Nathan membawa Caerina ke pusat air terjun. Suasana di sana sedikit berbeda karena ada hawa yang begitu sejuk. Bukan sejuk akibat suhu, tetapi sejuk sebab air terjun tersebut dipenuhi energi aura. Biasanya orang-orang yang mau berlatih aura menggunakan air terjun itu sebagai tempat meditasi.
"Apakah aku harus duduk di bawah air terjun?" tanya Caerina.
"Iya, kau duduk di bawah sana. Berkonsentrasi selama bermeditasi adalah kunci utamanya. Inti aura di tubuhmu dapat terbuka setelah kau berhasil menghadapi proses meditasi ini. Jangan pernah terganggu oleh suara dari luar air terjun. Anggap saja kau di sini sendirian tanpa ada seorang pun yang menemani," jelas Nathan.
Penjelasan Nathan amat mudah dipahami. Caerina langsung turun ke bawah air terjun untuk menemukan titik ternyaman melakukan meditasi. Caerina pun duduk di sebuah batu dengan permukaan lebar dan datar.
"Aku rasa di sini saja aku melakukannya."
Sedangkan Nathan kala itu mengawasi dari luar. Untung saja dia tidak ada pekerjaan selama dua hari ini, jadi ia dapat mengawasi Caerina.
"Biasanya orang-orang butuh waktu dua puluh empat jam untuk membuka inti aura. Apakah Caerina membutuhkan waktu lebih lama dari ini?" gumam Nathan.
Pertama-tama, Caerina mengambil napas terlebih dahulu. Di sela duduk bersila, ia memperhatikan kondisi di sekitar supaya tak terjadi hal-hal yang mengerikan.
Selepas itu, Caerina memejamkan mata. Dia dapat melihat konsentrasinya bersatu menjadi satu dan mengalir di otaknya. Perlahan daya konsentrasi itu turun ke inti tubuh Caerina lalu mengambil alih tubuhnya agar tidak melakukan pergerakan tidak berguna.
'Aku merasakan ada api di jantungku. Mungkinkah ini yang disebut sebagai inti aura? Rasa panasnya menjalar ke setiap sudut badan. Aku harus bisa menahannya sedikit lebih lama.'
Sudah hampir dua belas jam berlalu, rasa panas itu kian menguasai diri Caerina. Gadis itu bersusah payah menekan rasa sakit yang membalut jantungnya hingga dia merasa seakan-akan jantungnya meledak dan hancur.
"Uhuk." Caerina terbatuk sampai mengeluarkan banyak darah. Warna darah Caerina bercampur hitam seperti darah kotor yang sudah lama menyumbat di tubuhnya.
'Apakah masih lama? Kakak bilang prosesnya selama dua puluh empat jam. Huh? Apa itu? Cahaya putih seperti menyebar cepat di dalam jantungku.'
Nathan yang kala itu sedang duduk bersandar di sebuah pohon besar dikejutkan oleh kilatan cahaya putih. Sontak Nathan bangkit, ia mencari sumber cahaya putih tersebut. Ternyata sumbernya adalah di tempat Caerina bermeditasi.
"Apakah ini aura Caerina? Bagaimana bisa? Ini belum dua belas jam dan dia berhasil membuka inti auranya? Tidak mungkin ...."
Air terjun yang mengalir deras tiba-tiba menunjukkan gelombang besar. Gelombang yang membentuk seperti pusaran air hingga mengacaukan pergerakan tanah di sekitarnya.
"Ini pasti bercanda kan? Mustahil seseorang punya aura sebesar ini."
Nathan terduduk lemas di saat ia melihat cahaya putih berkumpul di sekitar Caerina. Cahaya putih itu menyapu pemandangan di sekeliling Nathan. Disertai dengan angin kencang dan guncangan dahsyat di permukaan tanah.
"Ada apa ini sebenarnya? Apakah Ayah tahu kalau ternyata Caerina punya aura melebihi batas wajar manusia? Sial! Kalau begini terus, seluruh hutan akan hancur akibat ulah auranya."
Natha mencoba membentuk pertahanan aura demi mengurangi dampak kerusakan karena aura milik Caerina. Sepersekian detik berlalu, segala bentuk keanehan pun terhenti.
Caerina membuka mata, dia merasa meditasi kali ini berhasil.
"Coba sekarang aku mainkan auranya."
Dari telapak tangan muncul gumpalan cahaya putih. Itu artinya, Caerina berhasil membuka inti auranya.
"Akhirnya, aku berhasil! Dengan begini aku jadi bisa mengembara ke mana-mana tanpa perlu khawatir. Haruskah aku keluar sekarang?"
Ketika Caerina keluar dari tempat meditasi, sontak Caerina menutup mata karena kilauan cahaya matahari pagi menyilaukan penglihatan.
"Apa yang terjadi di sini? Mengapa semuanya terlihat lebih kacau dari sebelum aku melakukan meditasi?"
Caerina mengedarkan pandangan. Sungguh membingungkan baginya. Dia tidak tahu kalau itu adalah perbuatan auranya sendiri.
"Hah? Caerina, kau sudah menyelesaikannya?" Nathan keheranan melihat sang Adik keluar dari air terjun.
"Iya, kenapa Kakak tampak heran begitu?"
"Wah, aku tidak menyangka. Kau hanya butuh waktu dua belas jam menyelesaikan pembukaan inti aura. Apa kau paham artinya?"
Nathan membalut tubuh basah sang Adik dengan kain tebal. Caerina juga tidak paham mengapa dia bisa keluar lebih cepat.
"Tidak, memangnya tidak ada orang yang menyelesaikan pembukaan inti aura dalam dua belas jam?" Caerina bertanya dengan ekspresi polos.
"Kau tidak normal. Mana ada orang yang menyelesaikan pembukaan aura dalam dua belas jam. Kau bukan seperti manusia biasa dan juga sekarang cobalah lihat wajahmu di pantulan air itu," ujar Nathan.
"Melihat wajah? Ada apa dengan wajahku?"
Caerina berbalik badan. Dia mencoba melihat pantulan wajahnya di permukaan air yang mulai tenang. Alangkah tercengangnya Caerina melihat jerawat di wajahnya sembuh total. Sekarang dia merasakan kulitnya semakin putih dan mulus.
"Kak, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ini efek aura juga?" tanya Caerina.
"Iya, aura itu dapat membuang kotoran di tubuhmu. Jerawat itu sebenarnya adalah bentuk dari inti auramu yang menyimpan banyak aura negatif. Sekarang aura negatif itu telah lenyap sepenuhnya," papar Nathan.
Caerina tersenyum sumringah. Pantas saja masker racikannya tidak mempan terhadap pemilihan jerawat di wajahnya.
"Aku sangat cantik." Caerina memuji dirinya sendiri. Memang itulah kenyataannya, kecantikan dia terlihat alami dan polos.
"Tentu saja, itu karena kau anak Ibu. Apakah kau tidak tahu? Dulu Ibu menjadi incaran para bangsawan karena kecantikannya. Wajar saja kecantikan Ibu turun padamu," tutur Nathan.
"Oh benar juga, Ibu di masa mudanya sangat cantik."
Caerina merasakan beban di hatinya sedikit lebih berkurang.
'Wajah ini lebih cantik dari wajahku saat menjadi Luine. Maksudku, ini kecantikan khas dunia fantasi. Mungkin gadis ini akan menjadi gadis paling cantik di kekaisaran,' batin Caerina.
Dia mengingat lagi masa ia menjadi Luine. Dahulu banyak orang menyebut Luine sebagai seorang CEO sekaligus wanita tercantik pada masanya. Meskipun usianya lebih tiga puluh tahun, tetapi kecantikannya tidak pernah luntur. Semua orang mengatakan itu berkat produk kosmetik yang dia ciptakan sendiri.
'Dulu aku sangat cantik, tetapi mengapa percintaanku selalu gagal? Apakah karena aku terlihat seperti wanita yang mendominasi? Ya sudahlah, sekarang yang terpenting aku harus membangun keluarga Marquess Navre kembali.'
Selepas itu, Caerina dan Nathan pergi meninggalkan hutan. Mereka pun pulang bersama ke mansion. Sesuai firasat Nathan, seisi mansion dihebohkan karena Caerina pulang lebih cepat dari dugaan.
Terutama Kledson dan Sara, mereka bahkan tidak percaya bahwa Caerina adalah anaknya yang sebelumnya sebab wajahnya terlihat lebih berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Frando Kanan
aura negative? ternyata udh kna racun sgt lama
2023-04-06
2
Frando Kanan
racun!? apa mungkin.... pemilik tubuh asli sebelomny kna racun???
2023-04-06
3
💜Shandy💜
lanjut aku suka Sama semua novel nya Kaka,
2023-03-09
0