16.Mendadak Dilamar

Setelah melakukan konfirmasi reservasi yang sebelum nya Ardan lakukan lewat ponselnya.Ardan dan juga Ayana dibimbing menuju keruangan yang tertutup itu oleh salah satu pegawai restoran itu.

Ayana sendri hanya menatap heran pada sekeliling nya tanpa berniat bertanya namun terus mengikuti langkah Ardan bersama dengan pagawai tadi.

"Silahkan Pak,ini ruangan yang ada pesan."ujar nya tersenyum ramah sembari membukakan pintu ruangan itu.

"Baik Mbak.Terima kasih,"

"Iya Pak,mohon ditunggu sebentar,makanan nya akan segera kami siapkan."

"Baik,terima kasih."

Ardan pun membuka pintu private room itu lebih lebar lagi agar Ayana bisa masuk kedalam nya.Namun bukan ny masuK,Ayana malah terlihat bingung dan begitu enggan untuk masuk.

"Ayo masuk,kita akan bicara didalam.Aku akan menjaga jarak aman,agar kamu merasa nyaman.Jika pesan tempat diluar akan angat tidak nyaman."ujar Ardan meminta Ayana untuk masuk.

Sejenak Ayana menghela nafas panjang sebelum akhirnya masuk kedalam dan duduk disalah satu kursi yang ada diantara meja bundar disana.

Ardan sendiri memilih duduk didepan Ayana yang memiliki jarak lumayan jauh dari jangkauan,karena meja yang mereka tempati saat ini memiliki ukuran yang cukup besar.

Tidak lama setelah keduanya duduk,tampak pintu kembali dibuka dengan menampilkan dua orang pegawai yang membawa troli berisikan menu makan malam untuk kedua nya.

Ayana dibuat melongo saat kedua pegawai itu menyajikan begitu banyaknya menu makanan di atas meja.Bahkan Ayana sampai bergidik ngeri saat melihat banyaknya makanan yang tersedia di meja.

"Kenapa banyak sekali makanan nya Kak?kita cuma makan berdua,kenapa pesan sebanyak ini?"tanya Ayana ditengah keterkejutan nya mendapati meja makan yang penuh.

"Aku dengar kamu selalu melewatkan makan demi menolong pasien,makanya,mumpung ada waktu dan kesempatan,sekarang makanlah dengan banyak."jawab Ardan terlihat begitu santai.

Sementara Ayana sendiri masih terpaku melihat berbagai menu makanan didepan nya.

"Aku memang sering melewatkan makan,tapi bukan berarti harus sebanyak ini juga Kak,sayang kan nanti kalau nggak habis bagaimana?kan mubajir."

"Nggak mubajir Kok,kita bisa bawa pulang atau berikan pada yang membutuhkan."

"Memang bisa?"

"Bisalah,ini restoran milik teman aku,jadi jika memang tidak habis kita bisa minta dibungkuskan."

"Syukurlah kalau begitu."

"Sudah tidak khawatirkan?ya sudah,ayo mulai makan."

Ayana pun mulai mengambil makanan yang akan dia makan.Keduanya nampak menikmari hidangan dalam diam.

Meski banyak pertanyaan yang ingin Ardan tanyakan,namun Ardan menahan nya demi membuat Ayana makan dengan tenang.

"Bagaimana?kamu suka makanan nya?"tanya Ardan setelah keduanya menyelesaikan makan mereka.

"Alhamdulillah,cukup pas dilidah jadi masih aman."jawab Ayana yang terus menghindari tatapan lembut nan menghanyutkan dari Ardan.

Jujur,Ayana begitu gugup saat harus berdua saja dengan Ardan,belum lagi tempat mereka saat ini cukup tertutup.

"Bagaimana kabarmu selama satu tahun ini Ay?"tanya Ardan lagi.

"Alhamdulillah baik baik saja Kak,"

"Masih lanjut kuliah S2?"

"Masih,in sha Allah tahun depan selesai."

"Lalu,apa rencana mu setelah selesai kuliah?"

"Tentu saja bekerja dibidak yang aku pelajari saat ini,memang kenapa ya Kak?"

"Tidak ada rencana untuk menikah lagi?"

Deg...

Seketika wajah Ayana memucat saat Ardan menanyakan prihal pernikahan.Tampaknya Ayana masih cukup trauma dengan apa yang dia alami dipernikahan pertama nya dengan Fathan.

Sehingga kini respon nya cukup membuat Aedan merasa bersalah karena sudah menyinggung masalah pernikahan dan itu mengingatkan Ayana kembali akan peristiwa buruk yang dia alami dimalam pernikahan nya.

"Maaf,aku tidak bermaksud membuka luka lamamu,hanya saja aku ingin lebih memastikan apakah kamu siap untuk aku khitbah atau belum."

Deg....

Belum lagi keterkejutan Ayana reda karena Ardan mengungkit pernikahan pertama nya.Kini Ayana dibuat kembali kaget dengan pernyataan Ardan yang tiba tiba ingin mengkhitbahnya.

"Ma_maksud Kakak apa?ke_kenapa tiba tiba___"

"Tidak tiba tiba Ay,aku merencanakan ini sudah dari satu tahun yang lalu.Hanya saja,saat itu aku terlambat datang.Maaf atas keterlambatan ku saat itu."potong Ardan saat Ayana bertanya dengan tatapan tak percaya nya.

"Bi_bisa dijelaskan lagi?maksud Kakak apa?"tanya Ayana lagi karena memang belum mengerti arah pembicaraannya dengan Ardan saat ini.

"Tahun lalu,aku sengaja datang ke mari untuk mempersuntingmu,namun sebelum mendatangi rumah kedua orang tuamu dan sambil menunggu laporan pencarian alamat rumah kedua orang tuamu lewat Haria,aku memutuskan untuk mendatangi undangan pernikahan anak dari rekan kerjaku.Dan ternyata aku sudah terlambat,saat melihat jika mempelai wanitanya adalah dirimu Ay."jelas Ardan yang membuat Ayana kembali terkejut.

"Ji_jika benar begitu,kenapa hari itu Kakak tidak datang?"lirih Ayana menunduk demi menutupi matanya yang sudah berembun.

"Maaf,saat itu aku masih ragu dengan perasaan aku sendiri.Tapi setelah beberapa kali mengadu padanya,aku baru yakin,namun terlambat."

...***...

🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*

Terpopuler

Comments

Isabela Devi

Isabela Devi

kasian, terlambat menyadari perasaan itu sendiri

2024-04-16

0

Wanti Suswanti

Wanti Suswanti

tuh ay maafin Ardan ya ay..

2023-10-22

1

Sintia

Sintia

lanjutkan

2023-09-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!