Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?

Pagi hari nya Elena tengah bersiap - siap untuk pergi ke kantor. Hari ini merupakan jadwal meeting dengan beberapa petinggi perusahaan di Jakarta.

Setelah selesai bersiap Elena pun segera bergegas untuk pergi ke kantornya.

Elena pergi tanpa berpamitan dengan Arthur.

Sementara Arthur pun juga bersiap untuk meminta izin keluar dari rumah ini, dengan alasan ada saudara nya di desa yang sedang sakit.

Arthur pun menghampiri Olivia yang tengah bersantai di teras mansion nya.

“Nyonya, saya meminta izin untuk pergi ke rumah saudara saya di Desa, karena beliau sakit,” ucap Arthur kepada Olivia.

Olivia pun meletakkan kopi di meja, ia pun melihat menantunya itu. Seutas senyum ia tampilkan tanpa ada dendam seperti biasanya. Hingga membuat Arthur terheran-heran.

“Silakan dan jangan pulang ke mansion ini. Tinggallah di Desa untuk selamanya,” ucap Olivia sembari mengibaskan tangannya.

“Tidak bisa Nyonya, saya takut jika saya berada di Desa, maka Elena kenapa-kenapa,” ucap Arthur jujur.

“Huh... Ya sudahlah terserah,” jawab Olivia ia pun membaca koran nya kembali.

Mendapatkan jawaban yang seperti itu Arthur pun bersiap-siap untuk pergi. Arthur hanya membawa uang dan dompetnya saja ia tidak membawa pakaian nya sama sekali. Karena Arthur sebenarnya tidak pergi ke Desa melainkan untuk menghadiri rapat beberapa petinggi perusahaan di Jakarta.

Setelah itu Arthur pun berjalan kaki menuju halte bus yang tidak jauh dari mansion Elena. Sembari menunggu Hendri datang menjemputnya.

Lima menit kemudian Hendri sudah datang menggunakan mobilnya. Arthur pun bergegas masuk ke dalam mobil itu karena memang waktunya tinggal tiga puluh menit lagi rapat penting itu dimulai.

“Hendri! Di mana pakaian ku?” tanya Arthur yang sedang duduk di kursi penumpang.

“Ini Tuan,” sahut Hendri sembari memberikan pakaian Arthur yang akan di gunakan untuk menghadiri rapat.

Arthur pun menerima pakaian itu ia pun melihat sekilas jam yang ada di ponselnya. Jam itu menunjukkan waktu 09:45 berarti hanya ada waktu lima belas menit. Arthur pun segera mengganti pakaian nya dimobil itu untung mobil itu sudah lengkap dengan kaca mobil berwarna hitam sehingga tidak terlihat dari luar beserta gorden yang menutupinya.

Setelah mengganti pakaiannya, Arthur pun menyemprotkan parfum di seluruh badannya. Wangi parfum itu mengguar di indra pencium Hendri. Kemudian Arthur pun merapikan rambutnya sembari menatap penampilannya.

Kini yang ada di mobil itu adalah Arthur si milyader muda dan pemilik perusahaan tambang emas. Bukan lagi Arthur si miskin yang bekerja menjadi room attendant di sebuah Club Malam.

Lima menit kemudian mobil itu sudah sampai di sebuah perusahaan bertuliskan “Fenedrick Company”

Arthur pun bergegas turun dari mobilnya, ketika ia turun ia mendapatkan sambutan dari para stafnya yang bekerja.

“Selamat datang tuan, Mari ikut saya, karena lima menit lagi rapat akan segera dimulai,” ajak Hendri sembari mengajak Arthur.

“Ya,” sahut Arthur mereka berdua pun berjalan untuk sampai di lantai atas gedung itu.

Melalui lift yang telah disediakan.

Sampailah mereka di ruang rapat tersebut. Hendri kemudian membuka handle pintu ruang itu. Mereka semua yang ada di dalam ruang rapat itu sontak berdiri karena mereka menghormati Arthur sebagai petinggi perusahaan ini.

“Hallo Tuan, selamat datang,” ucap salah satu dari mereka dibalas anggukan oleh Arthur.

Mereka pun duduk di kursi masing-masing. Arthur melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam itu sudah menunjukkan pukul 10:00 berarti saatnya meeting dimulai.

Arthur kemudian memberikan kode kepada Hendri untuk memulai rapatnya.

Hendri yang mengerti kode anggukan kepala dan senyuman Arthur pun akhirnya membuka rapat itu.

“Selamat pagi semu- ” ucapan Hendri tertahan begitu saja karena ketukan pintu membuat atensi mereka teralih kan.

“Tok - tok - tok”

Hendri pun membukakan pintu itu. Dan munculah Elena beserta seorang sekretaris nya datang untuk menghadiri rapat itu.

“Elena,” batin Arthur sembari melihat istrinya berada di tempat yang sama dengannya.

“Permisi, Maaf Tuan, Nyonya, Nona. Saya terlambat menghadiri acara rapat kali ini. Karena jalanan sedang macet,” ucap Elena ia meminta maaf

“Tidak apa-apa Nona, acara rapat juga baru dimulai,” jawab Hendri sembari mempersilakan Elena duduk.

“Silakan Nona,” ucap Hendri.

“Terima kasih,” jawab Elena.

Elena dan sekretaris nya pun duduk di kursi masing-masing.

Rapat itu pun dimulai. Tetapi fokus Elena bukan pada orang yang tengah mempresentasikan di depan. Melainkan kepada Pria dengan setelan jas berwarna Hitam.

“Mukanya seperti tidak asing. Seperti Arthur,” batin Elena ia melihat dengan sangat intens.

“Tetapi tidak mungkin jika itu Arthur. Dilihat dari penampilan nya saja sudah terlihat jika ia adalah orang kaya. Lantas siapa Arthur dia hanya seorang pria miskin,” batin Elena masih menatap pria itu seakan terkagum-kagum.

“Mungkin hanya mirip,” batin Elena.

Arthur merasa risih sejak tadi Elena memperhatikannya terus menerus. Akhirnya Arthur pun menatap Elena. Mereka pun saling ber tatapan.

“Deg” jantung Elena terasa berdetak lebih kencang seakan ingin melompat dari tempatnya. Entah kenapa dirinya bisa seperti ini. Cepat-cepat lah Elena memutuskan pandangan mereka.

Rapat itu pun berlanjut hingga selesai.

.

Setelah rapat itu selesai para petinggi perusahaan pun izin untuk pulang ke perusahaan masing-masing karena jadwal mereka yang masih banyak.

Tersisalah di ruangan itu hanya ada Arthur, Hendri, Elena dan sekretaris Elena.

Sedangkan Elena ia ingin mengajak Arthur untuk makan siang. Sepertinya ia tertarik dengan pria itu.

“Tuan Fenedrick!” panggil Elena, Arthur pun menoleh.

“Iya Nona?” sahut Arthur kembali.

“Apakah siang ini Anda sedang sibuk?” tanya Elena.

Arthur pun melihat hendri asisten sekaligus sekretaris nya, karena semua jadwal ada di Hendri.

Hendri yang paham tatapan itu pun segera memeriksa jadwal Arthur siang ini.

“Siang ini Anda tidak ada jadwal Tuan,” ucap Hendri sembari menutup ponselnya.

“Kalau begitu, kalau Anda tidak keberatan apakah bisa makan siang bersama saya!” ajak Elena.

Setelah berfikir Akhirnya Arthur menyetujuinya. Ia juga ingin melihat bagaimana sikap asli Elena jika tidak dengan nya sebagai orang miskin.

“Iya bisa Nona,” jawab Arthur.

“Gimana kalau di restoran depan perusahaan ini?” tawar Elena.

“Boleh,” jawab Arthur.

“Kalau begitu saya permisi Tuan, Nona,” ucap Hendri sembari berjalan keluar ruangan.

“Saya juga permisi, ” ucap Sofi sekretaris Elena.

“Ya,” jawab mereka berdua secara serentak.

Tinggal Arthur dan Elena saja di ruangan itu. Keadaan mendadak hening.

Elena berinisiatif segera mengajak Arthur untuk segera pergi ke restoran nya.

“Ayo Tuan! Ke restoran sekarang berhubung saya sudah booking tempatnya,” ajak Elena.

Arthur pun menganggukkan kepalanya.

Mereka berdua pun berjalan dengan ber iringan. Melewati beberapa ruang di perusahaan itu hingga memasuki lift untuk turun. Dan sampailah mereka di lobi perusahaan. Sontak mata tertuju pada mereka.

Ini adalah pemandangan yang paling langka di perusahaan itu pasalnya seorang Bos Arthur atau Tuan Fenedrick tidak pernah mau untuk makan siang bersama dengan wanita mana pun. Dan kini di depan mata mereka untuk pertama kalinya Arthur menerima tawaran itu bahkan Arthur berjalan bersama dengan seorang wanita.

Mereka berdua melewati lobi begitu saja tanpa memperdulikan pertanyaan yang terbesit di dalam kepala karyawan Arthur. Gosip pun kian memuncak memenuhi lobi itu.

“Lihatlah Tuan Fenedrick dia sekarang sedang berjalan dengan Nona Elena. Ini adalah pemandangan yang paling langka,” ucap salah satu karyawan Wanita.

“Lihat! Mereka sangat cocok,” celetuk yang lainnya.

“Ahh... Aku iri melihat kedekatan mereka,” ucap yang lainnya.

“Aku ingin diposisi Nona Elena,” ucap yang satunya.

“Satu kata untuk mereka COCOK yang satu cantik juga berkarir yang satu tampan juga crazy rich,” ucap yang lainnya.

“Apa status mereka. Apakah sudah menjalin hubungan dekat,” celetuk salah satu dari mereka.

“Sepertinya begitu,” sahut salah satu karyawan yang ada di lobi.

Begitulah gosip - gosip yang tersebar di perusahaan itu. Elena yang mendengar itu pun tersenyum.

.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

GAK NYADAR LO, TU SI FREDERICK SUAMI LO YG LGI TAMPIL DI HABITAT ASLINYA

2023-06-19

0

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

hahahahaaa..kamu belum tau aja elena kalau dia tuh arthur suami kamu yang kamu anggap pria miskin, elena pasti bakalan shock kalau kalau arthur tuh sebenernya orang kaya..

2023-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Rencana
2 Bab 2 Dijebak
3 Bab 3 Mencari Pelaku
4 Bab 4 Ternyata Pria Itu
5 Bab 5 Menemui Arthur
6 Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7 Bab 7 Mendapatkan Cacian
8 Bab 8 Terpaksa Menikah
9 Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10 Bab 10 Keteledoran Elena
11 Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12 Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13 Bab 13 Kedatangan Kayla
14 Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15 Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16 Bab 16 Makan Siang Bersama
17 Bab 17 Mangga Muda
18 Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19 Bab 19 Club Malam
20 Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21 Bab 21 Kost Arthur
22 Bab 22 Kebusukan Kayla
23 Bab 23 Memulai Usaha
24 Bab 24 Pasar
25 Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26 Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27 Bab 27 Memasak Rica-rica
28 Bab 28 Rencana Kayla
29 Bab 29 Ada apa ini?
30 Bab 30 Keracunan
31 Bab 31 Ternyata Kayla
32 Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33 bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34 Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35 Bab 35 Pergi ke Mansion
36 Bab 36 Pembantu
37 Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38 Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39 Bab 39 Siapa dia?
40 Bab 40 Flashback
41 Bab 41 Kemarahan Rizal
42 Bab 42 Perbincangan antara
43 Bab 43 Sekretaris Baru
44 Bab 44 Menjenguk Hendri
45 Bab 45 Kesalah Pahaman
46 Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47 Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48 Bab 48 Bubur Ayam
49 Bab 49 Perusahaan Elana
50 Bab 50 Masa Lalu Arthur
51 Bab 51 Sahabat Masa SMA
52 Bab 52 Mencelakai Elena
53 Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54 Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55 Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab 1 Rencana
2
Bab 2 Dijebak
3
Bab 3 Mencari Pelaku
4
Bab 4 Ternyata Pria Itu
5
Bab 5 Menemui Arthur
6
Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7
Bab 7 Mendapatkan Cacian
8
Bab 8 Terpaksa Menikah
9
Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10
Bab 10 Keteledoran Elena
11
Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12
Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13
Bab 13 Kedatangan Kayla
14
Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15
Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16
Bab 16 Makan Siang Bersama
17
Bab 17 Mangga Muda
18
Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19
Bab 19 Club Malam
20
Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21
Bab 21 Kost Arthur
22
Bab 22 Kebusukan Kayla
23
Bab 23 Memulai Usaha
24
Bab 24 Pasar
25
Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26
Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27
Bab 27 Memasak Rica-rica
28
Bab 28 Rencana Kayla
29
Bab 29 Ada apa ini?
30
Bab 30 Keracunan
31
Bab 31 Ternyata Kayla
32
Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33
bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34
Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35
Bab 35 Pergi ke Mansion
36
Bab 36 Pembantu
37
Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38
Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39
Bab 39 Siapa dia?
40
Bab 40 Flashback
41
Bab 41 Kemarahan Rizal
42
Bab 42 Perbincangan antara
43
Bab 43 Sekretaris Baru
44
Bab 44 Menjenguk Hendri
45
Bab 45 Kesalah Pahaman
46
Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47
Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48
Bab 48 Bubur Ayam
49
Bab 49 Perusahaan Elana
50
Bab 50 Masa Lalu Arthur
51
Bab 51 Sahabat Masa SMA
52
Bab 52 Mencelakai Elena
53
Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54
Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55
Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!