Kedatangan Bu Rita dan Clara

Tania absen terlebih dahulu di mesin absen karyawan yang ada di sudut lobby. Selanjutnya melangkahkan kakinya menuju coffe shop, Ibu Rita dan Clara mengikuti langkah kaki Tania, di belakang.

“Saya hanya punya waktu 10 menit, jadi segera katakan apa yang ingin di bicarakan,” ucap Tania, ketika mendaratkan bokongnya di kursi cafe.

Wanita paruh baya itu turut duduk di bangku, berhadapan dengan Tania. “Begini Tania, sebenarnya Ibu mau bertemu dengan pria yang membeli kamu. Ibu ingin membatalkan jual kamu dan menukar posisi kamu dengan Clara,” kata Ibu Rita, dengan entengnya.

Tania menyeringai tipis. “Maksud Ibu, menukar aku dan Clara, begitukah!”

Setelah semua yang terjadi terhadap Tania, Bu Rita begitu mudahnya memutar balik keadaan. Wanita muda itu masih tak percaya apa yang baru saja dikatakan oleh ibu tirinya.

Ke mana otakmu selama ini Bu!! Umpat batin Tania.

“Iya Tania, gue bersedia jadi wanita yang di jual. Gue kasihan sama loe. Seharusnya ibu diskusi dulu sama gue waktu loe mau di jual. Seharusnya bukan loe yang nanggung, harusnya gue yang bertanggung jawab. Ibu pinjam uang ke rentenir juga gara-gara gue,” ucap Clara, sambil menunjukkan wajah keprihatinannya.

Dasar muka palsu!! pasti Clara sudah tahu siapa yang membeli gue... Batin Tania

Tania memijat pelipisnya yang berdenyut, setelah mahkotanya dirampas oleh Albert, tiba-tiba ada wanita yang sok jadi penyelamat. Walau sebenarnya Tania juga tidak keberatan jika tukar posisi, lagi pula baru dua hari dan belum hamil ini.

“Maafin gue ya Tania, gara-gara gue...loe jadi menanggung akibatnya. Jadi gue harap loe bersediakan di ganti posisinya?” tanya Clara.

“Ooh gak masalah kalau loe memang mau menggantikan posisi, jadi gue menyerahkan masalah ini ke ibu loe dan ayah untuk bicara langsung dengan pria yang membeli gue. Jangan lewat gue!” balasnya ke Clara.

Tania melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 8, waktu masuk kerja.

“Sorry Bu, Clara, sudah waktunya aku ke ruangan. Untuk masalah ini silakan kalian urus sendiri, karena itu bukan urusan aku. Karena semua bermula dari ibu!" ucap Tania ketus, kemudian wanita itu beranjak dari duduknya.

“Tunggu Tania, pria itu kantornya di sini kan?” tanya Bu Rita.

“Cari sendiri orangnya, jangan tanya ke saya!” balas Tania sambil lalu.

Clara berdecak kesal. “Ck ... sombong amat dia, tunggu waktunya Tania ... Kita akan berganti posisi!”

Ibu Rita dan Clara memutuskan menanyakan pria yang bernama Albert ke bagian resepsionis. Clara sangat yakin jika suami supermodel itu, adalah pemilik perusahaan tempat Tania bekerja.

...----------------...

Ingin ganti posisi, silahkan...gue gak masalah kok. Gue ikhlas walau sudah kehilangan perawan gue...gerutu batin Tania.

Wanita itu setelah menghadapi kedua wanita yang sangat dia benci, kini bergegas ke ruangan marketing tempat dia bekerja, di lantai lima.

“Tania, kemarin loe ke mana aja...kok gak ada kabarnya?” cecar Kia, ketika melihat sohibnya masuk ke ruangan.

Tania memaksakan bibirnya tersenyum. “Gue kemarin demam, sorry gue gak kasih kabar ke kantor, seharian gue tidur gara-gara minum obat demam,” jawabnya, sembari menjatuhkan bokongnya ke atas kursi kerjanya.

“Tapi loe sekarang badannya sudah gak panas lagi kan?”

“Udah gak panas lagi, semoga gue sehat hari ini.”

“Aamiin...sehat...sehat...sehat!” seru Kia memberi semangat.

Tania menyalakan komputernya, lalu mengambil beberapa berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya.

“Tania, beberapa hari lagi team kita akan gathering di Mega Mendung Puncak, proposal sudah masuk ke meja atasan. Semoga badan loe sehat, lumayan kita bisa menghirup hawa sejuk di puncak,” kata Kia.

Dengar ada kata gathering di Puncak, suasana hati Tania agak sedikit semangat. Sudah lama rasanya dia tidak merasakan jalan-jalan, healing.

“Semoga badan gue gak sakit dulu,” jawab Tania dengan merentangkan kedua tangannya ke udara.

...----------------...

Ruang CEO

Albert terlihat serius berdiskusi dengan Pak Yana selaku manajer marketing, serta Pak Sebastian selaku manajer keuangan, membicarakan masalah gathering karyawan yang beberapa lagi akan di laksanakan. Gerry sebagai asisten ikut menyimak dan mencatat poin-poin yang terpenting.

“Jadi Pak Albert gathering karyawan kali ini sesi pertama untuk bagian divisi marketing dan bagian divisi opersional. Karena kalau kita gabung semua, karyawan perusahaan begitu banyak. Takutnya gathering karyawan tidak berkesan di hati karyawan,” kata Pak Yana.

“Saya menyetujui hal itu, jadi saya minta ke kalian berdua agar selalu berkoordinasi dengan panitia pelaksana yang telah kalian tunjuk sampai acara selesai,” jawab Albert.

“Kami juga mengharapkan Pak Albert bisa turut hadir acara gathering tersebut, kalau bisa ikut menginap. Untuk tempat telah kami siapkan,” ucap Pak Sebastian.

“Untuk menginap saya tidak bisa menjanjikan, saya harus mengecek jadwal pada tanggal 10. Tapi akan saya usahakan untuk hadir sebentar.”

“Baik Pak Albert, kami akan menunggu kesediaan bapak kembali,” kata Pak Yana.

“Sementara koordinasi sampai di sini dulu, jika ada hal yang perlu di acc, kalian bisa menghubungi Gerry,” ucap Albert.

“Baik Pak.” Kedua manajer tersebut, segera merapikan berkas yang mereka bawa, lalu berpamitan meninggalkan ruangan CEO.

Baru saja kedua manajernya keluar, sang sekretaris masuk ke ruangan.

“Permisi Pak Albert, di bawah ada yang ingin bertemu dengan Tuan. Katanya Ibu Rita, ibu dari Tania,” kata Mila.

Albert menaikkan salah satu alisnya, kemudian mengalihkan pandangannya ke Gerry.

“Gerry, kamu yang urus, tanyakan maksud kedatangannya. Kamu kan tahu kerjaan saya lagi banyak, dan saya tidak ada urusan lagi dengan mereka,” tukas Albert.

“Baik Pak, kalau begitu saya akan ke bawah untuk menemuinya,” pamit Gerry.

Berani sekali orang tua Tania datang ke sini, bukannya urusannya sudah selesai!...kesal batin Albert.

...----------------...

Lobby Perusahaan

Bu Rita dan Clara terlihat tenang menunggu di kursi yang tersedia di lobby, walau hati mereka berdua juga cemas, antara bisa bertemu atau tidaknya dengan sang pemilik perusahaan.

Dari kejauhan Gerry bisa melihat sosok Bu Rita walau dia baru sekali bertemu, tapi ingatan pria itu masih tajam.

“Permisi, saya asisten Pak Albert. Mohon maaf Pak Albert tidak bisa menemui anda. Kalau boleh tahu ada kepentingan apa?” tanya Gerry, langsung to the point tanpa basa-basi.

Bu Rita yang ditegur oleh Gerry, segera beringsut dari duduknya begitu pula dengan Carla. “Maaf Pak bisakah kita tidak bicara di sini? Karena yang ingin saya sampaikan hal yang sangat sensitif,” balas Bu Rita.

“Ikut saya,” pinta Gerry. Pria itu melangkahkan kakinya terlebih dahulu, kemudian di ikuti oleh Bu Rita dan Clara menuju ruang tamu yang ada di lobby.

Sekarang mereka bertiga sudah duduk bersama di sofa yang ada di dalam ruang tamu tersebut.

“Silakan apa yang ingin Ibu bicarakan,” kata Gerry mempersilahkan.

“Begini Pak, sebenarnya saya ingin bicara langsung dengan Bapak yang tempo hari membeli anak saya. Tapi berhubung tidak bisa bertemu, tolong sampaikan. Sebenarnya saya ingin menukar Tania dengan anak saya yang kedua ini, karena sesuatu hal,” ucap Bu Rita, sambil menunjuk wanita yang terlihat masih muda.

Sekilas Gerry menatap wanita itu, dengan menautkan kedua alis matanya.

“Menukar?”

“Iya menukar Tania dengan adiknya, Clara.”

Sang asisten Albert, melipat kedua tangannya ke dada sambil berusaha mencerna permintaan Ibu yang ada di hadapannya, sungguh permintaan yang sangat mencengangkan.

Ada ya penukaran wanita!! Sudah kayak jual beli barang...Ck.

bersambung.....

Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Makasih sebelumnya

Love you sekebon 🍊🍊🍊🍊🍊

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

clara clara ... aq tau maksudmu ... dlm pikiranmu menikah dgn CEO muda kaya raya bisa beli barang brandit bisa ini itu....🤣🤣🤣

2025-01-20

0

Tutik Susilowati

Tutik Susilowati

eah si Clara sudah ngebet banget, masalahe gelem ga' Om Albert nya

2024-12-06

0

Ignatia Guwaunaung

Ignatia Guwaunaung

ibu yg serakah

2025-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!