Aditia telah sampai di garasi rumahnya, ia menuruni mobil dan masuk ke rumah. Melangkahkan kaki dengan terburu-buru. ia sedikit terkejut melihat mama mertuanya dan Adira duduk mengobrol di ruang keluarga.
"Mama kapan datangnya?" tanya Aditia pada mama mertuanya
"Sudah dari pagi tadi nak. Ini mama suda harus balik lagi" jawab mertuanya deng senyum lembut pada sang menantu
Aditia lalu melangkah menyalami tangan wanita paruh baya itu."Kenapa buru-buru, Padahal aku baru sampai"
"Kamu nya yang baru sampai. tapi, mama sudah dari tadi."Jawab mama Anita sambil menggelengkan kepala melihat tingkah menantunya.
"Sayang, kenapa nggak ngabarin kalau mama lagi berkunjung ?" Tanya Aditia pada istrinya
"Aku takut mengganggu pekerjaanmu mas" Jawab Adira membela dirinya karena tak mau disalahkan
"Setidaknya kan aku bisa pulang makan siang dan mengobrol sebentar sama mama"
" Sudahlah tidak apa-apa nanti bisa lain kali" Ucap mama Anita pada Aditia
"Iya ma, Nanti lain kali aku Dan Adira akan berkunjung ke rumah mama" Jawab Aditia
"Ya sudah mama pergi dulu" Setelah mama Anita berucap. Adira memeluk mamanya erat seakan tak ingin berpisah dengan sosok bidadari tak bersayap itu. Setelah mama Anita melepaskan pelukan dari Adira, barulah Aditia menyalami tangan sang mertua.
Setelah kepergian mama Anita. Adira dan Aditia melangkahkan kaki menuju anak tangga ke lantai dua rumah mereka untuk menuju ke kamar. Setelah berada di kamar Adira menyiapkan pakaian yang akan di kenakan untuk Aditia, sedangkan Aditia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lima belas menit telah berlalu Aditia sudah selesai dengan ritual membersikan dirinya. Keluar kamar mandi menggunakan handuk sebatas pahanya dan berganti pakaian yang Adira siapkan. Sedangkan Adira sejak tadi sudah keluar untuk membuatkan suaminya kopi Panas. Barulah sehabis berpakaian Aditia suda menemui istrinya untuk membicarakan sikap istrinya ia pikir akhir-akhir ini berubah.
"Sayang kita makan berdua diluar yuk" Ajak Aditia
"Nggak mas, Nggak pengen keluar"Jawab Adira dengan cuek
"Kenapa kamu nggak mau? biasanya kalau diajak keluar kamu yang paling semangat ?"Heran Aditia
"Kamu yang kenapa? mas, Aneh banget"Balik tanya Adira ke Aditia
"Kamu udah berubah, kau tak seperti Adira yang ku kenal, Adira yang ku kenal itu penurut dan manja setiap di dekatku, tapi sekarang kau terkesan dingin dan mengacuhkan ku" Sambil menatap wajah Adira
"Aditia, kamu masih berharap aku seperti dulu? itu mustahil, kau pikir aku tak bisa berubah? semua sudah tidak bisa seperti dulu lagi, sebelum aku tahu kau menyelingkuhi ku"Batin Adira
"Mas, kau kenapa menuduh aku yang tidak-tidak? kamu tuh aneh?" Ucap Adira santai
"Apa kau masih marah perihal kemarin malam? aku minta maaf sungguh aku tak bermaksud untuk membentak mu"
"Aku sudah memaafkan mu, hanya saja aku tak ingin keluar. Tolonglah untuk mengerti" Ucap Adira yang malas berdebat dengan suami yang membuatnya semakin muak.
"Apa jangan-jangan ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Aditia
"Biasa orang yang menuduh lah yang menyimpan sesuatu"ucap Adira sambil menatap mata Aditia
Seketika tubuh Aditia jadi menegang dan wajahnya menjadi pucat
"Ya sudah, kita makan malam di rumah saja" Aditia mengalah mengikuti keinginan Adira
"Kenapa Adira jadi terkesan dingin dan tingkat nya membuat aku takut. Entah kenapa Hanya saja aku merasa takut" Batin Aditia
Setelah melewati perdebatan yang memuakkan bagi Adira. Kini keduanya sedang duduk untuk makan malam dengan penuh keheningan. Sesudah serapan mereka berjalan menuju kamar. Seperti biasa Adira akan melakukan rutinitas malamnya memakai skincare.
Adira berjalan menuju ranjang. Tapi belum sampai Aditia memeluk dirinya dari belakang.
"Sayang aku merindukanmu. Suda empat hari aku tak menyentuhmu. jadi malam ini aku minta hak ku" Bisik Aditia yang membalikan tubuh istrinya. Ia Ingin mencium istrinya, Tapi, sebelu bibirnya mendarat Adira berhasil melepaskan diri dari pelukan Aditia.
"Tapi mas" Belum habis menyelesaikan ucapannya Aditia sudah membungkam bibir Adira dengan bibirnya
"Sayang ayolah, Aku suda nggak tahan. Lagi pula besok aku akan keluar negeri. Dan pasti aku sangat sibuk disana" Ucap Aditia dengan suara serak
"Bukan aku tak mau, tapi sekarang aku lagi berhalangan. jadi aku tak bisa melayani mu" Bohong Adira. Setelah itu Adira berjalan menuju ranjang dan tidur membelakangi Aditia
"Aku tau, aku telah berdosa karena telah menolak berhubungan denganmu, Hanya saja aku tak sanggup bila mengigat tangan itu juga pernah menyentuh tubuh wanita lain, bukan hanya aku. Dan tubuhmu juga sudah berbagi peluh dengannya. apa mungkin kau belum puas? Lagipula esok kau akan liburan bersamanya dan akan memadu kasih dengannya. Batin Adira
Aditia yang mendengarkan ucapan Adira merasa frustasi karena tidak dapat menyalurkan hasratnya pada sang istri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
difama
bs lbh cpt g thor kebongkar nya
2023-02-24
5