Tiga Tahun Kemudian

Tiga tahun kemudian..

Seorang wanita cantik tengah berlari keliling taman, sudah empat puluh putaran namun dia masih belum berniat untuk berhenti, para pelayan sedang memperhatikan dari jauh, dan salah satu dari mereka ada yang memegang handuk dan air di dalam botol.

"Nyonya berhentilah ini sudah empat puluh putaran!" teriak sang kelapa pelayan.

"Lucy.. semuanya karena kau yang menyajikan sup iga sapi kemarin dan aku .. memakannya dengan kalap.. lalu pagi ini berat badanku bertambah 50 gram.." dengan nafas terengah Monica terus berlari.

"Astaga Nyonya hanya 50 gram saja tidak akan membuatmu gendut lagi.."

Monica menjatuhkan dirinya di rumput, membaringkan dirinya karena lelah.

Kepala pelayan segera berlari takut nyonya nya akan pingsan di tempat "Nyonya kau baik- baik saja?!"

Monica hanya mengibaskan tangannya tanda bahwa dia baik- baik saja. "Astaga nyonya, kau membuatku takut.."

"Satu..putaran... untuk.. satu.. gram.." nafas Monica masih terengah, kini dia mendongak melihat kepala pelayan.

"Bagaimana jika beratmu naik 1 kg, apa kau akan lari seribu putaran.."

"Kau mendoakan ku ya, Lucy!"

Lucy menggeleng "Tidak Nyonya.. hanya saja jangan terlalu keras pada dirimu, berat badanmu sudah sangat sempurna.."

"Ya dan aku melakukannya tidak dalam waktu yang sebentar, aku tak mau usahaku menjadi sia- sia" lebih dari setengah berat badannya berhasil Monica turunkan dalam tiga tahun, dan itu bukan waktu yang sebentar, kepala pelayan hanya menghela nafasnya pasrah.

Monica bangkit mendudukan dirinya dan meraih handuk yang di bawa pelayan lalu meminum air di dalam botol.

"Nyonya bukankah hari ini adalah wisudamu?"

Monica mengangguk "Baiklah aku akan mempersiapkan semua kebutuhanmu"

"Adakah yang akan menemanimu nanti?" Monica menghentikan langkahnya.

"Kau mau menemaniku Lucy..?" Lucy tertegun.

"Aku tidak berani nyonya.." Lucy hanya menunduk hormat.

Monica tersenyum lalu menggandeng tangan wanita paruh baya tersebut "Anggap saja kali ini kau jadi ibu ku" harusnya hari ini ada Ayah dan Kakaknya yang bersorak dan berfoto dengannya, namun itu semua hanya menjadi mimpi di saat Kakak dan Ayahnya juga telah tiada.

Lucy terdiam dengan raut sendu, nyonyanya sangat baik wanita ini menikah dengan tuannya tiga tahun lalu, namun entah mengapa dia hanya di sia- siakan oleh tuan Marvin.

"Lucy apa yang terjadi jika aku tidak di sini lagi.." Kini Lucy yang menghentikan langkahnya.

"Apa maksudmu nyonya.."

"Lucy selama ini aku hanya diam dengan ikatan yang mencekik membatasi diriku dalam setiap hal, dan aku rasa aku mulai lelah bukankah hidupku sangat berarti, aku juga ingin menikmatinya.."

Lucy mulai mengerti apa yang di maksud oleh nyonyanya.

"Tuan Marvin tidak membatasi ada nyonya.."

Monica terkekeh "Tapi aku punya prinsip Lucy, seorang istri juga tidak mungkin melakukan sesuatu diluar batas tata krama seorang istri.. Aku juga ingin pulang malam, bersenang- senang, pergi ke kelab malam.. " Lucy tertegun melihat nyonyanya tersenyum.

Selama ini Monica tidak pernah pulang lewat dari pukul sembilan malam dan itu pun sangat jarang dengan alasan belajar bersama temannya, selain itu Monica tidak pernah kemana pun.

Menjaga diri sebagai seorang istri adalah sesuatu yang Monica katakan, meski nyatanya Marvin tak pernah datang.

Seorang pelayan menghampiri Monica yang masih berdiri di depan kamarnya bersama Lucy "Nyonya tuan David ada di ruang tamu.."

Monica menghela nafasnya "Katakan padanya aku akan menemuinya dalam tiga puluh menit.." pelayan mengangguk lalu pergi untuk memberikan pesan pada David.

Monica memasuki kamar dan berjalan ke arah kamar mandi sekilas matanya menatap sebuah map di atas nakas, lalu senyum pedih tercetak di bibirnya.

Tiga puluh menit kemudian Monica benar- benar turun dengan penampilan yang telah rapi, David di buat terpana dengan kecantikan istri tuannya, setiap bulan dia akan datang dan secara langsung menanyakan kabarnya dan setiap bulan pula David di buat pangling dengan perubahan nyonyanya.

Dia benar- benar menyaksikan perubahan itu setiap bulan secara signifikan, dan kali ini nyonyanya tampak lebih cantik dengan make up yang menyapu wajahnya, dan David tau itu karena acara spesial yang akan Nyonya nya laksanakan hari ini.

Kaki jenjang dengan sepatu hak tinggi membalut sungguh nampak cantik, penampilan semi formal yang juga membuat nyonya nya tampak elegan dengan rambut yang di ikat ekor kuda.

"Selamat atas wisuda mu nyonya." David menyerahkan sebuah buket bunga untuk Monica.

"Terimakasih David.." ucap Monica tulus, dan dia yakin buket itu dari David sendiri, nyatanya bahkan setiap David datang Marvin tak pernah sekalipun menitipkan salam untuknya.

"Apa anda baik- baik saja?"

"Seperti yang kau lihat.."

David mengangguk, melihat Monica berwajah segar dia yakin nyonya nya itu baik- baik saja.

"Harusnya kau memberikan ini setelah aku memakai toga ku David.." Monica memasukan bunga yang David bawa ke dalam vas berisi air yang di sediakan pelayan.

David tersenyum melihat bunganya di terima dengan baik "Maafkan aku, karena aku tidak punya waktu yang banyak, hari ini aku harus pergi dengan tuan untuk melakukan negosiasi bisnis." Monica mengangguk, tanpa banyak bertanya dan dia juga tak ingin hatinya kecewa karena tidak mendapat balasan atas pertanyaannya.

Dulu Monica selalu bertanya setiap David datang 'Apa Marvin baik- baik saja?'

'Apa dia begitu sibuk hingga tak pernah datang?'

Dan yang terakhir yang membuat Monica berhenti bertanya 'Sekali saja apa dia pernah bertanya apa kabarku?'

Dan Davin hanya bisa menunduk, tentu saja Monica mengetahui jawabannya adalah, tidak.

Dan Monica sudah lelah dia akan menyelesaikan semuanya.

"Aku ingin kau berikan ini untuk tuanmu" Monica menyodorkan sebuah map.

"Apa ini nyonya?" Monica hanya tersenyum.

"Terimakasih untuk perhatianmu selama ini David, dan aku tahu kamu sangat baik.. jika kita bertemu lagi diluar sana aku harap kita bisa berteman.." David tertegun, lalu membuka map biru yang membungkus beberapa lembar kertas putih di dalamnya.

"Nyonya, ini..?" David bangkit berdiri "Nyonya apa kau ingin bercerai?"

"Ya, sudah saatnya aku melepaskan diri dari ikatan gila ini.."

"Tapi, nyonya.." Monica menggeleng pelan..

"Aku sudah yakin untuk keputusan ini, jadi aku tidak butuh kata- kata apapun.." Monica berdiri dan meraih tas selempang nya, dia harus segera berangkat karena acara kelulusannya akan segera dimulai.

...

David mengepalkan tangannya melihat berkas perceraian tuannya yang di berikan nyonya nya, benar kesabaran seseorang ada batasnya, dan mungkin disinilah batas kesabaran nyonyanya..

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar.

David memasuki ruangan Marvin dan melihat meja tuannya kosong, David hanya menghela nafasnya lalu menyimpan berkas itu di atas meja.

"Kau sudah kembali.." Marvin keluar dari ruang pribadinya dengan tangan yang mengenakan dasinya, mungkin tuannya baru berganti pakaian.

"Ya tuan.." Marvin melihat sebuah berkas di atas meja nya, bukankah dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan sekarang ada lagi, Marvin mengeluh dia sungguh sibuk, bukankah mereka akan pergi untuk membuat kesepakatan bisnis sekarang.

"Apa ini?" Marvin mengerutkan keningnya mengangkat berkas di depannya.

David menghela nafasnya lalu berkata.. "Itu adalah berkas perceraian dari istri anda tuan.."

"Apa!!"

...

Like..

Komen..

Vote..

Keep Calm cerita ini gak berat kayak berat badan Monica dulu kok 😅

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Bagussssz

2025-03-21

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

gak usah sok terkejut Marv.. itu adalah tiket kebebasan utk kalian berdua... bukankah kau juga ingin bebas dr pernikahan aneh itu kan

2024-05-29

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

westo mas..gek mdang di ttd in...jdi saat diluar ketemu dgn momo.mu,kmu ga berkutik

2024-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Monica Harvey
3 Marvin Alfaro
4 Pernikahan Kilat
5 Pernikahan Alexa
6 Bunga Lily
7 Memulai Kembali
8 Aurora..?
9 Merasa Terhina
10 Tiga Tahun Kemudian
11 Pertemuan
12 Tidak Mengenali
13 Gugatan Cerai Sudah Dilayangkan
14 Kecupan Setelah Tiga Tahun Berlalu
15 Sial..?
16 Apa Yang Terjadi Sebenarnya..?
17 Suaminya Sendiri
18 Kesialan Monica
19 Tertangkap
20 Terkurung
21 Siapa Suaminya..?
22 Warisan Terakhir
23 Tidak Akan Bercerai
24 Alasan Marvin
25 Kesempatan
26 Bunga..?
27 Memikat
28 Bukan Up tapi Promo
29 Mengawasi
30 Terbakar
31 Pergi Ke Perkebunan
32 Misteri Marvin
33 Agnes Dan Sofia
34 Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
35 Ambisi Stevan
36 Alasan Sebenarnya
37 Lebih Dekat
38 Lebih Intenss
39 Awal Baru
40 Sakit Sekali..
41 Mengetahui
42 Berpisah..?
43 Tidak Akan Menyerah
44 Pergi
45 Andrew
46 Belum Ketemu
47 Bertemu Sofia
48 Menemui Dokter
49 Bagaimana Perasaanmu?
50 Bertemu Lagi
51 Pulang
52 Tetap Bercerai
53 Tidak Rela
54 Melakukannya Untukmu
55 Bersatu Kembali
56 Mendampingi
57 Jangan Beraninya kau!
58 Ingin Punya Tiga Anak
59 Jangan Dibaca Siang Hari Lagi Puasa!
60 Dear My Ex Husband
61 Promo
62 Kisah Belum Usai
63 Boleh Mampir
64 My Sweet Daddy
65 Broken Marriage
66 Mampir Yuk!
67 mampir yuk
68 Bukan Sekedar Secretary
69 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Prolog
2
Monica Harvey
3
Marvin Alfaro
4
Pernikahan Kilat
5
Pernikahan Alexa
6
Bunga Lily
7
Memulai Kembali
8
Aurora..?
9
Merasa Terhina
10
Tiga Tahun Kemudian
11
Pertemuan
12
Tidak Mengenali
13
Gugatan Cerai Sudah Dilayangkan
14
Kecupan Setelah Tiga Tahun Berlalu
15
Sial..?
16
Apa Yang Terjadi Sebenarnya..?
17
Suaminya Sendiri
18
Kesialan Monica
19
Tertangkap
20
Terkurung
21
Siapa Suaminya..?
22
Warisan Terakhir
23
Tidak Akan Bercerai
24
Alasan Marvin
25
Kesempatan
26
Bunga..?
27
Memikat
28
Bukan Up tapi Promo
29
Mengawasi
30
Terbakar
31
Pergi Ke Perkebunan
32
Misteri Marvin
33
Agnes Dan Sofia
34
Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
35
Ambisi Stevan
36
Alasan Sebenarnya
37
Lebih Dekat
38
Lebih Intenss
39
Awal Baru
40
Sakit Sekali..
41
Mengetahui
42
Berpisah..?
43
Tidak Akan Menyerah
44
Pergi
45
Andrew
46
Belum Ketemu
47
Bertemu Sofia
48
Menemui Dokter
49
Bagaimana Perasaanmu?
50
Bertemu Lagi
51
Pulang
52
Tetap Bercerai
53
Tidak Rela
54
Melakukannya Untukmu
55
Bersatu Kembali
56
Mendampingi
57
Jangan Beraninya kau!
58
Ingin Punya Tiga Anak
59
Jangan Dibaca Siang Hari Lagi Puasa!
60
Dear My Ex Husband
61
Promo
62
Kisah Belum Usai
63
Boleh Mampir
64
My Sweet Daddy
65
Broken Marriage
66
Mampir Yuk!
67
mampir yuk
68
Bukan Sekedar Secretary
69
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!