Sistem SPIN

Sulis memang selalu mengambil kesempatan untuk memarahi Rendi, dia tidak bisa melihat Rendi salah sedikit saja.

Terkadang Rendi bingung sendiri, kenapa Sulis seperti itu padanya, dikit-dikit marah, dikit-dikit mencacinya.

Rendi menundukkan kepala, dia memang sudah pasrah jikalau Sulis akan memarahinya, tapi untung saja Pak Kosim berbeda dengan Sulis, dia begitu baik dengan Rendi.

"Sudah-sudah, lagi pula, bapak juga tadi nyuruh beli lima, buat Rendi satu." Pak Kosim melerai Sulis yang memarahi Rendi.

"Bapak ini, selalu saja membela dia!" ucap Sulis ketus.

Pak Kosim tersenyum kecut, dia menepuk bahu Rendi "kamu lanjutkan pekerjaanmu Rendi, untuk Mie ayamnya kamu tidak perlu memikirkannya."

Rendi mengangguk "terima kasih Pak." ucap Rendi seraya meninggalkan keluarga majikannya itu.

Pak Kosim memiliki dua orang anak dari istrinya yang Bernama Masayu, anak pertamanya Sulis yang seumuran dengan Rendi dan yang kedua Heri Susanto yang masih duduk di bangku kelas lima SD.

Berbeda dengan Sulis yang selalu ketus dengan Rendi, Masayu dan Heri tidak begitu, mereka cenderung masa bodo dengan apa yang di lakukan Rendi.

Rendi kembali ke gerbang dengan wajah di tekuk. Santoso, teman sip malam Rendi menegurnya kembali.

"Kenapa Ren? Di marahi Nona Sulis lagi yah?" tanya Santoso yang memang sudah akrab dengan Rendi.

Rendi menghela napas "ya begitulah, entah dia kenapa bisa benci banget sama aku."

"Sabar Ren, orang sabar biasanya darah tinggi kemudian struk." celetuk Santoso menggoda Rendi.

"Sialan! Kamu ini malah doain yang gak baik!" gerutu Rendi kesal.

"Hahahaha... Lah, aku bicara fakta." jawab Santoso sambil tertawa keras.

"Fakta gundulmu!" bentak Rendi kesal.

Meskipun Santoso lebih tua dari Rendi, tapi mereka berdua kalau bercanda memang sudah tahu batasan satu sama lain, jadi wajar kalau mereka memang sering saling menggoda seperti itu.

Rendi masuk ke dalam Pos penjaga, sementara Santoso duduk di luar sambil memainkan ponselnya.

"Apa aku akan terus seperti ini?" gumam Rendi lirih.

Rendi duduk di sebuah kursi yang ada di dalam Pos penjaga, ada sesuatu yang mengganjal di sakunya. Dia teringat kalau di beri benda yang mirip ponsel oleh pria sepuh yang tiba-tiba menghilang.

Rendi merogoh sakunya dan mengeluarkan benda tersebut, dia membolak-balik benda tersebut.

"Mainan apa sih ini?" tanyanya pada diri sendiri.

Tiba-tiba saja benda tersebut seolah menyala, Spin yang berwarna-warni itu menyala bagaikan lampu sesuai dengan warnanya.

Tentu saja Rendi terkejut, dia kemudian melihat baik-baik benda tersebut, dia melihat sebuah tulisan digital di atas gambar Spin.

[ Selamat anda mendapatkan Sistem Spin : Kekayaan dan Kekuatan! Anda dapat memutar Hadiah sekali dalam satu hari, silahkan Klik layar Spin anda! ]

Tentu saja Rendi mengerutkan keningnya, dia pikir itu hanyalah sebuah mainan anak-anak dan tidak ada gunanya sama sekali.

"Huh, apa gunanya benda seperti ini?" Rendi berbicara dengan malas sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.

Rendi iseng-iseng menekan layar, dia pikir daripada tidak ada kerjaan, lebih baik bermain dengan benda tersebut.

Layar Spin memutar dengan cepat, terlihat tulisan-tulisan yang ada di Spin. Namun, Rendi tidak memerhatikan sama sekali.

Setelah beberapa saat, Layar Spin perlahan menjadi pelan, anak panah layar Spin menunjuk pada sebuah hadiah uang 50 juta rupiah dan kartu bank.

[ Selamat, Anda mendapatkan uang 50 Juta Rupiah, berikut dengan kartu Banknya.]

Rendi tersenyum getir "andai saja ini nyata."

Setelah Rendi berucap seperti itu, tiba-tiba saja entah dari mana datangnya, sebuah buku Rekening dan Kartu ATM jatuh di pangkuannya. Sontak saja pemuda yang sudah menderita selama puluhan tahun itu terkejut.

"Apa ini?" Rendi mengambil buku Rekening dan Kartu ATM-nya.

Betapa terkejutnya Rendi ketika melihat di buku Rekening tertulis nama dirinya dan juga ada uang senilai 50 juta rupiah sesuai dengan apa yang di dapatkan dalam Spin-nya tadi.

"I-Ini serius?!" ucap Rendi terkejut.

"Hah, Apa Ren?" Santoso mengira kalau Rendi memanggilnya, karena suara Rendi sedikit keras tadi.

"Ti-Tidak, aku tidak memanggilmu." Rendi tentu saja tidak mungkin memberitahukan hal tersebut pada Santoso.

Rendi melihat benda pipih yang seperti ponsel tersebut, terlihat benda itu tidak bersinar lagi, dan hanya ada tulisan 'sampai ketemu besok.'

"Apa ini nyata? Aku besok harus mengeceknya di ATM dekat sekolah." Rendi berharap kalau itu semua sebuah kenyataan, agar dia tidak perlu hidup susah lagi.

Malam tersebut terasa sangat panjang untuk Rendi, dia sangat penasaran dengan Kartu Bank yang di berikan oleh benda yang menyebut dirinya Sistem Spin itu.

Rendi yang biasanya kalau larut malam sudah mengantuk, entah kenapa malam itu dia tidak merasa mengantuk sama sekali, dia terus menerus mondar-mandir di depan gerbang, sambil memegangi tas sekolahnya yang berisi buku rekening dan Kartu ATM-nya.

Santoso sampai keheranan dengan sikap aneh Rendi, tapi Santoso malah senang, dengan begitu dia bisa tiduran di pos dan Rendi yang berjaga sendirian.

...***...

Malam pun berganti pagi, sinar mentari mulai menunjukan eksistensinya. Hari yang sangat cerah yang akan menyambut kehidupan baru Rendi.

Rendi tampak sudah siap berangkat sekolah, dia yang biasanya nebeng mobil Pak Kosim, sekarang lebih memilih untuk berjalan kaki, tentu saja dia sudah tidak sabar mengecek kebenaran dari hadiah Sistem Spin-nya.

Rendi terlihat sangat bersemangat pergi Ke ATM, dia berjalan dengan langkah cepat, berharap kalau semua yang di lihatnya kenyataan.

Sesampainya di ATM Rendi langsung masuk ke sana, walaupun ini pertama kalinya, tapi dia pernah melihat di Tv bagaimana orang menggunakan ATM.

Ketika dia di suruh memasukkan PIN, Rendi tentu saja kebingungan "aduh, PIN-nya apa yah?"

Rendi kemudian teringat dengan buku Rekeningnya, benar saja, di sampul buku ada enam digit angka yang merupakan hari kelahirannya.

"Mudah-mudahan ini benar." Rendi sedikit berdoa.

Mata Rendi langsung membelalak besar ketika sudah memasukkan PIN dan melihat saldonya. Uang 50 juta rupiah benar-benar ada di sana.

"A-aku kaya!" Rendi tanpa sadar berteriak, untung saja tidak ada orang yang mengantri di sana.

Rendi dengan semangat mencoba menarik uang dua ratus ribu Rupiah, uang tersebut keluar dari ATM.

Tangan Rendi bergetar ketika mengambil uang itu "ini nyata, terima Kasih Tuhan, akhirnya Engkau mengabulkan doaku." ucap Rendi sambil memeluk uang itu di dada.

Rendi mengambil kartu ATM-nya, kemudian keluar dari sana, dia langsung mengeluarkan Sistem Spin pemberian pria sepuh kemarin.

Benda tersebut menyala kembali saat Rendi melihatnya. Dia tersenyum senang "dengan ini, aku bisa mewujudkan mimpiku dulu bersama nenek!" ucap Rendi penuh dengan semangat.

Terpopuler

Comments

♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★

♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★

kok jadi ikutan senang ya

2025-02-25

0

Yudh art💥

Yudh art💥

😜

2025-01-23

0

𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄

𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄

hwaiting

2024-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pria Sepuh
2 Sistem SPIN
3 Dapat Motor
4 Hidup Baru
5 Jika Sudah Pergi Baru Terasa
6 Tangan Besi
7 Perasaan Masing-Masing
8 Kontrakkan
9 Belanja Kebutuhan
10 Mulai Akrab
11 Dapat Musuh?
12 Awal Keberanian Si Miskin
13 Sulis Yang Berbeda
14 Cemburu?
15 Preman Pasar
16 Amarah Rendi
17 Ketulusan Novi
18 Emas 10 kg
19 Harisman, Bos Preman Yang Bodoh
20 Teman Rasa Pacar
21 Sikap Yang Berbeda
22 Perseteruan
23 Saling Mengerti
24 Pengganggu Momen
25 Tubuh Darah
26 Tingkah Absurd Bawahan Rendi
27 Harisman yang Berbeda
28 Kebetulan
29 Regenerasi Tubuh Darah
30 Momen Absurd
31 Amarah Novi
32 Ternyata Salah Paham
33 Sikap Baik
34 Roda Penggerak
35 Pengusaha Brebes
36 Alam Bawah Sadar
37 Tentang Sistem
38 Rencana
39 Teringat Masa Lalu
40 Cerita
41 Pesona Uang
42 Terkejut
43 Kelepasan
44 Serangan
45 Kedekatan
46 Konyol
47 Ruko
48 Jantan
49 Sadis
50 Kebahagian Sejati?
51 Salah Paham?
52 Sosok Rendi
53 Musuh Yang Mengakui
54 Orang Tua Novi Yang Bersemangat
55 Laris Manis
56 Menyambut Rendi
57 Nilai Rendi Semakin Tinggi Di Mata Novi
58 Anak Buah Yang Baik
59 Pesta Kecil
60 Jalan Bertiga
61 Rencana Investasi Wisata
62 Rumah Mewah di Jakarta
63 Rencana Ke Jakarta
64 Meminta Ijin
65 Sistem Spin Hilang?
66 PT. Spin Company
67 Siapa Dia?
68 Perasaan Yang Dalam
69 Mba Kunti
70 Evolusi Otak Si Miskin
71 Terkejut Beberapa Kali
72 Rumah Mewah Rendi
73 Penampilan Orang Kaya
74 Sekelompok Wanita Dewasa
75 Kebetulan Yang Manis
76 Pengumuman
77 Kebetulan Lagi?
78 Ironi Seorang Istri Milyarder
79 Penyesalan Seorang Ibu
80 Tubuh Atletis
81 Mengunjungi Spin Company
82 Anak Orang Kaya? Anda Salah!
83 Penculik?
84 Pahlawan
85 Pikiran Positif
86 Lamborghini Veneno
87 Pengganggu
88 Rindu Kampung
89 Bertemu Pengemis
90 Menolong
91 Sampai di Kampung
92 Salah Peluk
93 Pemikiran Dewasa
94 Bawahan Yang Berbeda
95 Hari yang Melelahkan
96 Bencong Ternyata
97 Bos dan Bawahan Tidak ada Batasan
98 Masuk Sekolah Lagi
99 Kepandaian Rendi
100 Rencana Pembangunan
101 Rencana Membasmi Hama
102 Perintah Rendi Yang Mutlak
103 Bawahan Yang Sigap
104 Hal Positif
105 Pantang Mundur
106 Mulai Cemas
107 Proyek Besar Untuk Kampung Karbal
108 Tidak Memberi Ampun Pengganggu
109 Sosok Rendi Yang di Kagumi
110 Pahlawan?
111 Dukungan Dari Walikota
112 Ledakan
113 Kembali Ke Jakarta
114 Pemikiran Logis
115 Menemui Klien
116 Spin Internasional Industri
117 Tegas
118 Begitu Banyak Orang Yang Menderita
119 Membantu Sesama
120 Bukan Pencitraan
121 Bos Yang Baik
122 Rencana Jahat Fang Guan
123 Pagi Hari dengan Drama
124 Sebuah Rahasia Yang Terungkap
125 Bahagia?
126 Bertemu dengan Sang Ibu
127 Pembunuh Bayaran
128 Pembunuh Yang Cantik
129 Informasi
130 Pembunuh yang Ramah?
131 Bujuk Rayu Mei Ning
132 Kisah Baru di Jakarta
133 Bukan Kebetulan
134 Wanita Kuat
135 Rencana Perubahan
136 Revolusi?
137 Pahlawan Modern
138 Malik Ibrohim
139 Kemampuan Hacker
140 Pria Bodoh Atau Baik?
141 Bersikap Adil
142 Tak Kenal Ampun
143 Mei Ning tunduk Sepenuhnya
144 Bijaksana?
145 Tugas Pertama
146 Kerja Rapi
147 Xiongshou atau Mei Ning?
148 Kecepatan Super
149 Melakukan misi Sendiri
150 Kisah Cinta Rendi yang Begitu Rumit
151 Cinta?
152 Alasan Rendi
153 Tidak Terduga
154 Kebetulan Konyol
155 Kekuatan Penggoda Wanita?
156 Sugesti dalam Berbicara
157 Last Misi
158 Para Mafia Memburu Rendi
159 Kemampuan Kamuflase
160 Amarah
161 Ceroboh
162 Bukan Perpisahan
163 Para Pembunuh Bayaran
164 Pergerakan Para Pembunuh Bayaran
165 Serangan tak ada Habisnya
166 Penyelamat?
167 Rencana Musuh dan Rencana Rendi
168 Pecah Perang
169 Pecah Perang 2
170 Terpojok
171 Mata Dewa
172 Kesempatan dalam Kesempitan
173 Sulis dalam Bahaya
174 Sulis Kritis
175 Kematian Tragis Danton
176 Akhir dari Para Mafia
177 Kabar Baik dan Kabar Buruk
178 Perubahan
179 Tubuh Dewa dan Kemampuan Dewa
180 Kebahagiaan Orang Berbeda-beda
181 Antisipasi
182 Menyadari Perubahan Rendi
183 Sulis Sembuh
184 Masalah Baru?
185 Dalam Bahaya?
186 Tidak Sesuai Rencana
187 Tak Seindah Kenyataan
188 Kembali
189 Mba Kunti Curhat?
190 Mengungkap Kebenaran
191 Kebenaran Terungkap
192 Selesai
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pria Sepuh
2
Sistem SPIN
3
Dapat Motor
4
Hidup Baru
5
Jika Sudah Pergi Baru Terasa
6
Tangan Besi
7
Perasaan Masing-Masing
8
Kontrakkan
9
Belanja Kebutuhan
10
Mulai Akrab
11
Dapat Musuh?
12
Awal Keberanian Si Miskin
13
Sulis Yang Berbeda
14
Cemburu?
15
Preman Pasar
16
Amarah Rendi
17
Ketulusan Novi
18
Emas 10 kg
19
Harisman, Bos Preman Yang Bodoh
20
Teman Rasa Pacar
21
Sikap Yang Berbeda
22
Perseteruan
23
Saling Mengerti
24
Pengganggu Momen
25
Tubuh Darah
26
Tingkah Absurd Bawahan Rendi
27
Harisman yang Berbeda
28
Kebetulan
29
Regenerasi Tubuh Darah
30
Momen Absurd
31
Amarah Novi
32
Ternyata Salah Paham
33
Sikap Baik
34
Roda Penggerak
35
Pengusaha Brebes
36
Alam Bawah Sadar
37
Tentang Sistem
38
Rencana
39
Teringat Masa Lalu
40
Cerita
41
Pesona Uang
42
Terkejut
43
Kelepasan
44
Serangan
45
Kedekatan
46
Konyol
47
Ruko
48
Jantan
49
Sadis
50
Kebahagian Sejati?
51
Salah Paham?
52
Sosok Rendi
53
Musuh Yang Mengakui
54
Orang Tua Novi Yang Bersemangat
55
Laris Manis
56
Menyambut Rendi
57
Nilai Rendi Semakin Tinggi Di Mata Novi
58
Anak Buah Yang Baik
59
Pesta Kecil
60
Jalan Bertiga
61
Rencana Investasi Wisata
62
Rumah Mewah di Jakarta
63
Rencana Ke Jakarta
64
Meminta Ijin
65
Sistem Spin Hilang?
66
PT. Spin Company
67
Siapa Dia?
68
Perasaan Yang Dalam
69
Mba Kunti
70
Evolusi Otak Si Miskin
71
Terkejut Beberapa Kali
72
Rumah Mewah Rendi
73
Penampilan Orang Kaya
74
Sekelompok Wanita Dewasa
75
Kebetulan Yang Manis
76
Pengumuman
77
Kebetulan Lagi?
78
Ironi Seorang Istri Milyarder
79
Penyesalan Seorang Ibu
80
Tubuh Atletis
81
Mengunjungi Spin Company
82
Anak Orang Kaya? Anda Salah!
83
Penculik?
84
Pahlawan
85
Pikiran Positif
86
Lamborghini Veneno
87
Pengganggu
88
Rindu Kampung
89
Bertemu Pengemis
90
Menolong
91
Sampai di Kampung
92
Salah Peluk
93
Pemikiran Dewasa
94
Bawahan Yang Berbeda
95
Hari yang Melelahkan
96
Bencong Ternyata
97
Bos dan Bawahan Tidak ada Batasan
98
Masuk Sekolah Lagi
99
Kepandaian Rendi
100
Rencana Pembangunan
101
Rencana Membasmi Hama
102
Perintah Rendi Yang Mutlak
103
Bawahan Yang Sigap
104
Hal Positif
105
Pantang Mundur
106
Mulai Cemas
107
Proyek Besar Untuk Kampung Karbal
108
Tidak Memberi Ampun Pengganggu
109
Sosok Rendi Yang di Kagumi
110
Pahlawan?
111
Dukungan Dari Walikota
112
Ledakan
113
Kembali Ke Jakarta
114
Pemikiran Logis
115
Menemui Klien
116
Spin Internasional Industri
117
Tegas
118
Begitu Banyak Orang Yang Menderita
119
Membantu Sesama
120
Bukan Pencitraan
121
Bos Yang Baik
122
Rencana Jahat Fang Guan
123
Pagi Hari dengan Drama
124
Sebuah Rahasia Yang Terungkap
125
Bahagia?
126
Bertemu dengan Sang Ibu
127
Pembunuh Bayaran
128
Pembunuh Yang Cantik
129
Informasi
130
Pembunuh yang Ramah?
131
Bujuk Rayu Mei Ning
132
Kisah Baru di Jakarta
133
Bukan Kebetulan
134
Wanita Kuat
135
Rencana Perubahan
136
Revolusi?
137
Pahlawan Modern
138
Malik Ibrohim
139
Kemampuan Hacker
140
Pria Bodoh Atau Baik?
141
Bersikap Adil
142
Tak Kenal Ampun
143
Mei Ning tunduk Sepenuhnya
144
Bijaksana?
145
Tugas Pertama
146
Kerja Rapi
147
Xiongshou atau Mei Ning?
148
Kecepatan Super
149
Melakukan misi Sendiri
150
Kisah Cinta Rendi yang Begitu Rumit
151
Cinta?
152
Alasan Rendi
153
Tidak Terduga
154
Kebetulan Konyol
155
Kekuatan Penggoda Wanita?
156
Sugesti dalam Berbicara
157
Last Misi
158
Para Mafia Memburu Rendi
159
Kemampuan Kamuflase
160
Amarah
161
Ceroboh
162
Bukan Perpisahan
163
Para Pembunuh Bayaran
164
Pergerakan Para Pembunuh Bayaran
165
Serangan tak ada Habisnya
166
Penyelamat?
167
Rencana Musuh dan Rencana Rendi
168
Pecah Perang
169
Pecah Perang 2
170
Terpojok
171
Mata Dewa
172
Kesempatan dalam Kesempitan
173
Sulis dalam Bahaya
174
Sulis Kritis
175
Kematian Tragis Danton
176
Akhir dari Para Mafia
177
Kabar Baik dan Kabar Buruk
178
Perubahan
179
Tubuh Dewa dan Kemampuan Dewa
180
Kebahagiaan Orang Berbeda-beda
181
Antisipasi
182
Menyadari Perubahan Rendi
183
Sulis Sembuh
184
Masalah Baru?
185
Dalam Bahaya?
186
Tidak Sesuai Rencana
187
Tak Seindah Kenyataan
188
Kembali
189
Mba Kunti Curhat?
190
Mengungkap Kebenaran
191
Kebenaran Terungkap
192
Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!