Satu minggu kemudian, Paulina berhasil menyelesaikan gaun sesuai permintaan Caerina. Untaian gaun berwarna pastel dengan bagian belakang gaun sedikit terbuka hingga memamerkan jelas punggung si pemakai. Pada area dada, sengaja dibuat lebih rendah untuk memperlihatkan tulang selangka. Kemudian di bagian pinggul, tampak diperketat demi memberikan kesan tubuh ramping.
“Paulina, jahitanmu benar-benar rapi. Aku takkan heran jika kau mengatakan bahwa kau telah menjahit selama seratus tahun.”
Caerina memuji hasil jahitan Paulina karena memang semenakjubkan itu. Tidak ada satu pun yang terlewatkan, semuanya sama persis seperti desain Caerina. Bahkan, para pelayan yang berada di sana pun tertegun sebab baru pertama kali melihat gaun seindah ini.
“Nona, apakah ini sungguh sebuah gaun? Apakah ini adalah gaun pengantin?”
Caerina hampir tersedak mendengar pertanyaan Letta. Mau dilihat dari mana pun, itu hanyalah gaun biasa yang digunakan ke pesta-pesta penting. Standar keindahan gaun di dunia ini memang sangatlah berbeda.
“Ini terlalu biasa disebut sebagai gaun pengantin,” ujar Caerina.
Paulina masih merasa tegang karena ini pertama kali baginya mengerjakan gaun seperti ini. Terbesit rasa takut di kepala ketika ia sibuk memainkan benang untuk menjahit gaun dengan desain yang asing.
“Apakah tidak ada yang kurang, Nona? Saya baru pertama kali membuat gaun tanpa korset. Saya takut ada kesalahan kecil yang tidak saya sadari,” ucap Paulina.
“Sudah sangat sempurna!” Caerina mengacungkan jari jempol pertanda bahwa pekerjaan Paulina memang tiada celah kesalahan sedikit pun.
Paulina tersenyum lega, tak disangka Caerina menyukai hasil kerjanya selama satu minggu.
“Bagaimana kalau Anda mencoba gaun ini, Nona? Saya sangat penasaran bagaimana jika gaun indah ini Anda kenakan,” kata Letta menatap dengan mata berbinar.
“Baiklah, tolong bantu aku.”
Letta bersama dua pelayan lainnya membantu Caerina memasangkan gaunnya. Setelah gaun itu membalut sempurna badan Caerina, seisi ruangan memandangnya kagum. Betapa menawannya dia dengan gaun berwarna lembut.
“Wah, Nona … Anda sangat cantik, saya jadi pangling ketika melihat Anda.”
Bibir Caerina melengkung membentuk senyum. Pantulan bayangan dirinya di cermin rias membuat Caerina merasa puas.
“Kau lihat kan, Paulina? Gaun tanpa korset itu tidak aneh sama sekali. Justru akan lebih mudah bagi gadis bangsawan mengenakan gaun seperti ini. Pergerakan pun menjadi lebih leluasa dan tidak ada rasa sesak akibat korset terlalu ketat.”
Caerina memutar-mutar badan, menunjukkan bahwa gaun tanpa korset adalah yang terbaik.
“Benar yang Anda katakan, ini jauh lebih baik daripada menggunakan korset. Kalau begitu, Nona, apakah mungkin Anda berencana memproduksi gaun seperti ini secara besar-besaran?” tanya Paulina.
Caerina mengangguk. “Benar, maka dari itu aku memintamu untuk bekerja sama denganku. Tenang saja, di tanganku bisnis ini pasti bisa berjalan dengan lancar. Kau hanya perlu menjahit dan mencari beberapa rekan untuk memproduksi pakaian ini secara besar-besaran.”
Belum sempat Paulina memberi jawaban, Sara dan Kledson datang mengganggu Caerina. Mereka berdua syok ketika melihat gaun sang putri.
“Caerina, apakah itu gaun pengantin?”
“Bukan! Ini bukan gaun pengantin.”
Kedua orang tua Caerina seketika membuang napas lega. Caerina merasa selera orang di dunia ini sangat aneh. Tanpa dia sadari, sebenarnya dialah yang aneh di sini.
“Lalu gaun apa ini?” Sara memindai gaun Caerina dari atas sampai bawah.
“Aku berencana mengenakannya untuk pergi ke pesta. Bagaimana? Bagus kan? Ini tanpa menggunakan korset.”
Caerina memperlihatkan lebih jelas lagi detail gaun tersebut kepada Sara. Sang Ibu tertegun cukup lama, perlahan bola mata Sara menjadi berbinar.
“Sangat cantik … jadi, tidak perlu menggunakan korset jika mengenakan gaun ini?” tanya Sara.
“Iya, bagaimana? Apakah Ibu menyukainya?”
Sara mengangguk dengan sangat antusias. “Ibu menyukainya. Cantik dan cocok di tubuh putriku.”
Caerina pun memberi isyarat kepada Paulina untuk mendekat. Dengan penuh keraguan, Paulina mendekati Caerina.
“Ukur tubuh Ibu dan Ayahku, ukur juga tubuh Kakakku dan pelayan yang ada di kamar ini, ah kalau bisa semua orang di kediaman ini. Aku ingin memberikan mereka pakaian desain tanganku sendiri. Bagaimana, Paulina? Kau sanggup melakukannya? Ini adalah pekerjaan pertamamu jika kau ingin bekerja di bawah perintahku.”
Sesaat seisi kamar heboh, terutama para pelayan. Mereka tidak menyangka Caerina akan membuatkan mereka pakaian.
“Nona, apa maksudnya ini? Bagaimana bisa Anda menghambur-hamburkan uang Anda untuk kami?” Letta dan yang lain merasa tidak enak hati.
“Kalian sudah lama bekerja di kediaman ini, bahkan setelah keluarga ini bangkrut, kalian masih tetap bekerja di sini. Anggap saja sebagai hadiah ucapan terima kasihku karena kalian telah menjaga keluargaku,” tutur Caerina.
Mereka terharu mendengar penuturan Caerina. Kledson dan Sara tidak bisa melarang Caerina, jadi mereka biarkan saja gadis itu melakukan apa yang dia inginkan.
“Jangan tolak niat baik Caerina. Kami juga tidak masalah kalian mendapatkan hadiah itu,” ujar Kledson diangguki Sara.
“Terima kasih, Nona,” seru mereka berbarengan.
Pada hari itu, Paulina langsung memanggil seluruh rekan kerjanya yang berjumlah lima belas orang. Untungnya, jumlah pekerja mansion itu tidak sampai lima puluh orang sehingga pekerjaan mereka bisa lebih cepat selesai.
“Masalah bisnis pakaian sudah teratasi sebagian, sekarang aku harus pergi ke laut membuat garam. Sebelum itu, aku harus menanyakan kepada Ayah di mana lokasi keberadaan laut.”
Caerina beranjak menuju ruang kerja pribadi Kledson. Kala itu kebetulan pekerjaan Kledson baru saja selesai. Jadi, akan lebih mudah bagi Caerina mengobrol dengan sang Ayah.
“Ayah, aku ingin pergi ke laut,” kata Caerina to the point.
“Ke laut? Apa yang ingin kau lakukan di tempat membosankan itu?” Laut memang adalah tempat yang membosankan karena tidak ada sesuatu yang menarik di sana.
“Aku ingin membuat garam. Air laut itu kan asin, jadi aku bisa mengolahnya menjadi garam.”
Kledson kian dirundungi kebingungan. Dia tidak paham sama sekali apa yang ada di pikiran putrinya.
“Caerina, air laut itu tidak asin.”
Netra emerald Caerina membulat sempurna ketika Kledson berkata demikian.
“Tidak asin? Apa maksudnya itu? Tidak! Tunggu sebentar, lalu bagaimana cara orang lain memperoleh garam jika air laut tidak asin?”
“Apakah kau lupa? Garam didapatkan dari pertambangan garam. Maka dari itu, harga garam sangat mahal. Keluarga kita tidak mampu membeli garam lebih banyak, hanya bangsawan kaya yang bisa membeli bahan makanan mahal itu.”
Pikiran Caerina pun berkecamuk parah. Kekacauan melanda isi otaknya, dia tidak bisa berpikir jernih mengenai dunia yang ia tinggali saat ini.
‘Otak gadis ini tidak menyimpan informasi dasar seperti itu. Dasar bodoh! Seharusnya kau belajar lebih banyak ketika masih hidup. Bisa-bisanya Dewa menempatkan aku di tubuh gadis tidak berguna ini,’ gerutu Caerina membatin.
Caerina segera memperbaiki ekspresi wajahnya dan berusaha untuk tetap tenang melanjutkan obrolan dengan Kledson.
"Ayah, di mana hewan laut seperti cumi-cumi, gurita, dan ikan laut lainnya hidup?" Sebenarnya, ini lebih cocok sebagai pertanyaan anak kecil kepada orang tuanya.
"Mereka dibudidayakan di kolam khusus. Seharusnya kau tahu itu kan? Dahulu kita pernah melihat langsung orang lain menangkap gurita di kolam."
Caerina semakin tidak paham. Berbagai hal aneh terus berdatangan mengejutkannya.
"Benarkah? Aku sedikit lupa, Ayah. Maafkan aku sudah bertanya hal tidak berguna. Lalu, Ayah, bisakah kau memberi tahuku di mana keberadaan tambang garam di Eusebio? Aku ingin mengunjungi pertambangan tersebut."
"Apakah kau yakin akan pergi ke sana?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
☆White Cygnus☆
di pasar kan ada, ngapain susah" cari ke laut, ucap seorang bocah SD.
2024-07-04
1
☆White Cygnus☆
cita" mu mau jadi apa? Kapal laut.
2024-07-04
0
☆White Cygnus☆
tetangganya sekalian tawarin, biar mokad paulina sebab kelelahan kerja.
2024-07-04
0