Melawan Albert

Bu Mimi begitu telaten mengurusi Tania yang sedang pingsan, kejadiannya entah saat berhubungan atau sudah selesai berhubungan intim dengan Tuannya. Dokter pribadi Albert sudah mengecek kondisi Tania, dan menyatakan wanita itu demam serta kelelahan hingga wanita itu tak sadarkan diri. Dokter sudah menyuntikan vitamin ke tubuh wanita itu dan memberikan obat.

Bu Mimi mengompres kening wanita itu, agar bisa membantu demamnya turun selain minum obat.

“Kamu harus jadi wanita yang kuat dan tangguh, Tania!” gumam Bu Mimi ketika mengganti handuk kompresannya.

“Dan Tuan Albert, semoga Tuan Albert menyadari sikap Tuan serta mendapatkan karmanya!” gumam Bu Mimi sendiri, sembari menatap wajah Tania yang masih memejamkan kedua netranya.

Melihat Tuannya meninggalkan wanita yang sudah jatuh pingsan akibat berhubungan intim dengan pria itu, Bu Mimi hanya bisa mengeluskan dadanya, sungguh tega dan tidak punya hati. Sesama wanita, Bu Mimi sakit hati, apalagi Tania yang mengalaminya sendiri pasti luar biasa sakitnya. Seharusnya Tuan menyadari jika Tania sedang sakit, namun masih saja di gempur!

Sungguh Tuan Albert tak berperasaan! ... Batin Bu Mimi

...----------------...

Esok hari

Tania mulai menggeliat, dan merasa dirinya tidur di ranjang yang sangat empuk. Lalu di raba ranjangnya dengan mata terpejam.

Tumben ranjangnya empuk banget!

Tak lama wanita itu mengerjapkan kelopak matanya, kemudian memicingkan matanya, menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke dalam kamar, melalui telah jendela yang sedikit terbuka.

“Astaga, gue kok tidur di sini,” gumam Tania sendiri, menyadari jika dirinya masih berada di kamar tamu.

Ceklek!

Bu Mimi masuk ke kamar tamu dengan membawa nampan.

“Selamat pagi, Tania,” sapa Bu Mimi.

“Pagi Bu Mimi.” Tania langsung bangun dari pembaringannya, lalu menyandarkan dirinya di headboard ranjang.

Bu Mimi meletakkan nampan di atas nakas, lalu mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh Tania.

“Alhamdulillah, sudah 36 ... turun panasnya.”

Tania langsung memegang kening dan dahinya sendiri untuk memastikannya kembali.

“Syukurlah sudah turun panas badan saya. Oh iya Bu Mimi, semalam saya tidur di kamar ini kah?”

“Iya semalam kamu pingsan, Tuan Albert mengizinkan malam ini tidur di kamar ini.”

“HAH...saya semalam pingsan!” terkejut Tania, sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Iya kamu pingsan karena demamnya tinggi dan kelelahan. Semalam dokter sudah memeriksa kamu.”

“Ooo...kalau begitu maaf ya Bu Mimi, jika saya merepotkan Bu Mimi semalam.”

“Enggak pa-pa, namanya juga sedang sakit. Bukannya kita harus saling tolong menolong.”

“Terima kasih banyak Bu Mimi. Kalau begitu saya harus keluar dari kamar ini.”

Terbesit di hati kecil Tania menanyakan apa yang di lakukan oleh Albert setelah dirinya pingsan, namun pikiran itu langsung di tepisnya, karena dengan kehadiran Bu Mimi di sisinya sudah menjadi jawaban jika Albert tidak akan perduli dengan keadaannya.

“Sebaiknya kamu minum teh hangat dulu, dan sedikit isi perut. Biar tidak kosong perutnya,” pinta Bu Mimi, sembari menyodorkan gelas teh hangat.

Tania meraih gelas tersebut, dan menyesapnya, kemudian mengambil pisang goreng yang di bawa Bu Mimi. Wanita itu bersyukur walau dia tidak diterima baik oleh penghuni mansion ini paling tidak masih ada orang yang baik terhadap dirinya.

Sekarang hanya dia sendiri di kamar, Bu Mimi sudah pamit untuk ke dapur. Tania tersenyum kecut ketika menikmati teh hangatnya, mengingat jalan hidupnya yang begitu pahit tidak ada manisnya. Sejak kecil berjuang sendiri menghadapi ketidak adilan ayah kandung dan ibu tirinya serta adik tirinya. Sekarang dia harus menghadapi pria yang menikahinya beserta madunya.

Di balik menahan semua cobaan itu, terkadang dirinya pun rapuh dan goyah, seakan tidak ada artinya dia hidup di dunia ini. Tania bukan wanita cengeng tapi kali ini dirinya sudah tak kuasa, melawan takdir yang menghampirinya. Buliran bening itu mulai jatuh dari ujung ekor matanya, akan tetapi langsung di usapnya.

Jangan menangis lagi Tania, loe pasti bisa menghadapi nya, loe kuat.

Sesungguhnya setiap manusia yang hidup akan di uji, dengan berbagai ujian. Tapi yakinlah ujian yang di hadapi tak akan melebihi batas kemampuan sendiri. Dan yakinlah Allah Maha Melihat dan Mendengar.

Dirasa sudah cukup sarapannya dan tubuhnya ada sedikit tenaga, tidak selemah kemarin, wanita itu bergegas keluar kamar tamu walau bagian feminimnya terasa sakit dan perih luar biasa ketika di bawa jalan, tak di duga Tania dan Albert berpapasan.

Pria itu terlihat sudah rapi dengan setelah jas kerjanya berwarna abu-abu, senada dengan celana bahannya, wangi aroma maskulin yang menyeruak, sungguh mengganggu indra penciuman Tania atau siapa pun yang berpapasan dengan Albert, so hot men.

Albert dengan santainya hanya menatap sekilas dengan menunjukkan wajah dinginnya, sedangkan Tania yang tak sengaja menatap wajah Albert, segera memalingkan wajah.

“Sebaiknya kamu menjaga kesehatan diri sendiri, saya tidak membeli wanita sakit-sakitan. Jadi jangan menyusahkan orang di sini!” ucap Albert begitu dingin, ketika menghentikan langkah kakinya.

Tania yang awalnya ingin mengacuhkannya, dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke belakang, seketika itu juga berhenti. Lalu meluruskan tatapannya ke arah Albert.

“Setiap orang tidak menginginkan sakit, tapi rasa sakit itu datang dengan sendirinya tanpa izin terlebih dahulu. Jika Pak Albert merasa kecewa membeli wanita sakit-sakitan, kenapa tidak menjual saya kembali ke pria lain agar uang 500 juta Pak Albert kembali. Agar tidak rugi telah membeli saya dan ceraikanlah saya!” tukas Tania.

Rahang yang membentuk wajah tampan itu terlihat mengeras, serta ada kilatan di kedua netra pria itu, tak di sangka wanita yang berdiri di hadapannya pagi ini menantangnya.

“Kamu berani melawanku dan meminta cerai!” bentak Albert.

“Ya...saya berani melawan Bapak dan berani meminta bercerai!” jawab Tania menantangnya.

“Saya baru menyadari jika pria yang selama ini saya lihat di kantor, ternyata pria kejam, pria tidak berperasaan, pria yang melebihi iblis dan setan!”

Lidah Albert berdecak kesal. “Ck ... Sudah dari awal jangan pakai hatimu dan jangan minta atau mencari perhatian dari saya, Tania!”

“Saya tidak memakai hati, Pak Albert! Dan saya tidak minta perhatian bapak! Karena saya tahu bapak tidak memiliki hati untuk saya! Saya hanya budak se ks, untuk menampung benih Bapak. Dan saya berharap anak bapak tidak pernah ada di rahim saya! Dan bisa mengakhiri pernikahan ini!” sarkas Tania, sekuat  tenaga melawan pria angkuh itu.

Pria itu mengepalkan kedua tangannya, tidak terima! Hatinya memanas setelah Tania berucap anaknya tidak akan ada di rahim wanita itu.

“TUTUP MULUTMU, TANIA!!” bentak Albert.

Tania terlihat tenang ketika Albert membentak dirinya.

“Semoga Pak Albert selamanya tidak memiliki anak dari wanita mana pun, kalau bisa—!” ucapan Tania terjeda sejenak, lalu wanita itu menurunkan pandangan ke bagian bawah Albert.

“Kalau bisa milik Pak Albert, tidak bisa bangun untuk selamanya!” lanjut Tania, wanita itu tersenyum smirk...menantang pria angkuh itu.

Hening sejenak...

Pria itu mengikis jarak antara mereka berdua, Tania akhirnya memundurkan langkah kakinya sembari menahan napasnya, sejujurnya dia agak takut juga untuk menghadapinya, namun entah dari mana keberanian untuk melawan pria itu, datang tiba-tiba.

Pria itu semakin menajamkan sorot matanya, sama seperti semalam yang dia lihat.

Sedangkan wanita itu berusaha membulatkan kedua netranya ketika di tatap Albert, hingga menampakkan iris matanya yang berwarna keabuan serta bulu mata lentiknya. Mau bilang matanya cantikkah?

Sesaat pria itu terkesima dengan kedua netra wanita itu yang berwarna abu-abu, lalu tanpa sebab...pria itu meninggalkan Tania begitu saja.

“Alhamdulillah, selamat.” Tania mengatur napasnya kembali, yang sempat tercekat menutupi rasa ketakutannya sendiri. Dan wanita itu segera ke kamar belakangnya.

...----------------...

Waktu pagi ini masih menunjukkan jam 6.30 wib, di rasa badannya sudah tidak panas lagi. Tania nekat untuk bersiap-siap kerja, walau pangkal pahanya terasa sakit ketika di bawa jalan.

“Ck...bisa-bisanya sudah menyetubuhi gue tapi pergi begitu saja ketika gue pingsan. Malang sekali nasibmu Tania, itukah pria yang kamu kagumi, ternyata dia pria yang tidak memiliki hati. Dia hanya ingin tubuhmu saja, ingat dia suami orang, dia bukan suamimu. Jangan mimpi terlalu tinggi!” gumam Tania sendiri, ketika sedang membersihkan dirinya.

“Yuuuk...bangkit Tania, kamu pasti bisa menghadapi semuanya!!”

Tidak butuh lama Tania bersiap-siap, tak lama Bu Mimi mengetuk pintu kamarnya.

“Kamu mau kemana, kok sudah rapi begini?”

“Saya mau masuk kerja Bu Mimi, lagi pula badan saya tidak terlalu panas.”

“Padahal dokter menyarankan kamu untuk istirahat dulu.”

“Kemarin saya sudah tidak masuk kerja, dan saya sampai lupa kasih kabar ke kantor, Bu Mimi. Nanti gaji saya bisa di potong kalau tidak masuk lagi."

“Ya sudah kalau kamu ingin ke kantor, tapi sebaiknya kamu sarapan makan nasi dulu, ini saya bawaiin obat dari dokter, ada obat demam dan vitaminnya. Lalu di dalam plastik ini ada salep buat bagian intimmu, biar tidak terlalu sakit jika berjalan.” Bu Mimi menyodorkan kantong plastik kecil.

“Makasih Bu Mimi.” Tania tidak menyangka jika Bu Mimi sangat perhatian dengan dirinya, paham akan sesuatu yang dibutuhkannya saat ini.

Sesuai permintaan Bu Mimi, Tania sebelum berangkat kerja sarapan terlebih dahulu dan minum vitamin. Kemudian berpamitan berangkat kerja kepada Bu Mimi, lalu keluar dari pintu belakang bukan dari pintu utama. Lalu menghampiri ojek online yang sudah menunggunya di gerbang mansion.

Sudah cukup Tania berlarut dalam kesedihan, bukankah dia punya kehidupan yang lain di luar mansion dan di luar rumah ayah Hans.

...----------------...

Perusahaan Maxindo.

Sekitar 35 menit Tania sampai di kantornya, dan bergegas masuk ke lobby untuk absen, namun di saat kakinya belum masuk ke lobby perusahaan, dirinya sudah di hadang oleh dua wanita yang berbeda usia.

“Ada ada Ibu ke sini?” tanya Tania ketus.

“Ada yang ingin Ibu bicarakan sebentar.”

“Ck...bicara apa lagi! Bukannya ibu senang telah berhasil menjual aku! Demi anak sok cantik ini!” sentak Tania, jari telunjuknya sudah menunjuk wajah Clara.

“Sebaiknya kita jangan bicara di tengah jalan Tania, gak enak di lihat orang. Bagaimana kalau kita bicarakan di coffe shop saja,” pinta Bu Rita, tumben nada bicara agak pelan.

Tania sudah malas meladeni Ibu tirinya, namun penasaran apa yang ingin di bicarakan nya. Tanpa menjawab ajakan Bu Rita, wanita itu masuk ke dalam lobby perusahaan kemudian menuju alat absensinya, mengabsen kehadirannya terlebih dahulu.

bersambung......

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, jangan kayak 👻👻👻....like, komen dari Kakak Readers itu sangat berharga buat saya, plus kasih like, komen gak bayar kok, tinggal klik pakai jempolnya 😊.

Yukk Kakak Readers temani Tania kerja di kantor Albert, biar gak sedih terus Tanianya....

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

napa tu mak tirinya Tania mo nuker tempat dgn clara...

2025-01-20

0

Meri Andika Putri

Meri Andika Putri

wah pasti ibu tiri nya mau menukar Tania dan clara

2024-11-15

0

Rafinsa

Rafinsa

aamiin... semoga segera dapat karmanya..

2025-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!