"Yakin,silahkan saja jika sudah mau pergi.Aku nggak apa apa kok.Adik aku juga lagi jalan kesini"
"Ya sudah kalau begitu,aku temani sampai adik kamu tiba disini,ya"
"Kak Ay"seru seorang pemuda yang kemarin datang menghampiri di undangan pernikahan Realyn dan Ardi.
Pemuda yang bernama Alzam itu menatap bingung pada pria yang berdiri disamping Kakak sepupu nya Ayana.
Meski kemarin sempat bertemu yang kebetulan hari itu juga ada disamping sang kakak namun keduanya tidak sempat berkenalan karena Ardan keburu sibuk dengan sanak keluarga yang datang menghampirinya dan mengajaknya berbincang.
Alzam tersenyum ramah saat sudah berada didekat Ayana dan juga Ardi.Alzam menyapa Ardan dengan sopan dan juga ramah.
"Assalamu'alaikum,maaf telat.Ini___??"ucap Alzam begitu sampai didepan Ayana dan juga Ardan.
"Wa'alaikumsalam,iya nggak apa apa.Oh ini,kenalin ini Kak Ardan,Kak Ardan ini Alzam"Ayana pun memperkenalkan kedua pria yang kini saling berhadapan.
"Ardan"
Ditengah kedua pria yang diperkirakan seumuran itu bersalaman untuk memperkenalkan diri.Ardan dikejutkan dengan teriakan seseorang yang memanggil namanya.
Ardan menoleh ke arah suara yang menampilakn si mempelai pengantin pria dihari kondangan dimana Ardan bertemu dengan Ayana berjalan mendekat dengan wajah yang lumayan muram karena menahan kesal pada sang adik.
Namun wajah muram itu berganti dengan wajah yang sumringah saat melihat jika sang adik tengah bersama dengan seorang gadis.
"Alhamdulillah,normal ternyata dia"gumam Ardi saat melihat sang adik bersama dengan seornag gadis.
Ardi memang sempat khawatir saat mendengarkan keluh kesah sang ibu yang mengkhawatirkan anak bungsunya yang tak kunjung mau menikah.
Sang ibu dan juga Ardi sempat berpikir jika kendala sang adik yang enggan menikah adalah karena dia membelok alias suka sesama jenis(Naudzubilah).
Namun saat ini kekhawatiran itu hanyalah kekhawatiran yang tak berarti.Terbukti dengan kini sang adik nampak bersama gadia cantik,ayu dan sholehah.
Ardi berjalan mendekat lalu memperkanalkan diri pada Ayana.Meski tahu jika gadis itu sahabat sang istri namun karena kesibukan dihari pernikahan membuatnya belum sempat berkenalan.
"Kami ijin pamit ya,pesawatnya Ardan sebentar lagi take off dan kami harus segera masuk kepesawat"ujar Ardi pamit undur diri terlebih dahulu karena mwmang dikejar waktu karena pesawat yang akan membawa keluarganya sebentar lagi akan lepas landas.
"Iya Kak,silahkan.Semoga selamat sampai tujuan"jawab Ayana tersenyum lembut.
Deg...
Jantung Ardan kembali berdetak tak karuan saat melihat senyuman manis sang bidadari yang entah sejak kapan mulai mencuri hatinya yang sudah lama membeku.
Ardan sama sekali tidak memalingkan tatapan nya dari wajah cantik Ayana hingga sikutan dilengan nya membangunkan Ardan dari lamunan nya.
"Ayo"bisik Ardi saat melihat Ardan hanya diam menatap intens pada Ayana yang sudah dibuat salah tinggkah karena tatapan Ardan.
"Ah iya,maaf.Kalau begitu aku duluan ya Ay,sampai ketemu kapan kapan"lanjut Ardan terdengar begitu ragu saat mengucapkan kata kata perpisahan nya dengan Ayana.
"Iya Kak,hati hati"
Lambaian tangan dari keduanya menutup acara perpisahan mereka berdua.Ardan menatap sendu pada gadis yang kini menatapnya dengan senyuman lembut mengiasi wajahnya.
Tidak ada yang spesial didua kali pertemuan keduanya.Namun hal itu cukup membekas dihati Ardan maupun Ayana.
Gadis yang tengah dilanda kegalauan karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria yang sama sekali tidak Ayana sukai,kini sedikit mendapatkan penghiburan dengan pertemuan nya dengan Ardan.
Pria yang terlihat cuek namun baik itu mampu membuat hati Ayana bergetar.Namun sayang pertemuan itu hanya sebatas pertemuan biasa.
Ayana tersenyum getir mengingat kisah hidupnya yang sebentar lagi entah akan seperti apa.
Menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenali dan tidak dia sukai.Sungguh kemalangan yang hakiki.
Ayana pun sempat berharap dan berdoa disaat kepulangan nya nanti ke tanah air,akan ada pria lain yang mengkhitbahnya.
Setidaknya bukan calon yang saat ini menjadi satu satunya kandidat yang ada untuk menjadi menantu Ustad Hasbi Maulana.
***
"Kamu kenapa Nak?kok bengong aja dari tadi?"tanya Mommy Erika saat melihat putra bungsunya terus saja melamun.
Bahkan dari naik pesawat hingga sampai rumah,anak yang biasanya cerewet itu mendadak diam.
"Nggak apa apa Mom,aku hanya kecapean aja.Pamit kamar duluan ya,pengen cepat cepat rebahan,cape banget."kilah nya,berlalu menuju kelantai dua rumahnya dimana kamar pribadinya berada,setelah diangguki oleh sang Mommy.
Sementara ditempat dilain,nampak seorang gadis dan seorang pemuda baru saja tiba dihotel yang akan mereka tempati selama beberapa hari ini.
"Hari ini kita istirahat saja ya,besok baru jalan,gimana?"tanya Alzam saat keduanya tengah berjalan menelusuri lorong menuju kekamar hotel mereka masing masing.
"Boleh,Kakak juga cape banget.Ya sudah,sana istirahat.Nanti malam kita ketemu buat makan malam diluar."
"Ok,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Naca Seleb
😍😍😍
2023-06-18
2
Naca Seleb
😍😍😍😍
2023-06-18
1
Afra Ashimah Munawwaroh
Ay apa ini. maksudnya Ayankk?? tapi cuma falshback
2023-03-12
1