Ayana pun bergegas mengganti hijab instan yang tengah dipakai saat ini dengan hijab pasmina yang jauh lebih modis dan senada dengan gamis yang dikenakan nya.
Tak lupa Ayana juga memasukkan ponsel dan juga dompet ke tas selempang nya.Setelah semua dirasa sudah siap,Ayana langsung melesat keluar kamar untuk bertemu dengan Ardan di suatu tempat.
Ardan sendiri kini sudah menunggu di lobi hotel tempat Ayana menginap.Ardan tersenyum senang saat melihat wanita berhijab yang tengah dia kini sedang berjalan mendekati dirinya.
“Sudah lama ya?maaf ya buat Kakak menunggu.”ucap Ayana saat sudah tiba di dekat Ardan.
“Nggak kok,ini baru nyampe.Alzam mana?kok nggak ikut?”tanya Ardan saat melihat gadis itu hanya datang seorang diri.
biasanya akan ada Alzam yang selalu setia menemani kemanapun gadis itu pergi.
“Alzam sudah pulang,ada masalah dikantornya jadi harus pulang duluan deh.”
"Berarti selama kamu disini,kamu akan sendirian dong?"
"Ya,mau bagaimana lagi.Urusan Alzam jauh lebih pentingkan?itu menyangkut banyak nyawa yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan yang Alzam kelola."
"Benar juga sih,ya sudah kalau begitu.Aku akan menemani kamu selama kamu berada disini,aku akan menjadi teman kemana pun kamu akan pergi,bagaimana?"
"Boleh sih jika itu tidak merepotkan."
"Tentu saja tidak,aku senang malah ada teman jalan."
"Memang nya tidak akan ada yang marah jika Kakak menemani ku jalan?"
"Yang marah siapa?selain Mommy,tidak pernah ada yang marah sama aku hanya karena aku jalan sama seseorang."
"Memang Kakak tidak punya pacar?"
"Tidak,terlalu fokus kerja jadi lupa deh sama waktu cari pasangan."
"Lalu,bagaimana dengan Mommy Kakak?beliau tidak akan marah kan?"
"Tidaklah,malah senang mungkin dia lihat anaknya yang tampan ini akhirnya bawa gandengan.Bisa langsung adain syukuran itu."ujar Ardan sambil tertawa lepas saat membayangkan wajah senang sang ibu saat dirinya berhasil membawa seorang gadis kerumah mereka.
"Masa sih?sampai segitunya?"
"iya,mau bukti?ayo ikut kau kerumah,beh langsung deh itu telponin semua kawan nya dan keluarga yang tinggal disini untuk bikin acara syukuran gitu."jawab Ardan penuh dengan semangat.
"Beneran mau bukti kalau Mommy aku orang nya seheboh itu.Ayo ikut."lanjut Ardan yang langsung berjalan mendahului Ayana menuju mobil miliknya yang terparkir didepan hotel.
"Kita mau kemana Kak?"tanya Ayana lagi yang merasa ragu jika Ardan akan membawa dirinya pada kedua orang tuanya.
"Ayo,naik saja dulu,nanti juga kamu tahu."
Ayana tampak menurut dan duduk dijok depan berdampingan Ardan yang duduk didepan kemudi.
Ardan pun mulai melajukan mobilnya menuju kembali kerumah orang tuanya.Dan hanya butuh waktu 30 menit saja untuk Ardan sampai dirumah mewah milik kedua orang tuanya.
"Ayo turun,"ajak Ardan begitu mereka tiba disebuah halaman rumah yang cukup mewah dan besar.
"Ini rumah siapa Kak?'tanya Ayana lagi yang masih belum ngeh jika Ardan benar benar membawanya pada kedua orang tuanya.
"Rumah Mommy."jawab Ardan singkat yang membuat Ayana melongo.
Ardan bergegas turun lalu berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil agar Ayana bisa turun dari sana.
"Ayo,katanya mau lihat bagaimana reaksi Mommy jika aku bawa kamu kesini?"kata Ardan saat melihat Ayana yang nampak begitu enggan untuk turun dari mobilnya.
"Tapi__"
"Ayo,masuk saja dulu.Aku tidak akan macam macam kok,Mommy pasti senang saat melihat kamu datang berkunjung."
Dengan sedikit keraguan,Ayana pun turun dari mobil dan mengikuti langkah Ardan yang berjalan terlebih dulu menuju kedalam rumah nya yang memang pintu utamanya sudah terbuka.
"Assalamu'alaikum."seru Ardan dan juga Ayana mengucap salam secara bersamaan saat memasuki rumah itu.
"Wa'alaikumsalam,kamu kok___?Masya Allah,siapa ini?cantik sekali?"jawab Mommy Erika begitu mendapati seseorang yang berdiri agak dibelakang Ardan.
"Selamat siang Tante,maaf mengganggu ya?"ucap Ayana maju beberapa langkah untuk menyalami tangan Mommy Erika dengan takzim.
"Tidak sayang,siapa nama kamu Nak?ya Allah,sudah cantik sholelah lagi.Ayo mari masuk kita bicara didalam?"Mommy Erika pun langsung membawa Ayana masuk kedalam ruangan keluarga agar bisa berbicara lebih santi lagi disana.
"Nama saya Ayana Tante,saya teman nya Kak Ardan."jawab Ayana sedikit sungkan.
"Ar,kok punya teman secantik ini bari dibawa main kerumah sih?''tanya Mommy Erika pada putra bungsunya itu.
"Kan dia nya juga baru main ke negara ini Mom,ya jadi baru aku ajak sekarang."jawab Ardan duduk tepat disamping Ayana dengan jarak dan batasan Mommy Erika yang ada ditengah tengah mereka.
"Oh,memang kamu dari mana?"
"Dari Indonesia Tante,dan sekarang lagi liburan mumpung lagi cuti kuliah juga."
"Oh masih kuliah ya?kuliah jurusan apa?"
"Lanjut S2 Tante,namun sekarang masih cuti untuk beberapa waktu kedepan."jawab Ayana yang saat ini sudah merasa cukup nyaman saat berbicara dengan Mommy Erika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Teh Yen
waduh Ardan gercep yah langsung d kenalin sama momy Erika loh ciusan hahaa auto heboh beneran ini mah sekeluarga bakal d telponin 🤭🤭
2023-02-20
1
🌷💚SITI.R💚🌷
ayo ardan langsyng khitbah aja toh restu dr momy sdh di dapat..dan ayana jg blm ada yg ngikat jg cpt gercap sblm janur kuninh melengkung..🤣🤣🤣
2023-02-10
1
Aas Azah
lanjut lagi thor
semangat 💪😁
2023-02-04
2