lima puluh orang pemuda di turunkan untuk mencari ke berada mereka,namun jangan kan bertemu,jejak nya saja tidak ada.

Seperti nya kesepuluh orang itu hilang lenyap ditelan bumi.

Padahal kota Sian Tao adalah sebuah kota kecil yang mudah untuk mencari seseorang.

Setiap jengkal sudah di telusuri,namun jejak kesepuluh orang murid perguruan itu tidak juga ditemukan,bahkan hampir setiap rumah sudah di tanya kan,tetapi tidak ada satupun yang mengetahui nya.

Bu Beng Kwan selaku patriak perguruan Rajawali emas menatap kearah Mou Cai Lang dengan tatapan yang gusar, "sekarang apa pertanggung jawaban mu dengan keluarga dari sepuluh orang pemuda itu Cai Lang?, dan kau Ah Tiong,apa yang kau dapatkan dengan sok menjadi jagoan seperti itu,kau cuma menjadi penyebab hilang nya kesepuluh orang teman mu itu,kalian cari ke sepuluh orang itu,atau kalian Jangan lagi menjadi bagian dari perguruan Rajawali emas ini,cukup banyak permasalahan yang kalian buat untuk perguruan ini!" kata patriak perguruan itu sambil berjalan keluar dari ruangan itu.

Mou Cai Lang tertunduk lesu mendengar perkataan Patriak perguruan itu,dia bingung apa yang harus dia katakan kepada keluarga kesepuluh orang pemuda itu.

"Plak!".

Sebuah tamparan mampir di pipi Ah Tiong.

Pemuda itu memegang pipi nya yang biru lebam itu sambil meringis.

"Kau memang sialan,kau selalu membawa masalah untuk ku,mulai sekarang,pergilah jauh jauh dari perguruan ini dan jangan pernah kembali ke sini meskipun nyawa mu terlepas,aku sudah tidak perduli lagi!" kata tetua Mou Cai Lang sambil berlalu masuk kedalam rumah nya.

Lama tetua Mou Cai Lang merenung,hingga akhir nya jiwa hasut di dalam tubuh nya bicara, " ini semua gara gara bocah ibl*s itu, ia memang si pembawa sial, setiap kemunculan nya, aku selalu terkena masalah, sebaik nya sekarang bocah itu ku lenyapkan saja agar tidak lagi menjadi masalah di kemudian hari bagi ku!"...

Tetua perguruan Rajawali emas itu bangkit berdiri,merapikan pakaian nya sebentar,lalu berjalan keluar dari rumah nya.

Di rumah nya di perguruan Rajawali emas ini, dia hanya sendirian saja, anak serta istri nya berada di kota Tao tidak terlalu jauh dari kota kecil Sian Tao itu, sedangkan perguruan Rajawali emas berada tidak jauh dari kota Sian Tao.

Dengan menggunakan ilmu lari cepat nya,jarak ke kota kecil Sian Tao tidak begitu lama dia tempuh.

Dia sudah menduga dari laporan Ah Tiong,bahwa yang membuat masalah kali ini adalah bocah yang paling di bencinya sejak dahulu itu.

Ketika dia memasuki kota Sian Tao,hari belum lagi tengah hari,dan aktivitas masyarakat sudah mulai berkurang di jalan jalan.

Di saat saat seperti sekarang ini,alun alun kota pun sudah sepi dari pengunjung.

Dari kejauhan dia melihat seorang anak remaja sedang duduk di bawah sebatang pohon yang rindang sambil bersandarkan ke batang pohon itu.

Melihat dari ciri ciri nya,dia tahu,bahwa anak remaja itulah yang dia cari.

Segera dia menghampiri anak remaja itu.

"Hei Si Chun,ternyata itu benar kau rupanya,sial benar nasip mu bertemu aku ditempat sepi seperti ini, aku akan menuntaskan kebencian ku kepada mu disini, setelah itu baru aku mencari kesepuluh orang murid ku itu!"kata tetua Mou Cai Lang sambil berjalan mendekati Shin Liong dengan tangan terkepal.

"Kakek,ada ihwal apa sehingga kakek sangat membenci saya,seingat saya,saya tidak pernah berurusan dengan kakek" tanya Shin Liong sambil berdiri waspada.

"Bagiku untuk membenci seseorang tidak perlu harus ada masalah terlebih dahulu"jawab tetua perguruan Mou Cai Lang.

"Kakek,setiap orang waras tentunya punya alasan untuk membenci seseorang,cuma orang tidak waras yang membenci seseorang tidak perlu alasan" kata Shin Liong lagi sambil terus bersikap waspada penuh.

"Kurang ajar,berani sekali kau menyebut ku orang gila,baiklah karena kau juga akan mati di tangan ku,maka ku katakan kepada mu,bahwa kebencian ku kepada mu karena ibu mu telah merebut calon menantu ku yang sejak lama ku damba dambakan!" jawab Mou Cai Lang sambil berkacak pinggang.

Shin Liong kini sudah mulai bisa mengurai benang kusut yang selama ini mengganjal dalam pikiran nya.

"Kalau begitu kakek juga yang sudah meracuni ibuku dengan racun Damar neraka?" tanya Shin Liong penasaran.

Meskipun terkejut sekali,tetapi karena keyakinannya dengan sekali pukul saja,anak remaja itu akan tewas ditangan nya,hal itu dianggap nya lucu.

"Ha ha ha ha,rupanya kau sudah mengetahui juga tentang racun Damar Neraka itu,baiklah agar kau tidak mati penasaran, akan aku katakan bahwa memang aku yang memberi racun Damar neraka itu,tetapi yang memasukan kedalam makanan ibu mu adalah mantu keponakan ku, yaitu bibi mu sendiri, kakak dari ayah mu,kami sudah bersepakat untuk mengawinkan ayah mu dengan putri bungsu ku, tetapi pelac*r hina itu telah menggoda calon menantu ku,sehingga meninggalkan putri ku dan kawin dengan ibu mu, kau tahu apa yang terjadi dengan putri ku,dia menjadi gila dan akhirnya bunuh diri, aku ingin membuat ibu mu hancur dengan meracuni mu agar mati sebelum dilahirkan,tetapi ibu mu menukarkan nyawa nya dengan kelahiran mu,sehingga hal seperti sekarang lah yang terjadi" kata tetua Mou Cai Lang sambil terus tertawa bahagia.

"Mungkin buas seekor binatang masih kalah buas dari diri mu kek!"kata Shin Liong tanpa rasa takut.

Mou Cai Lang menatap kearah Shin Liong dengan tatapan murka,matanya memerah seperti darah,sedang pelipis nya berdenyut keras, "ya,pelac*r ibu mu itu yang telah menjadikan aku seperti ini,,Cuih!!, ibu mu memang pelac*r murahan,wanita jal*ng tak berharga!"...

"Kakek tua,kau berapa kali memakai ibu ku seperti itu,seandainya diri ku yang kau hina dan kau caci maki,mungkin aku masih bisa memaafkan diri mu,tetapi kau mencaci maki ibu Yang paling ku hormati,aku tidak akan tinggal diam kakek tua!!"teriak Shin Liong marah.

Melihat itu, Mou Cai Lang bukan nya sadar diri, tetapi malah tertawa lucu.

"Ha ha ha ha,seekor nyamuk mencoba melawan gajah,ha ha ha ha,dengan kultivasi cuma di tingkat alam taruna tingkat menengah saja kau bicara seolah sudah di tingkat Dewa, memangnya kau bisa apa he ibl*s ?"tanya Mou Cai Lang menantang.

"Kakek tua bertanya aku mau apa?, aku mau ini!" kata Shin Liong sambil melompat dengan tangan terkepal kearah dada Mou Cai Lang.

Mou Cai Lang yang melihat pukulan dari Shin Liong yang biasa biasa saja itu tidak bergerak sedikitpun dari tempat nya,dia cuma menangkis pukulan Shin Liong dengan tangan kanan nya.

Tetapi malang sungguh,pukulan yang dia sangka sekedar pukulan anak ingusan itu,ketika sudah tinggal satu jengkal dari tangan nya,tiba tiba tangan Shin Liong mengeluarkan cahaya kuning yang sangat panas.

Karena tidak memiliki persiapan,ingin menyalurkan hawa sakti pun sudah tidak keburu lagi,menghindar juga percuma,akhirnya terjadilah benturan antara tulang berbalut daging dan kulit dengan tinju yang sudah di lambari pukulan napas Dewata tingkat empat.

"Bum!".

Terdengar suara dentuman nyaring,ketika kedua tangan itu bertemu.

Seketika tangan kanan Mou Cai Lang hangus menjadi abu sebatas bahu nya.

Karena sakit dan rasa panas terbakar yang luar biasa,Mou Cai Lang mau tidak mau menjerit berteriak kesakitan luar biasa.

Dia menatap tangan kanan nya yang sudah habis sebatas bahu nya itu,lalu menjerit sejadi jadinya kembali.

Ngilu,perih,sakit,serta panas terbakar menjalar disekujur tubuh nya, membuat air mata mau tidak mau tetap keluar dari pelupuk mata kakek Mou Cai Lang.

Api dendam,amarah dan kedengkian akhirnya membakar dirinya sendiri.

Karena tidak sanggup menahan rasa nyeri dan panas yang luar biasa, Mou Cai Lang berguling guling di atas rumput hijau,sehingga rumput pun kering dan layu terkena panas dari tangan Mou Cai Lang.

"Kau harus membunuh ku bocah!" teriak Mou Cai Lang memohon.

"Tidak kakek tua,aku bukan diri mu,lagi pula sekarang aku senang melihat kau seperti itu,ini belum seberapa dibandingkan kekejian yang kau lakukan pada ku dan ibu ku,nikmati saja kakek tua,selagi kau bisa menikmatinya,aku permisi kakek tua" kata Shin Liong sambil berjalan meninggalkan Mou Cai Lang yang masih berguling guling merasakan sakit yang luar biasa itu, otak nya terasa mendidih ,sudah di minumnya beberapa pil penghilang rasa sakit,tetapi sakitnya seperti tidak mau hilang.

Setelah Shin Liong pergi beberapa saat yang lalu,akhirnya ada beberapa masyarakat yang berjalan kearah alun alun itu dengan maksud beristirahat di bawah rindang nya pohon.

Tetapi mereka terperanjat melihat seorang tetua perguruan Rajawali emas bergulingan diatas rumput sambil menjerit sejadi jadi nya dan tangan kanan nya sudah hilang sebatas pundak.

Dari pakaian nya terlihat seperti bekas hangus.

"Lihat,bukankah dia tetua Mou Cai Lang yang sangat arogan itu?,dialah pelindung para penjahat di kota Sian Tao selama ini, orang gagah mana yang telah memberi pelajaran sangat berharga kepada tetua ini?" kata salah seorang dari masyarakat yang melihat.

"Karma,,karma,,berbuat buruk pasti mendapat karma buruk pula" seorang pendeta yang kebetulan lewat tempat itu dan menyaksikan hal itu,ikut menanggapi nya.

Mou Cai Lang sadar dirinya menjadi tontonan banyak orang,segera bangkit dan berlari keluar kota menuju kearah sebuah hutan.

Dan semenjak itu,tidak terdengar kabar berita tentang Mou Cai Lang lagi,entah masih hidup atau sudah mati.

Shin Liong berjalan menyusuri kota Sian Tao yang kecil itu.

Tiba tiba ada seberkas kerinduan dihatinya kepada Siau Ji nya yang sudah bertahun tahun tidak bertemu.

Mungkinkah Siau Ji nya masih menyayangi nya, atau sudah membencinya karena sudah mempunyai anak sendiri?.

Ke rindukan dan kebimbangan silih berganti mendera hati nya.

Dia ingin menemui Siau Ji nya,tetapi ada rasa takut di tolak oleh Siau Ji nya atau neneknya yang sangat membenci dirinya.

Dia masih teringat saat saat terakhir dia berada di tempat nenek nya,dia mendengar sang nenek menyuruh Bi Guan untuk membunuh nya,dan karena itu pula dia minggat dari rumah nenek nya itu dengan berbaring dibawah tumpukan karung di gerobak sayur agar bisa ikut keluar dari rumah sang nenek sekedar untuk melarikan diri saja.

...****************...

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

noor

2024-10-17

0

Mamat Stone

Mamat Stone

ceritanya asyik Thor

2024-09-25

0

Amat bagus ceritanya

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran dan kematian.
2 Bao Kecil.
3 Si Chun.
4 Melarikan diri.
5 Kasih Ibu tak berbatas.
6 Si Putih.
7 Sekarat.
8 Panah Sumbu Langit.
9 Bertemu Manusia.
10 Di Perguruan Rajawali Emas.
11 Dunia Baru
12 Shin Liong.
13 Kakek Qin.
14 Berlatih.
15 Perpisahan.
16 Dua Pemburu.
17 Ke Kota.
18 Dendam Membawa ke Hancuran.
19 Hancur karena Takabur.
20 Pukulan Sejati Inti Semesta.
21 Sesal di Kemudian.
22 Bertemu Nenek aneh.
23 Legenda Pil Surga.
24 Prahara di Keluarga Zhang.
25 Taman Lokapala.
26 Siluman Serigala Hitam.
27 Murid Ban Kiok Mo.
28 Burung Hong Kecil
29 Panah Sumbu langit Minta Korban.
30 Sepuluh Pengawal Dewi Teratai Putih.
31 Dua Iblis.
32 Dewi Teratai Putih.
33 Kutukan Lembah Keramat
34 Belajar Membuat Pil.
35 Pengembaraan Bermula.
36 Perjalanan ke Timur.
37 Serangan Para Siluman.
38 Perasaan Wang Shi Er.
39 Dewi Teratai putih Gusar.
40 Sepasang Tua Laknat.
41 Antri di Gerbang Kota.
42 Di kota Raja.
43 Ujian cinta.
44 Permainan Membawa Petaka.
45 Balasan untuk Penghina..
46 Siasat Licik.
47 Jadi Pemenang,atau Jadi Pecundang.
48 Penghina yang Terhina.
49 Lelang.
50 Sukses Besar di Pelelangan.
51 Melanjutkan Perjalanan.
52 Pertaruhan yang Gagal
53 Hujan Badai di Tengah Hutan.
54 Buah Mumu Emas.
55 Kebersamaan.
56 Sepuluh Kebajikan.
57 Naga Hijau Penunggu Telaga.
58 Tanda kebajikan.
59 Langkah Dewa Dewi
60 Tuan Besar Ma Ho Tiang.
61 Tanda Kuning ke dua.
62 Mian Nyi Mo Xiau.
63 Shin Bu Mo Thi.
64 Seruling sakti Perenggut Sukma.
65 Wanita cantik Misterius.
66 Aji An Lian dan Putri nya.
67 Titik Terang.
68 Pertapa Han Chi Kung.
69 Masalah di Alun Alun Kota.
70 Salah Sasaran.
71 Penyusupan sepasang Naga.
72 Amukan Sepasang Naga
73 Perjalanan, Menyusuri Sungai.
74 Seraut Wajah dari Masalalu.
75 Selamat Tinggal Dewi.
76 Dewi Menangis.
77 Manusia dari Lobang Langit.
78 Nona Muda Arogan.
79 Takluk.
80 Kemenangan Telak.
81 Klan Gak Sang Penguasa.
82 Kemarahan sang Patriak.
83 Leluhur Gak Bo Ong.
84 Keruntuhan Klan Gak.
85 Muslihat.
86 Lima Titik Ke Emasan.
87 Di Taman Lokapala.
88 Pil Surgawi.
89 Cio Mang Le.
90 Menuntut Pertanggung Jawaban.
91 Perasaan Aneh.
92 Sepasang Saudara Kembar.
93 Perjalanan Bersama.
94 Sisi Kelam Masalalu.
95 Satu Hati, Dua Rasa.
96 Tersesat.
97 Insiden di Rumah Makan.
98 Tuan muda Luan.
99 Dua Datuk Sakti Bukit Kwan.
100 Tuan Besar Liem.
101 Prahara Keluarga Liem.
102 Pedang Kristal Katai Putih Inti Bintang.
103 The Kwat Liang.
104 Empat Tuan Muda Brutal.
105 Pelajaran Pahit.
106 Weng Tao, Weng Taoli.
107 Menyusup Kedalam Istana.
108 Kaisar Mangkat.
109 Siasat.
110 Prahara di Dalam Istana.
111 Akhir Prahara Didalam Istana.
112 Cinta ber tabir keangkuhan.
113 Di Tanah Para Dewa.
114 Pertarungan Terakhir, di Tepi Jurang.
115 Terjebak di Dasar Jurang.
116 Puncak Tiga Dewa.
117 Negeri Mo Li Fa.
118 Racun Ulat Tengkorak.
119 Yaochi Jin Mu.
120 Theo Kuan Yian.
121 Pangeran Mao Sin Kian.
122 Istana Langit.
123 Geger di Istana Langit.
124 Pertemuan.
125 Pemuda dari Dunia Dimensi.
126 Puncak Gunung Kai Lun.
127 Dunia Kegelapan.
128 Mahluk Orgo.
129 Dunia yang Rusak
130 Perkampungan di dalam lembah.
131 Tumbal Rawa Maut.
132 Pengkhianat.
133 Perjuangan di Mulai.
134 Pembantaian di Benteng ke Dua.
135 Bertemu jendral Tua.
136 Kembali ke Taman Lokapala.
137 Mustika Dewa.
138 Istana Giok Diatas Pilar Batu.
139 Pegunungan Batu, di Tengah Gurun.
140 Pembantaian di Celah Tebing Batu.
141 Tersadar.
142 Cerita Anak dan Menantu.
143 Rencana penyusupan.
144 Memulai Penyusupan.
145 Evakuasi Besar Besaran.
146 Kota Raja di Dalam Lembah.
147 Di Bawah Awan Kegelapan.
148 Mencari Gunung Yung San.
149 Mencari Mustika Dewi Salju.
150 Naga Laut Utara.
151 Misteri Mustika Dewi Salju.
152 Dewi Ying Fa.
153 Pergolakan Dua Energi Besar.
154 Dewi Pelangi.
155 Laki laki Pendendam.
156 Bersekutu dengan Iblis.
157 Prahara.
158 Teng Kwan Berulah.
159 Mendung di Kota Raja.
160 Dunia Betara.
161 Pertarungan di Dalam Hutan.
162 Bangsa Tiau Nyin.
163 Para Penghuni Thai San.
164 Prasasti Perdamaian.
165 Amukan Petir Dewa.
166 Ouw Long San Tung.
167 Di Serang Dua Negeri.
168 Dua Dewi Amuk.
169 Palagan Padang Tandus.
170 Setia Hingga Akhir.
171 Dua Putri Mahkota.
172 Majikan Lembah Seribu Bunga .
173 Sam Kui Ang.
174 Para Penguasa Desa Kim San.
175 Pertarungan di Kebun Pisang.
176 Tian Tung Mo Ji .
177 Ji Sian Keng Tee .
178 Bu Tek Kui.
179 Chu Kong Cu.
180 Kong Sian Shin Yong.
181 Di Kota Luxiang.
182 Majikan Lembah Seribu Bunga.
183 Pertarungan Hidup dan Mati .
184 Kenyataan Pahit .
185 Kaisar Chu .
186 Misteri Dusun Kecil di Tengah Belantara .
187 Pewaris Dinasti Liu Terakhir.
188 Kuil Shi Siu Sian.
189 Pertarungan di Depan Kuil .
190 Negeri Liu Lahir Kembali .
191 Banjir Darah di Padang Datar .
192 Empat Setan Muka Merah .
193 Ang Mo Bin.
194 Dewi Ying Fa Sakit .
195 Malaikat Dari Utara .
196 Rencana perlawanan .
197 Pertempuran di Gerbang Kota .
198 Negeri Chu di Timur .
199 Kemelut di Negeri Chu.
200 Rencana Penyerangan .
201 Prahara di negeri Chu .
202 Perjalanan ke Barat .
203 Sin Ni Seng Sian .
204 Musuh Terselubung .
205 Jendral Muda Ming Cen Du.
206 Pengkhianat yang Terbuang .
207 Kemarahan para Datuk .
208 Lembah Sam Liong San .
209 Pertarungan di Dalam Lembah .
210 Tewas nya Dedengkot sakti .
211 Asmara Berujung Lara .
212 Badai di Perbatasan .
213 Banjir Darah di Batas Negeri .
214 Muncul nya Ming Cen Du.
215 Pertarungan Dua Naga .
216 Menyelesaikan Tugas .
217 Muncul nya Siluman Ikan.
218 Istana di Dasar Laut .
219 Kota Yuking .
220 Bayangan di Malam Hari .
221 Penculikan yang Gagal .
222 Pertikaian Dua Dewi Teratai .
223 Salah Sasaran .
224 Ang Lian Sian .
225 Menumpuk Bara dalam Sekam .
226 Hek Lian Kauw Cabang Kota Yufing .
227 Siang Kiam Liong Sian .
228 Perampok Misterius .
229 Muslihat Kuncu Suhu Kota Fansau .
230 Bayi Ajaib .
231 Petaka Bayi Ajaib .
232 Geger di Koai Liong Kok .
233 Siauw Hong Siang .
234 Amarah Putra Mahkota .
235 Sang Jendral Tua .
236 Awan Hitam diatas Kota Raja .
237 Prahara di Istana Alexia .
238 Perebutan anak ajaib .
239 Hek Long Pang .
240 Geger di Kuil Long Sian .
241 Gao Wangwe .
242 Mengejar Pengintip .
243 Mabuk Kepayang .
244 Sepasang Iblis .
245 Bertemu Wang Shi Er .
246 Putri yang Sombong .
247 Perasaan Yi Hua .
248 Si Giam Lo'ong .
249 Bunga Ying.
250 Buah Karma Pala .
251 Dunia Masa Kecil .
252 Perjalanan Ke Kota Li Cuan .
253 Kemurkaan Dewa Naga Emas Sejati .
254 Lembah teratai .
255 Dua Utusan Gubernur
256 Akibat Angkuh .
257 Lao Taijin yang Culas .
258 Penipu yang tertipu .
259 Dua bocah Kecil .
260 Kekuasaan dua Klan .
261 Penghakiman Klan Jao .
262 Persembahan .
263 Istana diatas Gunung .
264 Arogansi Gao Wangwe .
265 Pesan Darah .
266 Saling Dendam .
267 Dara Jelita dari Langit .
268 Terperangkap .
269 Giam Sian Li .
270 Rahasia Wanita ber Kerudung Hitam .
271 Kemaruk kemenangan .
272 Termakan Tipu Muslihat
273 Saat Telur diujung Tanduk .
274 Pengakuan Giam Sian Li .
275 Keributan di Kuil Besar Kim Hud .
276 Nasihat Dewi Chang 'e .
277 Hawa Sihir .
278 Jiwa Iblis , Hati Malaikat .
279 Cerita Putri yang Ternoda .
280 Karma untuk Pendosa .
281 Sihir Kiriman .
282 Khi Sian Li Thai Hauw .
283 Kembali nya Xuyi Sian Li .
284 Perjalan ke ujung timur .
285 Rawa Siluman Buaya .
286 Bukit Siluman Buaya .
287 Dua Laki laki Mata Keranjang .
288 Hukuman .
289 Tiba di Koai Lim .
290 Desa terpencil .
291 Kuil Matahari .
292 Pusaran hitam Lubang Waktu .
293 Pusara Ksatria Dewa Pedang .
294 Ksatria Pertama .
295 Ksatria ke Dua .
296 Peperangan Bangsa Iglor .
297 Perang di Kota Ruaido .
298 Ksatria ke Tiga .
299 Pusara Ksatria Dewa Petir .
300 Teka Teki Tersulit .
301 Ksatria ke empat .
302 Jatuh nya Pilar Timur .
303 Pilar Zolofia .
304 Runtuh nya Tower Zolofia.
305 Makam Keramat .
306 Pilu .
307 Memulai pembersihan .
308 Pembersihan Kota Han .
309 Pembersihan Kota Ming .
310 Menagih Utang Nyawa .
311 Antara Benci , Dendam dan Cinta .
312 Bangkit nya Jiwa Naga Berlian .
313 Penutup , Dewata Agung Muda .
Episodes

Updated 313 Episodes

1
Kelahiran dan kematian.
2
Bao Kecil.
3
Si Chun.
4
Melarikan diri.
5
Kasih Ibu tak berbatas.
6
Si Putih.
7
Sekarat.
8
Panah Sumbu Langit.
9
Bertemu Manusia.
10
Di Perguruan Rajawali Emas.
11
Dunia Baru
12
Shin Liong.
13
Kakek Qin.
14
Berlatih.
15
Perpisahan.
16
Dua Pemburu.
17
Ke Kota.
18
Dendam Membawa ke Hancuran.
19
Hancur karena Takabur.
20
Pukulan Sejati Inti Semesta.
21
Sesal di Kemudian.
22
Bertemu Nenek aneh.
23
Legenda Pil Surga.
24
Prahara di Keluarga Zhang.
25
Taman Lokapala.
26
Siluman Serigala Hitam.
27
Murid Ban Kiok Mo.
28
Burung Hong Kecil
29
Panah Sumbu langit Minta Korban.
30
Sepuluh Pengawal Dewi Teratai Putih.
31
Dua Iblis.
32
Dewi Teratai Putih.
33
Kutukan Lembah Keramat
34
Belajar Membuat Pil.
35
Pengembaraan Bermula.
36
Perjalanan ke Timur.
37
Serangan Para Siluman.
38
Perasaan Wang Shi Er.
39
Dewi Teratai putih Gusar.
40
Sepasang Tua Laknat.
41
Antri di Gerbang Kota.
42
Di kota Raja.
43
Ujian cinta.
44
Permainan Membawa Petaka.
45
Balasan untuk Penghina..
46
Siasat Licik.
47
Jadi Pemenang,atau Jadi Pecundang.
48
Penghina yang Terhina.
49
Lelang.
50
Sukses Besar di Pelelangan.
51
Melanjutkan Perjalanan.
52
Pertaruhan yang Gagal
53
Hujan Badai di Tengah Hutan.
54
Buah Mumu Emas.
55
Kebersamaan.
56
Sepuluh Kebajikan.
57
Naga Hijau Penunggu Telaga.
58
Tanda kebajikan.
59
Langkah Dewa Dewi
60
Tuan Besar Ma Ho Tiang.
61
Tanda Kuning ke dua.
62
Mian Nyi Mo Xiau.
63
Shin Bu Mo Thi.
64
Seruling sakti Perenggut Sukma.
65
Wanita cantik Misterius.
66
Aji An Lian dan Putri nya.
67
Titik Terang.
68
Pertapa Han Chi Kung.
69
Masalah di Alun Alun Kota.
70
Salah Sasaran.
71
Penyusupan sepasang Naga.
72
Amukan Sepasang Naga
73
Perjalanan, Menyusuri Sungai.
74
Seraut Wajah dari Masalalu.
75
Selamat Tinggal Dewi.
76
Dewi Menangis.
77
Manusia dari Lobang Langit.
78
Nona Muda Arogan.
79
Takluk.
80
Kemenangan Telak.
81
Klan Gak Sang Penguasa.
82
Kemarahan sang Patriak.
83
Leluhur Gak Bo Ong.
84
Keruntuhan Klan Gak.
85
Muslihat.
86
Lima Titik Ke Emasan.
87
Di Taman Lokapala.
88
Pil Surgawi.
89
Cio Mang Le.
90
Menuntut Pertanggung Jawaban.
91
Perasaan Aneh.
92
Sepasang Saudara Kembar.
93
Perjalanan Bersama.
94
Sisi Kelam Masalalu.
95
Satu Hati, Dua Rasa.
96
Tersesat.
97
Insiden di Rumah Makan.
98
Tuan muda Luan.
99
Dua Datuk Sakti Bukit Kwan.
100
Tuan Besar Liem.
101
Prahara Keluarga Liem.
102
Pedang Kristal Katai Putih Inti Bintang.
103
The Kwat Liang.
104
Empat Tuan Muda Brutal.
105
Pelajaran Pahit.
106
Weng Tao, Weng Taoli.
107
Menyusup Kedalam Istana.
108
Kaisar Mangkat.
109
Siasat.
110
Prahara di Dalam Istana.
111
Akhir Prahara Didalam Istana.
112
Cinta ber tabir keangkuhan.
113
Di Tanah Para Dewa.
114
Pertarungan Terakhir, di Tepi Jurang.
115
Terjebak di Dasar Jurang.
116
Puncak Tiga Dewa.
117
Negeri Mo Li Fa.
118
Racun Ulat Tengkorak.
119
Yaochi Jin Mu.
120
Theo Kuan Yian.
121
Pangeran Mao Sin Kian.
122
Istana Langit.
123
Geger di Istana Langit.
124
Pertemuan.
125
Pemuda dari Dunia Dimensi.
126
Puncak Gunung Kai Lun.
127
Dunia Kegelapan.
128
Mahluk Orgo.
129
Dunia yang Rusak
130
Perkampungan di dalam lembah.
131
Tumbal Rawa Maut.
132
Pengkhianat.
133
Perjuangan di Mulai.
134
Pembantaian di Benteng ke Dua.
135
Bertemu jendral Tua.
136
Kembali ke Taman Lokapala.
137
Mustika Dewa.
138
Istana Giok Diatas Pilar Batu.
139
Pegunungan Batu, di Tengah Gurun.
140
Pembantaian di Celah Tebing Batu.
141
Tersadar.
142
Cerita Anak dan Menantu.
143
Rencana penyusupan.
144
Memulai Penyusupan.
145
Evakuasi Besar Besaran.
146
Kota Raja di Dalam Lembah.
147
Di Bawah Awan Kegelapan.
148
Mencari Gunung Yung San.
149
Mencari Mustika Dewi Salju.
150
Naga Laut Utara.
151
Misteri Mustika Dewi Salju.
152
Dewi Ying Fa.
153
Pergolakan Dua Energi Besar.
154
Dewi Pelangi.
155
Laki laki Pendendam.
156
Bersekutu dengan Iblis.
157
Prahara.
158
Teng Kwan Berulah.
159
Mendung di Kota Raja.
160
Dunia Betara.
161
Pertarungan di Dalam Hutan.
162
Bangsa Tiau Nyin.
163
Para Penghuni Thai San.
164
Prasasti Perdamaian.
165
Amukan Petir Dewa.
166
Ouw Long San Tung.
167
Di Serang Dua Negeri.
168
Dua Dewi Amuk.
169
Palagan Padang Tandus.
170
Setia Hingga Akhir.
171
Dua Putri Mahkota.
172
Majikan Lembah Seribu Bunga .
173
Sam Kui Ang.
174
Para Penguasa Desa Kim San.
175
Pertarungan di Kebun Pisang.
176
Tian Tung Mo Ji .
177
Ji Sian Keng Tee .
178
Bu Tek Kui.
179
Chu Kong Cu.
180
Kong Sian Shin Yong.
181
Di Kota Luxiang.
182
Majikan Lembah Seribu Bunga.
183
Pertarungan Hidup dan Mati .
184
Kenyataan Pahit .
185
Kaisar Chu .
186
Misteri Dusun Kecil di Tengah Belantara .
187
Pewaris Dinasti Liu Terakhir.
188
Kuil Shi Siu Sian.
189
Pertarungan di Depan Kuil .
190
Negeri Liu Lahir Kembali .
191
Banjir Darah di Padang Datar .
192
Empat Setan Muka Merah .
193
Ang Mo Bin.
194
Dewi Ying Fa Sakit .
195
Malaikat Dari Utara .
196
Rencana perlawanan .
197
Pertempuran di Gerbang Kota .
198
Negeri Chu di Timur .
199
Kemelut di Negeri Chu.
200
Rencana Penyerangan .
201
Prahara di negeri Chu .
202
Perjalanan ke Barat .
203
Sin Ni Seng Sian .
204
Musuh Terselubung .
205
Jendral Muda Ming Cen Du.
206
Pengkhianat yang Terbuang .
207
Kemarahan para Datuk .
208
Lembah Sam Liong San .
209
Pertarungan di Dalam Lembah .
210
Tewas nya Dedengkot sakti .
211
Asmara Berujung Lara .
212
Badai di Perbatasan .
213
Banjir Darah di Batas Negeri .
214
Muncul nya Ming Cen Du.
215
Pertarungan Dua Naga .
216
Menyelesaikan Tugas .
217
Muncul nya Siluman Ikan.
218
Istana di Dasar Laut .
219
Kota Yuking .
220
Bayangan di Malam Hari .
221
Penculikan yang Gagal .
222
Pertikaian Dua Dewi Teratai .
223
Salah Sasaran .
224
Ang Lian Sian .
225
Menumpuk Bara dalam Sekam .
226
Hek Lian Kauw Cabang Kota Yufing .
227
Siang Kiam Liong Sian .
228
Perampok Misterius .
229
Muslihat Kuncu Suhu Kota Fansau .
230
Bayi Ajaib .
231
Petaka Bayi Ajaib .
232
Geger di Koai Liong Kok .
233
Siauw Hong Siang .
234
Amarah Putra Mahkota .
235
Sang Jendral Tua .
236
Awan Hitam diatas Kota Raja .
237
Prahara di Istana Alexia .
238
Perebutan anak ajaib .
239
Hek Long Pang .
240
Geger di Kuil Long Sian .
241
Gao Wangwe .
242
Mengejar Pengintip .
243
Mabuk Kepayang .
244
Sepasang Iblis .
245
Bertemu Wang Shi Er .
246
Putri yang Sombong .
247
Perasaan Yi Hua .
248
Si Giam Lo'ong .
249
Bunga Ying.
250
Buah Karma Pala .
251
Dunia Masa Kecil .
252
Perjalanan Ke Kota Li Cuan .
253
Kemurkaan Dewa Naga Emas Sejati .
254
Lembah teratai .
255
Dua Utusan Gubernur
256
Akibat Angkuh .
257
Lao Taijin yang Culas .
258
Penipu yang tertipu .
259
Dua bocah Kecil .
260
Kekuasaan dua Klan .
261
Penghakiman Klan Jao .
262
Persembahan .
263
Istana diatas Gunung .
264
Arogansi Gao Wangwe .
265
Pesan Darah .
266
Saling Dendam .
267
Dara Jelita dari Langit .
268
Terperangkap .
269
Giam Sian Li .
270
Rahasia Wanita ber Kerudung Hitam .
271
Kemaruk kemenangan .
272
Termakan Tipu Muslihat
273
Saat Telur diujung Tanduk .
274
Pengakuan Giam Sian Li .
275
Keributan di Kuil Besar Kim Hud .
276
Nasihat Dewi Chang 'e .
277
Hawa Sihir .
278
Jiwa Iblis , Hati Malaikat .
279
Cerita Putri yang Ternoda .
280
Karma untuk Pendosa .
281
Sihir Kiriman .
282
Khi Sian Li Thai Hauw .
283
Kembali nya Xuyi Sian Li .
284
Perjalan ke ujung timur .
285
Rawa Siluman Buaya .
286
Bukit Siluman Buaya .
287
Dua Laki laki Mata Keranjang .
288
Hukuman .
289
Tiba di Koai Lim .
290
Desa terpencil .
291
Kuil Matahari .
292
Pusaran hitam Lubang Waktu .
293
Pusara Ksatria Dewa Pedang .
294
Ksatria Pertama .
295
Ksatria ke Dua .
296
Peperangan Bangsa Iglor .
297
Perang di Kota Ruaido .
298
Ksatria ke Tiga .
299
Pusara Ksatria Dewa Petir .
300
Teka Teki Tersulit .
301
Ksatria ke empat .
302
Jatuh nya Pilar Timur .
303
Pilar Zolofia .
304
Runtuh nya Tower Zolofia.
305
Makam Keramat .
306
Pilu .
307
Memulai pembersihan .
308
Pembersihan Kota Han .
309
Pembersihan Kota Ming .
310
Menagih Utang Nyawa .
311
Antara Benci , Dendam dan Cinta .
312
Bangkit nya Jiwa Naga Berlian .
313
Penutup , Dewata Agung Muda .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!