Caerina menunjukkan satu kantong kecil berisi garam. Kedua mata Kledson membulat sempurna ketika Caerina membawa garam. Padahal dia tahu kalau harga satu kantong garam saja sangat mahal.
"Kau menemukannya di hutan? Bagaimana bisa?"
Caerina tersenyum sumringah. Ini adalah penemuan paling besar semenjak dia tinggal di dunia ini.
"Ayah, aku menemukan gua yang berisi kristal garam," ujar Caerina.
Seisi ruangan terperanjat kaget mendengar Caerina menemukan kristal garam. Sulit dipercaya kalau gadis itu menemukan sesuatu yang sangat berharga seperti ini.
"Gua? Mungkinkah maksudmu pertambangan tersembunyi di balik hutan? Hutan yang ada di wilayah kekuasaan keluarga kita kan?" tanya Nathan tampak syok.
"Benar. Hutan yang berjarak dekat dengan kediaman kita. Aku rasa kalian harus melihatnya dengan mata kepala sendiri agar percaya."
"Kau menemukan sesuatu yang bisa menyebabkan gejolak kemarahan Count Delmo. Ya sudah, besok Ayah akan pergi memeriksanya. Lalu apakah kau mau mengurus pertambangan itu?"
Caerina berpikir sejenak sebelum memberi jawaban kepada Kledson.
"Aku rasa sebaiknya Ayah saja yang mengurusnya. Aku tahu Ayah lebih paham soal pertambangan daripada aku. Sedangkan aku cukup berperan untuk menjualnya saja. Setidaknya, aku bisa sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat wilayah Navre."
Pemikiran Caerina membuat kagum Kledson. Di sela kesulitan yang dihadapi Caerina, ia masih memikirkan nasib orang lain. Sejujurnya, Caerina hanya ingin membuat penduduk wilayah Navre menjadi lebih sejahtera. Dengan begitu, reputasi keluarganya pun terlihat baik di mata masyarakat.
Selepas itu, Caerina berbincang beberapa menit di ruang makan bersama keluarganya. Mereka menikmati setiap pembicaraan yang terjadi. Caerina saat ini menjadi sangat ekspresif, tidak lagi suram dan pendiam. Gadis itu selalu tertawa, suasana dingin pun cair karena suara tawanya itu.
***
Keesokan pagi, di sela saat Caerina menyusun rencana ke depannya, tiba-tiba saja mansion heboh karena kedatangan perwakilan dari istana kekaisaran.
"Nona, ayo cepat ke luar. Ada perwakilan dari istana ingin bertemu dengan Anda," ujar Letta menarik paksa Caerina dari meja belajar.
"Hah? Perwakilan dari istana? Mengapa dia datang kemari?"
"Saya tidak tahu. Nyonya menyuruh saya untuk membantu Anda berganti pakaian."
Caerina memutar bola mata malas. Waktu tenangnya terganggu karena ulah seseorang dari istana Kaisar. Sekarang Caerina hanya bisa berpasrah diri sampai pertemuannya dengan perwakilan istana selesai.
"Tuan, Nyonya, saya sudah membawa Nona Caerina."
Caerina masuk ke ruang tamu. Suasana di sana sedikit tegang. Sekretaris pribadi Kaisar yakni Faron, datang secara khusus mengunjungi kediaman ini.
"Caerina, kemarilah. Sepertinya Kaisar mengirim pesan untukmu," ujar Sara.
Faron, si pria muda berkacamata itu terpana melihat Caerina. Padahal baru beberapa waktu lalu dia melihat penampilan lusuh Caerina, sekarang dia berubah menjadi wanita super cantik dalam sekejap.
Caerina duduk di sofa kosong, berseberangan dengan Faron. Ekspresi Caerina tampak tidak ramah sama sekali.
"Ada apa, Tuan Faron? Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada saya?"
Faron tersentak, tatapan mata Caerina terlihat dingin. Tidak seperti biasanya, Caerina selalu menunduk ketika berhadapan dengannya. Kini dia bisa melihat jelas rupa wajah Caerina yang ternyata punya fitur wajah mirip dengan Sara, sang mawar putih kekaisaran.
"Nona, Kaisar dan Permaisuri memanggil Anda ke istana. Beliau ingin membahas mengenai perceraian Anda dengan Duke. Sebagaimana—"
"Saya sudah bercerai dengan Duke Wadson. Dia akan segera menikahi Brenda. Lalu apa lagi yang ingin dibicarakan mengenai perceraian ini? Sejak awal, Kaisarlah yang mengatur pernikahan saya dengan keponakannya itu."
Sejujurnya, Caerina sangat marah mengingat bagaimana perjodohan itu terjadi begitu saja. Hubungan sang Kaisar dan Ayah Caerina bukanlah hubungan biasa. Mereka berteman dekat di satu kelompok kesatria yang sama.
Berdasarkan rasa persahabatan di hati Kaisar, dia pun berinisiatif menjodohkan Caerina dengan Heston, keponakannya sendiri. Pada mulanya, dia pikir Heston bisa menerima Caerina, tetapi kenyataannya malah berbanding terbalik.
"Saya tahu mengenai hal itu, Nona. Kaisar mengundang Anda dan Duke Wadson untuk melakukan pembicaraan pribadi. Beliau sangat sedih mendengar Anda diceraikan oleh Duke Wadson," tutur Faron.
Caerina menoleh ke arah Kledson. Dia meminta Ayahnya menjawab perkataan Faron. Meski sebelumnya dia marah besar kepada Kaisar yang menjadi sumber penderitaan putrinya, tetapi untuk masalah ini dia juga tak bisa menolak permintaan Kaisar.
"Caerina, pergilah ke istana. Temui Kaisar dan katakan apa yang kau rasakan selama ini ketika menjadi Nyonya rumah Duke Wadson. Setelah ini aku harap Kaisar tidak menjodohkanmu dengan pria lain lagi," ujar Kledson.
Mendengar perintah Ayahnya, Caerina pun mengiyakan. Faron kini menjadi sedikit lebih lega. Dia tegang menghadapi Caerina. Belum pernah seumur hidup dia merasa begitu tertekan ketika berbicara dengan orang lain.
"Saya akan pergi. Kapan Kaisar ingin bertemu dengan saya?" tanya Caerina.
"Beliau meminta Anda ke istana hari ini juga. Maaf karena terlalu mendadak sebab hanya ini waktu senggang Kaisar di akhir pekan begini," jawab Faron.
Caerina bangkit dari tempat duduk sambil berkata, "Baiklah. Saya berganti pakaian terlebih dahulu. Tunggu di sini sebentar."
***
Di kediaman Grand Duke Nedilius, para penghuni mansion tampak sibuk. Gedung mansion tampak begitu mewah. Bahkan, mansion ini dua kali lebih luas dibanding kediaman Marquess Navre. Namun, meski begitu, mansion ini punya suasana suram dan tidak berwarna.
Pagi ini, terdengar suara gaduh di antara para pelayan dan yang menyebutkan bahwa ada sesuatu yang terjadi terhadap Grand Duke Nedilius. Mereka berlarian keluar dari mansion utama. Sebagian dari mereka terlihat gemetar ketakutan.
"Aura Grand Duke lepas kendali lagi. Cepat cari tempat berlindung!"
"Jangan dekati mansion utama! Kalian bisa terluka bila masuk ke sana."
Aura gelap menyelimuti mansion utama. Aura itu terasa menyakitkan jika ada manusia tanpa sengaja menyentuhnya.
"Putraku ... kenapa sepertinya hari ini terasa lebih parah dari sebelumnya?"
Elda — Grand Duchess sebelumnya alias Ibu kandung dari Grand Duke saat ini amat mencemaskan kondisi putranya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri di luar mansion utama.
"Nyonya, obat dari saya tidak lagi mampu menahan aura Grand Duke. Penciuman beliau akhir-akhir ini semakin memburuk. Bahkan, beliau tidak mengizinkan satu pun orang berada di dekatnya karena itu membuat indera penciuman Grand Duke kian sensitif," jelas Thiago — Dokter pribadi Grand Duke Nedilius.
"Claude benar-benar tersiksa. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ini semua karena pria itu! Dia membuat Claude menderita."
Tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini selain memasrahkan diri. Elda tampak sangat putus asa, dia telah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Claude. Namun, sayangnya tak ada satu pun cara yang berhasil mengeluarkan Claude dari jurang penderitaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
nah kena corona kah.. penciumannya gak bagus
2024-12-01
0
Anisa Zahra
jodoh caerina ini ya kayaknya
2024-06-27
2
sftyavx❄
aaah author aku jatuh cinta sama karya mu 😭 tata bahasa dan perkembangan jalan ceritanya bagus bgt 💓
2024-06-12
1