Bab 8

Nadia menelpon Adira untuk bertemu di mall terbesar yang ada di Kota A. Sebenernya Adira sangat malas bertemu dengannya.

Ditambah ia mengingat kejadian tadi pagi membuat ia sangat membenci Nadia.

Tapi karena ia mengingat misi balas dendamnya jadi ia masih harus pura-pura baik seperti biasa. Sehingga mau tidak mau dia harus menerima ajakan Nadia. Ia sudah menunggu hampir setengah jam di sebuah restoran yang berhadapan dengan mall. Barulah orang yang sedari tadi di tunggu muncul di hadapannya.

"Hey Ra, maaf ya Lo nungguin gw lama" Sapa Nadia.

"Dari mana si Lo lama bangat gw nungguin juga. eh leher Lo tu nggak di tutup dulu? tumben bangat Lo kenapa sampai bisa terlambat bangat ini?" tanya Adira beralasan padahal ia sudah tahu sendiri jawabannya.

"Hehehe, sorry ya Ra. Tanda di Leher biasalah Abis ngotel sama tunangan gue" Ucap Nadia dengan senyum Meraka dan wajah yang begitu ceria

"Pantas baru nongol" Dengan memutarkan bola matanya.

Drttt...Drttt

Ponsel milik Adira berbunyi. Sebenarnya ia malas untuk menjawab telpon dari suaminya. Hanya karena kebetulan ada Nadia di sampingnya. Ia hanya ingin memanas-manasi Nadia saja. Jadi ia putuskan untuk segera menjawab karena ponselnya sedang ia genggam.

"Halo, Ada apa mas" Sambil mendengar suara sahutan dari seberang telpon

"Iya. Suda nanti kita ketemu di sana, Restoran yang biasakan. Ok" Sambil melihat Nadia dan berkata "Lo sih, Kelamaan akhirnya gw di telpon sama suami gw deh"

"Ya sorry, lo di suruh balik sama suaminya lo?"Alasan bertanya

"Nggak kok. Di ajak makan malam di restoran AB." Setelah lama terdiam" Lo mau ikut" Ajak Adira pada Nadia Lagi.

"Eh, emang boleh nggak, terganggu entar" Dengan Senyum Penuh kelicikan.

"Enggak lah ayo" Setelah mereka sampai di luar restoran. Sudah ada mobil yang di pesan Adira telah menunggu.

"Tumben Lo nggak bawa mobil, Ra" Tanya Nadia

"Malas nyetir gw" Jawab Adira asal padahal memang moodnya tidak baik seharian ini karena memikirkan perselingkuhan suami dan sahabatnya.

Setelah 30 menit perjalanan, dengan menempuh kemacetan yang amat melelahkan di saat jam pulang kerja. Akhir mereka berdua sampai di Restoran yang suda di janjikan Aditia tersebut.

Ternyata Aditia sudah duduk menuggu istrinya . Setelah mereka sampai ke meja yang sudah di pesan Aditia.

"Halo Dit" Sapa Nadia pada Aditia

"Halo juga, eh Nadia ikut Adira juga. Ayo, silahkan duduk" Di persilahkan oleh Aditia

Setelah itu Aditia mencium kening istrinya seperti biasa. Dan membuat sikap seperti sebelum di hadapan Nadia Agar Adira tak merasa curiga dengan-nya.

Meraka Sedang Duduk menunggu pesan yang Kan diantara Sambil bercerita.

"Eh Nad, tadikan Lo bilang, Lo habis ketemu sama tunangan lo?" Sambil menatap Nadia " Coba kenalin sama kita dong Nad. mumpung kita lagi ngumpul dan dia ada di sini. Kan kata lo tunangan Lo berada Di Negara B, Mumpung dia lagi datang kasih kenal Ama kita ya?" sambung Adira lagi

"Ehh, dia lagi istirahat soalnya kecapean " Jawab Nadia membohongi Adira

"Kenapa juga tadi, gw harus bawa nama tentang tunangan gw. Masa iya gw blng tanda ini yang buat suami lo, gw ngotel juga Sama orang yang sama kan nggak mungkin" Batin Nadia bermonolog

Mendengar jawaban dari Nadia, Adira hanya tersenyum sinis sekilas"Apa yang ada di pikiran Lo Nadia, gw udah tau semuanya. Jadi Lo mau coba bohongi gw" Batin Adira

"Eh Nad,lo nggak pernah ngenalin sama gw, atau setidaknya tunjukkin fotonya gitu?" Diam-diam Adira tersenyum melihat wajah terkejutnya Nadia.

"Sayang sebaiknya kita makan dulu" Aditia yang sedari tadi hanya mendengar pembicaraan kedua wanita yang ada dalam hatinya mulai bersuara, karena ia melihat sang kekasih atau selingkuhannya itu mulai terdesak akan pertanyaan yang istrinya lakukan. Kerena kebetulan bertepatan dengan seorang pelayan menghidangkan pesanan mereka bertiga.

"Ia Ra, benar kata suami Lo mendingan kita makan dulu. pasti nanti gw kenalin" Setidaknya dia Aditia telah menyelamatkan dirinya dari pertanyaan Adira barusan.

"Jangan pernah Lo bermimpi untuk ketemu sama Raditia. Nggak bakalan gw mempertemukan kalian berdua. Dengan susah payah gw memisahkan kalian. Kalian berdua boleh ketemu setelah Radit sudah menjadi miliki gw, sudah sah gw miliki seutuhnya. Dan juga gw sangat-sangat bersyukur Karana kecelakaan yang menimpa Lo waktu itu. Sehingga membuat Lo lupa segalanya dan, gw berdoa ingatan di masa lalu jangan pernah muncul lagi di otak Lo. supaya gw tetap bisa berpura-pura menjadi sahabat baik Lo dan perlahan-lahan hancurin kebahagiaan yang Lo miliki Adira " Batin Nadia dengan senyum penuh kelicikan dan menyimpan amarah.

Terpopuler

Comments

Endang Supriati

Endang Supriati

banyak ngebatin ya si adira.. dosa lah juga tahu suaminya zinah diam aja.

2024-02-26

0

Bety Yatmikasari

Bety Yatmikasari

Busyettt itu si Nadia serakah bangetttt...
mau sana sini...
ihhhhhh ngeriiiii....

2023-06-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!