"Huuuu … dingin!"
Leha masuk ke kamarnya dengan keadaan mantelnya basah. Didalam kamar udaranya lebih hangat. Ada pemanas dalam kamar hotel. Dengan gaya jepang dengan tatami. Lalu ia masuk ke dalam tempat tidur yang lebih modern. Ranjang empuk dengan lemari. Kamar ini lebih terlihat seperti apartemen.
Wanita itu melihat kopernya dan mencari pakaian kering. Ia harus cepat mengganti pakaiannya. Dengan bersenandung Leha melepas satu demi satu pakaian yang ia kenakan.
Ia menyambar baju handuk dan mengenakannya. Ia masuk ke kamar mandi dan akan meletakkan keperluan mandinya di wastafel.
SRRRAAK!
Leha mengulurkan tangan ingin membuka pintu namun pintu itu lebih dulu terbuka. Leha dihadapkan dengan tubuh liat coklat. Hamduk kecil menutupi dari pinggang ke bawah.
"HUWOOW" pekik Leha tak sadar.
"Tutup matamu!" Perintah si pemilik tubuh seksi itu. Dengan refleks Leha menurut ia menutup matanya dengan kedua tangan.
Leha yang nackal, merengangkan jari telunuj dan jari tengah ia mengintip. Melihat sosok itu dari bawah hingga atas.
Mata mereka bertemu, Leha melebarkan cemgirannya.
"Bang Is seksi" Isak sudah mendekat ke lemari dimana ia meletakkan pakaiannya. Leha akan menengok namun handuk terbang menutupi wajahnya.
"Ish!" Leha menarik handuk yang menyangkut di kepalanya. Isak telah mengenakan Yukatanya.
"Bang Is keren"
"Dibilang tutup mata!"
"Pelit banget Bang, cuma ngintip sedikit. Tunggu-tunggu, kenapa kamu dikamar Leha?"
"Jangan bilang mau me sum!"
Tak!
"Aw!" Leha mengelus jitakan Isak si dahinya.
"Jangan nuduh! siapa yang mau me sum, Bunda yang ngatur," bela diri Isak.
Leha hanya mengangguk ia sudahlah menurut. Dan walaupun sekamar Leha yakin Isak tak akan macam-macam dengannya. Lelaki itu tidak berminat pada Leha.
"Kau perempuan tapi jorok sekali" omel Isak yang menendang baju basah Leha.
"Nanti mandi dulu, biar anget" wanita itu melipir masuk ke kamar mandi.
***
Nami mengajak anggota tournya untuk menemui Rena sekretaris Isak. Ia ingin mengagetkan pasangan itu. Mereka sudah bersiap di depan kamar Rena dan Raka.
"Surpriseeeee … "
Ctar!
Ctar!
"Bunda?"
"Siapa sayang?"
"Bunda?"
Raka bergumam.
"Holaaaa kalian Bunda nyusul sekeluargaaaa" Bunda Nami mendorong Rena dan Raka yang sedang memasak.
"Wiiiihh wangi Bun, kita gabung makan malam disini aja." Saran Sara yang diangguki bunda Nami.
Semalam suntuk mereka mengganggu pasangan muda itu, keesokan hatinya pun sama. Bunda Nami mengikuti pasangan Rena dan Raka snowboarding.
Pokoknya disana keluarga Ibrahim merecoki pasangan muda itu. Bami hanya balas dendam. Mereka tidak jujur ingin berlibur berdua. Berkelit jika mereka mengurus sesuatu. Dan menolak ajakan Nami ke Qatar.
Nami mengamati media sosial mereka asyik menghabiskan malam dengan Wine juga pemandangan perapian dan salju tebal.
Misi merecoki liburan pasangan itu pun berhasil. Mereka melewatkan malam tahun baru bersama. Akhirnya mereka pindah ke sebuah resort. Yang mereka bisa bebas untuk melakukan pesta barbeque.
Rena dan Raka akan sama seperti yang lainnya, pasrah dan nurut dengan rencana Nami. Dan hasilnya juga menyenangkan.
Lewat tahun baru waktunya mereka kembali ke aktifitas. Mereka bersiap. Di resort yang di sewa Nami. Leha mendapatkan kamar sendiri.
Saatnya berberes untuk pulang. Ketukan terdengar dari pintu. Kepala Isak menyembul saat Leha memberinya izin untuk masuk.
"Tiket mu sudah ada di Rena. Aku akan mengantar kalian. Kau sudah bersiap?" Isak melihat koper Leha yang telah siap.
Leha mengangguk. Wajahnya untuk sekilas terlihat sendu.
"Bang ini ponselnya" Leha menyerahkan ponsel Isak yang Leha pinjam.
"Terima kasih dan Maaf sudah mengacau hidup Abang" Leha mengulurkan tangan.
"Kesepakatan kita berakhir disini"
"Ya, berakhir disini"
Isak menyambut dan menjabat tangan Leha. Lama mereka saling berpandang. Leha tersenyum lebar.
Rena pun telah meminta maaf pada Leha atas nama Udin. Mereka janjian akan mencari keberadaan si sepupu Rena itu setelah tiba di Jakarta.
"Untuk permintaan ke 2 dan ke 3—"
"Baaang kamu tak bilang kalau Leha pulang dengan Rena?" Nami menerobos masuk kamar Leha. Protes pada Isak. Nami tak tahu kepulangan Leha telah diatur.
"Bunda?"
Nami memeluk Leha yang telah siap-siap.
"Bunda kira kamu ikut bunda ke Qatar."
"Bun, aku harus kembali abah kasian bun ditinggal lama sama Leha."
"Nanti Bunda nyusul."
Nami bersedih tak ada lagi yang bisa diajak melakukan sesuatu yang heboh. Hanya Leha yang akan menemaninya dan selalu mendukung ide-ide absurdnya. Anak-anaknya jangan harap mau.
Nami ikut mengantar Leha ke bandara. Tangisannya pecah. Nami telah menganggap Leha anaknya.
Leha mendorong kopernya. Leha meminta maaf pada Nami. Nami bingung Leha melakukan kesalahan apa padanya, sehingga selalu mengucapkan maaf terus disepanjang jalan menuju bandara. Nami hanya mengangguk. Memaafkan apapun itu.
"Bunda nyusul kalau pekerjaan ayah di Qatar selesai"
Leha hanya mengangguk. Leha menatap Isak. Ia tersenyum. Dalam hati mengucapkan salam perpisahan. Entah kapan mereka bisa bertemu lagi.
Selamat tinggal, Bunda.
Selamat tinggal Bang Isak.
Selamat tinggal cinta pertama.
Ya, Leha tak memungkiri. Hatinya terpaut oleh Isak. Tapi ia sembunyikan debaran yang selalu lelaki itu timbulkan. Siapa dia? Hanya pekerja serabutan yang beruntung bertemu Nami, juga keluarga Ibrahim yang baik hati. Juga berterima kasih pada Isak yang bisa mempertemukannya dengan idolanya Neymar.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments