Setibanya di kediaman Duke Wadson, Caerina langsung disambut oleh tatapan tidak mengenakkan dari penghuni mansion. Reputasi Caerina sudah terlanjur tercoreng buruk. Entah bagaimana, tiada seorang pun yang menjadi pembela Caerina.
Mungkin hal ini dikarenakan Brenda amat pandai mengambil hati orang sehingga Caerina pun terlihat seperti penjahat. Padahal gadis itu hanya sesosok gadis tak berdaya. Dia bertahan karena cinta, walau pada akhirnya dibuang juga.
"Haruskah aku colok mata mereka satu persatu?" gumam Caerina menggeram kesal.
Begitu ia menginjakkan kaki di halaman depan mansion, seorang pria yang merupakan Kepala Pelayan langsung membawa Caerina ke ruangan Heston sesuai perintah dari sang pemimpin kediaman.
"Yang Mulia, saya sudah membawa Nona Caerina."
'Nona Caerina?!' Ini membuat Caerina sedikit syok.
Keberadaannya di sini benar-benar tidak dianggap sama sekali. Caerina berusaha menahan diri untuk tak mengamuk dan mengacak-acak mansion Heston.
"Bawa dia masuk," sahut Heston.
Caerina pun masuk ke dalam ruangan. Gadis itu menatap dingin ke arah Heston. Wajahnya memang lumayan tampan, tetapi dia bukan tipe Caerina.
'Caerina, kau sangat bodoh mencintai pria ini. Padahal dia tidak begitu tampan, bisa-bisanya kau mati karena tidak mau diceraikan olehnya. Perlu aku ajari kau satu hal, kita jadi perempuan harus mahal! Jangan mau mengemis pada laki-laki yang tampangnya seperti pengemis,' gumam Caerina membatin.
Caerina mendudukkan diri di atas sofa. Heston menutup dokumennya dan ikut duduk berseberangan dengan Caerina.
"Bagaimana rasanya mati?" Heston bertanya tiba-tiba.
"Rasanya nikmat, sayangnya aku tidak bisa menyeretmu ikut ke neraka," jawab Caerina santai.
Heston tertegun mendengar Caerina begitu berani memberi balasan atas pertanyaannya. Ditambah lagi, Caerina tak lagi menunduk setiap kali berbicara dengannya.
"Sungguh? Kalau begitu, sayang sekali. Aku juga heran, kenapa Dewa malah menghidupkanmu lagi? Aku pikir, keputusan Dewa untuk mengasihimu sangat tidak tepat."
Caerina menyeruput secangkir teh yang disajikan. Heston semakin jengkel karena Caerina seperti tak menganggap penting kehadirannya.
"Kau protes saja kepada Dewa selama tujuh hari tujuh malam. Siapa tahu Dewa mendengar doamu dan aku dimatikan kembali. Namun, sepertinya Dewa tidak mau mendengar doa pria tukang selingkuh, hahaha."
Caerina tertawa lepas, secara tidak langsung ia mengejek Heston.
"Apa kau baru saja menertawakanku?"
"Menurutmu bagaimana? Apakah aku terlihat sedang menangis atau tertawa?"
Heston kian tenggelam oleh keheranan. Dia heran dan bingung melihat Caerina. Bila itu Caerina asli, maka dia akan menangis karena ditekan oleh Heston. Bahkan, Caerina dahulunya berbicara secara formal kepada Heston. Akan tetapi, Caerina yang saat ini malah berkebalikan dengan kepribadiannya di masa lalu.
"Tampaknya kau semakin berani menentangku seusai kembali dari kematian," ucap Heston menahan rasa geram.
"Ya, tentu saja aku berani. Menghadapi kematian saja aku berani, apalagi menghadapi manusia biasa sepertimu."
Heston mengatur irama napasnya, meski kala itu emosinya menderu-deru di dalam diri. Dia tetap harus menjaga wibawanya di hadapan Caerina.
"Terserah kau saja. Hari ini aku memanggilmu kemari karena aku ingin kau menandatangani surat perceraian kita. Bagaimana pun pernikahan kita terjadi atas dasar perintah dari Kaisar," tutur Heston.
"Oh, jangan-jangan sebenarnya kau ingin secepatnya menikah dengan Brenda? Tolong katakan saja sejujurnya. Aku tidak masalah kau ingin menikahinya atau tidak," kata Caerina bernada tenang.
"Akhirnya kau mengerti juga. Cepat tanda tangan surat ini."
Heston mendesak Caerina, ia menyerahkan dokumen perceraian kepada Caerina. Heston sepertinya tidak sabar ingin menikahi selingkuhannya.
"Baiklah, aku akan tanda tangan, tetapi kau harus memberiku tunjangan perceraian."
"Berapa banyak yang kau inginkan?" tanya Heston.
"Seratus ribu keping gold ditambah satu hektar lahan kosong."
"Uhuk." Heston tersedak mendengar jumlah tunjangan yang diminta Caerina. "Apa kau bercanda?!"
Caerina menyeringai, dia tahu kalau keluarga Duke Wadson sangat kaya sehingga ia berpikir meminta sebanyak itu takkan membuat keluarga Heston miskin.
"Tidak, bukankah kau kaya? Seharusnya itu jumlah kecil untukmu. Apabila kau menolak, maka aku takkan tanda tangan surat perceraiannya."
Heston memijit pelipis kepala, dia mendadak pusing dengan jumlah tunjangan yang amat fantastis.
Heston menghela napas panjang, dia harus membayarnya sesuai permintaan Caerina jika ingin segera menikahi Brenda.
"Baiklah, aku akan memberimu seratus ribu keping gold ditambah satu hektar lahan kosong. Apakah kau puas?!"
Caerina mengacungkan jempol. "Bagus! Sudah aku duga, kau sangat kaya sehingga kau tidak perlu negosiasi jumlahnya."
Caerina mengukir tanda tangannya di atas surat perceraian. Dengan begini, dia resmi menjadi janda hari ini. Sungguh menjadi kepuasan tersendiri bagi Caerina. Dia tidak perlu memikirkan masalah rumit seperti perselingkuhan atau masalah lainnya yang berhubungan dengan Heston dan Brenda.
"Aku sudah tanda tangan. Tolong segera kirim uang dan surat lahan ke kediaman Marquess Navre," ucap Caerina.
"Ya, nanti aku akan menyuruh orang untuk datang ke kediaman Marquess Navre."
Caerina dan Heston menyudahi pertemuannya. Sekarang Caerina berencana pergi meninggalkan kediaman Duke Wadson.
'Dengan uang dan lahan itu, aku bisa memulai bisnis kembali. Untuk sekarang, aku harus mengamati dan meneliti situasi dari kekaisaran yang aku tinggali.'
Ketika tiba di persimpangan lorong, Caerina berpapasan dengan Brenda dan sejumlah pelayan yang dahulu pernah melayaninya. Brenda sengaja menghambat langkah Caerina. Tampaknya wanita itu ingin memanas-manasi Caerina.
"Yang Mulia Duchess, ah haruskah aku memanggilmu Nona Caerina Navre? Sepertinya Duke telah menceraikanmu," tutur Brenda disertai senyum polos.
"Benar, sekarang aku Caerina Navre dan aku bukan Nyonya kediaman ini lagi. Selamat ya, Brenda, akhirnya impianmu tercapai juga."
Brenda terpaku, matanya tak berkedip tatkala Caerina memberi perlawanan.
"Iya, setelah ini aku akan menjadi Duchess. Kasihan sekali dirimu masih muda sudah menjadi janda," sindir Brenda.
"Menurutku, lebih kasihan dirimu. Kasihan melihatmu seorang rakyat jelata bermimpi tinggi sampai tega menghancurkan rumah tangga orang lain. Aku salut dengan sifat jal*ngmu. Hanya bermodal goyangan ranjang, kau bisa mendapatkan bangsawan."
Sindirian Caerina tak kalah pedihnya. Terlebih lagi, Caerina terang-terangan menghinanya. Sungguh sesuatu pemandangan langka. Caerina yang selalu bersikap lembut dan pengecut, kini malah menunjukkan sisi paling berani.
"Apa yang baru saja kau katakan? Apa kau kehilangan kewarasan setelah kembali dari kematian?!" Brenda mengepal tangan kuat-kuat menahan emosi membara di hati.
"Apakah ada yang salah dengan perkataanku? Setidaknya sekarang aku bersyukur, walau aku diceraikan, aku masih punya gelar bangsawan. Tolong tunjukkan rasa hormatmu, wahai rakyat jelata."
Brenda tersentak, Caerina seolah-olah menghacurkannya dari dalam. Dia mengintimidasi Brenda hingga membuat wanita itu kesulitan mengeluarkan suara.
"Kau ... dasar kau bangsawan miskin! Memangnya apa yang bisa dibanggakan dari keluargamu yang miskin itu?! Jika bukan karena Duke, keluargamu pasti terlantar di jalanan—"
Plak!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
☆White Cygnus☆
Seharusnya Bug! hantam palanya.
2024-07-04
1
Hikam Sairi
,👏👏👏👏👏
2024-06-27
0
acaa
wauuu
2024-06-08
0