Tangan Besi

Ke esokan Harinya, Rendi yang sudah memakai seragam barunya, dia yang mau berangkat sekolah sekalian berpamitan dengan pak Kosim kalau dirinya tidak akan tinggal di Rumah tersebut lagi.

Pak Kosim tentu mengijinkan karena kemarin Rendi juga sudah berbicara padanya, terlihat Sulis yang menyaksikan Rendi berpamitan hanya diam tidak berbicara sepatah katapun.

Rendi yang biasanya selalu di marahi Sulis, tentu dia takut pamitan dengan dirinya, jadi dia mengabaikan Sulis begitu saja.

"Rendi Permisi yah Pak." ucapnya yang langsung pergi meninggalkan Rumah Pak Kosim.

"Hati-hati Ren!" teriak Pak Kosim terharu.

Rendi mendekati Motornya yang ada di pos penjagaan. "Pak Santoso, Rendi pamit yah, maaf jika Rendi pernah berbuat salah dengan Bapak."

"Iya Ren, Bapak juga minta maaf jika ada salah kata saat berbicara." jawab Pak Santoso bijak.

Rendi tersenyum, dia bersalaman dengan rekan pekerjaannya itu kemudian pergi dengan Motornya.

Rendi langsung tancap gas ke sekolahan, dia menikmati momen naik Motor tersebut dengan suka cita, Meskipun hanya Motor tapi Rendi seolah sudah menikmati hidupnya.

Saat dia sedang lewat Halte Bus, tiba-tiba melihat seorang gadis yang memakai seragam seusianya, berteriak-teriak Histeris.

"Tolong! Jambret!" teriak gadis itu dengan lantang.

Reflek Rendi menghentikan motornya, dia membuka helm dan bertanya. "kemana Jambretnya?" tanya dia sok pahlawan.

"Kesana Mas!" gadis itu menunjuk arah larinya Jambret tersebut.

"Ayo naik, kita kejar mereka!" ucap Rendi dengan gagah.

"Baik." gadis itu naik, tapi saat di jalan gadis tersebut Protes.

"Mas, kalau naik motornya pelan gini, bagaimana mau menyalip jambretnya, tuh mereka semakin jauh!" tegur Gadis itu kesal.

"Aku baru belajar naik motor Mba, masih takut kalau bawa cepet-cepet." jawab Rendi polos.

"Astaga! Berhenti, biar aku yang di depan!" gadis itu menepuk-nepuk bahu Rendi.

Bagai kerbau yang di cocok hidungnya, Rendi menurut saja, dia menghentikan Motornya dan membiarkan gadis tersebut yang membawanya.

Betapa terkejutnya Rendi saat Motornya melesat dengan sangat cepat, dia tidak bisa berkata-kata, tubuhnya gemetaran karena takut.

"Mati aku! Mba pelan Mba, jangan ngebut!" teriak Rendi ketakutan.

Gadis tersebut tidak peduli sama sekali, dia semakin menarik gas dan Motor melesat dengan sangat cepatnya, karena masih pagi, jalanan cukup lengang, sehingga Motor Rendi melaju dengan pasti mengejar penjambret.

Perlahan penjambret itu terkejar, si gadis berteriak-teriak menyerukan jambret, jambret, sehingga para jambret yang berboncengan tersebut merasa kesal.

Jambret memancing Rendi dan gadis itu ke tempat sepi, mereka berdua berniat menghabisi keduanya, agar tidak membuat mereka tertangkap polisi.

Ketika sudah di jalanan yang sepi di tengah-tengah sawah, dua jambret itu berhenti dan turun dari Motor.

Sontak saja gadis itu juga ikut berhenti, tapi dia ketakutan saat melihat Jambret mengeluarkan celurit yang dia sembunyikan di belakang bajunya.

"Mas, kamu yang cowo maju." ucap gadis itu mendorong Rendi.

"Lah, kok aku? Kamu yang ngejar mereka?" Rendi menelan ludah saat melihat kedua jambret itu membawa celurit dan menghampiri mereka.

"Kamu mau jadi sok jagoan bocah bau kencur!" bentak salah satu Jambret tersebut.

"Sini, biar ku potong lehermu!" timpal Jambret satunya.

Gadis yang bersama Rendi sangat ketakutan, dia bersembunyi di balik badan Rendi, begitu juga Rendi yang sama ketakutannya.

Rendi berjalan mundur ke belakang, dia yakin kalau dirinya bisa terluka, walaupun bisa sedikit silat, tapi Rendi belum mahir betul untuk melawan senjata tajam.

Rendi menelan ludah, dia masih berjalan mundur-mundur, sehingga dia tersandung kaki gadis tersebut dan jatuh menindihnya.

"Aduh!" pekik mereka berdua kompak.

Bersamaan dengan itu, Sistem Spin yang ada di tas Rendi tidak sengaja tertekan karena tas Rendi menghimpit gunung kembar gadis tersebut.

[ Selamat, Anda mendapatkan keahlian tangan Besi, berikut dengan jurus lainnya.]

Rendi seperti tersengat listrik walau hanya sesaat, dia terkejut dengan rasa sakit sekejap tersebut.

"Halah lama! Bunuh saja mereka!" salah satu Jambret langsung menyerang Rendi.

Dia mengayunkan celuritnya mau membacuk kepala Rendi, gadis yang di tindih Rendi berteriak histeris sambil menutup matanya.

Rendi reflek menggunakan kedua tangannya untuk menahan serangan tersebut, tentu jika tidak di beri kekuatan Sistem tangannya bisa di pastikan terluka parah, bahkan bisa terpotong.

Trang!

Suara benturan tangan Rendi dan Celurit tersebut terdengar, tentu saja Rendi terkejut dengan tangannya yang bisa menahan serangan celurit.

Si Jambret juga terkejut, mereka tidak menyangka kalau Celuritnya tidak bisa melukai Rendi.

Rendi langsung beranjak bangkit, entah kenapa dia seperti melihat ada celah untuk mengalahkan mereka berdua.

"Mati kau!" teriak jambret satunya mengincar kepala belakang Rendi.

Rendi dengan sigap menangkap Celurit yang melayang ke arahnya, dia meremasnya dengan kuat, sehingga Celurit tersebut langsung patah. Begitu juga dengan Celurit yang tadi mengenai tangannya dia patahkan.

Tentu saja pra Jambret syok, mereka berdua menelan ludah, ternyata orang yang mereka lawan memiliki ilmu Kanuragan.

Rendi tidak berdiam diri dia melesat ke salah satu Jambret dan menghantam perutnya dengan keras.

Bang

Jambret tersebut terhempas beberapa meter ke belakang, dia langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri.

Jambret satunya ketakutan, dia mau lari tapi Rendi mengambil potongan celurit dan melemparkan ke kakinya.

Karena memliki tangan Besi dan segala jenis jurusnya, lemparan Rendi sangat akurat dan menancap ke sendi lutut jambret tersebut.

Arghh

Jambret itu langsung tersungkur memegangi kakinya yang tertancap celurit, Rendi menghampirinya dan menoyor kepala Jambret tersebut.

Niat hati ingin menyombongkan diri pada jambret itu, tapi siapa yang menyangka kalau toyorannya saja sangat kuat, sehingga kepala jambret menghantam tanah dengan kuat dan pingsan seketika.

"Lah, kok bisa seperti ini?" Rendi kebingungan, dia melihat kedua tangannya yang tampak biasa saja.

"Wah, masnya hebat banget, kenapa tadi pura-pura ketakutan?" tanya gadis itu sambil mencari Ponselnya di saku penjambret.

"Loh, aku serius tadi takut, hampir saja aku ngompol di celana." jawab Rendi polos.

"Ah... ketemu!" gadis itu menemukan ponselnya dan menoleh ke arah Rendi. "terima kasih loh Mas, aku telepon polisi dulu."

Gadis tersebut menelpon polisi, dia memberitahu lokasi kejadian, baru setelah itu dia mematikan ponselnya.

"Aku Novi Wulandari, Masnya siapa yah?" Novi mengulurkan tangannya.

"Rendi Murdianto." tanpa ragu Rendi menjabat tangan Novi, tangannya begitu halus dan lembut, Rendi sampai lupa melepaskan tangan Novi.

"Mas... sudah salaman-nya." tegur Novi sopan.

"Eh... maaf Mba." Rendi bergegas melepaskan tangannya.

Novi tersenyum kecut, karena baru pertama kali melihat pria yang terlihat sangat polos seperti Rendi, walaupun di balik kepolosan Rendi ada kekuatan tersembunyi, yang membuat Novi penasaran.

Terpopuler

Comments

Yudh art💥

Yudh art💥

👮

2025-01-23

0

Halik M

Halik M

pake ngompol lgi🤣

2024-07-30

1

Papahpapah10

Papahpapah10

selamat berkarya, sukses selalu

2024-07-30

0

lihat semua
Episodes
1 Pria Sepuh
2 Sistem SPIN
3 Dapat Motor
4 Hidup Baru
5 Jika Sudah Pergi Baru Terasa
6 Tangan Besi
7 Perasaan Masing-Masing
8 Kontrakkan
9 Belanja Kebutuhan
10 Mulai Akrab
11 Dapat Musuh?
12 Awal Keberanian Si Miskin
13 Sulis Yang Berbeda
14 Cemburu?
15 Preman Pasar
16 Amarah Rendi
17 Ketulusan Novi
18 Emas 10 kg
19 Harisman, Bos Preman Yang Bodoh
20 Teman Rasa Pacar
21 Sikap Yang Berbeda
22 Perseteruan
23 Saling Mengerti
24 Pengganggu Momen
25 Tubuh Darah
26 Tingkah Absurd Bawahan Rendi
27 Harisman yang Berbeda
28 Kebetulan
29 Regenerasi Tubuh Darah
30 Momen Absurd
31 Amarah Novi
32 Ternyata Salah Paham
33 Sikap Baik
34 Roda Penggerak
35 Pengusaha Brebes
36 Alam Bawah Sadar
37 Tentang Sistem
38 Rencana
39 Teringat Masa Lalu
40 Cerita
41 Pesona Uang
42 Terkejut
43 Kelepasan
44 Serangan
45 Kedekatan
46 Konyol
47 Ruko
48 Jantan
49 Sadis
50 Kebahagian Sejati?
51 Salah Paham?
52 Sosok Rendi
53 Musuh Yang Mengakui
54 Orang Tua Novi Yang Bersemangat
55 Laris Manis
56 Menyambut Rendi
57 Nilai Rendi Semakin Tinggi Di Mata Novi
58 Anak Buah Yang Baik
59 Pesta Kecil
60 Jalan Bertiga
61 Rencana Investasi Wisata
62 Rumah Mewah di Jakarta
63 Rencana Ke Jakarta
64 Meminta Ijin
65 Sistem Spin Hilang?
66 PT. Spin Company
67 Siapa Dia?
68 Perasaan Yang Dalam
69 Mba Kunti
70 Evolusi Otak Si Miskin
71 Terkejut Beberapa Kali
72 Rumah Mewah Rendi
73 Penampilan Orang Kaya
74 Sekelompok Wanita Dewasa
75 Kebetulan Yang Manis
76 Pengumuman
77 Kebetulan Lagi?
78 Ironi Seorang Istri Milyarder
79 Penyesalan Seorang Ibu
80 Tubuh Atletis
81 Mengunjungi Spin Company
82 Anak Orang Kaya? Anda Salah!
83 Penculik?
84 Pahlawan
85 Pikiran Positif
86 Lamborghini Veneno
87 Pengganggu
88 Rindu Kampung
89 Bertemu Pengemis
90 Menolong
91 Sampai di Kampung
92 Salah Peluk
93 Pemikiran Dewasa
94 Bawahan Yang Berbeda
95 Hari yang Melelahkan
96 Bencong Ternyata
97 Bos dan Bawahan Tidak ada Batasan
98 Masuk Sekolah Lagi
99 Kepandaian Rendi
100 Rencana Pembangunan
101 Rencana Membasmi Hama
102 Perintah Rendi Yang Mutlak
103 Bawahan Yang Sigap
104 Hal Positif
105 Pantang Mundur
106 Mulai Cemas
107 Proyek Besar Untuk Kampung Karbal
108 Tidak Memberi Ampun Pengganggu
109 Sosok Rendi Yang di Kagumi
110 Pahlawan?
111 Dukungan Dari Walikota
112 Ledakan
113 Kembali Ke Jakarta
114 Pemikiran Logis
115 Menemui Klien
116 Spin Internasional Industri
117 Tegas
118 Begitu Banyak Orang Yang Menderita
119 Membantu Sesama
120 Bukan Pencitraan
121 Bos Yang Baik
122 Rencana Jahat Fang Guan
123 Pagi Hari dengan Drama
124 Sebuah Rahasia Yang Terungkap
125 Bahagia?
126 Bertemu dengan Sang Ibu
127 Pembunuh Bayaran
128 Pembunuh Yang Cantik
129 Informasi
130 Pembunuh yang Ramah?
131 Bujuk Rayu Mei Ning
132 Kisah Baru di Jakarta
133 Bukan Kebetulan
134 Wanita Kuat
135 Rencana Perubahan
136 Revolusi?
137 Pahlawan Modern
138 Malik Ibrohim
139 Kemampuan Hacker
140 Pria Bodoh Atau Baik?
141 Bersikap Adil
142 Tak Kenal Ampun
143 Mei Ning tunduk Sepenuhnya
144 Bijaksana?
145 Tugas Pertama
146 Kerja Rapi
147 Xiongshou atau Mei Ning?
148 Kecepatan Super
149 Melakukan misi Sendiri
150 Kisah Cinta Rendi yang Begitu Rumit
151 Cinta?
152 Alasan Rendi
153 Tidak Terduga
154 Kebetulan Konyol
155 Kekuatan Penggoda Wanita?
156 Sugesti dalam Berbicara
157 Last Misi
158 Para Mafia Memburu Rendi
159 Kemampuan Kamuflase
160 Amarah
161 Ceroboh
162 Bukan Perpisahan
163 Para Pembunuh Bayaran
164 Pergerakan Para Pembunuh Bayaran
165 Serangan tak ada Habisnya
166 Penyelamat?
167 Rencana Musuh dan Rencana Rendi
168 Pecah Perang
169 Pecah Perang 2
170 Terpojok
171 Mata Dewa
172 Kesempatan dalam Kesempitan
173 Sulis dalam Bahaya
174 Sulis Kritis
175 Kematian Tragis Danton
176 Akhir dari Para Mafia
177 Kabar Baik dan Kabar Buruk
178 Perubahan
179 Tubuh Dewa dan Kemampuan Dewa
180 Kebahagiaan Orang Berbeda-beda
181 Antisipasi
182 Menyadari Perubahan Rendi
183 Sulis Sembuh
184 Masalah Baru?
185 Dalam Bahaya?
186 Tidak Sesuai Rencana
187 Tak Seindah Kenyataan
188 Kembali
189 Mba Kunti Curhat?
190 Mengungkap Kebenaran
191 Kebenaran Terungkap
192 Selesai
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pria Sepuh
2
Sistem SPIN
3
Dapat Motor
4
Hidup Baru
5
Jika Sudah Pergi Baru Terasa
6
Tangan Besi
7
Perasaan Masing-Masing
8
Kontrakkan
9
Belanja Kebutuhan
10
Mulai Akrab
11
Dapat Musuh?
12
Awal Keberanian Si Miskin
13
Sulis Yang Berbeda
14
Cemburu?
15
Preman Pasar
16
Amarah Rendi
17
Ketulusan Novi
18
Emas 10 kg
19
Harisman, Bos Preman Yang Bodoh
20
Teman Rasa Pacar
21
Sikap Yang Berbeda
22
Perseteruan
23
Saling Mengerti
24
Pengganggu Momen
25
Tubuh Darah
26
Tingkah Absurd Bawahan Rendi
27
Harisman yang Berbeda
28
Kebetulan
29
Regenerasi Tubuh Darah
30
Momen Absurd
31
Amarah Novi
32
Ternyata Salah Paham
33
Sikap Baik
34
Roda Penggerak
35
Pengusaha Brebes
36
Alam Bawah Sadar
37
Tentang Sistem
38
Rencana
39
Teringat Masa Lalu
40
Cerita
41
Pesona Uang
42
Terkejut
43
Kelepasan
44
Serangan
45
Kedekatan
46
Konyol
47
Ruko
48
Jantan
49
Sadis
50
Kebahagian Sejati?
51
Salah Paham?
52
Sosok Rendi
53
Musuh Yang Mengakui
54
Orang Tua Novi Yang Bersemangat
55
Laris Manis
56
Menyambut Rendi
57
Nilai Rendi Semakin Tinggi Di Mata Novi
58
Anak Buah Yang Baik
59
Pesta Kecil
60
Jalan Bertiga
61
Rencana Investasi Wisata
62
Rumah Mewah di Jakarta
63
Rencana Ke Jakarta
64
Meminta Ijin
65
Sistem Spin Hilang?
66
PT. Spin Company
67
Siapa Dia?
68
Perasaan Yang Dalam
69
Mba Kunti
70
Evolusi Otak Si Miskin
71
Terkejut Beberapa Kali
72
Rumah Mewah Rendi
73
Penampilan Orang Kaya
74
Sekelompok Wanita Dewasa
75
Kebetulan Yang Manis
76
Pengumuman
77
Kebetulan Lagi?
78
Ironi Seorang Istri Milyarder
79
Penyesalan Seorang Ibu
80
Tubuh Atletis
81
Mengunjungi Spin Company
82
Anak Orang Kaya? Anda Salah!
83
Penculik?
84
Pahlawan
85
Pikiran Positif
86
Lamborghini Veneno
87
Pengganggu
88
Rindu Kampung
89
Bertemu Pengemis
90
Menolong
91
Sampai di Kampung
92
Salah Peluk
93
Pemikiran Dewasa
94
Bawahan Yang Berbeda
95
Hari yang Melelahkan
96
Bencong Ternyata
97
Bos dan Bawahan Tidak ada Batasan
98
Masuk Sekolah Lagi
99
Kepandaian Rendi
100
Rencana Pembangunan
101
Rencana Membasmi Hama
102
Perintah Rendi Yang Mutlak
103
Bawahan Yang Sigap
104
Hal Positif
105
Pantang Mundur
106
Mulai Cemas
107
Proyek Besar Untuk Kampung Karbal
108
Tidak Memberi Ampun Pengganggu
109
Sosok Rendi Yang di Kagumi
110
Pahlawan?
111
Dukungan Dari Walikota
112
Ledakan
113
Kembali Ke Jakarta
114
Pemikiran Logis
115
Menemui Klien
116
Spin Internasional Industri
117
Tegas
118
Begitu Banyak Orang Yang Menderita
119
Membantu Sesama
120
Bukan Pencitraan
121
Bos Yang Baik
122
Rencana Jahat Fang Guan
123
Pagi Hari dengan Drama
124
Sebuah Rahasia Yang Terungkap
125
Bahagia?
126
Bertemu dengan Sang Ibu
127
Pembunuh Bayaran
128
Pembunuh Yang Cantik
129
Informasi
130
Pembunuh yang Ramah?
131
Bujuk Rayu Mei Ning
132
Kisah Baru di Jakarta
133
Bukan Kebetulan
134
Wanita Kuat
135
Rencana Perubahan
136
Revolusi?
137
Pahlawan Modern
138
Malik Ibrohim
139
Kemampuan Hacker
140
Pria Bodoh Atau Baik?
141
Bersikap Adil
142
Tak Kenal Ampun
143
Mei Ning tunduk Sepenuhnya
144
Bijaksana?
145
Tugas Pertama
146
Kerja Rapi
147
Xiongshou atau Mei Ning?
148
Kecepatan Super
149
Melakukan misi Sendiri
150
Kisah Cinta Rendi yang Begitu Rumit
151
Cinta?
152
Alasan Rendi
153
Tidak Terduga
154
Kebetulan Konyol
155
Kekuatan Penggoda Wanita?
156
Sugesti dalam Berbicara
157
Last Misi
158
Para Mafia Memburu Rendi
159
Kemampuan Kamuflase
160
Amarah
161
Ceroboh
162
Bukan Perpisahan
163
Para Pembunuh Bayaran
164
Pergerakan Para Pembunuh Bayaran
165
Serangan tak ada Habisnya
166
Penyelamat?
167
Rencana Musuh dan Rencana Rendi
168
Pecah Perang
169
Pecah Perang 2
170
Terpojok
171
Mata Dewa
172
Kesempatan dalam Kesempitan
173
Sulis dalam Bahaya
174
Sulis Kritis
175
Kematian Tragis Danton
176
Akhir dari Para Mafia
177
Kabar Baik dan Kabar Buruk
178
Perubahan
179
Tubuh Dewa dan Kemampuan Dewa
180
Kebahagiaan Orang Berbeda-beda
181
Antisipasi
182
Menyadari Perubahan Rendi
183
Sulis Sembuh
184
Masalah Baru?
185
Dalam Bahaya?
186
Tidak Sesuai Rencana
187
Tak Seindah Kenyataan
188
Kembali
189
Mba Kunti Curhat?
190
Mengungkap Kebenaran
191
Kebenaran Terungkap
192
Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!