Tiga minggu berlalu..
Sarah sudah depresi, beberapa hari ia tidak menyentuh makanan yang disediakan oleh ank buah David. Minuman dan susu yang diberikan untuknya hanya dibiarkan basi, Sarah lebih banyak mengurung diri di kamar. Anak buah David bahkan membujuknya untuk makan, namun tetap saja makanan itu di tolak. Sarah hanya diam merenungi nasibnya.
"Sar, Ayo makan, kalau kamu tidak makan, kami yang jadi sasaran bos," ucap salah satu dari anak buah David.
Sarah tak bergeming, makanan seenak apapun tak menggairahkan di mata gadis yang sudah mengalami gejala depresi itu. Semenjak pemerkosaan yang dilakukan David terhadapnya, Sarah kehilangan semangat hidup. Tubuhnya menjadi kurus, wajahnya kian pucat karena tidak lagi pernah terkena matahari.
"Emak, aku ingin pulang .." lirih Sarah.
Kelima pria berbadan kekar itu terenyuh mendengar keluhan Sarah. Mereka sangat memahami kondisi perasaan Sarah yang terjebak dalam situasi yang tidak adil untuknya.
"Gimana nih, Ded? Kita bisa dimarahi bos kalau Sarah sampai kenapa-kenapa," keluh salah satu dari mereka.
Sarah kian lemas, dia memilih berbaring terus ditempat ranjang. Penglihatannya mulai berkunang-kunang, meminta agar nyawanya di cabut saja hari itu.
Mereka keluar dari kamar Sarah, dengan terpaksa salah satu dari mereka melaporkan perihal kondisi Sarah ke David. Sejak peristiwa pemerkosaan itu, David memang enggan bertemu Sarah, dia akan menemui Sarah bila melewati batas waktu yang ia jadwalkan.
Anak buahnya menceritakan kondisi Sarah yang tidak baik-baik saja, David yang saat itu berada di Singapura terhentak dengan penuturan anak buahnya. Dia meminta Gani agar segera mengatur jadwal kepulangan mereka ke Indonesia. Terpaksa asistennya itu membatalkan jadwal pertemuan David dengan beberapa koleganya. Gani menyiapkan pesawat pribadi untuk kepulangan David.
Dua jam kemudian, David dan Gani tiba di kontrakan Sarah. Kelima pria berbadan kekar itu meyambut kedatangan bosnya, David langsung memasuki kamar Sarah, dia dan Gani terkejut melihat kondisi Sarah yang begitu lemah.
"Sarah.." Gani menepuk-nepuk kaki Sarah
David menepuk kedua pipi Sarah, kondisi gadis itu sangat kritis, David membalikkan badan memandangi kelima anak buahnya.
"Sejak kapan kondisi Sarah seperti ini?" tanyanya.
"Dua Minggu yang lalu dia sudah malas makan, Bos. Selama tiga hari ini Sarah tak menyentuh makanan yang kami berikan," jawab Sam, kepala pengawal David.
"Ya Tuhan, setolol itu kalian? Kenapa tidak memberitahuku? Sarah harus dibawa ke rumah sakit, siapkan mobil sekarang!"
David tak peduli lagi dengan tanggapan Gani dan anak buahnya yang lain, dia menggendong Sarah menuju ke mobilnya, memangku tubuh Sarah di jok belakang, sementara Gani yang mengemudi.
Setiba di ruang sakit, David berlari kecil menggendong Sarah masuk ke Intalasi gawat darurat, Sarah di tangani dokter yang juga teman David. Dokter itu meminta David menunggu di luar ruangan karena kondisi Sarah sangat kritis.
"Kalau Sarah sampai kenapa-kenapa, akulah manusia paling jahat di muka bumi ini," lirih David menyesali perbuatannya.
Dua jam penanganan Sarah, dokter yang juga teman David itu keluar dengan menghela nafas. David menghampiri dokter Aris.
"Aris, bagaimana kondisinya?"
"Dia sudah melewati masa kritisnya, tubuhnya lemas karena tak ada suplai makanan dan air, untung saja kau cepat membawanya, jika tidak janinnya pasti keguguran," jelas dokter Aris.
Deg!
David tertegun mendengar penuturan Aris. Janin? Keguguran? Kalimat itu mengisyaratkan bahwa Sarah telah mengandung. David ternganga, dia masih menilik baik-baik kalimat Aris itu.
"Aris, maksud kamu dia hamil?"
Aris malah terheran kembali, "Kamu tidak tahu? Iya, dia sedang hamil, makanya tubuhnya lemas karena faktor salah satunya itu. Memangnya dia siapa sih, Dav?"
David mengangkat tangannya, meminta agar Aris berhenti bertanya-tanya, dia meminta Gani untuk menjelaskan itu kepada Aris, menjelaskan agar kehamilan Sarah dirahasiakan, tak boleh satupun keluarga David yang mengetahui bahwa David membawa seorang perempuan yang hamil di rumah sakit milik teman Ayahnya itu.
David masuk ke ruang tindak, Sarah sudah pasangkan selang infus dan selang oksigen, Sarah benar-benar menderita karena ulahnya. David berdiri di samping Sarah yang belum sadarkan diri, matanya tertuju ke perut Sarah yang sudah di tumbuhi buah hatinya.
Tangan kekarnya mengusap perlahan perut Sarah, matanya berkaca-kaca, "Kau sudah ada di dalam," ucapnya.
Air mata David menetas begitu saja, dia tidak menyangka sebab ketidaksengajaan, anaknya hadir di dalam rahim Sarah. David harus berdamai dengan kenyataan bahwa Sarah yang sudah menjadi Ibu dari anaknya, meskipun dia salah memilih Ibu, karena yang seharusnya Ibu itu adalah Fanny.
"Kamu kuat di dalam sana, saya Ayahmu akan menjagamu sampai kau lahir, kau akan ikut dengan Ayah," ucap David. Dia berencana akan memisahkan Sarah dari anaknya. David akan tetap merahasiakan kehamilan Sarah dari orang-orang sekitarnya.
***
Menjelang subuh, Sarah tersadar dari pingsannya, selang oksigen sudah tak melekat lagi, hanya selang infus yang masih tertancap di tangan kiri. Dia tertegun melihat Davdi ketiduran di sofa, ada banyak makanan tergeletak di atas meja, karena banyak cairan infus masuk ke tubuhnya, Sarah merasa sudah lebih bugar.
Sarah tiba-tiba mengeluarkan suara mual-mual, Sarah yang hendak ke kamar mandi tak sengaja menjatuhkan tiang penyangga infusnya, menimbulkan keributan di ruangan itu. David bangun dengan keadaan terkejut sekaligus panik.
"Ada apa?" tanya David bergegas menghampiri Sarah.
Sarah yang masih trauma menjauh dari David, dia menutupi wajahnya dengan bantal. Tak ingin melihat wajah David, wajah yang teramat kejam merenggut kesuciannya dengan paksa. Mendapat respon seperti itu dari Sarah, menimbulkan kecemasan pada diri David.
"Sarah, lepas bantal itu, aku ingin mengajak mu bicara," pintanya.
"Tuan jahat. Saya salah apa sama Tuan? Tolong pulangkan saja saya ke kampung," sahut Sarah yang masih menyembunyikan wajahnya di balik bantal.
David menggaruk-garuk kepalanya sendiri, wibawanya sebagai pria dingin di ujia oleh kemarahan Sarah.
"Sarah, ini insiden, tidak disengaja, mengertilah," David membujuk Sarah.
"Pria baik tidak akan melakukan kejahatan pada seorang perempuan," kata Sarah setengah membentak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Intan IbunyaAzam
kpok lu david
2023-10-25
0
•Rifa_Fizka
Hallo kakak mampir juga dong di novel aku ,yang berjudul kekuatan hati wanita ceritanya seruuu
2023-06-25
0