Bab 16 Makan Siang Bersama

Mereka berdua sudah sampai di restoran itu. Berjalan menuju ruangan khusus VIP yang sudah di pesan Elena.

Sejak tadi Elena tidak bisa melepaskan pandangannya dari Arthur. Wajah tampan itu selalu membuat Elena terpesona wangi harum yang semerbak membuat Elena betah berada di sampingnya.

“Andai suamiku seperti ini, pasti aku akan betah berada di sampingnya,” batin Elena sembari tersenyum membayangkan jika yang di sampingnya ini adalah Arthur.

“Heyy Nona, sudah sampai,” ucap Arthur.

Ucapan Arthur sontak membuyarkan imajinasi Elena. Elena pun gelagapan di buat nya.

“I- iya ada apa Tuan?” tanya Elena balik malah membuat Arthur keheranan.

“Sudah sampai. Lihatlah di depan Anda,” ujar Arthur sembari menunjuk sebuah ruang VIP.

“Oh Iya. Mari masuk Tuan, kemudian kita pesan makanan!” ajak Elena sembari menutupi kegugupan pada dirinya.

Arthur pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Sembari berjalan memasuki ruangan VIP.

“Aneh, dia terlihat sedang melamun,” batin Arthur.

Setelah mereka berdua duduk di kursi masing-masing, seorang pelayan restoran datang untuk mencatat pesanan mereka. Setelah mereka memesan makanan dan minuman yang akan mereka santap, suasana pun kembali hening. Disatu sisi Arthur yang bimbang ingin membuka percakapan seperti apa, sedangkan Elena yang terlihat gembira sedari tadi.

Tidak menunggu waktu lama makanan yang mereka pesan sudah datang. Elena yang mencium bau sapi panggang itu ia merasakan mual.

Dengan secepat kilat Elena berlari ke arah wastafel yang ada di pinggir ruangan tersebut. Elena pun memuntahkan seluruh isi perutnya. Arthur pun lantas bergegas menghampiri Elena sembari memijat tengkuk Elena.

“Huekk - huekk - huekk”

Setelah di rasa sudah tidak mual Elena pun kembali duduk dengan dipapah oleh Arthur.

“Awas, hati-hati,” ucap Arthur sembari mengambil kursi untuk Elena duduk.

Arthur pun dengan cekatan mengambil segelas air hangat yang berada di atas mejanya. Ia kemudian memberikan air itu kepada Elena.

Elena pun menerima air itu dan mulai meminumnya dengan pelan.

Satu gelas air itu pun sudah tandas diteguk Elena. Kemudian Elena mengembalikan gelas itu kepada Arthur.

“Apa kau sakit Nona?” tanya Arthur sembari mengelap keringat yang membasahi dahi Elena menggunakan tisu.

“Ahh... Tidak,” jawab Elena gugup karena wajah Arthur sangat dekat dengannya saat ini.

“Jangan berbohong Nona, jika Anda sakit bilang saja. Kalau tidak kita ke rumah sakit sekarang?” tawar Arthur.

“Jangan! Mak- maksud ku tidak usah ke rumah sakit. Nanti pasti sembuh sendiri,” ucap Elena menolak tawaran Arthur.

Bukan tanpa sebab Elena menolak ajakan Arthur untuk ke rumah sakit. Karena ia tidak ingin jika kondisi ia tengah hamil tersebar.

“Lebih baik aku segera pulang dari pada disini mengundang banyak curiga,” batin Elena sembari mengirimkan sebuah pesan kepada sekretaris pribadinya untuk menjemputnya di restoran.

“Apa benar Nona, nanti sembuh sendiri. Atau saya antar pulang saja,” tawar Arthur lagi.

“Terima kasih, tapi tidak Tuan. Karena Sofi sedang menuju kesini,” jawab Elena.

“Oh ya, kalau begitu mari saya antar ke depan,” ucap Arthur sembari mengantar Elena ke lantai bawah restoran itu.

Mereka berdua pun disana menunggu Sofi datang menjemput Elena. lima menit berlalu Sofi pun datang dengan membawa sebuah mobilnya.

Buru-buru Sofi turun dari mobilnya kemudian menghampiri Elena dan kemudian membantu Elena untuk masuk ke mobil.

Setelah ia bisa memastikan Elena nyaman di dalam mobil barulah Sofi keluar menghampiri Arthur yang tengah berdiri memperhatikan interaksi mereka.

“Sebelumnya terima kasih Tuan, karena sudah membantu Nona. Dan maaf telah merepotkan,” ucap Sofi kepada Arthur.

“Ya, tidak masalah. Jaga Nona mu baik-baik jangan sampai dia tergores sedikit pun. Kalau tidak nyawa mu melayang,” ancam Arthur tiba-tiba membuat jantung Sofi berdetak tidak karuan.

“Ba- baik Tuan,” jawab Sofi ia tidak berani menatap Arthur.

“Kalau begitu kami permisi,” ucap Sofi sembari mempercepat langkahnya untuk memasuki kendaraan beroda empat itu.

“Brummm”

Mobil itu pun melesat cepat hingga meninggalkan Arthur seorang diri.

Arthur pun menghela napas sembari menelpon Hendri untuk mengantarnya pulang.

Setelah panggilan itu terhubung, barulah Arthur berbicara.

“Jemput Aku di restoran depan perusahaan cepat!” perintah Arthur kemudian ia mematikan teleponnya secara sepihak.

Sedangkan disebuah ruang di perusahaan Arthur. “Kebiasaan selalu dimatikan secara sepihak,” gumam Hendri sembari bergegas menuju lantai bawah untuk menjemput bos nya itu.

Tidak menunggu waktu lama Hendri datang dengan mobil ferrari nya.

Arthur yang melihat sebuah mobil menghampiri nya pun lantas segera masuk ke mobil itu.

“Sekarang ke mansion Elena!” perintah Arthur.

“Baik Tuan,” sahut Hendri sembari melihat sekilas tempat duduk penumpang yang ada di belakang nya.

“Apa lihat-lihat?” ketus Arthur merasa risih.

“Apa Tuan, tidak mengganti Pakaian?” tanya Hendri dengan hati-hati takut Bos nya itu tersinggung.

“Apa maksud mu?” tanya Arthur balik sembari melihat pakaian mahal yang ada di tubuhnya.

“Tuan kan berpura-pura menjadi orang miskin, di mansion Nona Elena. Apa benar seorang pria miskin memakai pakaian mahal seperti itu?” ucap Hendri sembari menunjuk kemeja mahal Arthur.

“Ya... Aku lupa,” ucap Arthur singkat.

“Aku akan segera mengganti pakaian ini. Kau fokuslah mengemudi aku tidak ingin mati muda,” ucap Arthur dingin.

“Baiklah Tuan,” jawab Hendri kemudian ia kembali mengemudikan kendaraan beroda empat itu.

“Bos.. Bos... Minimal berterima kasih lah, aku sudah memberi tahu mu,” lirih Hendri.

Tanpa diduga ternyata Arthur mendengar ucapan Hendri barusan.

“Apa?” bentak Arthur seketika mampu membuat Hendri bergidik ngeri.

“Ti- tidak Tuan,” jawab Hendri sembari menelan ludah nya.

.

Sedangkan di kediaman Elena.

Elena tengah berbaring di ranjang, karena badannya mendadak lemas tidak berdaya. Elena ditemani oleh Bi Sri, karena ia tidak ingin sendirian di kamarnya. Sedangkan Olivia ia tengah ber belanja dengan teman-teman nya.

“Bi, pusing,” lirih Elena sembari memegang kepalanya.

“Bibi ambilkan air hangat ya,” tawar Bi Sri.

“Jangan Bi! Nanti aku di sini sendiri,” tolak Elena sembari memegang tangan wanita paruh baya itu.

“Bi.. Aku mau tanya, tapi jangan bilang siapa-siapa,” ucap Elena lirih sembari melihat pintu kamarnya takut ada orang yang masuk.

“Iya, Bibi tidak akan bilang kok. Mau tanya apa?” sahut Bi Sri.

“Arthur di mana?” tanya Elena malu malu.

“Oh Tuan Arthur, tadi dia izin ke Nyonya, katanya dia mau ke desa. Ada saudara nya, yang sakit,” jawab Bi Sri.

“Oh,” sahut Elena, tiba-tiba muka Elena merasa muram.

“Non, mau sesuatu?” tanya Bi Sri sembari tersenyum.

“Sebenarnya saya mau mangga muda,” cicit Elena sembari mengelus perutnya.

“Kalau begitu saya belikan sebentar saja Non,” jawab Bi Sri sembari bersiap akan ke toko buah.

“Jangan Bi, aku maunya Arthur yang ngambil,” pinta Elena sembari membayangkan enaknya memakan mangga muda itu.

“Ya udah kita menunggu Tuan pulang dulu,” jawab Bi Sri.

Mau tak mau Elena pun menurutinya.

.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

ayo semangaaaaat 💪💪💪kak thor ditunggu bab selanjutnya..

2023-03-01

1

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

kak thor bikin elena jatuh cinta sama arthur..

2023-03-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Rencana
2 Bab 2 Dijebak
3 Bab 3 Mencari Pelaku
4 Bab 4 Ternyata Pria Itu
5 Bab 5 Menemui Arthur
6 Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7 Bab 7 Mendapatkan Cacian
8 Bab 8 Terpaksa Menikah
9 Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10 Bab 10 Keteledoran Elena
11 Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12 Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13 Bab 13 Kedatangan Kayla
14 Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15 Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16 Bab 16 Makan Siang Bersama
17 Bab 17 Mangga Muda
18 Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19 Bab 19 Club Malam
20 Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21 Bab 21 Kost Arthur
22 Bab 22 Kebusukan Kayla
23 Bab 23 Memulai Usaha
24 Bab 24 Pasar
25 Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26 Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27 Bab 27 Memasak Rica-rica
28 Bab 28 Rencana Kayla
29 Bab 29 Ada apa ini?
30 Bab 30 Keracunan
31 Bab 31 Ternyata Kayla
32 Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33 bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34 Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35 Bab 35 Pergi ke Mansion
36 Bab 36 Pembantu
37 Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38 Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39 Bab 39 Siapa dia?
40 Bab 40 Flashback
41 Bab 41 Kemarahan Rizal
42 Bab 42 Perbincangan antara
43 Bab 43 Sekretaris Baru
44 Bab 44 Menjenguk Hendri
45 Bab 45 Kesalah Pahaman
46 Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47 Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48 Bab 48 Bubur Ayam
49 Bab 49 Perusahaan Elana
50 Bab 50 Masa Lalu Arthur
51 Bab 51 Sahabat Masa SMA
52 Bab 52 Mencelakai Elena
53 Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54 Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55 Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab 1 Rencana
2
Bab 2 Dijebak
3
Bab 3 Mencari Pelaku
4
Bab 4 Ternyata Pria Itu
5
Bab 5 Menemui Arthur
6
Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7
Bab 7 Mendapatkan Cacian
8
Bab 8 Terpaksa Menikah
9
Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10
Bab 10 Keteledoran Elena
11
Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12
Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13
Bab 13 Kedatangan Kayla
14
Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15
Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16
Bab 16 Makan Siang Bersama
17
Bab 17 Mangga Muda
18
Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19
Bab 19 Club Malam
20
Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21
Bab 21 Kost Arthur
22
Bab 22 Kebusukan Kayla
23
Bab 23 Memulai Usaha
24
Bab 24 Pasar
25
Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26
Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27
Bab 27 Memasak Rica-rica
28
Bab 28 Rencana Kayla
29
Bab 29 Ada apa ini?
30
Bab 30 Keracunan
31
Bab 31 Ternyata Kayla
32
Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33
bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34
Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35
Bab 35 Pergi ke Mansion
36
Bab 36 Pembantu
37
Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38
Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39
Bab 39 Siapa dia?
40
Bab 40 Flashback
41
Bab 41 Kemarahan Rizal
42
Bab 42 Perbincangan antara
43
Bab 43 Sekretaris Baru
44
Bab 44 Menjenguk Hendri
45
Bab 45 Kesalah Pahaman
46
Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47
Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48
Bab 48 Bubur Ayam
49
Bab 49 Perusahaan Elana
50
Bab 50 Masa Lalu Arthur
51
Bab 51 Sahabat Masa SMA
52
Bab 52 Mencelakai Elena
53
Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54
Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55
Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!