Mereka berdua pun telah sampai di depan kamar club nomor lima belas, Kayla pun segera membuka pintu kamar itu kemudian menyuruh Arthur masuk dan membersihkan bagian kamar mandi.
“Kau masuk dan yang kotor ada di bagian kamar mandi,” ucap Kayla kemudian ia menutup pintu kamar itu dari luar dan sengaja menguncinya sehingga Arthur dan Elena tidak bisa keluar.
“Baik No- ” ucapan Arthur terpotong oleh suara gebrakan pintu yang membuat Arthur terjungkal kaget.
“Astaga,” batin Arthur sembari mengelus dadanya.
“Huh... Baiklah mari kita membersihkan bagian kamar mandi Arthur,” gumam Arthur sembari melangkah menuju kamar mandi.
Terdengar gemercik air dari dalam kamar mandi tersebut, sehingga membuat Arthur menghentikan langkahnya.
“Apakah ada orang didalam?” tanya Arthur tetapi ternyata tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi tersebut.
Dengan ragu-ragu Arthur melangkah kedepan kamar mandi dan mulai mengetuk nya.
“Tok - tok - tok,”
“Permisi apa ada orang di dalam?” tanya Arthur lagi tetapi masih saja tidak ada jawaban yang Arthur dengar.
Ia, pun memberanikan diri untuk masuk kedalam.
“Ceklek”
Ternyata pintunya tidak dikunci, berarti tidak ada orang.
Kemudian Arthur segera membersihkan kamar mandi itu, tetapi ketika ia melihat bathtub alangkah kaget nya, seorang wanita tidak menggunakan busana apapun tengah beredam di air dingin tetapi ekspresi nya seperti orang kepanasan.
“Astaga, aku kira tidak ada orang disini, ternyata ada,” gumam Arthur terdengar oleh Elena, sontak Elena pun menoleh ke belakang.
Elena pun berdiri tanpa menggunakan busana apapun. Arthur melotot kan bola matanya melihat hal seperti itu.
“Nona, berhenti disitu Nona. Kumohon Anda tidak mengenakan pakaian apapun,” ucap Arthur was-was.
Tetapi ternyata ucapan itu tidak di dengar oleh Elena. Justru Elena berjalan menghampiri Arthur. Spontan Arthur menjatuhkan semua alat kebersihan yang ia bawa.
“Stop Nona, Anda mabuk!,” peringat Arthur tetapi tidak didengar oleh Elena.
Kini Elena sudah berada tepat didepan tubuh Arthur, membuat jantung Arthur berdetak hebat. Bau sabun mengguar di hidung Arthur, wangi tersebut mampu membuat Arthur terpana.
“Dia sangat cantik sekali,” batin Arthur tangannya bergerak mengelus rambut Elena yang basah.
Mendapatkan perhatian lebih membuat Elena memeluk Pria yang ada didepan
nya.
Arthur tersentak kaget, akal sehat nya masih berfungsi tetapi hasratnya tidak bisa ia bendung.
Sedangkan Elena matanya sudah dibutakan oleh hasratnya. Dengan segera Elena menarik tangan Arthur dan membawanya ke ranjang. Arthur ingin sekali menolak tetapi tubuh wanita yang ada di depannya tentu saja sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi Arthur tidak perlu membayar wanita malam jika ia bisa bermalam dengan wanita yang kini menindihnya. Bahkan dengan gratis ya, Arthur menikmati setiap permainan panas yang diciptakan Elena.
Kapan lagi bisa bermain dengan seorang wanita seksi secara gratis jika bukan saat ini, pikit Arthur ketika ditengah-tengah permainan panas mereka.
Apalagi jika dilihat dari seorang Arthur pria miskin yang pasti tidak mampu menyewa seorang wanita malam untuk menuntaskan hasratnya. Maka, kini Arthur akan menuntaskan semua hasratnya yang terpendam dengan Elena.
Arthur tertawa didalam hatinya bagaimana mungkin ia bisa bermalam dengan seorang wanita seksi, seperti mimpi tapi ini nyata.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Arthur dapat ia pun ikut bermain panas dengan Elena, kamar itupun jadi saksi tempat bercinta Elena dan Arthur hingga akhirnya Arthur menyemburkan benih-benih cinta di rahim Elena.
Mereka berdua tampak kelelahan, Arthur mengecup kening Elena, dan kemudian mengatakan, “Terimakasih.”
Tubuh Arthur ambruk disebelah tubuh Elena, mereka berdua pun terlelap tidur.
.
Pagi harinya Arthur terbangun lebih dulu karena merasakan tangan seseorang yang sedang memeluknya erat.
Dilihatnya tangan Elena yang tengah memeluknya. Arthur pun melepaskan tangan itu kemudian ia menyibakkan selimut yang berada di tubuhnya. Alangkah kaget nya ia mendapati sebercak darah yang berada di seprei kasur itu.
“Astaga ternyata dia masih perawan,” ucap Arthur lirih sembari mengusap darah yang sudah kering di sprei itu.
Arthur melihat jam yang ada dipergelangan tangan nya.
“Sial, sudah jam delapan, Aku harus cepat-cepat pergi,” batin Arthur ia pun buru-buru memakai pakaian nya kemudian menghampiri Elena, wanita yang tadi malam berhasil menuntaskan hasratnya.
“Heyy Nona, Saya tidak tau siapa namamu, terimakasih telah bermalam bersamaku. Dan maaf aku telah mengambil keperawanan mu . Tapi aku janji jika suatu saat kamu tengah mengandung anakku, maka aku akan mempertanggung jawabkan nya. Seberapa besar resikonya akan aku hadapi,” ucap Arthur serius sembari menggenggam tangan Elena.
Arthur pun menyelimuti Elena dan kemudian mengambil baju Elena yang berada di lantai sembari melipat baju itu kemudian merapikan tak lupa pula Arthur menaruhnya di atas nakas samping tempat tidur.
Setelah merasa semuanya beres barulah Arthur keluar dari kamar itu. Arthur dibuat heran dengan pintu yang baru saja ia buka, setahu Arthur pintu itu dikunci dari luar tadi malam dan kini sudah bisa ia buka.
Arthur tidak ingin pusing memikirkan pintu itu lebih baik ia segera pulang ke rumah kost nya dari pada ia disini nanti akan ada yang curiga.
Sedangkan dikamar nomor lima belas. Elena mengerjap kan matanya sembari membuka mata nya ingatan ******* tadi malam membuat Elena segera bangun dari posisi nya berbaring.
“Pusing,” rintih Elena sembari duduk di ranjang tersebut. Ia pun memegangi kepalanya.
“Tunggu’ aku dimana?” ucap Elena melihat sekelilingnya yang tampak asing dimata nya.
“Apa yang terjadi,” ucap Elena sembari berdiri tetapi ia kembali duduk lantaran bagian sensitif nya merasakan nyeri yang hebat.
“Auu... Sakit...,” pekik Elena merasakan sakit yang luar biasanya.
Elena pun menyibakkan selimut yang menutupi dirinya.
“Aaaaa.... Kenapa aku tidak memakai baju sama sekali dan apa ini darah?”ucap Elena terlonjak kaget, melihat sebercak darah yang berada di sprei nya.
Elena pun menangis sesenggukan ia pun memeluk dirinya sendiri.
“Apa aku baru saja diperkosa? Bajingan mana yang berani seperti itu,” ucap Elena ditengah tangisan yang semakin keras.
“Hua.... Mama.... ” tangisan Elena semakin menjadi-jadi apalagi ketika ia melihat banyak ****** yang ada di tubuhnya.
“Tubuh ku, siapa yang berani!!” ucap Elena dengan keras dan Elena kini mempunyai dendam kepada orang yang berani bercinta dengan nya.
“Heyyy... Siapa pun kamu Tuan, Aku membencimu,” ucap Elena lantang sembari menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
Setelah rasa sakitnya berkurang barulah Elena berdiri dan kemudian ia pun mandi dibawah guyuran air shower sembari menghapus tanda jejak kepemilikan yang berada di seluruh tubuhnya.
“Sialan Kauu!!!” umpat Elena.
Setelah selesai mandi Elena pun memakai pakaian yang berada di nakas. Untung pakaian itu berlengan panjang sehingga membuat Elena bisa menutupi seluruh tubuhnya.
Diambilnya sebuah masker Kf 94 berwarna hitam di laci lemari kamar itu, Elena pun memakai nya.
Tangannya bergerak mengambil kunci mobil di saku blazer nya.
“Aku kira orang itu juga mengambil mobil ku, ternyata tidak,” gumam Elena bersyukur mobilnya tidak diambil oleh Pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu boleh tertawa semau mu,Tunggu aja saat kamu tau siapa Elena,Saat itu kamu akan ketar ketir..
2024-12-18
0
Qaisaa Nazarudin
Kamu aja yg ceroboh dan polos bin oon,ngapain nyalahin orang lain,Bukan salah pria itu..
2024-12-18
0
Conny Radiansyah
bukan salah prianya ...
2023-03-23
0