Adira melepaskan genggaman tangan sahabatnya secara kasar, Kemudian ia menetap mata sahabatnya mencari kebenaran dari dalam mata hitam itu. Apakah yang baru ia dengar ini kebenaran atau malah sebaliknya. Namun Nadia yang pandai berakting menunjukkan wajah sedihnya dengan linangan air mata penuh rasa bersalah, Seakan-akan itu adalah kebenaran.
"Lo bohong Nad. nggak mungkin Radit lakuin semua itu ke gua. Radit sangat mencintai gw, Jawab Nad. Lo cuman bohongi gw kan?" Dengan suara yang bergetar menahan tangis
"Itu bukan perbuatan Radit kan?"Dengan gelengan kepala seakan tak percaya perkataan Nadia.
Nadia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan suara bergetar"Gw serius Ra. Anak yang sedang gw kandung benar anaknya Radit. kalau Lo nggak percaya sama gw, gw punya buktinya bukti Vidio malam itu. Dan juga kita bisa pergi ke dokter kandungan untuk ngecek kalau gw benar-benar hamil.
Apa Lo mau Lihat vid.." Belum sempat Nadia menyelesaikan ucapannya Adira sudah kembali bersuara.
"Lo bohong. Ini semua nggak benar, nggak mungkin Radit tega lakuin itu ke gw" Setetes Air mata berhasil lolos dari mata indah itu.
"Kalau Lo Masi nggak percaya sama gue. Ada juga foto Malam itu" Sambil menyodorkan amplop coklat yang berisi foto ke atas meja.
Dengan tangan yang bergetar Adira meraih amplop coklat itu dan membuka isinya.
Deg...
sungguh ini sangat menyakitkan untuk Adira percaya. foto itu menunjukkan wajah Radit yang tertidur pulas sambil memeluk Nadia.
Air matanya suda tidak terbendung lagi sudah turun dengan sangat derasnya.
Adira berdiri dari tempat duduknya, mengembalikan foto itu pada Nadia. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Adira berlari dari hadapan Nadia. Menuju ke luar Cafe.
"Adira, jangan pergi Ra." Teriak Nadia. Sehingga membuat pengunjung Cafe melihat ke arahnya. Beruntung pengunjung tidak terlalu ramai seperti biasnya.
Adira terus berlari tanpa menghiraukan teriakan sahabatnya. Langkah kakinya terhenti di sebuah kursi taman yang tak jauh dari Cafe. Ia menangis melepaskan kesedihannya di sana.
Sementara di restoran. Nadia tersenyum bahagia penuh Kemenangan. Telah berhasil menyingkirkan Adira dari Kehidupan Radit.
Tinggal dia memikirkan bagaimana caranya supaya dia bisa menjadikan Radit seutuhnya miliknya seorang.
"Ini baru permulaan dari gw untuk menghancurkan hidup Lo. Apapun yang Lo punya bakalan gw rebut untuk menjadi milik gw salah satunya termasuk Radit" Ucap Nadia dengan tawa penuh kemenangan
Sejak kejadian itu Adira tak pernah terlihat lagi. Ia tiba-tiba menghilang dari kehidupan Radit. Segala cara Radit lakukan untuk mencari tahu keberadaan Adira. Tetapi, tatap saja tak membuahkan hasil. Adira menghilang bagai di telan bumi entah dimana dia bersembunyi bahkan Adira tak meninggalkan jejak sama sekali. Tapi Radit tak berputus asa untuk mencari keberadaan Adira.
Hal itu membuat Nadia memanfaatkan keadaan untuk mendekati Radit. Nadia sudah berhasil pendekatan dan mengambil Hati orang tua Radit. Yang belakangan baru dia ketahui ternyata merupakan sahabat baik orang tuanya. Hal itu menjadikan Nadia membujuk dan memaksakan kehendaknya pada orang tuanya agar dapat di jodohkan dengan Radit.
Awalnya Radit menolak secara terus menerus tentang perjodohan yang akan orang tuanya lakukan untuk dirinya. Karena Radit sama sekali tidak mencintai Nadia. Karena masih bersemayam nama Adira di dalam hatinya.
Karena tidak menemukan keberadaan Adira. Rasa frustasinya kian menjadi dengan desakan secara turus menerus dari orang tuanya akhirnya Radit menerima perjodohan tersebut. Namun dia tidak bisa melupakan cinta pertamanya
Flashback off
Sudah empat tahun lamanya namun kejadian itu masih sangat jelas di ingatan. Bahkan rasa yang ada pada Adira tak pernah berubah Masi saja sama seperti dulu. Tidak ada yang dapat menggantikan posisi Adira dalam Hatinya termaksud Nadia yang merupakan Tunangannya sekali pun.
Radit kembali menaruh hp ke dalam saku celananya. Ia tersenyum mengingat masa-masa indah yang ia lewati bersama Adira."Kemana kau Adira? dimana lagi harus ku mencari keberadaan mu?" Lirih Radit
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi padamu, apakah kau baik-baik saja" Masih banyak pertanyaan yang tak bisa ia jawab atas kepergian Adira dari Kehidupannya.
Jika rindu itu datang ia hanya melihat foto Adira di hpnya sebagai pengobat dari rasa rindunya.
Sampai sekarang ia tak tahu apa alasannya sampai wanita yang di cintainya itu pergi menjauh dari hidupnya. Hanya satu harapannya semoga dia dan Adira masih bisa bertemu lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Endang Supriati
tokok adira terlalu naif dan bodoh, fia cuma sekolah sampai sma, jd mainnya kurang jauh
2024-02-26
0
Shuhairi Nafsir
Heran banget dibuatnya. apa Adira tu goblok atau apa. masakan dia nga lihat Nadia itu bener bener hamil sama Radit mesti sudah punyai anak. ini sudah 4 tahun katanya Radit nga bisa ketemu sama Adira.
2023-04-20
1