Hari berganti hari selama itu, Arthur masih mendapatkan penyiksaan dari Olivia. Seperti hari ini ketika Arthur ingin duduk bersantai malah di suruh me ngepel mansion yang seluas ini. Gila apa Olivia?.
Tetapi Arthur masih menurutinya entah kenapa. Arthur tidak ingin ia dijauhkan dari anak yang tengah di kandung Elena.
Setelah selesai mengepel seluruh mansion itu, Arthur pun bergegas mandi kemudian ia pun memakai pakaian nya. Arthur hari ini berniat ingin pulang ke mansion milik nya. Karena memang dia sudah capek selama satu bulan berada di mansion Elena. Selama satu bulan itu bahkan dia hanya dijadikan pembantu.
Setelah rapi barulah Arthur meminta izin kepada istrinya untuk pergi ke desa karena saudara nya sakit nya kambuh lagi.
“Tok - tok - tok.“ Arthur mengetuk pintu kamar Elena.
“Masuk!” sahut Elena dari dalam. Mendengar itupun Arthur segera masuk ke kamar Elena.
Dilihatnya perut Elena yang sudah terlihat membesar dari sebelumnya.
“Nona, saya izin untuk beberapa hari pulang ke desa saya, karena saudara saya sedang sakit,” ucap Arthur meminta izin.
Elena pun tampak berfikir, hingga kemudian Elena menganggukkan kepalanya.
“Ya, baiklah,“ jawab Elena sembari membawa semangkuk sup buah yang ada di tangannya.
“Terima kasih Nona,” ucap Arthur sembari tersenyum. Kemudian Arthur menutup pintu kamar Elena dengan hati-hati takut menimbulkan suara yang berisik.
Ternyata di luar kamar itu seorang wanita paruh baya sudah berdiri dengan tangan yang ia taruh di pinggang nya.
“Hah? Kau mau pulang ke kampung mu yang kumuh dan kotor itu? Pulanglah bahkan jangan kembali lagi,” ucap Olivia ketus sembari tersenyum licik.
Arthur yang sudah sangat lelah tidak menanggapi ucapan Olivia, ia berjalan melewati Mertuanya itu tanpa melihat sedikit pun.
Olivia bingung kenapa dia seakan tidak memperdulikan nya. “Ada apa dengan dia?” batin Olivia sembari melihat punggung Arthur yang kian menjauh.
Arthur ia memang sudah capek dengan semua ini. Ya... Arthur dia sudah ingin mengakhiri ke sengsara an hidup nya.
“Lebih baik, aku memesan taksi dan beristirahat di mansion saja,” gumam Arthur sembari menunggu taksi yang sudah ia pesan.
Tidak menunggu waktu lama, taksi itu sudah datang, ia pun bergegas menaiki taksi itu.
“Pak Ke alamat yang sudah saya kirim ya! Cepat,” perintah Arthur kepada seorang sopir taksi itu, ketika ia sudah berada di dalam taksi.
“Iya Tuan,” sahut Sopir taksi itu sembari melihat penumpangnya.
Mobil taksi itu melaju dengan sangat kencang membelah jalanan ibu kota di siang hari.
Arthur menghirup udara yang masuk melalui jendela mobil itu.
“Akhirnya aku bisa terlepas dari Nenek Peyot itu,” gumam Arthur lirih. Sembari menikmati hembusan angin di siang hari.
Tidak menunggu waktu lama sebuah taksi sudah berhenti di depan sebuah mansion yang mewah. Arthur pun turun dari taksi itu lantas di sambut oleh para penjaga mansion nya.
“Selamat datang Tuan,” ucap salah seorang penjaga mansion.
“Hm...” jawab Arthur dingin. Tak lupa Arthur memberikan uang untuk sopir taksi itu karena telah mengantar nya pulang.
Ia pun berjalan dengan sangat cepat untuk bisa sampai di ruang utama mansion.
Arthur pun memasuki mansion yang mewah dan megah itu.
“Ahh... Akhirnya aku bisa kembali ke mansion ini,” gumam Arthur sembari bergegas untuk pergi ke kamarnya.
Sampai di kamar Arthur pun merebahkan tubuhnya.
Tiba-tiba tanpa Arthur duga seseorang tengah masuk ke kamar Arthur tanpa izin dari pemilik kamar.
“Ceklek”
“Arthurr!” teriak orang itu sembari berlari memasuki kamar milik Arthur.
Arthur pun gelagapan untuk bangun. Ternyata yang baru saja datang adalah sahabat nya. Arsya Permata, Pria berusia 30 tahun itu adalah sahabat dari Arthur ia juga mempunyai beberapa mall di jakarta.
“Ya,” jawab Arthur.
“Hahahaha... Teman akhirnya kau pulang juga setelah berbulan-bulan kau berada di rumah istri mu,” ucap Arsya sembari merangkul Arthur.
“Aku sudah lelah tinggal disana, bahkan mertua ku saja melakukan aku bagaikan seorang pembantu,” ucap Arthur kepada Arsya.
“Hah? benarkah Bro? Siapa yang sudah berani menyuruhmu?” tanya Arsya heran.
“Ya si Olivia,” jawab Arthur sembari meneguk air mineral yang ada di gelasnya.
“Olivia? Namanya sepertinya tidak asing sebentar oh Olivia Queen Harrison? Apa dia orangnya?” tanya Arsya memastikan.
“Ya dia,” ucap Arthur semakin mengingat nama itu semakin ia kesal mengingat jika ia dijadikan seorang pembantu.
“Aku sebenarnya mempunyai dendam kepada Olivia, tapi aku tidak bisa apa-apa dia selalu mengancam dengan anak yang Elena kandung,” ucap Arthur mengeluarkan unek-unek nya kepada Arsya.
“Hah! Apa kau ingin membalas dendam?” tanya Arsya balik.
“Ya, aku ingin membalaskan dendam tetapi aku tidak ingin identitas ku terbuka begitu saja,” sahut Arthur.
“Rencana, kita butuh sebuah rencana,” celetuk Arthur sembari memikirkan rencana yang akan mereka susun.
Arsya pun turut membantu Arthur untuk memikirkan rencana yang akan mereka buat untuk membalaskan dendam Arthur kepada Olivia, tetapi tidak membuka identitas Arthur sebenarnya.
Setelah lama berdiskusi mengenai rencana yang akan mereka buat, akhirnya rencana pun sudah siap. Beberapa kali Arthur membisikkan sesuatu di telinga Arsya. Di jawab anggukan oleh Arsya.
Entah rencana apa yang tengah mereka siapkan waktu itu.
Setelah beberapa jam berdiskusi mengenai rencana yang akan mereka buat, akhirnya selesai. Kini tinggal menelpon seseorang untuk membuat sedikit keajaiban.
Arthur mengambil telepon genggam yang ada di sakunya, kemudian ia menelpon orang yang ia maksud.
Panggilan itu pun terhubung terdengar suara pria di seberang sana.
“Hallo” ucap seseorang di ujung telepon.
“Saya butuh bantuan anda untuk membuat satu perusahaan kecantikan mengalami kebangkrutan dalam satu malam, Dan untuk dana yang masuk akibat kebangkrutan itu silakan masukan di rekening saya,” ucap Arthur.
“Baik Tuan,” jawab seorang pria di ujung telepon.
Kemudian Arthur mematikan teleponnya secara sepihak. Arthur tersenyum licik mengingat jika Olivia adalah wanita yang pernah menyuruhnya inj itu, persetan dengan statusnya sebagai mertuanya. Yang jelas siapa pun yang berani mengusik kehidupan Arthur maka ia harus mempertanggungjawabkan nya dikemudian hari.
“Rencana pembalasan dimulai,” gumam Arthur sembari tersenyum jahat.
“Ya, mereka yang pernah membuat mu jadi pembantu maka mereka juga harus merasakan lebih dari itu,” ucap Arsya geram, ia tidak terima jika sahabat nya itu di perlakukan sebagai seorang pembantu hanya karena Arthur miskin.
“Malam ini main ke Club yok Bro!” ajak Arsya kepada Arthur yang sepertinya terlihat banyak pikiran.
Arthur pun tampak berfikir sebentar sebelum akhirnya Arthur menyetujui ajakan dari Arsya.
“Boleh, lagi pula aku juga sudah lama tidak main ke Club,” jawab Arthur ia pun membaringkan dirinya kembali di ranjang empuk itu.
.
Malam pun tiba, dua pria yang dewasa itu tengah turun dari sebuah mobil ferrari yang terparkir di sebuah club malam yang mewah.
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
aq kira arsya permata itu nama perempuan kak thor..🤣🤣🤣
2023-03-03
1