We time

Sesuai dengan kesepakatan tadi siang, sore ini setelah jam kerja berakhir, Tania, Kia dan Arkana meluncur ke salah satu mall yang ada di Jakarta, dengan menumpang mobil milik Arkana.

Perasaan Tania terlihat senang sore ini, bisa menikmati jalan-jalan bersama teman kerjanya, melupakan segala masalah hidup yang sedang dihadapinya. Mall yang di tuju mereka bertiga termasuk mall mewah yang biasa di datangi oleh kaum elit. Tapi tetap siapa pun boleh datang ke mall tersebut, tidak ada yang melarang.

Arkana mengajak Tania dan Kia langsung menuju lantai empat, tempat XXI berada. Selama menuju lantai empat, Tania dan Kia melirik ke kanan ke kiri, menatap etalase toko yang memajangkan barang branded. Cukup cuci mata saja, belum mampu untuk membeli barang branded.

DEG!

Kedua netra Kia langsung seketika melongo, melihat sesuatu yang tak di sengaja dan tak disangka. Kemudian wanita itu melirik Tania yang ada di sebelahnya.

“Tania,” panggil Kia, dengan menarik salah satu lengan blouse Tania.

“Ada apa?” Tania menoleh ke samping.

“Itu...,” tunjuk Kia ke arah salah satu toko tas bermerk kremes.

Kedua netra Tania segera menuju ke arah yang di tunjuk Kia dengan jari telunjuknya. Alhasil Tania dan Albert sama-sama saling bersitatap, dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Oh...kenapa bisa ketemu mereka berdua di sini. Pagi sudah ketemu, siang ketemu dan sore ini ketemu lagi ... Ya ampun!

Di samping Albert berdiri ada Marsha yang sedang bergelayut manja di lengan kekar Albert, dengan tentengan tas belanjanya. Sedangkan asisten Albert ada di belakang mereka berdua.

Kia dan Arkana mengulas senyum tipis kepada Albert dan Marsha, sedangkan Tania justru membuang mukanya, dan kembali melanjutkan jalannya dengan menarik lengan Arkana, tidak peduli dengan sorotan tajam Albert. Bodo amat pikir Tania.

“Lihatlah wanita yang Kak Albert beli itu, sepertinya tidak menghormati Tuan yang membelinya,” bisik Marsha.

“Sebaiknya jaga omonganmu, Marsha. Jaga reputasimu dan diriku!” jawab Albert sedikit berbisik. Pria itu menatap istri pertamanya, namun ujung ekor matanya mengikuti pergerakan Tania yang sekarang di pegang lengannya oleh Arkana.

Dia semakin kurang ajar!...batin Albert.

Pernikahan antara Albert dan Tania adalah rahasia besar, di luar sana sudah banyak yang tahu jika Albert suami dari Marsha, jika sampai terbongkar pernikahan keduanya dengan Tania, maka reputasi Albert akan tercoreng, dan yang jelas akan berpengaruh kepada Marsha. Hal itu sangat di jaga oleh Albert agar tidak ada media yang mencurigai nya.

Lagi pula justru bagus jika di luar mansion, Tania dan Albert sama-sama saling mengacuhkan, tidak saling kenal.

Gerry yang berada di belakang Tuan nya, ikutan melihat ketiga karyawan Albert, terlihat dalam suka cita, apalagi sang asisten Albert kembali melihat adegan sentuhan fisik antara Arkana dan Tania.

“Marsha, apalagi yang ingin kamu beli? Jika sudah tidak ada, sebaiknya kita segera pulang, badanku agak lelah,” ucap Albert, nadanya sedikit agak kesal, tidak selembut sebelumnya. Kenapa?

Marsha kembali menarik lengan suaminya. “Sayang, belikan aku gelang berlian keluaran edisi terbaru, ya,” pinta Marsha dengan suara manjanya.

Sejenak Albert terdiam mendengar permintaan Marsha, bukan karena tidak memiliki uang. Tapi baru seminggu yang lalu Marsha minta dibelikan kalung berlian seharga 200 juta, dan sekarang minta dibelikan gelang berlian. “Sayang, gak mau beli kan aku gelang ya....ya sudah kalau begitu...gak pa-pa,” kata Marsha, mulai mode gambek, di lepasnya lengan suaminya, kemudian memalingkan wajahnya.

Albert segera meraih tangan Marsha dan menggenggamnya. “Ayo kita beli,” ucap Albert. Wanita itu kembali mengulas senyumnya, tak jadi merajuk. Marsha sangat tahu jika suaminya paling tidak suka melihat dirinya mengambek, apalagi kalau di diamkan terlalu lama.

Sesampainya di toko perhiasan, pria itu terlihat sabar menemani istrinya memilih perhiasan yang di inginkannya. Sabar sih sabar, tapi jemari pria itu sibuk mengetik pesan dari handphonenya ke bodygourd yang memantau keberadaan Tania.

✅Bimo

Non Tania ada di bioskop lantai 4, Tuan Albert. Kayaknya mereka mau nonton.

✅Albert

Sekarang dia sedang ngapain?

✅Bimo

Foto Arkana yang sedang merapikan rambut Tania terkirim ke Albert.

Pria itu menajamkan kedua matanya ketika melihat foto adegan mesra kalau menurut Albert, tak ada perubahan di mimik wajah Albert. Hanya sorotan mata yang tajam. Setelahnya pria itu tidak melanjutkan mengirim pesan, di masukkan kembali handphonenya ke dalam saku dalam jasnya.

“Marsha, sudah dapat yang di cari?” tanya Albert.

Marsha menunjukkan gelang yang di pegang nya. “Kak, gelang ini bagus gak?”

“Bagus,” jawab asal Albert tanpa memperhatikan dengan jelas, otak pria itu sepertinya mulai terpecah terbagi dua.

“Ini, segera bayarlah.” Albert memberikan blackcard miliknya, dan tak bertanya lagi berapa harganya. Marsha meraih kartu milik suaminya dengan cepat, dan segera membayarnya. Hidup Marsha begitu bergelimang harta semenjak menikah dengan Albert, walau wanita itu punya penghasilan yang besar dari hasil menjadi modelnya.

Dan sudah tentu kehidupan Marsha semakin terjamin, selama menjadi istri Albert, Pria yang sangat dia cintai. Lalu kenapa dia tidak mau mengandung benih dari Albert? Sebenarnya Marsha tidak menyukai anak-anak, wanita itu tidak mau di repotkan dengan kehadiran seorang anak, hidupnya sudah nyaman seperti sekarang, menyenangi dan mencari kepuasan batin di atas ranjang bersama suaminya, sibuk di dunia entertainment, kemudian bermain dengan teman-temannya. Menurut Marsha kehidupannya sudah sempurna.

Raut wajah Albert memang terlihat tenang, namun hatinya masih bergejolak, ada keinginan untuk memastikan sesuatu. Entahlah apa yang ingin di pastikan oleh Albert.

Setelah melakukan pembayaran, wajah Marsha masih terulas senyum lebar, senang mendapatkan perhiasan model keluaran baru, dan dia bisa segera memamerkan ke teman-teman sosialitanya.

“Makasih ya, sayang,” ucap Marsha, sembari mengembalikan blackcard milik Albert.

“Marsha, sepertinya aku harus kembali ke kantor dulu, ada hal yang terlupakan. Sebaiknya kamu pulang duluan,” pinta Albert. Gerry yang mendengar, merasa bingung karena tidak ada hal yang genting di kantor.

Marsha tidak curiga dengan sikap dadakan Albert yang tiba-tiba berubah rencana, karena sudah terbiasa jika mereka sedang jalan berdua, ada gangguan masalah urusan perusahaan Albert, pria itu akan bergegas menyelesaikannya.

Bukannya tadi Kak Albert mengeluh lelah, ingin pulang... Ah sudahlah, yang penting aku sudah dibeliin gelang berlian yang aku incar.

“Ya sudah sayang, kalau begitu aku pulang dulu ya. Aku tunggu di mansion.”

Sebagai suami yang baik, pria itu mengantarkan istrinya terlebih dahulu sampai ke mobil, dan menunjukkan perhatiannya seperti biasa. Setelah mobil yang ditumpangi Marsha sudah terlihat menjauh, pria itu kembali ke dalam mall.

“Pak Albert, katanya mau balik ke kantor?” tanya Gerry, yang terburu-buru mengikuti langkah gesit Bosnya.

Albert menyugarkan rambut tebalnya ke belakang. “Kamu aja yang balik ke kantor, urusan aku ada di sini. Atau kamu bisa pulang sekarang.”

Gerry agak curiga dengan Bosnya, dibenaknya langsung muncul wajah Tania.

Jangan bilang Pak Albert mau menguntit Non Tania.

Sang asisten tidak menjawab, tapi cukup mengikuti Bosnya saja yang sudah masuk ke lift dan menuju lantai empat.

Sudah berulang kali Albert memasuknya tangannya ke dalam saku celana, lalu mengeluarkan nya kembali selama di lift, terlihat kegelisahannya. Tapi apa yang di gelisahkannya?

Sesampainya di lantai empat, Gerry semakin heran kenapa Bosnya ke XXI. Tak lama ada salah satu bodygourd Albert menghampiri mereka berdua, lalu memberikan satu tiket nonton ke Albert.

What!...Pak Bos mau nonton, kenapa tidak di ajak istrinya? Kenapa nonton nya sendirian?

Tapi apa yang ada di benak Gerry, langsung terjawab, kenapa Bosnya mau nonton! Ternyata ada Tania dan Arkana yang masuk ke theater dua. Gerry membungkamkan mulutnya sendiri, tak bertanya atau menduga lagi, cukup lihat saja.

 bersambung.....apa yang terjadi di dalam theater? ah semoga tidak ada keributan di dalam 😔

Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Makasih sebelumnya

Love you sekebon 🍊🍊🍊🍊🍊

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

udh cemburu sekarang jd penguntit
🤫🤫🤫

2025-01-20

0

Masitoh Itoh

Masitoh Itoh

pak bos mulai cembru ni

2025-01-14

0

Farida Ida

Farida Ida

jngn jual mhal ,,dan akhirny,,,

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!