Kecupan Setelah Tiga Tahun Berlalu

Marvin baru saja selesai melakukan pertemuan dengan pemilik kebun anggur, dia akan membeli kebunnya dan akan di tinjau secara langsung keesokan harinya.

"Terimakasih, dan untuk sebagian yang sudah berpindah tangan, bisakah kau mengatakan pada pemiliknya, bahwa kami akan membelinya.." Marvin menjabat tangan si pemilik kebun anggur.

"Ah, ya.. akan aku sampaikan meskipun aku ragu dia akan menjualnya." beberapa tahun lalu dia menjual separuh perkebunannya pada seorang pensiunan tentara, "Tapi aku dengar putrinya yang akan mengurusnya setelah dia lulus kuliah.."

Marvin mengangguk, "Katakan padanya aku akan membelinya dengan harga tinggi."

Marvin keluar dari ruangan dan berjalan menuruni tangga "Cari tahu siapa pemilik kebun anggur yang baru.." katanya dan langsung di jawab dengan anggukan oleh David.

David terus mengikuti Marvin hingga mereka keluar dari pintu dan David menghentikan langkahnya saat melihat Nyonya Monica berjalan kearah mereka, tatapannya yang datar membuat David sedikit tak enak hati, mengingat tuannya yang bahkan tak mengenali istrinya sendiri, karena penasaran David bahkan bertanya hingga tiga kali dan jawaban tuannya tetap sama, "Sudah ku bilang kami hanya berselisih faham tidak lebih.."

Dan itu membuatnya kecewa, harapannya adalah tuannya bisa melihat nyonyanya dan mereka memperbaiki pernikahan mereka, ayolah mereka pasangan yang serasi, apalagi nyonya Monica kini tampak cantik dan seksii dengan body yang sempurna sebagai seorang wanita..

Namun sayang sepertinya tak satupun dari keduanya ingin bertahan..

..

Monica memejamkan matanya setelah beberapa langkah menuju Marvin dengan mengepalkan tangannya berusaha tetap sadar Monica bertekad ,setidaknya kau melakukannya dengan suamimu, yang sebentar lagi akan menjadi mantan, meski dia tak mengingatmu, jadi tidak ada pengkhianatan sama sekali.

Monica berjinjit dan menempelkan bibirnya di bibir Marvin yang membeku di tempatnya saat merasakan bibirnya bertabrakan dengan bibir seorang wanita.

Beberapa detik bibir mereka menempel, benar- benar hanya menempel dan Monica segera melepaskannya.

Marvin masih mematung saat Monica mundur satu langkah "Maafkan aku, aku melakukan taruhan dengan temanku.." Monica segera pergi sebelum Marvin menyadari apa yang terjadi.

David berdehem dan menyentak lamunan Marvin "Tuan.."

"Dav apa yang terjadi barusan?" Marvin menoleh ke belakang di mana David berada.

"Ehmm dia menciummu tuan.." David berbicara tepat di telinga Marvin hingga Marvin merasa kepalanya berdenging.

Marvin mendengus "Cium, itu lebih seperti menempelkan bibirnya di bibirku.." katanya sambil terus berjalan keluar klub, tatapannya sedikit jatuh pada Monica yang kembali duduk di kursinya, sial kenapa dia jadi penasaran, dan kenapa dia tidak marah sama sekali saat wanita itu melecehkannya, dan justru hatinya berdebar- debar.

"Ya, tapi sepertinya kau cukup menikmatinya tuan.." David bergumam dan hanya di dengar olehnya sendiri, tentu saja dia tak akan mau membuat tuannya meradang.

David menyunggingkan senyumnya saat melihat nyonyanya justru menunduk saat bertatapan mata dengannya, itu cukup bagus, entah permainan apa yang di lakukan sang nyonya dengan temannya namun dia beruntung karena yang di cium oleh sang nyonya adalah suaminya sendiri.

Agnes dan Sofia bertepuk tangan saat Monica kembali ke kursinya "Apa itu ciuman pertama.." Agnes menyenggol tangan Monica yang memerah, Monica segera menegak minumannya dan membuat wajahnya semakin merah, dia berdebar, sentuhan fisik dengan Marvin setelah tiga tahun dimana dia memberikan kecupan pada suami yang bahkan lupa istrinya sendiri.. lagi- lagi Monica menegak minumannya.

"Hey.. ayolah itu lebih seperti kecupan, aku bahkan bisa melihatnya dari jarak ini" Sofia mendengus "Tapi tidak masalah karena ini pengalaman yang pertamamu bermain gila"

"Ya.. kalian gila." bagaimana jika yang dia cium bukan Marvin, dan bagaimana jika itu pria hidung belang maka sudah di pastikan pria itu akan menerjangnya lebih dalam seperti yang di lakukan pada Sofia.

Beruntung Marvin sepertinya sedang tidak fokus jadi Monica bisa langsung melarikan diri, dan lebih beruntung lagi karena Monica masih waras meski setelah meminum segelas vodka..

"Ah, ya sudah aku pergi dulu.."

"Kau akan kemana?" Monica mendongak melihat Sofia, matanya mengerjap beberapa kali dia mulai merasa pening.

"Sudah ku bilang pria tadi adalah seorang duda.." Sofia mencium pipi Agnes dan Monica lalu pergi.

Monica masih menatap bingung namun karena kepalanya yang sudah terasa pening dia malas untuk berfikir, dan kembali minum.

"Mo, kau masih kuat? sudah- sudah jangan di minum lagi" Agnes mengambil gelas yang di pegang oleh Monica.

Monica menggeleng "Satu kali lagi, rasanya lumayan.." Monica ingin melupakan apa yang baru saja dia lakukan pada Marvin, terutama rasa marahnya pada pria itu, beraninya dia lupa punya istri atau bahkan Marvin tidak pernah menganggapnya ada.

Agnes berdecak "Sudah, ayo kita pulang.." Agnes memapah Monica.

"Kita belum menari, Ag.. ayo menari dulu.." Agnes mendengus tak mendengarkan Monica, dan terus membawa wanita itu keluar dari klub.

Tiba di parkiran Agnes mencari kunci mobil Monica dari tas gadis yang sudah mulai meracau di sebelahnya sialnya tak juga dia temukan..

"Aku yakin aku melihat kau menyimpan kuncinya disini.."

"Ah, aku bilang jangan minum milikku, kamu tidak akan kuat.."

"Kuncinya tidak ada Mo.."

Monica berjongkok "Ah kepalaku sudah pusing.. apa yang terjadi.."

"Kita akan cari taksi.." Agnes keluar parkiran untuk melihat jalanan siapa tahu ada taksi yang melintas namun nihil.

"Oh, Agnes aku merasa jika aku sedang melayang.." Monica berdiri namun kakinya mulai oleng.

"Diamlah di tempatmu Mo, aku sedang mencari taksi" Agnes juga sedikit mabuk namun dia masih bisa bertahan, dia cukup kuat karena sudah terbiasa minum.

Namun bukannya menurut Monica berjalan pergi meski dengan tubuh yang sesekali terhunyung.

Sebuah mobil berhenti di depan Monica yang justru berjongkok di tengah jalan.

"Ada apa Dav?" Marvin terhunyung saat David menghentikan mobilnya tiba- tiba.

"Ad..ada seseorang di depan kita tuan.." David juga terkejut, saat tiba- tiba ada yang menyebrang di depannya.

"Astaga.." Marvin memijat keningnya yang terasa berat dia lelah, dan ingin segera istirahat.

Mereka akan pergi dari klub, namun tiba- tiba Marvin bertemu seorang teman jadilah kepulangan mereka tertunda, beberapa saat hingga Marvin menemukan alasan untuk segera pergi dan kini masalah baru datang kembali.

"Biar aku lihat tuan.." David keluar dari dalam mobil dan melihat siapa wanita yang masih berjongkok di depan mobilnya, apa dia terluka. "Nona kau baik- baik saja?" David membelalakan matanya saat melihat Monica mendongak, "Astaga Nyonya.."

"Aaaaa suamiku!" Monica bangun dan memeluk David, David berusaha melepaskan tangan Monica dengan mendorongnya, namun tangan Monica semakin erat "Beraninya kau abaikan aku! beraninya kau bahkan lupa jika memiliki istri.. dasar bajingan.."

Marvin yang melihat dari dalam segera turun saat melihat David mulai kewalahan menghadapi seorang perempuan yang sepertinya mabuk.

"Dav..?"

"Tolong aku tuan.." tautan tangan Monica sangat kuat di leher David, dan David salah tingkah saat melihat Marvin mengeryit, beruntung tuannya tidak tahu kalau yang memeluknya adalah istrinya yang tak gendut lagi, namun David juga sangsi.. memang apa yang akan tuannya lakukan meski tahu wanita yang memeluknya kini adalah istrinya.

"Astaga, wanita ini lagi.." Marvin mengeluh saat melihat Monica, dan melepaskan pelukannya pada David, namun justru Monica kini memeluk Marvin "Oh.. ini merepotkan" Marvin berusaha melepaskan tautan tangan Monica "Dav apa yang kau tunggu bantu aku!"

David mendesah lega setidaknya sekarang nyonya nya memeluk tuannya setidaknya pria yang di peluknya saat ini adalah suaminya sendiri.

"Tuan kita bantu saja dia untuk pulang, sepertinya dia ditinggal sendiri.." David memberi gagasan, namun Marvin justru mengeryit.

"Apa kau gila, memangnya kau tahu dimana alamatnya.."

...

Like..

Komen..

Vote..

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

hahahaa... lucu 😂

2025-03-21

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

jelas aku tau di mana rumahnya,tuan.. dia adalah istri yg anda abaikan selama ini.. dasar tuan bego..

2024-05-29

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

bawa plg ketmptmu mazeh

2024-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Monica Harvey
3 Marvin Alfaro
4 Pernikahan Kilat
5 Pernikahan Alexa
6 Bunga Lily
7 Memulai Kembali
8 Aurora..?
9 Merasa Terhina
10 Tiga Tahun Kemudian
11 Pertemuan
12 Tidak Mengenali
13 Gugatan Cerai Sudah Dilayangkan
14 Kecupan Setelah Tiga Tahun Berlalu
15 Sial..?
16 Apa Yang Terjadi Sebenarnya..?
17 Suaminya Sendiri
18 Kesialan Monica
19 Tertangkap
20 Terkurung
21 Siapa Suaminya..?
22 Warisan Terakhir
23 Tidak Akan Bercerai
24 Alasan Marvin
25 Kesempatan
26 Bunga..?
27 Memikat
28 Bukan Up tapi Promo
29 Mengawasi
30 Terbakar
31 Pergi Ke Perkebunan
32 Misteri Marvin
33 Agnes Dan Sofia
34 Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
35 Ambisi Stevan
36 Alasan Sebenarnya
37 Lebih Dekat
38 Lebih Intenss
39 Awal Baru
40 Sakit Sekali..
41 Mengetahui
42 Berpisah..?
43 Tidak Akan Menyerah
44 Pergi
45 Andrew
46 Belum Ketemu
47 Bertemu Sofia
48 Menemui Dokter
49 Bagaimana Perasaanmu?
50 Bertemu Lagi
51 Pulang
52 Tetap Bercerai
53 Tidak Rela
54 Melakukannya Untukmu
55 Bersatu Kembali
56 Mendampingi
57 Jangan Beraninya kau!
58 Ingin Punya Tiga Anak
59 Jangan Dibaca Siang Hari Lagi Puasa!
60 Dear My Ex Husband
61 Promo
62 Kisah Belum Usai
63 Boleh Mampir
64 My Sweet Daddy
65 Broken Marriage
66 Mampir Yuk!
67 mampir yuk
68 Bukan Sekedar Secretary
69 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Prolog
2
Monica Harvey
3
Marvin Alfaro
4
Pernikahan Kilat
5
Pernikahan Alexa
6
Bunga Lily
7
Memulai Kembali
8
Aurora..?
9
Merasa Terhina
10
Tiga Tahun Kemudian
11
Pertemuan
12
Tidak Mengenali
13
Gugatan Cerai Sudah Dilayangkan
14
Kecupan Setelah Tiga Tahun Berlalu
15
Sial..?
16
Apa Yang Terjadi Sebenarnya..?
17
Suaminya Sendiri
18
Kesialan Monica
19
Tertangkap
20
Terkurung
21
Siapa Suaminya..?
22
Warisan Terakhir
23
Tidak Akan Bercerai
24
Alasan Marvin
25
Kesempatan
26
Bunga..?
27
Memikat
28
Bukan Up tapi Promo
29
Mengawasi
30
Terbakar
31
Pergi Ke Perkebunan
32
Misteri Marvin
33
Agnes Dan Sofia
34
Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
35
Ambisi Stevan
36
Alasan Sebenarnya
37
Lebih Dekat
38
Lebih Intenss
39
Awal Baru
40
Sakit Sekali..
41
Mengetahui
42
Berpisah..?
43
Tidak Akan Menyerah
44
Pergi
45
Andrew
46
Belum Ketemu
47
Bertemu Sofia
48
Menemui Dokter
49
Bagaimana Perasaanmu?
50
Bertemu Lagi
51
Pulang
52
Tetap Bercerai
53
Tidak Rela
54
Melakukannya Untukmu
55
Bersatu Kembali
56
Mendampingi
57
Jangan Beraninya kau!
58
Ingin Punya Tiga Anak
59
Jangan Dibaca Siang Hari Lagi Puasa!
60
Dear My Ex Husband
61
Promo
62
Kisah Belum Usai
63
Boleh Mampir
64
My Sweet Daddy
65
Broken Marriage
66
Mampir Yuk!
67
mampir yuk
68
Bukan Sekedar Secretary
69
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!