Bab 7: Pesta Pembukaan Piala Dunia

Harun mengerutkan dahinya saat berusaha mengenali satu wajah asing yang ada di sana.

"Siapa ini? Sepertinya aku baru melihatnya?" tanya Harun penasaran.

Najma mendekatkan mulutnya pada telinga Harun. Ia membisikkan sesuatu yang membuat lelaki itu sampai membulatkan mata tak percaya.

"Jadi ini wanita yang kena razia bareng kamu?" gumam Harun.

Hamish hanya bisa memijit keningnya. Kehadiran Harun di sana malah membuat dia jadi pusing.

"Sudahlah, aku mau menonton pesta pembukaannya," ucap Hamish seraya berjalan menuju ke arah bangku penonton yang terhubung dengan ruangan itu.

Aisy membuntuti Hamish di belakang begitu pula dengan Najma, Faruq, dan Salma. Sementara, Paula sengaja berjalan paling belakang untuk menghormati mereka lebih dulu ke bangku penonton.

Paula di sana seperti orang tersisihkan. Kedatangan Aisy membuat Hamish sibuk berbicara dengan wanita itu dan juga keluarganya.

"Sepertinya kamu orang asing, ya?" tanya Harun.

Paula menoleh ke arah Harun. Lelaki itu meskipun terlihat menyebalkan namun bisa juga ramah mengajaknya berbicara.

"Iya, aku dari Indonesia," ucapnya.

"Oh, Indonesia? Bali?" Harun terlihat antusias mendengar jawaban Paula.

Paula hanya tersenyum. Ia sudah cukup puas lelaki itu mengenal Indonesia meskipun dengan embel-embel Bali.

"Aku sudah sering pergi ke Bali, tempatnya sangat indah. Lain kali kalau main ke sana lagi aku ingin main ke rumahmu," kata Harun dengan percaya dirinya.

"Boleh, boleh ...," jawab Paula. Ia tak ingin ambil pusing harus menjelaskan panjang lebar tentang negaranya karena akan terlalu panjang untuk dijelaskan.

"Ngomong-ngomong, siapa namamu?" tanya Harun.

"Paula, panggil saja begitu."

"Hm, nama yang indah. Bisa-bisanya kamu kena masalah dengan Si Bodoh itu."

Paula melirik ke arah Hamish. Lelaki itu masih terlihat asyik berbicara dengan Aisy dan kedua orang tuanya. Keberadaan dirinya seperti telah terlupakan.

'Hah! Kenapa aku malah jadi ingin merasa sedih? Memangnya aku istrinya yang sungguhan,' gumam Paula dalam hati.

Suasana di tengah lapangan mulai terlihat ramai. Pembukaan acara olahraga dunia itu dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang terdengar merdu. Ada pesan moral yang pembawa acara sampaikan agar perhelatan event olahraga akbar itu tidak ternodai dengan intoleransi.

Beberapa penyanyi muncul menampilkan lagunya dan mengajak para pengunjung bersukaria bersama. Letusan kembang api yang indah juga menghiasi langit stadion malam itu.

Suara sorak sorai penonton terdengar saat maskot piala dunia yang berukuran besar mulai diterbangkan. Maskot berwarna putih dengan karakter yang lucu itu terlihat menggemaskan melayang-layang di stadion seakan tengah menyapa seluruh penonton.

Paula sampai berdiri dan bertepuk tangan saking gemasnya melihat maskot yang menurutnya paling lucu dibandingkan maskot-maskot sebelumnya.

"Kalau tidak salah itu namanya Labib, ya?" tanya Paula.

Harun tertawa kecil. "Bukan Labib, tapi La'eeb," koreksinya.

"Oh, La'eeb," gumam Paula. Ia jadi tahu bagaimana cara pengucapan nama maskot itu dengan benar.

"Kalau dilihat-lihat, bentuknya seperti hantu kartun Casper, ya? Atau seperti keffiyeh yang kamu gunakan, ya?" Paula menunjuk penutup kepala milik Harun.

Harun sampai tertegun karena Paula tiba-tiba menunjuk-nunjuknya. "Sebenarnya La'eeb itu tidak ada bentuk aslinya di dunia nyata. Semua orang bebas menginterpretasikannya sesuai imajinasi masing-masing seperti yang baru saja kamu lakukan. La'eeb bisa seperti Casper, keffiyeh, ikan pari, atau layang-layang. Itu terserah sudut pandang setiap orang."

Paula mangguk-mangguk seakan ia paham. Kalau diperhatikan, memang sekilas bisa mirip dengan ikan pari, atau juga Ipin Upin.

"La'eeb itu artinya apa?" tanya Paula.

"La'eeb itu artinya pemain yang sangat terampil atau berkemampuan super. Masuk kan, dengan tema piala dunia tahun ini?"

"Ya, ini piala dunia yang paling unik. Biasanya maskot merupakan karakter hewan yang menjadi ciri khas daerah itu. Aku sempat mengira mungkin juga La'eeb itu ikan pari," ujar Paula.

"Hahaha ... Kamu lucu sekali," ucap Harun.

Obrolan dengan Harun setidaknya membuat Paula tak merasa sendirian. Lelaki itu sangat menyenangkan diajak bercerita. Mereka seperti orang yang sudah lama saling mengenal.

Paula kembali menoleh ke arah Hamish. Kebetulan tatapan mata mereka bertemu. Namun, Hamish langsung mengalihkan pandangan ke tempat lain. Lelaki itu memilih berbicara dengan Faruq.

"Apa kamu suka pertandingan bola?" tanya Harun.

"Suka, aku sangat suka. Itulah mengapa aku ada di sini sekarang," jawab Paula.

"Cukup jarang ada perempuan yang menyukai sepak bola. Tapi, melihatmu jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menonton bola, itu luar biasa," puji Harun.

"Bagiku biasa saja. Aku hanya penggemar biasa yang ingin melihat jagoannya berlaga."

"Memangnya siapa jagoanmu?" tanya Harun.

"Paulo Dybala." Paula menjawabnya dengan cepat dan tanpa ragu.

"Oh, pecinta Paulo ... Kalau aku pecinta Messy. Setidaknya kita mendukung tim yang sama," ujar Harun. "Sayangnya, aku dengar dalam laga pembuka nanti Paulo tidak akan diikutkan," sambungnya.

"Benarkah?" tanya Pula penasaran. Ia terlihat kecewa karena tujuan awalnya datang memang hanya untuk menonton Paulo berlaga.

"Aku dengar seperti itu dari staff mereka. Tapi, mungkin itu strategi pelatihnya untuk memberi waktu sedikit untuk Dybala beristirahat."

Paula menghela napas. "Bisa jadi benar. Sebelum perhelatan piala dunia ini, Paulo juga sempat cedera." ia terlihat pesimis untuk bisa melihat Paulo apalagi bertemu dengan pemain bola ternama irtu.

Terpopuler

Comments

Zubaidah Dahlan

Zubaidah Dahlan

Alhamdullilah tercapau juga hajat paula

2023-05-08

1

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

jangan hiraukan yang lain Pau..buat dirimu sendiri nyaman dan bahagia.. biarkan mereka asyik sendiri..kamu juga bisa kan?

2023-02-22

0

Lie Hia

Lie Hia

wahh paula sangat menikmati yaaa acara piala dunia nyaa...iyaa paula udh jgn pikirin yg lain2, tujuannya kan nonton...yg terjadi sekitar anggap pemanis saja yaaa

2023-02-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!