15.Memaksa Bertemu

Ayana tertegun hingga harus menghentikan langkahnya saat tiba diparkiran tepatnya tak jauh dari mobil miliknya terparkir nampak seorang pria tengah berdiri menyender kebadan mobilnya.

Penampilan pri itu sudah tidak serapih tadi pas dia mengantarkan pasien anak kecil dengan luka ditubuhnya.Dasi dan juga jas yang sudah tidak lagi dipakai,kemeja sudah terbuka kancing bagian atasnya jangan lupa lengan kemejanya pun dia dilipat hingga sikut.

Ditambah rambut yang tadinya kelimis kini sudah tak beraturan lagi.Bahkan wajahnya nampak lusuh seperti habis bangun tidur.

Perlahan Ayana mendekati pria itu namun bukan berniat menemuinya karena memang pria itu berdiri dan bersandar dibadan mobil milik Ayana.

"Sudah selesai kerja nya?"tanya nya sumringah sembari membenarkan posisi berdirinya saat melihat Ayana berjalan mendekat.

"Kakak kenapa masih disini?"tanya nya sedikit merasa bersalah karena membiar kan pria itu menunggu berjam jam lamanya.

Bahkan sampai pria itu berpenampilan berantakan seperti saat ini.Entah bagaimana pria itu mengusir rasa jenuh nya saat menunggu,yang pasti tidak bisa Ayana bayangkan bagaimana pegalnya menunggu hingga berjam jam.

"Kan aku sudah bilang kalau akan menunggu sampai jam kerja kamu selesai.Sekarang bisa bicarakan?"

Ayana kembali tertegun dengan apa yang di ucapkan oleh Ardan barusan.'Memang apa yang perlu dibicarakan?diantara mereka tidak memiliki kepentingan satu sama lain,bukan?jadi untuk apa bicara?'' batin Ayana bergumam.

"Ayolah,aku sudah memberikan mu waktu selama satu tahun untuk menenangkan diri,apa masih kurang?"lanjut nya yang lagi lagi membuat Ayana tertegun.

"Ma_maksud Kakak apa?"

"Makanya,ayo bicara biar aku jelaskan nanti."jawab Ardan memelas dengan wajah lelahnya.

Ayana membuang muka kesamping demi menetralkan hati dan perasaan nya yang bergemuruh.

Jujur penolakan Ardan satu tahun lalu masih begitu melekat didalam hatinya saat ini.Padahal gadis itu sudah begitu merendahkan dirinya dengan terlebih dahulu mengajak Ardan untuk memiliki hubungan meski dengan dalih pacaran pura pura.

Namun nampaknya pria itu tidak memiliki perasaan yang sama dengan nya hingga Ayana pun dibuat malu sendiri dan akhirnya memutus komunikasi dengan Ardan karena merasa tidak punya muka lagi.

Belum lagi kegagalan pernikahan nya yang sudah pasti diketahui oleh Ardan baik secara langsung atau mendengar kabar dari pihak kantor sang mertua yang ternyata rekan kerja dari Ardan.

Bahkan Ardana menjadi tamu spesial dihari pernikahan nya dengan Fathan dulu padahal Ayana tidak mengundangnya.Dan baru tahu jika Ardan adalah tamu dari Papah metuanya.

Yang menambah poin rasa tidak percaya diri Ayana tumbuh semakin besar dan tidak berani untuk bertemu lagi dengan pria itu.

Namun takdir seolah tidak meridhoi apa yang dilakukan nya saat ini,disaat sukses melupakan dengan segala kesibukan nya.

Takdir malah mempertemukan mereka kembali.Sungguh hal yang tidak pernah terbayangkan sebelum nya oleh Ayana sendiri.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan,maaf aku masih ada ursan,permisi."jawab Ayana berlalu melewati Ardan hendak masuk kedalam mobil namun seketika dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ardan saat ini.

Dengan secepat kilat Ardan merampas ponsel yang saat itu tengah ada didalama genggaman Ayana dan otomatis hal itu membuat Ayana kaget setengah mati lalu memghentikan pergerakan nya.

"Kakak?"pekik nya menatap tak percaya pada tingkah konyol pria itu.

"Makanya,ayo bicara.Baru aku kembalikan ponsel kamu."jawab Ardan dengan santainya memasukkan ponsel milik Ayana kedalam saku celana bahan yang dia kenakan.

Ayana pun nampak menghela nafas pasrah saat Ardan berjalan terlebih dahulu menuju ke arah mobil miliknya.

"Kita naik mobil masing masing saja,dan bertemu ditempat yang sudah kita sepakati."ujar Ayana menghentikan langkah Ardan yang akan masuk kedalam mobilnya.

"Nggak,kita pergi menggunakan mobil aku.Aku tidak percaya jika kamu akan mengikuti."jawab Ardan mengurungkan niatnya masuk kedalam mobil sebelum memastikan Ayana masuk kedalam mobil.

"Ponsel aku ada di Kakak,masa masih nggak percaya?"kesal Ayana.

"Tetap saja,aku tidak percaya."

"Kak..."

"Ayolah Ay,aku tidak akan melakukan apapun padamu.Ya kali bisa mesum sambil bawa mobil,yang ada bukan nya masuk hotel malah masuk UGD."jawab nya yang sontak membuat mata Ayana membulat sempurna.

"Astaghfirullahaladzim,Kakak?"

"Iya,iya maaf.Ya sudah,ayo naik,aku lapar."keluh nya yang akhirnya membuat Ayana luluh dan naik kebagian belakang mobil Ardan.

"Loh,kok dibelakang?"

"Aku nggak nyaman jika berduaan didepan,yang pentingkan aku ikut mobil kakak.Ayo jalan,katanya tadi lapar?"jawab Ayana mencoba menyaman kan duduknya yang sebenarnya yang tidak nyaman bukanlah posisi duduknya namun hatinya.

'Oh hati,tenanglah.Jangan sampai kamu mempermalukan dirimu lagi Ay.Jangan baper kamu.' batin Ayana bermonolog.

Ardan pun mengalah dan masuk lalu melajukan mobilnya menuju ke salah satu restoran yang memiliki privat room.

Setelah tiba direstoran itu Ardan pun menghampiri resepsionis untuk mengkonfirmasi pesanan nya yang sudah dia lakukan sedari pagi tadi,saat menunggu Ayana bekerja.

...***...

🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️

Terpopuler

Comments

Mamah Kekey

Mamah Kekey

lanjut.. sudah satu tahun kemudian 😂

2024-08-17

0

Isabela Devi

Isabela Devi

next

2024-04-16

0

Sintia

Sintia

seruuuuuu lanjut dong

2023-09-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!