Bab 20

"Hooeek"

"Hoooeekk"

"Ini Pak"

Leha menyodorkan sebotol air mineral dan tisu. Yang di raih kasar oleh Isak. Matanya menatap Leha nyalang. Mereka berada di sebuah halaman rumah yang cukup asri.

Leha mengelus perlahan punggung Isak. Lelaki itu terhuyung dengan cepat Leha menahan tubuh bongsor lelaki itu.

Tubuh Leha mungil tapi jangan anggap remeh kekuatan yang wanita itu miliki. Ia dengan mudah memapah Isak menuju teras rumahnya. Dan mendudukkannya di sebuah bangku panjang yang terbuat dari bambu. Abahnya menyebut dipan.

"Bapak disini dulu, saya ke dalam sebentar"

Leha melihat Isak yang terkapar tak berdaya. Lelaki itu melambaikan tangannya agar Leha segera pergi.

"Assalamualaikum Abaaaahh?" Teriak Leha.

"Udah dateng lu, Leha! Pake segala tereak-tereak!"

"Mana? Mana laki calon mantu Abah"

Abah Hamid masuk kedalam rumah dengan sarung dan kaus putih oblongnya. Leha menyalami tangan sang abah. Tanpa menanggapi, ia ke dapur dan memasak air. Membuat teh hangat.

Abah mengintip dari dalam rumah ia melihat satu sosok yang duduk di dipan miliknya. Keluar ia ingin menemui sosok itu.

"Eh … siapa enih?"

Abah Hamid mendapati sosok Isak yang terkulai di kursi bambu. Mau tak mau, Isak berdiri. Mereka diam. Abah Hamit mengamati Isak dari atas hingga bawah.

Laki kantoran. Pakeannya mentereng. Wangi tapi agak aneh baunya. Cakep juga. Pernah liat dimana gue? Pikir Hamid merasa familiar.

Bapak paruh baya itu menatap juga mengendus Isak. Mendapatkan perlakuan begitu. Isak ikut mengendusi dirinya. Bau debu jalanan dan muntahannya. Tak sedap. Ia memundurkan dirinya. Merasa tak enak.

"Calonnya Leha?"

"Bukan Baaaah!"

Mata nyalang Isak menusuk sanubari Leha. Tajam dan membunuh. Leha datang dengan baki, dua cangkir berisi teh hangat. Ia juga meletakkan sepiring roti sumbu goreng alias singkong goreng. Di atas meja.

"Masa sih? Ah, perasaan sama kayak nyang di video? Bentar henpon Abah,"

Abah Hamid meraba tubuhnya mencari benda persegi panjang pipih itu. Ia masuk kedalam rumah. Leha menghampiri Isak dan memberi lelaki itu teh manis hangat.

"Ini pak, teh manisnya"

"Kamu bawa Saya kemana?"

"Kamu mau culik Saya?"

"Ish … emang Bapak laku apa, kalau Leha jual!"

Mata Isak melebar, menatap Leha membunuh. Leha menyengir ia membuat tanda v dengan jarinya. Isak melengos ia menatap sekeliling.

Rumah jadul yang luas dengan jendela yang besar. Undakan kayu untuk masuk ke teras rumah. Dengan halaman asri yang juga lebar.

Leha melihat Abahnya keluar dengan pakaian rapi juga memakai peci.

"Mau kemana Bah?"

"Mau ke depan bentar, tempat Uwak Hasbih, ngambil henpon! Ketinggalan tadi, habis ngopi"

"Bentar ya mantu, Abah ke depan dulu"

Isak hanya mengangguk seadaanya. Melihat sang Abah pergi. Leha meragu. Ia melirik takut, Tapi ini saatnya menjelaskan semua pada Isak.

 

"Bapak!"

Leha meraih tangan Isak yang memegang gelas. Ia kembali memanggil Isak dengan sebutan 'Bapak' karena memang hubunganndiantara mereka hanyansebatas karyawan dan bawahan saja saat ini.

"Bantu Leha Bapak! Ini permintaan Leha yang kedua!"

"Ayo kita pacaran … lagi!"

"Kapan saya pernah pacaran sama kamu?" Jawab Isak cepat.

"Pura-pura aja bapak! Kayak waktu di Qatar!"

Leha memegang lengan Isak. Lelaki itu telah duduk kembali. Kepalanya masih terasa pening. Isak berpikir lama.

"Apa yang akan kamu kasih ke saya sebagai imbalan?"

Kembali Leha dengan wajah melongo. Ia terbengong. Tak menduga jika Isak meminta imbalan. Tentu saja ia tak punya uang sepeserpun sekarang.

"Harus bayar ya pak?" Ucapnya Lesu.

Ia ingat Isak memberinya tiket piala dunia dan tiket pulang. Tapi itu kan masih masuk persyaratan yang ia minta. Sama situasi ini pun masih dalam persyaratan. Jadi ia tak harus membayar kan? Alis Leha menaut. Ia akan protes.

"Tapi pak inikan masih dalam 3 syarat yang Leha minta waktu itu. Nah Leha minta syarat yang ke duanya. Kenapa pake segala suruh bayar? Jujur pak, Leha nggak ada uang" Sungut Leha yang kemudian wajahnya kembali lesu.

"Memang saya bilang imbalannya itu hanya uang?"

Mata Isak mejelajah tubuh Leha, memberi isyarat yang bisa ditangkap Leha dengan sangat amat baik.

"Pakai tubuhmu!"

"Bapak! Beraninya!"

"Bapak emang ganteng! Ganteng banget malah! Tapi Leha masih punya harga diri!"

Leha berteriak lalu menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia beringsut mundur. Matanya panik mencari alat untuk melindungi diri.

"Harga diri siape?"

Hamid datang dengan menatap keduannya. Masuk dan mendekati Isak.

"Abaaaahh … "

Leha berlari menghampiri sang Abah. Ia beringsut dibelakang sang abah. Mencari perlindungan.

"Bih lu liat, siniiii …  bener dah mirip ini pan! Bener gueh enih calon mantu gueh enih! mentereng dah ah!"

Hamid menyodorkan ponselnya dekat dengan wajah Isak. Isak tersentak mundur. Ia terkejut.

Dari samping satu lagi, muncul, wajah lelaki paruh baya. Menatap Isak dalam dan dekat. Sangat dekat.

Leha yang berada di belakang abahnya ikut melihat potongan gambar wajah Isak di ponsel sang abahnya.

"Iyak Mid, mirip Mid, sama ini mah!" Lengkingan terdengar dari mulut Uwak Hasbih.

Kembali terkejut, Isak refleks memundurkan kepalanya cepat. Kepala Isak membentur kursi bambu. Ia mengaduh, menunduk.

Leha yang mendengar ringisan Isak maju dan ikut mengelus kepala lelaki itu. Ia merasakan benjolan disana. Ia ikut merintih saat Isak merintih kesakitan akibat elusannya.

***

Isak mengelus kepalanya dengan lap yang ia basahi dengan air hangat. Setelah kejadian di rumah Leha. Wanitabitu mewanti-wanti agar Isak mengompres benjolan kepalanya dengan air hangar dan ia lakukan sekarang.

Mengapa aku menuruti omongan wanita aneh itu! Batin Isak.

Ia membuang lap basah itu asal. Isak meleparkan tubuhnya yang telah segar pada ranjang empuk miliknya.

Banyak peristiwa yang membuatnya lelah. Apalagi ponselnya terus berdering. Nama Bunda tertera disana, Ibunya yang menelepon.

Ia juga belum menyelesaikan kesepakatan dengan Leha. Nanti saja. 

Tbc.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!