Bab 6 Pergi ke Mansion Elena

Akhirnya Arthur pun berinisiatif membawa pakaiannya menggunakan tas kresek yang berukuran besar.

Setelah selesai mengemasi pakaiannya, Arthur pun mandi. Lima menit kemudian Arthur sudah bersiap-siap untuk pergi menuju mansion Elena, menggunakan taksi yang sudah ia pesan. Sore itu Arthur mengenakan kemeja berwarna hitam yang dua kancing baju dari atas ia biarkan terbuka, serta celana berwarna crem ia pakai.

Entah dari mana arthur sudah mengetahui alamat mansion Elena, padahal tadi tidak ada yang memberitahukannya.

Tidak menunggu lama taksi itu sudah sampai di depan kost Arthur. Arthur pun bergegas untuk menaiki kendaraan beroda empat.

“Jalan pak,” ucap Arthur kepada sopir taksi itu.

Pak sopir pun menoleh kebelakang dan meng iya kan perintah dari pelanggan taksi nya itu.

Kendaraan beroda empat itu melaju membelah jalan di Kota Jakarta. Arthur menghela napas panjang.

“Sampai kapan aku terus begini,” batin Arthur sembari tersenyum matanya melihat ke kaca jendela di taksi itu.

Seorang wanita paruh baya dengan pakaian compang-camping dan seorang anak kecil tengah berlindung dibawah teriknya sinar matahari. Terlihat anak kecil itu kelaparan. Dan seperti dugaan Arthur bahwa mereka tidak bisa membeli makan.

Hati Arthur terenyuh melihat peristiwa itu, hatinya tergerak untuk membantu wanita paruh baya dan seorang anak kecil itu.

“Pak berhenti,” ucap Arthur kepada seorang sopir taksi itu.

Lantas sang sopir pun menginjak rem dan menyingkir ke pinggir jalan.

“Pak sebentar ya, sama mau kesana. Nanti saya kembali lagi,”ucap Arthur sembari menunjuk seorang wanita paruh baya dan seorang anak kecil.

“Baik Tuan,” jawab sopir itu.

Arthur pun bergegas turun kemudian menghampiri mereka. Diambilnya uang dengan nominal seratus ribu sebanyak lima lembar dari dompet nya.

“Permisi bu, ini sedikit dari saya. Semoga bermanfaat,” ucap Arthur sembari memberikan lima lembar uang tersebut kepada Wanita paruh baya yang duduk bersimpuh di tanah.

Wanita paruh baya itupun berterimakasih tak henti kepada Arthur.

“Terimakasih Tuan, terimakasih. Semoga Tuhan selalu memudahkan urusan Anda,” sahut Wanita paruh baya itu.

Arthur mengusap punggung anak kecil yang ada disamping ibunya itu.

“Sehat-sehat ya sayang,” ucap Arthur sembari tersenyum kepada anak kecil itu. Pikirannya pun tiba-tiba tertuju pada Anak yang tengah dikandung Elena.

Ya.. Entah sejak kapan Arthur menyayangi janin yang tengah dikandung Elena.

“Ya sudah kalau begitu saya pamit,” ucap Arthur sembari berpamitan.

Arthur pun kembali ke mobilnya. Pak sopir ternyata sudah menunggunya sedari tadi membuat Arthur tidak enak.

Setelah menutup pintu taksi. Barulah mereka melanjutkan perjalanannya.

Tak terasa kendaraan itu sudah sampai di halaman mansion Elena. Arthur menarik napas dalam - dalam, kemudian menghembuskan nya pelan-pelan.

“Semoga, awal yang baik,” gumam Arthur sembari turun dan memberikan sejumlah uang kepada sopir taksi itu.

Arthur mengambil tas kresek yang berisikan beberapa potong pakaian nya. Ia kemudian menekan tombol bel yang ada di mansion itu.

“Ting - tong,”

“Ting - tong”

“Ting - tong,”

Setelah beberapa kali menekan bel. Kemudian seorang Wanita berusia 47 tahun keluar dengan menatapnya tidak suka.

Bahkan Arthur sudah menebak jika yang ada di hadapan nya itu adalah Ibu dari Elena.

Ya... Olivia Queen Harrison, wanita berusia 47 tahun itu adalah Ibu kandung dari Elena ia sudah bercerai dengan Erlan beberapa bulan yang lalu.

“Selamat sore, Nyonya,” ucap Arthur gugup. Tangannya bergetar mendapatkan tatapan sinis yang Olivia berikan kepada calon mantu nya itu.

“Hm..,” sahut Olivia enggan untuk menjawab sapaan pria miskin didepannya.

“Bahkan dia lebih buruk dari bayangan ku, Apa dia tidak punya sebuah tas hingga harus membawa pakaian nya menggunakan tas kresek? Cihh... Memalukan saja. Yang benar saja menantu dari pemilik perusahaan Harriso, adalah seorang pria miskin yang bekerja menjadi Room Attendant di salah saty Club malam milik mertuanya? Cih.... Lucu,” batin Olivia kemudian ia segera menggelengkan kepalanya.

“Masuk,” ucap Olivia dengan menatap rendah Arthur.

Mendengar ia sudah dipersilakan masuk ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion yang besar dan mewah ini, mempunyai lima lantai yang masing-masing juga mempunyai ruangan yang sangat besar. Arthur sangat terpesona dengan mansion Elena ini gaya elegan berhasil mansion ini dapatkan, dengan semua barang-barang yang dilapisi emas menambah kesan mewah yang tercipta.

“Stop,” teriak Olivia tiba-tiba hingga suara nya menggema.

“Kau,” ucap Olivia sembari menunjuk wajah Arthur.

“Iya Nyonya,” sahut Arthur sembari mengernyitkan dahinya.

“Keluar, bersihkan kaki mu yang kotor itu baru boleh masuk. Jangan sampai kau masuk ke mansion ini dengan membawa kuman dan virus,” perintah Olivia dan tanpa bantahan sedikit pun Arthur menjalankan perintah dari calon mertuanya itu.

“Baik Nyona,” jawab Arthur.

Arthur pun membersihkan kakinya di halaman mansion yang terdapat kran yang mengalir.

Olivia menampilkan senyum miringnya sebuah rencana sudah ia susun dengan matang. Untuk membuat Mansion ini bagaikan neraka bagi Arthur.

Olivia merogoh ponsel disaku nya, kemudian ia menelpon pembantu yang sudah bersiap di balkon lantai dua.

“Lena, apa kau sudah siap?,” ucap Olivia kepada seseorang yang berada di ujung telepon.

“Sudah Nyonya,” sahut orang yang ada di telepon.

“Sekarang!” perintah Olivia dan diwaktu yang bersamaan sampah sebanyak dua tong sampah busuk tiba-tiba jatuh dari balkon hingga mengenai tubuh Arthur, sampah yang ada didalamnya pun berserakan jatuh. Olivia tersenyum kemenangan, rencananya yang pertama berhasil.

“Baru pertama kok, masih permulaan,” gumam Olivia sembari tertawa kemenangan.

Arthur yang baru saja selesai membersihkan kakinya mendapatkan hujan sampah dari atas pun, ia kaget tidak main. Tubuhnya mengeluarkan bau busuk, Arthur menghela napas sembari mengelus dadanya.

“Sabar,” ucap Arthur kepada dirinya sendiri. Kini baju kemeja hitam itu sudah kotor akibat sampah busuk yang jatuh dari atas.

Olivia pun keluar dari dalam mansion nya dam tertawa dengan keras melihat kondisi Arthur yang mengenaskan. Bahkan seperti seorang gelandangan di bawah kolong jembatan.

“ELENA! ELENA!,” teriak Olivia memanggil putrinya untuk turun ke bawah.

Mendengar panggilan itu, Elena pun turun ke bawah.

“Ada apa Ma?” tanya Elena kepada Olivia setelah ia sudah sampai di bawah.

“Lihat Elena, calon suami mu itu, si pria miskin. Kini sudah seperti gelandangan saja,” ucap Olivia menghina Arthur untuk yang kesekian kalinya.

Elena pun melihat ditempat Arthur berdiri. Matanya terbelalak kaget dengan apa yang ia lihat. Bukannya tadi Elena berbicara kepada Arthur jika harus mengenakan pakaian yang rapi dan bersih, lalu ini apa?.

Elena naik pitam, emosinya seakan ingin meledak - ledak.

“Dasar pria miskin, bukannya tadi sudah aku bilang memakai pakaian yang rapi dan bersih dan sekarang apa? Kau malah mandi sampah. Heyyy otak kamu dimana?,” Tak henti - hentinya Elena mencaci maki calon suaminya itu.

Terpopuler

Comments

ossy Novica

ossy Novica

sekarang kal8an boleh mencaci Arthur tapi nanti kalian malah memujanya karna Arthur penuh teka teki

2023-03-10

1

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

aq kasih bunga buat kak thor biar lebih semangaaat up nya😁😁

2023-02-06

2

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

ditunggu kelanjutannya kak thot

2023-02-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Rencana
2 Bab 2 Dijebak
3 Bab 3 Mencari Pelaku
4 Bab 4 Ternyata Pria Itu
5 Bab 5 Menemui Arthur
6 Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7 Bab 7 Mendapatkan Cacian
8 Bab 8 Terpaksa Menikah
9 Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10 Bab 10 Keteledoran Elena
11 Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12 Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13 Bab 13 Kedatangan Kayla
14 Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15 Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16 Bab 16 Makan Siang Bersama
17 Bab 17 Mangga Muda
18 Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19 Bab 19 Club Malam
20 Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21 Bab 21 Kost Arthur
22 Bab 22 Kebusukan Kayla
23 Bab 23 Memulai Usaha
24 Bab 24 Pasar
25 Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26 Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27 Bab 27 Memasak Rica-rica
28 Bab 28 Rencana Kayla
29 Bab 29 Ada apa ini?
30 Bab 30 Keracunan
31 Bab 31 Ternyata Kayla
32 Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33 bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34 Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35 Bab 35 Pergi ke Mansion
36 Bab 36 Pembantu
37 Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38 Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39 Bab 39 Siapa dia?
40 Bab 40 Flashback
41 Bab 41 Kemarahan Rizal
42 Bab 42 Perbincangan antara
43 Bab 43 Sekretaris Baru
44 Bab 44 Menjenguk Hendri
45 Bab 45 Kesalah Pahaman
46 Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47 Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48 Bab 48 Bubur Ayam
49 Bab 49 Perusahaan Elana
50 Bab 50 Masa Lalu Arthur
51 Bab 51 Sahabat Masa SMA
52 Bab 52 Mencelakai Elena
53 Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54 Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55 Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Bab 1 Rencana
2
Bab 2 Dijebak
3
Bab 3 Mencari Pelaku
4
Bab 4 Ternyata Pria Itu
5
Bab 5 Menemui Arthur
6
Bab 6 Pergi ke Mansion Elena
7
Bab 7 Mendapatkan Cacian
8
Bab 8 Terpaksa Menikah
9
Bab 9 Siapakah Arthur Sebenarnya?
10
Bab 10 Keteledoran Elena
11
Bab 11 Identitas Arthur Yang Sebenarnya
12
Bab 12 Arthur Kembali ke Mansion Elena
13
Bab 13 Kedatangan Kayla
14
Bab 14 Makan Malam yang Kacau
15
Bab 15 Apakah Petinggi Perusahaan itu Arthur?
16
Bab 16 Makan Siang Bersama
17
Bab 17 Mangga Muda
18
Bab 18 Sebuah Rencana Pembalasan Dendam
19
Bab 19 Club Malam
20
Bab 20 Hancurnya Keluarga Elana
21
Bab 21 Kost Arthur
22
Bab 22 Kebusukan Kayla
23
Bab 23 Memulai Usaha
24
Bab 24 Pasar
25
Bab 25 Membuat Serikaya Nangka
26
Bab 26 Hari Pertama Berjualan
27
Bab 27 Memasak Rica-rica
28
Bab 28 Rencana Kayla
29
Bab 29 Ada apa ini?
30
Bab 30 Keracunan
31
Bab 31 Ternyata Kayla
32
Bab 32 Penyesalan Olivia dan Elena
33
bab 33 Penyiksaan Kayla Part 1
34
Bab 34 Penyiksaan Kayla Part 2
35
Bab 35 Pergi ke Mansion
36
Bab 36 Pembantu
37
Bab 37 Kenapa dengan Anna?
38
Bab 38 Menjadi Seorang Pembantu
39
Bab 39 Siapa dia?
40
Bab 40 Flashback
41
Bab 41 Kemarahan Rizal
42
Bab 42 Perbincangan antara
43
Bab 43 Sekretaris Baru
44
Bab 44 Menjenguk Hendri
45
Bab 45 Kesalah Pahaman
46
Bab 46 Nasehat dari Daddy dan Momm
47
Bab 47 Memulai Semuanya dari Awal
48
Bab 48 Bubur Ayam
49
Bab 49 Perusahaan Elana
50
Bab 50 Masa Lalu Arthur
51
Bab 51 Sahabat Masa SMA
52
Bab 52 Mencelakai Elena
53
Bab 53 Beberapa Bulan Kemudian
54
Bab 54 Kembali ke Luar Negeri
55
Bab 55 [Tamat] Akhirnya Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!