Pagi hari nya Elena tengah bersiap - siap untuk pergi ke kantor. Hari ini merupakan jadwal meeting dengan beberapa petinggi perusahaan di Jakarta.
Setelah selesai bersiap Elena pun segera bergegas untuk pergi ke kantornya.
Elena pergi tanpa berpamitan dengan Arthur.
Sementara Arthur pun juga bersiap untuk meminta izin keluar dari rumah ini, dengan alasan ada saudara nya di desa yang sedang sakit.
Arthur pun menghampiri Olivia yang tengah bersantai di teras mansion nya.
“Nyonya, saya meminta izin untuk pergi ke rumah saudara saya di Desa, karena beliau sakit,” ucap Arthur kepada Olivia.
Olivia pun meletakkan kopi di meja, ia pun melihat menantunya itu. Seutas senyum ia tampilkan tanpa ada dendam seperti biasanya. Hingga membuat Arthur terheran-heran.
“Silakan dan jangan pulang ke mansion ini. Tinggallah di Desa untuk selamanya,” ucap Olivia sembari mengibaskan tangannya.
“Tidak bisa Nyonya, saya takut jika saya berada di Desa, maka Elena kenapa-kenapa,” ucap Arthur jujur.
“Huh... Ya sudahlah terserah,” jawab Olivia ia pun membaca koran nya kembali.
Mendapatkan jawaban yang seperti itu Arthur pun bersiap-siap untuk pergi. Arthur hanya membawa uang dan dompetnya saja ia tidak membawa pakaian nya sama sekali. Karena Arthur sebenarnya tidak pergi ke Desa melainkan untuk menghadiri rapat beberapa petinggi perusahaan di Jakarta.
Setelah itu Arthur pun berjalan kaki menuju halte bus yang tidak jauh dari mansion Elena. Sembari menunggu Hendri datang menjemputnya.
Lima menit kemudian Hendri sudah datang menggunakan mobilnya. Arthur pun bergegas masuk ke dalam mobil itu karena memang waktunya tinggal tiga puluh menit lagi rapat penting itu dimulai.
“Hendri! Di mana pakaian ku?” tanya Arthur yang sedang duduk di kursi penumpang.
“Ini Tuan,” sahut Hendri sembari memberikan pakaian Arthur yang akan di gunakan untuk menghadiri rapat.
Arthur pun menerima pakaian itu ia pun melihat sekilas jam yang ada di ponselnya. Jam itu menunjukkan waktu 09:45 berarti hanya ada waktu lima belas menit. Arthur pun segera mengganti pakaian nya dimobil itu untung mobil itu sudah lengkap dengan kaca mobil berwarna hitam sehingga tidak terlihat dari luar beserta gorden yang menutupinya.
Setelah mengganti pakaiannya, Arthur pun menyemprotkan parfum di seluruh badannya. Wangi parfum itu mengguar di indra pencium Hendri. Kemudian Arthur pun merapikan rambutnya sembari menatap penampilannya.
Kini yang ada di mobil itu adalah Arthur si milyader muda dan pemilik perusahaan tambang emas. Bukan lagi Arthur si miskin yang bekerja menjadi room attendant di sebuah Club Malam.
Lima menit kemudian mobil itu sudah sampai di sebuah perusahaan bertuliskan “Fenedrick Company”
Arthur pun bergegas turun dari mobilnya, ketika ia turun ia mendapatkan sambutan dari para stafnya yang bekerja.
“Selamat datang tuan, Mari ikut saya, karena lima menit lagi rapat akan segera dimulai,” ajak Hendri sembari mengajak Arthur.
“Ya,” sahut Arthur mereka berdua pun berjalan untuk sampai di lantai atas gedung itu.
Melalui lift yang telah disediakan.
Sampailah mereka di ruang rapat tersebut. Hendri kemudian membuka handle pintu ruang itu. Mereka semua yang ada di dalam ruang rapat itu sontak berdiri karena mereka menghormati Arthur sebagai petinggi perusahaan ini.
“Hallo Tuan, selamat datang,” ucap salah satu dari mereka dibalas anggukan oleh Arthur.
Mereka pun duduk di kursi masing-masing. Arthur melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam itu sudah menunjukkan pukul 10:00 berarti saatnya meeting dimulai.
Arthur kemudian memberikan kode kepada Hendri untuk memulai rapatnya.
Hendri yang mengerti kode anggukan kepala dan senyuman Arthur pun akhirnya membuka rapat itu.
“Selamat pagi semu- ” ucapan Hendri tertahan begitu saja karena ketukan pintu membuat atensi mereka teralih kan.
“Tok - tok - tok”
Hendri pun membukakan pintu itu. Dan munculah Elena beserta seorang sekretaris nya datang untuk menghadiri rapat itu.
“Elena,” batin Arthur sembari melihat istrinya berada di tempat yang sama dengannya.
“Permisi, Maaf Tuan, Nyonya, Nona. Saya terlambat menghadiri acara rapat kali ini. Karena jalanan sedang macet,” ucap Elena ia meminta maaf
“Tidak apa-apa Nona, acara rapat juga baru dimulai,” jawab Hendri sembari mempersilakan Elena duduk.
“Silakan Nona,” ucap Hendri.
“Terima kasih,” jawab Elena.
Elena dan sekretaris nya pun duduk di kursi masing-masing.
Rapat itu pun dimulai. Tetapi fokus Elena bukan pada orang yang tengah mempresentasikan di depan. Melainkan kepada Pria dengan setelan jas berwarna Hitam.
“Mukanya seperti tidak asing. Seperti Arthur,” batin Elena ia melihat dengan sangat intens.
“Tetapi tidak mungkin jika itu Arthur. Dilihat dari penampilan nya saja sudah terlihat jika ia adalah orang kaya. Lantas siapa Arthur dia hanya seorang pria miskin,” batin Elena masih menatap pria itu seakan terkagum-kagum.
“Mungkin hanya mirip,” batin Elena.
Arthur merasa risih sejak tadi Elena memperhatikannya terus menerus. Akhirnya Arthur pun menatap Elena. Mereka pun saling ber tatapan.
“Deg” jantung Elena terasa berdetak lebih kencang seakan ingin melompat dari tempatnya. Entah kenapa dirinya bisa seperti ini. Cepat-cepat lah Elena memutuskan pandangan mereka.
Rapat itu pun berlanjut hingga selesai.
.
Setelah rapat itu selesai para petinggi perusahaan pun izin untuk pulang ke perusahaan masing-masing karena jadwal mereka yang masih banyak.
Tersisalah di ruangan itu hanya ada Arthur, Hendri, Elena dan sekretaris Elena.
Sedangkan Elena ia ingin mengajak Arthur untuk makan siang. Sepertinya ia tertarik dengan pria itu.
“Tuan Fenedrick!” panggil Elena, Arthur pun menoleh.
“Iya Nona?” sahut Arthur kembali.
“Apakah siang ini Anda sedang sibuk?” tanya Elena.
Arthur pun melihat hendri asisten sekaligus sekretaris nya, karena semua jadwal ada di Hendri.
Hendri yang paham tatapan itu pun segera memeriksa jadwal Arthur siang ini.
“Siang ini Anda tidak ada jadwal Tuan,” ucap Hendri sembari menutup ponselnya.
“Kalau begitu, kalau Anda tidak keberatan apakah bisa makan siang bersama saya!” ajak Elena.
Setelah berfikir Akhirnya Arthur menyetujuinya. Ia juga ingin melihat bagaimana sikap asli Elena jika tidak dengan nya sebagai orang miskin.
“Iya bisa Nona,” jawab Arthur.
“Gimana kalau di restoran depan perusahaan ini?” tawar Elena.
“Boleh,” jawab Arthur.
“Kalau begitu saya permisi Tuan, Nona,” ucap Hendri sembari berjalan keluar ruangan.
“Saya juga permisi, ” ucap Sofi sekretaris Elena.
“Ya,” jawab mereka berdua secara serentak.
Tinggal Arthur dan Elena saja di ruangan itu. Keadaan mendadak hening.
Elena berinisiatif segera mengajak Arthur untuk segera pergi ke restoran nya.
“Ayo Tuan! Ke restoran sekarang berhubung saya sudah booking tempatnya,” ajak Elena.
Arthur pun menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun berjalan dengan ber iringan. Melewati beberapa ruang di perusahaan itu hingga memasuki lift untuk turun. Dan sampailah mereka di lobi perusahaan. Sontak mata tertuju pada mereka.
Ini adalah pemandangan yang paling langka di perusahaan itu pasalnya seorang Bos Arthur atau Tuan Fenedrick tidak pernah mau untuk makan siang bersama dengan wanita mana pun. Dan kini di depan mata mereka untuk pertama kalinya Arthur menerima tawaran itu bahkan Arthur berjalan bersama dengan seorang wanita.
Mereka berdua melewati lobi begitu saja tanpa memperdulikan pertanyaan yang terbesit di dalam kepala karyawan Arthur. Gosip pun kian memuncak memenuhi lobi itu.
“Lihatlah Tuan Fenedrick dia sekarang sedang berjalan dengan Nona Elena. Ini adalah pemandangan yang paling langka,” ucap salah satu karyawan Wanita.
“Lihat! Mereka sangat cocok,” celetuk yang lainnya.
“Ahh... Aku iri melihat kedekatan mereka,” ucap yang lainnya.
“Aku ingin diposisi Nona Elena,” ucap yang satunya.
“Satu kata untuk mereka COCOK yang satu cantik juga berkarir yang satu tampan juga crazy rich,” ucap yang lainnya.
“Apa status mereka. Apakah sudah menjalin hubungan dekat,” celetuk salah satu dari mereka.
“Sepertinya begitu,” sahut salah satu karyawan yang ada di lobi.
Begitulah gosip - gosip yang tersebar di perusahaan itu. Elena yang mendengar itu pun tersenyum.
.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
GAK NYADAR LO, TU SI FREDERICK SUAMI LO YG LGI TAMPIL DI HABITAT ASLINYA
2023-06-19
0
Muhamad Bardi
hahahahaaa..kamu belum tau aja elena kalau dia tuh arthur suami kamu yang kamu anggap pria miskin, elena pasti bakalan shock kalau kalau arthur tuh sebenernya orang kaya..
2023-02-26
1