Pak Salim terperanjat, keterangan anaknya membuatnya shock. Ia tak menyangka David mengambil keputusan besar itu di dalam hidupnya tanpa memberitahu keluarganya. Sejak dulu Pak Salim berusaha mengenalkan David dengan anak kolega bisnisnya, tetapi anak bungsunya itu selalu menolak dengan alasan tidak mempercayai ikatan pernikahan, menikah hanya keribetan.
"Maaf, Pi. Tapi itu semua mendadak, penyebabnya karena ada insiden yang sulit dikendalikan," ucap David.
Pak Salim menggelengkan kepala seolah tak percaya dengan tindakan sepihak anaknya itu.
"Kau kenapa tidak memberitahu orang tuamu David? Kami masih hidup loh, tindakan kamu itu tidak menghargai kami sebagai orang tua," protes Pak Salim.
David tertunduk, dia menyesali karena sebelumnya tidak berani jujur kepada Papi dan Maminya. Sebelum menikahi Sarah diam-diam, David sudah tahu respon keluarganya akan sangat terkejut.
"Papi tidak tahu lagi kalau Mami kamu sampai tahu, siapa perempuan itu, David? Bule? Atau teman kuliah mu saat di Hongkong?" tanya Pak Salim. Dia takut jika anaknya menikahi perempuan yang tidak baik.
David menggelengkan kepala, "Bukan, Pi. Dia hanya gadis biasa, dia orang baik-baik," sahutnya.
"Pertemukan Papi nanti dengannya, kalian menikah, astaga ..David.." Pak Salim masih tidak menyangka dengan tindakan anaknya.
David panik, baru mendengar menikah diam-diam saja respon Papinya sudah terkejut seperti itu, apalagi di tambah lagi bila mengetahui bahwa perempuan yang ia nikahi adalah pembantu dirumahnya sendiri.
"Kamu tidak ingin mempertemukan Papi dengan dia?" tanya Pak Salim menunggu jawaban anaknya.
"Iya, Pi. Aku tidak ingin dia kaget dengan respon kalian, aku tidak ingin psikisnya terganggu karena memikirkan hal ini, dia sedang mengandung anakku," tutur David. Ia merasa harus menjaga mental Vivi.
Pak Salim tak henti tercengang dengan penuturan anaknya, mau tidak mau dia harus menerima dengan lapang dada bahwa pernikahan putranya memang sudah takdir David. Mendengar David yang akan memiliki anak, Pak Salim sedikit luluh. Walaupun kemarahannya masih mendominasi sebab David lancang menikah tanpa sepengetahuan mereka.
"Tolong pertemukan Papi, kamu tahu 'kan karakter Papi, tidak ada yang akan mengusik kalian, Papi hanya ingin lihat istrimu supaya Papi bisa menetralisir kemarahan Mami sewaktu-waktu," pinta Pak Salim. Dia harus menemui istri anaknya karena untuk menjalin hubungan kekeluargaan sebelum diperkenalkan ke keluarga besarnya.
David terdiam sejenak, ia berpikir tidak akan bisa berlarut-larut menyembunyikan Sarah dari keluarganya, walaupun rahasia dia dan Sarah hanya menikah kontrak, tapi dalam sebulan ia tidak akan mampu menyembunyikan pernikahannya dari keluarganya.
"Aku akan mempertemukan nanti malam dengan Papi, aku rapat dulu, Pi .." David menyerah.
Pak Salim memegang dadanya karena saking terkejut, dia keluar dari ruangan David membawa setumpuk amukan batin. Ia yakin respon istrinya akan murka besar bila mengetahui tindakan David, Pak Salim pun enggan untuk memberitahu istrinya dulu, sekalipun itu Aleta.
Pak Salim di antar Gani ke mobilnya, dia melihat Gani dengan tatapan kecewa sebab Pak Salim tahu Gani juga berperan dibalik pernikahan David.
"Kalian benar-benar membuat saya Shock."
"Maafkan saya, Tuan. Saya hanya bekerja untuk Tuan muda David," sahut Gani. Ia berpihak pada David karena David adalah bos utamanya.
Setelah Pak Salim pergi dari kantor David, Gani mengusap dadanya, dari tadi deg-degan karena berhadapan dengan Papi David itu.
"Ya Tuhan, ini baru bos pertama, belum rudal lainnya, apa jadinya kalau Nyonya Greta dan Non Aleta tahu," gumam Gani.
***
Sarah saat itu ingin belanja ke sekitar supermarket terdekat, dia merasa bosan di rumah, sedangkan anak buah David mencegahnya untuk keluar. Karena bawaan ngidamnya, Sarah menangis sesenggukan di hadapan para anak buah David.
"Lah, gimana nih, istri bos nangis .." ucap mereka panik.
Salah satu dari mereka menelpon Gani untuk disambungkan ke David, untung saja saat itu David sudah selesai rapat, dia bebas mengangkat teleponnya. Gani pun menjelaskan keadaan Sarah saat itu.
"Baiklah, kalian antar dia, jaga baik-baik, di harus kembali ke rumah tanpa kecek sedikitpun," ucap David. Sebenarnya dia ingin menemani Sarah jalan-jalan, tetapi kerajaannya saat itu menumpuk karena ada banyak pertemuan yang harus ia lakukan.
Sarah pun diantar ke supermarket terdekat dari rumah kontrakannya, anak buah David mengawasi Sarah hanya berjarak dua meter, tidak ingin mereka sampai ceroboh ataupun lengah menjaga istri bosnya.
"Nona Sarah, kita pulang beberapa menit lagi," kata mereka.
"Kalian makanlah dulu, aku bukan nyonya, aku juga pembantu, mari kita makan di sana sebentar," ujar Sarah.
Mereka pun tak ingin membantah perkataan Sarah, sehingga menuruti keinginan Sarah agar mereka makan bersama di salah satu restoran, Sarah mentraktir anak buah David dengan uang jaminan yang telah David berikan.
Ketika mereka ke restoran, Sarah di sapa oleh seorang wanita muda. Dia mengenali Sarah bahkan menepuk-nepuk pundak istri David itu, anak buah David yang saat itu duduk makan bersama Sarah mengambil tindakan. Mereka menjauhkan wanita itu dari David.
"He, eh, kalian kenapa sih? Dia itu Sarah 'kan? Kamu Sarah 'kan pembantu Aleta? Aku temannya Aleta yang sering ke rumahnya," kata wanita itu memperkenalkan dirinya..
Sarah tersedak, ternyata itu Celine, sahabat karib Aleta yang sering berkunjung ke rumah Aleta. Dulu Sarah yang selalu melayani minum Celine bila bertamu ke rumah Aleta. Sarah saat itu tak bergeming, Celine sahabat karib Aleta, tentu dia akan bercerita kepada Aleta tentang keberadaannya di restoran itu.
"Kamu masih kerja di rumah Aleta? Mereka ini siapa? Bodyguard? Wah .." Celine terkejut dengan apa yang ia lihat. Sarah telah di awasi beberapa bodyguard, dan itu hanya dilakukan oleh orang-orang besar saja.
"Maaf, aku harus pergi," ucap Sarah. Ia bergegas keluar dari restoran itu bersama kelima anak buah David.
Celine masih diam terperangah melihat keadaan hidup Sarah, di benaknya Sarah sudah menikah dengan pria kaya, kelima bodyguard itu menandakan bahwa Sarah telah dinikahi seorang pria kaya raya.
"Hebat juga Sarah dengan wajah cantiknya, dia bisa mendapatkan kecukupan finansial," gumam Celine.
Saat itu Celine sudah ada janji dengan Aleta bertemu, sejam kemudian Aleta tiba dengan wajah cerianya, sebentar lagi anak sulung Pak Salim itu menikah, rona bahagia tak henti terpancar di wajahnya.
"Duduk, gue lama nunggu tau," keluh Celine.
Aleta akan meminta sahabatnya itu mengurus segala keperluan wedding organizer, tapi sebelum membahas pernikahan Aleta, Celine malah terusik dengan pertemuannya dengan Sarah.
"Eh siapa sih nama pembantu loh? Sarah ya?" tanya Celine.
"Iya, emang kenapa? Dia udah gak kerja di rumah gue, Mami gue sampai heran dia tuh tiba-tiba ngilang gitu aja," ujar Aleta.
Celine membelalakkan matanya," Serius, Let? tadi gue ketemu ma dia, di restoran ini, tau gak ada bodyguard yang kawal dia, lima orang lagi bodyguardnya, kan luar biasa," papar Celine sangat antusias bercerita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Intan IbunyaAzam
wah bkal kebogkar nie
2023-10-25
0