09.Terlambat Menyadari

Tok

Tok

Tok

"Masuk."

"Permisi Pak,ini ada undangan untuk Bapak,"ucap Alisa yang sudah tiga tahun ini menjadi sekertaris Ardan.

"Baiklah,tolong bawa kemari.Biar saya lihat dari siapa?"jawab Ardan sembari menghentikan sejenak pekerjaan nya untuk melihat undangan yang ditujukan kepadanya.

Alisa pun melangkah maju untuk memberikan kartu undangan itu,dengan teliti Ardan pun membaca setiap kata yang tertulis dikartu undangan itu.

Mulai tanggal,hari,tempat serta tak lupa juga dengan nama si pengundang dan mempelai yang akan menjadi raja dan ratu sehari itu.

Deg...

Jantung Ardan berdetak dengan kencang saat melihat nama memperlai wanita nya.

"Ayana Azahra?"guman nya dan seketika jantung Ardan berdebar tak seperti biasanya.

Ardan pun segera menggelengkan kepalanya pelan demi menghilangkan prasangka dirinya tentang nama wanita yang tertulis dalam kartu undangan itu.

"Semoga itu bukan kamu Ay,"**gumam nya lagi saat membaca kembali nama mempelai wanitanya.

Ardan pun menyimpan kartu undangan itu kedalam tas kerja yang selalu dia bawa.Lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya,karena hanya itu yang bisa Ardan lakukan untuk melupakan segala kegundahan hatinya.

...***...

"Kamu kenapa sayang?apa ada masalah?kenapa sejak Ayana pamit pulang kamu terlihat tidak baik baik saja?"tanya Mommy Erika pada putra bungsu nya itu.

"Mom,apa sebaiknya aku menyusulnya kesana?"

"Maksudnya?kamu suka sama dia?"

"Entahlah,aku begitu nyaman saat bersama dengan nya,tapi aku ragu dan juga takut."

"Takut?takut kenapa?"

"Aku takut jika dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan ku."

"Sudah mencoba membicarakan hal ini dengannya?"

"Belum,"

"Jika belum,kenapa harus takut?pria itu harus berani Ar,berani bertindak,berani bertanggung jawab dan tentu berani menerima konsekuensi dari apa yang dilakukan nya.Meski jawaban atau hasil akhir tidak seperti yang kita inginkan,setidaknya,kita sudah berusaha memperjuangkan nya.Jika kamu merasa ragu,maka sholatlah,minta petunjuk pada sang pemilik kehidupan,dia yang jauh lebih tahu mana yang terbaik untuk kita."jelas Mommy Erika.

...***...

Setelah melakukan sholat malam dan berdoa meminta petunjuknya,Ardan pun mantap untuk menyusul Ayana kekampung halaman nya.

Namun sebelum datang kekampung halaman sang gadis terlebih dahulu Ardan akan mendatangi pesta pernikahan putra dari rekan bisnisnya.

Dengan memakai stelan jas yang rapih dan wangi,Ardan berjalan memasuki sebuah hotel bintang lima dimana acara resepsi dari pernikahan itu digelar.

Setelah mengisi buku tamu Ardan pun berjalan masuk mencari si pemilik hajatan.Seketika langkah kaki Ardan terhenti saat tatapan nya tertuju pada pengantin wanita yang begitu dia kenali.

Wajah ayu nan cantiknya nampak begitu terlihat berbeda dalam balutan baju pengantin dan juga makeup khas pengantin.

Ardan tertegun dan mematung ditempatnya hingga tepukan dibahu nya membangu59nkan nya dari lamunan.

"Astaghfirullahaladzim,Abang bikin kaget aja!"seru Ardan saat melihat Ardi serta sang istri juga hadir dalam acara pernikahan itu,sebagai tamu dari mempelai wanita.

"Lagian ngapain bengong disini,mana datang ga kabar kabar lagi.Udah nongol disini aja,kapan datang dan tinggal dimana?"tanya Ardi yang lumayan dibuat kesal karena sang adik yang datang ketanah air tanpa berkabar dengan nya.

"Kemarin,dihotel A."jawab Ardan tanpa mengalihkan pandangan dari pengantin wanita.

"Istighfar,istri orang."bisik Ardi saat menyadari kemana arah tatapan sang adik saat berbicara dengan nya**.

"Astaghfirullahaladzim,astaghfirullahaladzim,astaghfirullahaladzim,sepertinya aku sangat terlambat ya Ay?"**gumam Ardan dalam hati sembari melempar pandangan nya ke arah lain.

Selain tahu jika akan sangat berdosa jika terus memandangi istri orang,Ardan juga mencoba menetralkan jantung dan perasaan nya yang saat ini tengah tidak baik baik saja,saat mendapati jika wanita yang menjadi tujuan nya datang kesana sudah jadi milik pria lain.

Kecewa dan menyesal begitu dirasa oleh Ardan saat ini.Namun semua balik lagi pasa jalan takdir yang mungkin tidak mengijinkan mereka untuk bersama.

"Ayo ikut,"ajak Ardi sembari menarik lengan sang adik maju menuju kw pelaminan.

"Kemana?"

"Kepelaminan,kasih selamat pada pengantin habis itu ikut Abang pulang kerumah."jawab Aedi yang tidak bisa dibantah oleh sang adik.

Ketiganya pun maju menuju ke pelaminan untuk memberikan selamat serta doa kebaikan untuk kedua mempelai.

"Selamat ya Ay,akhirnya lepas masa lajang juga."ucap Realyn memeluk erat tubuh Ayana yang saat ini tengah menjadi ratu sehari.

"Makasih Lyn,terima kasih karena sudah menyempatkan datang."jawab Ayana membalas pelukkan dari sahabatnya itu.

Dan saat ini giliran Ardan yang maju untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.

"Se_selamat ya,semoga sakinah mawadah warahmah,"ucap Ardan dengan nada lirihnya.

"Terima kasih Kak,sudah menyempatkan datang."jawab Ayana memaksakan senyum diwajahnya.

Seketika Ardan tertegun dan merasa bersalah saat melihat tatapan penuh dengan kesedihan dan kekecewaan dimata gadis itu.

Ardan tahu jika kedatangan nya sudah sangat terlambat san mungkin inilah akhir dan jawaban dari setiap doanya.Meski sakit,namun Ardan kembali harus memupuk rasa ikhlas dalam hati saat kembali melepaskan sang pujaan hati untuk bersanding dengan pria lain**.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

rasain loe. dasar laki2 plin plan

2024-02-12

0

Wanti Suswanti

Wanti Suswanti

kalau jodoh gak akan kemana walau nanti udah jadi janda...😀😀

2023-10-22

1

Teh Yen

Teh Yen

ah Ardan kebanyakan mikir sih jd keburu d ambil orang tuh ayananya 🥺🥺

2023-02-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!