Hendri pun berjalan menuju mobilnya. Kendaraan beroda empat itu pun m dengan sangat cepat.
Arthur hari ini berniat untuk pulang ke mansion pribadinya sekaligus, untuk mengecek beberapa berkas yang sangat penting mengingat jika para pemasok saham berdatangan akhir-akhir ini.
Sampailah mereka di sebuah mansion yang mewah dan megah, bahkan ukurannya dua kali lipat dari mansion Elena.
Para penjaga mansion itu memberikan hormat kepada Arthur sebagai pemilik Mansion. Tak lupa pula para pembantu juga berjejeran rapi di pintu masuk. Tak heran pemandangan seperti itu kerap kali dilihat ketika si pemilik Mansion sekaligus Bos mereka pulang.
Arthur pun turun dari mobil itu dan segera bergegas untuk naik ke lantai tiga dimana ruang kerjanya berada.
Melihat Tuanya, keluar, Hendri pun dengan setia mengikutinya. Karena Arthur juga tidak mempunyai waktu yang lama. Ia pun segera mulai membuka berkas satu persatu. Arthur menghela napas berat, melihat setumpuk berkas yang menggunung di meja nya.
“Hendri!” panggil Arthur kepada Hendri yang berdiri disampingnya.
“Iya Tuan,” sahut hendri sembari mendekat ke arah bos nya.
“Apakah benar harus sebanyak ini, berkas yang harus aku periksa hari ini?” tanya Arthur.
“Iya, Tuan. Karena Tuan sudah lebih dari satu bulan tidak memeriksa berkas-berkas nya, padahal setiap hari pasti akan ada berkas baru,” jawab Hendri jujur.
“Hm..” sahut Arthur sembari memeriksa setiap lembar berkas yang ada di mejanya.
Dua jam berlalu setumpuk berkas itu sudah Arthur periksa satu persatu dengan teliti.
“Oke, sudah selesai sekarang antar Saya kembali ke rumah istri ku,” perintah Arthur dan tanpa sadar ia mengebut Elena sebagai istrinya.
“Sebentar Tuan, sepertinya ada yang janggal. Oh ya tadi Tuan memanggil Elena dengan sebutan Istri. Saya lupa jika Tuan sudah menikah,” ucap Hendri diakhiri kekehan ringan.
“Ya, Cepat kembali, jika saya tidak cepat kembali, si nenek peyot itu akan selalu membuat ku tersiksa,” ucap Arthur begitu saja hingga membuat Hendri tertawa terpingkal - pingkal.
Arthur menoleh ke arah Hendri. “Kenapa kamu tertawa. Apa ada yang lucu,” ucap Arthur dingin tentu mampu membuat Hendri mendadak terdiam di tempat.
“Ti-- tidak Tuan,” jawab Hendri gugup.
Mereka pun melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruangan itu. Seperti seorang Bos dan bawahannya, Arthur berjalan di depan sedangkan Hendri dibelakang Arthur.
Karena waktu yang sudah mulai sore hari. Hendri pun menginjakkan kakinya pedal gas.
Arthur meminta Hendri untuk berhenti di ujung jalan mansion saja, supaya tidak ada orang yang curiga.
Sesampainya di ujung jalan Arthur pun buru-buru turun dari kendaraan beroda empat itu. Arthur menoleh ke kanan dan kekiri memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya.
“Aman,” batin Arthur ketika jalanan mansion itu sepi.
Arthur pun melambaikan tangan nya seperti mengusir ayam kepada Hendri yaitu kode supaya Hendri cepat pergi dari tempat itu. Hendri yang melihat kode itu pun segera menancapkan gas dan pergi meninggalkan Arthur seorang diri.
Arthur melihat matahari tenggelam di barat menandakan malam akan segera tiba. Ia pun bergegas pulang kembali ke mansion Elena.
Arthur pun berlari dengan sangat kencang menuju mansion Elena. Dengan napas yang masih tersenggal - senggal. Ia pun berhenti dihalaman mansion Elena, karena melihat Olivia sudah berdiri dengan tangan yang ia letakkan di pinggang, atau biasa disebut berkacak pinggang.
.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
aq kasih bunga buat kak thor biar semangaaat up nya
2023-02-23
1
Muhamad Bardi
nah loh athur siap" dapat hukuman dari nenek peyot..🤣🤣🤣
2023-02-23
1