"Benarkah kau anak kami? Kenapa rasanya terlihat sangat berbeda?"
Sara memutar-mutar tubuh Caerina. Dia atau pun Kledson tidak percaya wujud sang putri tiba-tiba berubah drastis. Selain muka menjadi mulus dan kulit menjadi lebih putih, tinggi Caerina juga sedikit bertambah. Membuka inti auranya membuat Caerina mengalami pertumbuhan tidak terduga.
"Ayah, Ibu, ini aku. Memang kalian pikir aku siapa? Anak orang lain?" Caerina mencoba meyakinkan orang tuanya.
"Dia memang anak kita, tetapi apa yang terjadi? Mengapa kalian kembali lebih cepat? Apakah pembukaan inti auranya sudah selesai?" tanya Kledson.
Kali ini giliran Nathan menjelaskan secara mendetail kepada Kledson.
"Caerina berhasil membuka inti aura dalam waktu kurang lebih dua belas jam. Ayah bisa melihat sendiri, tubuhnya saat ini adalah bentuk efek dari inti aura itu sendiri." Nathan memaparkan secara singkat dan padat.
Kledson tertegun begitu mendengar penjelasan Nathan.
"Dua belas jam? Biasanya orang lain membutuhkan waktu dua puluh empat jam, tetapi Caerina lebih cepat dari itu. Apakah putriku seorang jenius?"
Tatapan Sara dan Kledson berbinar-binar menatap Caerina. Meskipun Caerina pernah menikah dan menjadi Nyonya rumah, tetap saja di mata mereka Caerina hanyalah seorang gadis kecil biasa.
"Bagaimana aku tidak menyadari kemampuan putriku selama ini?" Sara mendekap gemas Caerina. Dia mendekapnya sampai Caerina merasa sesak.
"I-Ibu, t-tolong lepaskan aku. Aku sesak," lirih Caerina.
Sara tersadar dan langsung melepaskan pelukannya. Mereka berdua terlihat senang sekali melihat perkembangan Caerina.
'Setidaknya mereka bahagia, itu sudah lebih dari cukup,' batin Caerina.
Selepas itu, Caerina diajak untuk makan siang bersama. Sepanjang jalan menuju ruang makan, para pelayan atau pun kesatria menatap takjub pada Caerina. Melihat Caerina saat ini, mereka semakin yakin kalau Caerina memang duplikat Sara. Hanya saja bedanya, Caerina yang berada di hadapan mereka saat ini tidaklah selembut Sara.
Selesai makan siang, Caerina langsung kembali ke kamar. Di sana dia disambut oleh pelayan pribadinya — Letta.
"Wah, Nona. Anda menjadi sangat cantik. Apakah Anda benar-benar Nona kami? Saya sampai lupa diri saat melihat perubahan Anda."
Letta tampak bahagia luar biasa. Sejujurnya, Caerina merasa sangat bersyukur berpindah ke dunia ini. Setidaknya dia punya keluarga yang menyayanginya. Semua orang di kediaman ini menghormati keberadaan Caerina. Dia tidak harus berjuang mati-matian mendapatkan kasih sayang seperti cerita novel pada umumnya.
"Letta, apakah kau juga mau menjadi cantik?" tanya Caerina tiba-tiba.
"Menjadi cantik? Apakah saya bisa menjadi cantik juga?"
Letta menatap wajahnya di pantulan cermin rias. Kening Letta dipenuhi bruntusan dan warna kulitnya cenderung kusam. Di dunia ini tidak semua orang dapat menggunakan aura sehingga tetap harus ada yang namanya perawatan wajah.
"Tentu saja. Tunggulah sebentar, nanti aku akan membuatmu menjadi wanita cantik. Sekarang aku harus melakukan hal lain terlebih dahulu. Bisakah kau membantuku?"
Tanpa berpikir panjang, Letta mengangguk dengan sangat antusias.
"Saya akan membantu Anda, Nona."
"Bagus! Sekarang tolong bantu aku membuang seluruh gaun di lemariku."
Perintah Caerina membuat Letta tercengang. Pasalnya, dia tahu pasti bahwa seluruh gaun itu adalah gaun kesayangan Caerina. Namun, mendadak memberi perintah membuang gaun tersebut menyebabkan syok di pikirannya.
"Membuang gaun? Kenapa Anda ingin membuang gaun-gaun itu?" tanya Letta.
"Kenapa kau masih bertanya? Tentu saja aku ingin membuat gaun baru. Tidakkah kau lihat? Tinggiku semakin bertambah, dadaku juga tambah besar. Tidak mungkin aku memakai gaun lamaku," ucap Caerina.
Letta memindai setiap inci tubuh Caerina. Memang benar bahwa tubuh Caerina mengalami perubahan besar. Gaun lamanya mustahil dapat memuat badan Caerina saat ini.
"Baiklah kalau begitu, Nona. Saya akan membuang seluruh gaun Anda."
Letta bergerak cepat mengeluarkan gaun-gaun Caerina dari lemari. Model gaun si pemilik tubuh terlihat sangat ketinggalan zaman. Maka dari itu, dia ingin membuat gaun baru yang sesuai dengan seleranya.
"Aku akan membuat beberapa desain pakaian. Semua orang di dunia ini harus tahu seberapa menakjubkannya desain pakaian zaman modern. Dengan begitu, aku bisa menjadikan ini sebagai ladang bisnis."
Caerina menyelesaikan beberapa jenis desain pakaian zaman modern. Sesudah itu, Caerina langsung mengajak Letta pergi ke pusat perbelanjaan ibu kota. Dia ingin mencari toko baju yang dapat membuat pakaian sesuai apa yang dia minta.
"Ternyata seperti ini bentuk pusat perbelanjaan di dunia ini," gumam Caerina.
"Nona, sebenarnya Anda mau ke mana? Tidak biasanya Anda pergi ke pusat perbelanjaan."
Wajar saja bila Letta keheranan. Caerina yang dulu tidak pernah menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan ibu kota. Dia takut bertemu dengan banyak orang.
"Aku ingin pergi ke toko pakaian. Tidak usah banyak tanya, kau ikuti saja aku," ucap Caerina.
"Baiklah, Nona."
Mereka berdua mulai menjelajahi pusat perbelanjaan. Sampailah di saat mereka menemukan sebuah toko pakaian yang cukup ramai. Caerina masuk ke dalam, di sana ada banyak bangsawan yang berbelanja pakaian.
"Selamat dat— hah? Apakah kalian rakyat jelata? Di sini bukan tempat untuk rakyat jelata. Pergilah, jangan membuat pelangganku tidak nyaman."
Baru saja menginjakkan kaki di toko tersebut, Caerina dan Letta mendapat sambutan tidak baik. Caerina kala itu sengaja mengenakan jubah untuk menutupi wajahnya, tetapi siapa sangka dia mendapatkan hal semacam ini.
"Hei, apakah kau tahu siapa—"
"Hentikan, Letta. Biar aku yang menghadapinya," cegat Caerina.
Caerina maju tiga langkah seraya menyingkap tudung jubah miliknya. Seisi toko terpaku oleh kecantikan Caerina.
"Aku kemari ingin—"
"Dari keluarga mana Anda berasal?" Pemilik toko itu memotong perkataan Caerina. Dia orang yang mementingkan reputasi seorang bangsawan sekaligus mementingkan seberapa kaya bangsawan yang berbelanja ke tokonya.
"Aku Caerina Navre," jawab Caerina menatap dingin si pemilik toko.
"Navre? Apakah keluarga bangsawan jatuh itu? Jadi, Anda adalah wanita yang baru saja diceraikan Duke Wadson? Kenapa Anda datang ke toko saya? Saya yakin Anda tidak punya uang untuk membayar gaun di toko saya."
Seluruh pelanggan gaduh begitu Caerina memperkenalkan diri. Sebagian dari mereka tidak percaya terhadap perubahan Caerina, sebagiannya lagi diam-diam menghina Caerina.
"Kau sangat menyebalkan," kata Caerina.
"Apa yang Anda katakan? Saya menyebalkan? Seharusnya Anda lebih sadar diri sebelum masuk ke toko ini. Saya tidak menerima bangsawan miskin seperti Anda. Tolong jangan permalukan diri Anda sendiri, Nona."
Caerina menghela napas panjang. Dia pikir dia bisa sedikit bersantai hari ini, tetapi nyatanya tidak. Ingin rasanya dia membantai semua orang yang ada di sana.
"Apa kau ingin mati?" Tiba-tiba Caerina mengancam pemilik toko itu.
Atmosfer sekitar berubah menjadi lebih dingin dan tajam. Seolah-olah suara Caerina menusuk masuk ke hati mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
nah baru bisa coment ,, episode awal gk bbiss
2024-12-01
0
☆White Cygnus☆
pakaian modern lebih simple, gak ribetbkayak jaman dulu.
2024-07-04
0
☆White Cygnus☆
dijual kan bisa jadi duid cok, otak bisnisnya kurang.
2024-07-04
0