David tiba di salah satu jembatan layang, dia melihat David dan beberapa polisi mencoba mengamankan Aleta, namun Kakaknya itu enggan turun dari ketinggian. Para warga setempat dan orang-orang yang lalu lalang sudah mengambil momen seorang Aleta yang hendak terjun dari ketinggian itu.
"Turun Nona Aleta, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Tania dibawah sana.
Aleta tidak peduli lagi, para pihak kepolisian mulai melakukan operasi keselamatan, David berlari ke tempat Gani untuk membujuk kakaknya juga. Beberapa Wartawan telah hadir, mereka meliput Aleta yang dikenal sebagai anak konglomerat dan sangat berpengaruh di Indonesia.
"Kak, please.. turun, turun," ponta David meneriaki Kakaknya.
"Aku mau mati saja, aku tidak berguna untuk hidup, Mami dan Papi akan malu dengan tingkah kita David," ujar Aleta.
Dia tidak dapat membayangkan betapa terpukulnya kedua orangtuanya dengan jalan hidup mereka. Belum usai masalah David, kini pernikahannya akan gagal digelar karena calon suaminya berselingkuh.
"Gani, kita harus berbuat sesuatu, wartawan sudah banyak yang meliput, ini akan menjadi skandal baru di keluarga kami," kata David kepada Gani.
Gani pun mengusulkan sesuatu kepada David, karena kaki David sulit untuk memanjat karena usia kecelakaan ketika memanjat tebing, Gani pun turun andi untuk memanjat ke atas mengambil paksa Aleta. David meminta para pihak kepolisian untuk menyiapkan keamanan untuk Gani dan Aleta. Gani disorot kamera untuk mendekati Aleta, asisten pribadi David itu mendekati Aleta dengan puluhan kalimat penenang.
"Non Aleta, dunia belum berakhir hanya karena gagal menikah," ucap Gani.
"Tahu apa kamu? kamu tidak pernah alami ini," ketus Aleta. Kakinya telah dikeluarkan dari beis penghalang, hanya sedikit saja bergerak, Aleta terjun bebas dari ketinggian lima puluh meter.
"Non, ada banyak orang yang juga sedang di uji, jangan merasa sendiri, Sarah juga di uji oleh Tuan David, di dihamili, tapi menerima itu, walaupun mereka tidak saling mencintai," jelas Gani yang keceplosan.
Mendengar itu Aleta makin meyakinkan dirinya untuk bunuh diri, Gani berdecak kecuali kepada dirinya sendiri, rahasia bosnya telah ia ungkapkan.
"Non Aleta, ayo gapai tanganku," pinta Gani mengulurkan tangannya. Dibawah David juga berteriak memanggil Kakaknya.
"Pergi, pergi," serah Aleta.
Gani yang ingin menyelamatkan Aleta berusaha membuat Aleta nyaman, "Kumohon Non, ku mohon, jangan biarkan semua ini terjadi, Erick iti pria brengsek, jangan memaksakan diri untuk menikah dengannya."
Aleta kecewa ketika dia ke kantor polisi menanyakan hal keinginan Erick, apakah pria itu tetap ingin menikahinya, tetapi Erick dan selingkuhannya memberitahukan bahwa pernikahan itu tidak akan pernah terjadi karena selingkuhannya telah hamil.
Aleta ingat betul ucapan terakhir Erick di kantor polisi, ucapan yang menyayat hati seorang perempuan, berkali-kali Erick meniduri Aleta, tetapi di waktu yang lain, Erick juga melakukan itu dengan wanita lain.
"Aku tidak bisa menikahi mu, bagiku, aku hanya bersenang-senang denganmu, tapi kamu yang ngotot untuk menikah, kau tidak mencintaimu, aku hanya mencintai dia, dia sudah mengandung anakku," ucap Erick.
Setelah mendengar kalimat itu, Aleta tidak lagi meminta, dia menggunakan taksi untuk menuju ke jembatan layang, berniat bunuh diri saat ini.
"Dunia belum berakhir, ada banyak orang-orang yang menyanyangi Non Aleta, kita tahu, Nona Aleta akan. mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari dia," ucap Gani lagi.
Dia bawah sana David tidak henti meneriaki Kakaknya, Aleta bukan hanya terluka karena mencintai Erick, tetapi ada beban yang ulit dikatakan kepada keluarganya.
"Aku aku mati saja, sampaikan kepada keluargaku apapun yang terjadi setelah ini, itulah masalahku sebenarnya," kata Aleta.
Gani perlahan kian mendekat, ddia takut jika Aleta menjatuhkan diri, sedangkan dibawah polisi dan David mempersiapkan keamanan.
"Mari raih tanganku Non, Pak dan Ibu Greta tidak akan menyalahkan Nona, jurus dia akan semakin sayang kepada Nona setelah masalah ini, semua akan baik-baik saja, tapi jika Non Aleta bunuh diri, saya tidak yakin orang tua Nona akan baik-baik saja, bisa saja mereka melakukan hal yang sama," jelas Gani.
Penjelasan itu masuk di akal Aleta, tetapi tetap saja ada masalahnya yang tidak akan terselesaikan karena batalnya pernikahannya dengan Erick.
"Ayo, Non.. ku mohon," Gani mendekatinya seraya mengulurkan tangan.
"Tapi.. ada hal yang mereka tidak ketahui, aku bingung harus bagaimana," ucap Aleta. Air matanya tak henti menetes karena itu.
"Apa Nona? kita bisa menyelesaikannya, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, kita hanya butuh waktu untuk menenangkan diri dulu lalu berpikir jernih mencari solusi."
Aleta membalikkan badan, kakinya masih berpijak, tetapi dia belum enggan meraih tangan Gani.
"Erick tidak ingin menikah dengan ku, sementara aku telah mengandung anaknya," jawab Aleta.
Inilah salah satu penyebab depresinya karena telah hamil sebulan. Erick bahkan belum tahu itu karena awalnya Aleta ingin memberikan kejutan setelah mereka menikah, tetapi Erick malah lebih dulu mengejutkan Aleta dengan calon bayi di kandungan selingkuhannya.
Gani terhenyak, kini dia telah mengerti mengapa wanita sekelas Aleta memohon-mohon untuk dinikahi oleh Erick saat di kantor polisi, bahkan Aleta tetap memohon meskipun dia tahu Erick telah berselingkuh.
"Aku tidak ingin menggugurkan anak ini, tapi aku tidak ingin juga membuat orang tuaku malu," ucap Aleta. Dia berani jujur kepada Gani karena bagi Aleta itu bisa menjadi pesan terakhirnya.
Gani mengulurkan tangannya lagi, dia ibah dengan kondisi Aleta, "Kita selesaikan bersama-sama Non, Ayo pegang tanganku," ucap David.
"Tidak Gani, tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ku."
Gani tetap mendekati Aleta, kini ia berpijak di beis yang sama. Gani memeluk tubuh Aleta dengan erat, wanita itu menangis di pundaknya, Aleta seolah meminta kekuatan di Gani.
"Saat ini aku akan lancang Non, aku akan menjadi Ayah untuk anak ini," ucap Gani dengan bersungguh-sungguh. Dia akan menikahi Aleta sebagai formalitas untuk menutupi kehamilan dli luar nikah Aleta.
Aleta memandangi Gani, dia tidak mencintai Gani sama sekali, tetapi pria itu terlihat tulus mengatakan akan membantunya.
"Saya sudah mengabdi hampir sepuluh tahun dengan Taun David, percayakan saya untuk membantu Non Aleta, ini akan kita bicarakan dengan David," kata Gani.
Aleta tidak bergeming, dia sangat malu menjawab persetujuan karena dia selalu memaki Gani. Gani melihat ke bawah, pihak. kepolisian sudah menyiapkan balon karet untuk menopang Aleta dan Gani sebagai landasan. Tanpa persetujuan Aleta, Gani memiliki Aleta dengan erat lalu terjun bebas bersama dari atas jembatan.
"Ahh....." Aleta menjerit karena ketakutan.
"Peluk erat saya Non," bisik Gani. Dia berusaha agar Aleta tetap di atasnya agar ketika landas, Aleta berada di atasnya, Gani tidak ingin terjadi hal buruk dengan bayi di kandungan Aleta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments