Adira yang bosan terus dirumah. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar. Jalan-jalan agar dapat menjernihkan pikiran.
Ia sangat cantik dengan memakai dress selutut. sangat cocok dengan dirinya. yang memiliki kulit putih serta tubuh ideal impian banyak wanita.
Setelah bercermin dan berputar di rasa sudah perfek penampilannya hari ini. Ia keluar dari kamar dan menuruni tangga. Sesampainya dibawah, ia disapa oleh bibi Marni.
"Nona mau keluar" sapa bibi Marni, yang melihat majikannya berdandan Sangat cantik.
"Ia bi, Bosan dirumah terus" Jawab Adira dengan senyum tulus, senyuman yang tak pernah lepas dari bibi untuk menutupi lukanya.
Adira sangat pandai menyembunyikan luka yang di buat oleh sang suami dan sahabatnya. Sehingga tak ada seorang pun yang tau bahwa di balik senyuman itu menyimpan kekecewaan. Dan kemarahan yang siap meledak kapan saja.
Dengan mengendarai mobilnya ia membelah Jalan kota A pada siang hari ini. menuju Cafe yang menjadi tujuannya. Setengah jam perjalanan sampai ia diparkiran Cafe. Ia berjalan dengan begitu anggun. Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang pria yang berjalan sambil memperhatikan ponsel, tanpa memperhatikan sekitar.
"Bug..."
"Eh sorry, aku nggak sengaja" Ucap Radit sambil melihat perempuan yang sedang menunduk mengambil tasnya yang terjatuh
"Iya tidak apa-apa" Ucap Adira sambil mengangkat wajahnya melihat pria yang menabraknya
"Deg.." Jantung Radit seakan berhenti berdetak, ketika melihat wajah wanita di depannya. Sungguh ini bukanlah sebuah mimpi. Wanita yang di rindukan sedang berdiri di hadapannya saat ini.
Adira yang berjalan hampir melewati tubuhnya, Seketika Radit memegang tangannya. Dan betapa terkejutnya Adira karena sentuhan tiba-tiba yang dilakukan Radit padanya.
"Adira, apa benar ini kau, kau darimana saja selama ini. apakah kau tau aku sangat-sangat merindukanmu" Ucap Radit dengan suara lirih. Tanpa peduli dengan wajah bingung Adira.
"Maaf apa kita pernah mengenal sebelumnya? karena aku tak mengenalmu?" Tanya Adira kebingungan dengan tingkat pria dihadapannya
"Apa kau telah melupakan aku Adira ? Sampai-sampai kau tak mengenal aku? Padahal aku sangat merindukanmu sungguh " semakin mengencangkan genggaman tangan Adira
Adira yang tak mengerti dengan ucapan pria yang berada di hadapannya saat ini.Sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria tersebut.Namun,usahanya tak membuahkan hasil karena genggaman itu sangat kuat
"Mungkin kau salah orang, mungkin yang kau maksud bukan aku orangnya, Dan tolong lepaskan tanganmu"Ucap Adira sambil melihat wajah sedih pria dihadapannya
"Tak mungkin kau tak mengenalku? Kau pasti berbohong?" Ucap Radit dengan suara frustasinya.
Sedangkan Johan yang berada di samping Radit, juga kebingungan dengan tingkah tuannya karena setahu Johan, Radit sangat irit dalam bicara. Tapi, kesambet apa tuanya ini sehingga banyak bicara, Johan Hanya diam saja memperhatikan tingkah tuannya dan Wanita yang disebut tuanya bernama Adira ini.
"Ya, Aku memang tak mengenalmu, Jadi tolong lepaskan tanganku, mungkin yang kau maksud bukan aku"
"Tak mungkin aku tak mengenalmu Adira,Kau Adira ku,Bahkan untuk melupakanmu saja aku tak sanggup,Jadi mana mungkin aku salah mengenal orang?"Tanya Radit untuk Adira
"Memang benar aku Adira,Tapi aku tak mengenalmu? Jadi tolong lepaskan tanganku"Ucap Adira yang mulai kesal
"Beri aku penjelasan kenapa kau pergi dariku?" Sambil menatap Adira dengan tatapan memohon
Adira yang semakin kebingungan, sampai berpikir yang tidak-tidak pada Radit"apa jangan-jangan dia orang gila yang di tinggalkan kekasihnya"Adira membatin,tatapannya menjadi prihatin pada Radit
Sedangkan Radit yang sudah tidak bisa memendam kerinduannya pada Adira,Maju mendekap kuat tubuh Adira.Melepaskan rasa rindunya yang sudah menggunung untuk Adira nya, Kekasih hatinya dan cintanya
"Tolong jangan seperti ini,apa kau ingin membunuhku"ucapan Adira sambil memberontak ingin di lepaskan
Tanpa mereka sadari,Sadari tadi menjadi pusat perhatian,orang-orang yang duduk di dalam cafe.Sudah seperti menonton adegan Romantis di dunia nyata.
(Padahal tidak romantis sama sekali, ada-ada saja.Romantis yang dikira orang gila 😁😁)Lanjut
"Kau harus ikut aku dan menjelaskan kenapa keu pergi meninggalkan aku empat tahun lalu" Setalah melepaskan pelukannya pada tubuh Adira.Dan menarik tangan Adira kedalam Cafe.
"Hey, Apa kau suda gila? Aku sudah bilang aku tak mengenalmu,Lagi pula apa yang harus aku jelaskan padamu sedang aku saja tak mengenalmu sungguh"Ucap Adira dengan penuh kesungguhan menatap mata Radit,Radit yang melihat kesungguhan Dimata Adira melepaskan tangannya. Adira yang berfikir bahwa pria dihadapannya ini mengenalnya maka dia melanjutkan ucapannya "maaf aku harus segera kembali karena hari mulai petang,jika kau ingin dengar penjelasan ku,kembalilah esok hari di tempat ini"Karena melihat Radit yang bersikeras mengatakan bahwa mengenal dirinya akhirnya Adira ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
"Baiklah esok aku pasti akan datang menemui mu disini"Jawab Radit berharap
Setelah mendengarkan jawaban dari Radit, Adira tak menyahut lagi, langsung berbalik melangkahkan kakinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Endang Supriati
itu si adira diam aja tdk bertindsk apa2 tahu suami dan selingkuhannya zinah mulu.
dlm kehidupan nyata mana bisa diam begitu! padahal tahu ! engga masuk akal banget!!
2024-02-26
0
Dian Rahmi
Thor, kembalikan ingatan Adira terhadap raditya
2023-04-06
3