Dibeli bukan buat sakit

Marsha mendekati Tania yang masih terdiam dalam duduknya di atas ranjang basahnya, tangan wanita itu mulai mengapit dagu Tania begitu kencangnya. “Ingat aku baik-baik Tania, Aku adalah istri sahnya Albert, dan kamu tidak lebih seorang pela cur untuk suamiku, agar hamil! Jangan pernah mencari perhatian dengan suamiku baik di mansion atau di kantornya!” caci maki Marsha.

Setelahnya Marsha mendorong bahu Tania, hingga punggung wanita itu tersentak ke headboard ranjangnya.

Suhu tubuhnya yang masih panas, kepala pusing, di tambah badannya basah. Membuat wanita itu tak bisa berkutik atau melawan wanita cantik yang berdiri di sisi ranjangnya. Untuk mengepalkan tangannya saja tak sanggup. Sepertinya saat ini alam sedang menyiksa dirinya bertubi-tubi, dan tak ada jedanya.

“Terima kasih Nyonya, telah mengatai saya seorang pela cur!” ucap lirih Tania, wanita itu berusaha menatap wajah Marsha, dan tidak meneteskan air mata, walau dada rasanya sangat sesak bagai di himpit tembok dari dua sisi.

“Jangan sok memelas wajahnya, aku tidak akan pernah mengasihimu! Aku hanya memperingati batasan yang harus di ingat! Aku tidak mau kamu lama-lama  tinggal di sini! Cepat lah hamil dan melahirkan anak suami aku. Setelahnya pergi jauh-jauh dari hadapan kami berdua! Istri mana yang mau berbagi suami dengan wanita lagi, begitu juga aku!” masih tampak geram Marsha.

“Pela cur...tetaplah pela cur!” bentak  Marsha sambil lalu, kemudian keluar dari kamar Tania, di ikuti oleh Gisel.

Tania menengadahkan wajahnya ke atas, agar air matanya tak jatuh, rasanya tidak perlu lagi dia menangisi, sungguh hari ini dia terasa lelah. Lelah fisik dan batin.

Tak lama wanita itu beranjak dari ranjangnya yang basah, dengan langkah lunglainya dia mengganti bajunya yang turut basah juga.

Ya Allah, kuat kah aku menghadapi cobaan ini!

...----------------...

Siang hari

Bu Mimi sengaja kembali masuk ke kamar Tania, untuk mengecek keadaannya, tapi yang dia dapatkan Tani sedang tidur di atas lantai tanpa alas apapun.

“Tania, kok malah tidurnya di lantai?” tanya Bu Mimi.

Mendengar ada suara Bu Mimi, Tania membuka kedua matanya, lalu bangkit dari rebahannya.

“Maaf Bu Mimi, ranjangnya basah, saya gak kuat buat angkat kasarnya. Jadi terpaksa saya tidur di lantai,” jawabnya terdengar lemah.

Bu Mimi mengecek ranjang. “Astaga kenapa bisa basah begini Tania?”

“Tadi Nyonya Marsha dan Gisel membangunkan saya dengan menyiramkan air seember, Bu Mimi,” jawab Tania apa adanya.

Bu Mimi hanya bisa mendesah panjang mendengarnya. “Sebaiknya kamu makan siang dulu di dapur, sudah saya siapkan. Untuk kasur kamu, nanti saya minta tolong di angkat untuk di jemur dulu. Jadi sementara kamu tidur pakai kasur lipat dulu.”

“Makasih Bu Mimi.” Tania di bantu Bu Mimi, di papah ke dapur. Kemudian Bu Mimi kembali ke kamar Tania dengan salah satu bodyguard Albert untuk mengangkat kasur basah tersebut.

...----------------...

Perusahaan Maxindo

Semenjak kedatangan dari pagi, Albert terlihat sibuk mengecek beberapa laporan yang sudah berada di mejanya sebelum dia datang. Begitu juga Gerry, sibuk memberitahukan jadwal yang akan di lakukan Tuannya dalam satu hari ini.

“Tuan Albert, ini ada pengajuan proposal gathering dari bagian marketing,” ucap Gerry, menaruh berkas proposal di atas meja Tuannya.

Albert yang masih fokus dengan berkas laporannya, mengangkatkan wajahnya.

“Gerry, Tania kerja di bagian marketing sudah berapa tahun?” tanya Albert, pria itu tiba-tiba teringat wanita itu, gara-gara Gerry menyebutkan bagian marketing.

“Sudah satu tahun Tania bekerja di bagian marketing, dia karyawan kontrak,” jawab Gerry. Untung asisten Albert lebih dulu mencari tahu tentang Tania.

Tatapan Albert masih penuh tanda tanya perihal wanita yang baru dinikahi nya. “Gerry, ambil CV Tania dari divisi HRD, segera serahkan ke saya,” perintah Albert.

“Baik Tuan Albert, segera saya ambil,” jawabnya. Sang asisten membungkukkan punggungnya sesaat, lalu keluar dari ruang CEO.

Tidak banyak memakan waktu lama hanya lima belas menit, Gerry sudah kembali dengan membawa CV Tania. Albert langsung menerima, dan memeriksanya langsung.

“Tania Kanahaya, usia 22 tahun. Lulusan Universitas Indonesia, fakultas ekonomi. Anak pertama dari dua bersaudara,” gumam Albert, sambil membalik berkas CV milik Tania.

Jemari pria itu menyentuh foto ukuran 4x6 cm milik Tania, lumayan terlihat cantik, tapi tidak terlalu cantik sekali.

“Gerry, kamu tahu kenapa orang tuanya tega menjual anaknya?”

“Menurut perantara yang menjual Tania, kedua orang tuanya memiliki hutang ke rentenir, kalau tidak salah sekira 200 juta. Dan rentenirnya sudah mendesak agar segera di bayarkan,” jawab Gerry, walau tidak mendetail, paling tidak Gerry bisa memberikan informasi. Albert hanya bergumam mendengarnya, sebenarnya pria itu tidak mau terlalu dalam mengenal Tania, hanya ingin sekedar tahu saja. Setidaknya dia tahu sedikit tentang wanita yang akan mengandung anaknya.

“Suruh Tania ke ruangan saya sekarang juga,” pinta Albert.

“Baik Tuan.” Gerry kembali pamit dari ruangan.

Mau apapun background wanita yang mengandung anaknya, buat Albert tidak masalah. Namun yang terpenting wanita itu masih perawan, untuk menghindari dia dari penyakit kelamin. Jika masih perawan berarti wanita itu bersih dan belum pernah  berhubungan intim, sudah pasti belum menikah. Pria itu seketika jadi terbayang kejadian semalam yang sudah mengambil haknya sebagai suami, dan wanita yang di belinya masih perawan, rasa nikmat masih bisa dirasakan oleh Albert.

Pria itu kembali menatap foto Tania yang ada di CV dengan tatapan tanpa arti.

Belum ada sepuluh menit, Gerry kembali masuk ruangan.

“Tuan Albert, saya sudah menghubungi divisi marketing, katanya Tania belum datang ke kantor sampai siang ini dan handphonenya tidak bisa dihubungi sama sekali menurut rekan kerjanya.”

Salah satu tangan Albert mulai terkepal, sorot matanya mulai menajam. “Jangan bilang wanita itu kabur!” ucap Albert, suaranya mulai meninggi.

“Hubungi orang yang ada di mansion, tanya kan keberadaan Tania,” perintah Albert.

Gerry menganggukkan kepalanya, lalu mengambil handphonenya untuk menghubungi salah satu pelayan yang ada di mansion. Sang asisten sengaja menelepon di depan Albert, agar mendengar jelas apa yang dia bicarakan.

“Tania ada di mansion, Tuan Albert. Kata Bu Mimi, Tania sakit,” ucap Gerry, ketika matikan sambungan teleponnya.

Albert berdecak kesal. “Dibeli bukan buat sakit sakitan di mansion saya. Baru begitu saja sudah langsung sakit!”

Gerry hanya bisa menaikkan salah satu alisnya, ketika melihat respon dari Tuannya.

“Sudah kamu kembali ke ruangan, dan sekalian suruh Mila pesan kan saya makan siang, menu seperti biasa,” pinta Albert.

“Baik Tuan.”

Albert meletakkan CV milik Tania dengan kasarnya di atas meja kerjanya, dan kembali ke pekerjaannya. Tanpa memikirkan keadaan Tania yang sedang sakit di mansionnya. Dan tak tergugah untuk menanyakan keadaan Tania ke salah satu pelayan yang telah di amanati untuk mengurus Tania, karena hal itu tidak lah perlu, karena dia tidak harus menjadi suami yang seutuhnya buat Tania. Pernikahannya hanya status saja!

bersambung......

Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komen, rate ⭐⭐⭐⭐⭐, plus kalau masih punya vote mau dong buat Tania dan Albert. Makasih sebelumnya 🙏🏻

Love you sekebon 🍊🍊🍊🍊

Terpopuler

Comments

Rafinsa

Rafinsa

mau tak sumpel pake kaos kaki isuk nih mulutnya Marsha.. gak ngaca apa ya.. d

2025-02-11

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

nasib org kecil....suabarr ya Tania pasti indah ps waktunya

2025-01-20

0

febby fadila

febby fadila

ya iyalah sakit wong kamu mainx kasar

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!