Masih bertengkar

Kekuatan kedua tangan Tania rupanya tidak bisa melawan kekuatan tubuh Albert yang tinggi besar, pria itu bergeming, dan masih menghimpit tubuh wanita itu.

Wajah pria itu juga tampak murka melihat perlawanan Tania, yang masih memberontak.

“MINGGIR!! BUAT APA MENCEGAH SAYA, PAK ALBERT... SAYA INI HANYA PELAYAN!” akhirnya Tania mengeluarkan suara teriakannya, yang sangat memekak telinga Albert. Semua kata yang di ucapkan oleh Tania, hanya untuk mengingatkan kembali apa yang pernah Albert ucapkan, itu saja.

Pria itu dibuatnya tercengang, dan berasa tidak ada harganya di depan wanita itu.

Baru kali ini ada wanita yang berani meneriaki Albert. Marsha saja tak berani berteriak atau membentak Albert.

Pria itu kembali mencekal salah satu tangan wanita itu, lalu menyeretnya dan menghempaskannya di atas kursi. Tak lama pria itu menuangkan beberapa makanan di atas piring kosong yang ada di hadapan Tania sambil mengatur emosinya yang sempat meledak, wanita itu tak berkutik dan hanya melihatnya saja, sambil mengatur napasnya yang sedari tadi naik turun, menahan emosi yang sudah menggebu-gebu.

“MAKAN!” perintah Albert, terkesan tak ingin di bantah lagi. Tania belum melakukan apa yang di suruh pria itu, hanya memandang piring yang ada di hadapannya, dan sedikit bingung.

Albert segera menyeret kursi kosong dan meletakkannya di samping wanita itu, lalu duduk di sana. Ujung ekor mata wanita itu meliriknya, dia merasa aneh dengan Albert.

“Kenapa diam saja! Ayo di makan, atau perlu saya suapi makannya...huh!” kata Albert penuh dengan amarah dan kekesalan.

Wanita itu mengerutkan keningnya, sungguh mencengangkan, benarkah pria itu akan menyuapinya? Tania merasa semakin aneh dan bingung, bukankah mereka baru saja bertengkar!

Tangan Tania dengan gerakan melambat, terpaksa menyendok makanan yang ada di piringnya, tanpa melirik pria yang ada di sampingnya. Anggap saja sekarang dia mengisi tenaga, karena emosi itu menguras tenaganya, dan dia butuh asupan agar bisa melawan pria yang ada di sampingnya.

Pria itu juga mulai menyantap makan malamnya, namun ujung ekornya tidak lepas melirik wanita yang ada di sampingnya, wanita yang berani melawannya, namun mampu meluluh lantahkan hasrat pria itu jika di atas ranjang, kepuasan yang tidak pernah dia dapat dari Marsha.

Di sela-sela menyantap makanan, Tania mengusap pergelangan tangan kanannya yang memerah karena cengkeraman Albert yang begitu kuatnya. Pria itu sekilas memperhatikannya, tapi tidak berkata atau bertanya ‘sakitkah?’

Hening, tidak ada pembicaraan dan suara meninggi, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang menyentuh piring terdengar di ruang VIP. Mereka berdua begitu khidmat menyantap makan malam, dan tenggelam dengan pikirannya masing-masing.

Derrt....Derrt...Derrt

Keheningan itu terganggu dengan suara handphone, mereka berdua sama-sama mencari sumber suaranya. Ternyata handphone milik Tania yang berbunyi, di dalam tasnya.

“Halo, Mas Arkana,” sapa Tania, ketika menerima panggilan teleponnya.

“Tania sekarang ada di mana? Kamu amankan?” dari suara Arkana terdengar mengkhawatirkan Tania.

“Aku masih di mall, Mas Arkana, lagi makan sama ayahku,” jawab Tania dusta, tanpa melirik Albert.

Pria yang ada si samping Tania, meletakkan sendok dan garpunya di atas piringnya. Kemudian....

BRAK!!

Handphone milik Tania sudah hancur di atas lantai, kedua netra wanita itu langsung terbelalak, kaget, dan tidak menyangka pria itu merampas handphonenya begitu cepatnya, lalu melemparnya ke tembok.

Seketika Tania menatap wajah Albert penuh amarah.

“Berapa banyak pria itu memberi kamu uang...!” ucap sinis Albert.

Wanita itu kembali terlihat geram, lalu beranjak dari duduknya dengan memegang tasnya untuk mengambil handphonenya.

“KATAKAN BERAPA BANYAK PRIA ITU MEMBERIKAN UANGNYA PADAMU! “ teriak amarah Albert, ikutan beranjak dari duduknya.

Tania menulikan telinganya, tidak peduli dengan teriakan Albert. Dirinya mulai muak dengan tingkah Albert yang tidak jelas. Wanita itu membungkukkan tubuhnya lalu menggapai handphonenya, namun sayangnya handphone miliknya sudah di injak oleh salah satu kaki Albert.

Tangan Tania yang baru terulur untuk menggapai handphonenya, seketika terkepal tangannya melihat kaki kanan Albert menginjak lalu meremukkan dengan kakinya.

Tania mendongakkan wajahnya dan menatap tajam wajah pria itu.

“DASAR LAKI-LAKI BIADAB!” umpat maki Tania, suaranya meninggi. Albert hanya tersenyum smirk.

Wanita itu berangsur, hatinya sudah kembali memanas. “Pak Albert, sebelumnya kita tidak saling mengenal. Tapi Anda telah merendahkan diri saya, hanya karena Anda telah membeli saya! Anda bisa membeli tubuh saya, tapi bukan berarti membeli harga diri saya untuk anda injak! Sudah cukup dari awal anda menghina saya, di katai pemulung, kotor dan sekarang pelacurr. SEKARANG CERAIKAN SAYA!” kata Tania yang berapi-api.

Albert terpancing emosi dengan kata cerai yang terucap oleh Tania. “TIDAK SEMUDAH ITU KAMU MINTA BERCERAI, TANIA!” wajah Albert mulai memerah.

“CERAIKAN SAYA! dan tenang saja akan ada pengganti saya!” balas Tania, sesaat wanita itu melirik ke bawah, kaki Albert masih menginjak handphonenya.

Wanita itu sudah tak bisa lagi menoleransi sikap Albert, dan melihat pria itu masih berdiam diri. Tania memilih melangkah mundur dan langsung bergegas keluar dari ruangan.

“TANIA,” teriak Albert, wanita itu tak peduli.

“Jangan sampai lolos, Bimo,” teriak Albert kembali, kepada bodyguardnya.

Namun Tania bisa lolos menghindar dari cegatan bodyguard Albert yang kebetulan lengah, lalu di lepasnya sepatu high heelsnya dari kakinya, kemudian berlari kencang dari restoran tersebut, tanpa melihat ke belakang, pokoknya malam ini dia harus menghindar dari Albert.

Albert dan bodyguard berlarian mengejar Tania, tidak peduli dengan tatapan para pengunjung mall. Batin pria itu mengumpat ketika dirinya masih belum bisa menggapai Tania.

Tania melihat dari kejauhan ada kerumunan pengunjung mall yang sedang menonton atraksi barongsai, wanita itu melirik ke belakang sesaat, lalu menyelinap di antara kerumunan tersebut.

“Sialan ke mana perginya, Tania,” kata Albert dengan napas ngos-ngosan, sejenak menghentikan larinya.

“Kamu juga kerjanya bagaimana, cegat wanita itu saja gak bisa!” bentak Albert.

“Maaf Tuan, saya gak tahu kalau Non Tania mau kabur dari Tuan, soalnya dia sempat mendorong dan ternyata larinya kencang juga,” jawab Bimo.

“Jawab aja kamu! Hubungi yang lain, suruh cari Tania sampai ketemu, jangan sampai tidak ketemu!” perintah Albert penuh emosi, sambil menyugarkan rambut tebalnya.

“Baik Tuan.”

Albert berkacak pinggang, kemudian memindai ke semua arah, berharap ada tanda-tanda kehadiran Tania.

Sedangkan Tania yang mengumpat di antara kerumunan orang, menundukkan kepalanya dan sedikit memepet ke orang lain, agar terlihat saru.

Semoga gue gak kelihatan....

Cukup lama Albert berdiri dan mengamati ke segala arah, tak jauh dari keberadaan kerumunan. Karena merasa tidak ada Tania, akhirnya pria itu memutuskan mencari ke tempat lain.

Tania yang melihat dari kejauhan, bernapas lega. Akhirnya pergi juga tuh orang dari sana.

Sebelum meninggalkan tempatnya, Tania memastikan keadaan terlebih dahulu, di kira sudah aman dari Albert barulah Tania beranjak. Sambil melirik ke kanan dan ke kiri, Tania berjalan cepat keluar dari mall.

“Ah...aman, Pak Albert sudah tak ada,” gumam Tania sendiri di saat dia sudah berada di luar mall. Tapi sepertinya Tania kurang perhitungan, bodyguard Albert banyak dan sudah pasti bisa menemukan Tania.

“Mmpht.....” sesaat kedua netra Tania terbelalak ketika mulutnya ada yang membekapnya dari belakang, lalu tak lama tubuh Tania terkulai lemas, tak sadarkan diri. Albert menyeringai tipis melihat Tania sudah jatuh pingsan.

Kamu tidak akan bisa kabur dariku, Tania!!

bersambung.....

Kakak Reader jangan lupa tinggalkan jejaknya ya....biar semangat cari ilhamnya 😁😁....moodku lagi nyungsep 😁😁....

"Terima hukuman dari ku, Tania!!"

Terpopuler

Comments

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

gengsimu setinggi langit pak Albert, klo cintaaa ngomongg😜😜

2025-02-17

0

Dewi Soraya

Dewi Soraya

klo sk bilang bos.jgn gengsi

2025-01-22

0

Meri Andika Putri

Meri Andika Putri

egomu terlalu tinggi pakk ceo

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!