Persiapan Tania

Berulang kali Albert memanggil nama Tania, namun tetap tidak ditanggapi oleh wanita itu. Pria itu dengan wajah jengkelnya, terpaksa mengejar Tania, yang jaraknya lumayan jauh.

“AUW...AUW...,” jerit kesakitan Tania, ketika lengannya sudah diraih dan di cengkeram erat oleh Albert. Jika orang saling suka, mungkin ini sentuhan pertama yang sangat mendebarkan, tapi buat Tania dan Albert sungguh sentuhan yang sangat menyebalkan buat mereka berdua.

Albert sudah memasang tampak garangnya dan tatapan nyalangnya. “Mau ke mana kamu? Mau coba kabur...huh!” sarkas Albert.

Sesaat agak menciut nyali Tania. “A-anu Pak Albert...saya mau ke warung dulu, mau jajan chiki,” jawab asal Tania.

Albert menyunggingkan salah satu sudut bibirnya. “Kamu bilang mau ke warung, mana ada di daerah elit ini ada warung! Adanya supermarket, minimarket!”

Tania hanya bisa nyengir, menunjukkan deretan gigi putihnya.

“Kamu harus tanggung jawab atas mobil saya...ayo!” sentak Albert, menarik dan menggerek Tania dengan kasar nya, hingga raga wanita itu hampir ke selip dengan kakinya sendiri, kan tidak lucu jika dia kesandung kakinya sendiri lalu menimpa tubuh gagah suaminya sendiri di halaman mansion.

Wajah Tania mulai ketakutan, otak nya langsung mikir berapa uang yang harus dia keluarkan, gara-gara menendang kaleng kosong.

“Pak Albert, tolong maafkan saya. Saya gak sengaja kok, lagian ini juga salah kalengnya. Siapa suruh ada di tengah jalan, jadinya kaki saya refleks tendang kaleng itu, Pak Albert. Coba kalau kalengnya ada di tong sampah pasti yang saya tendang tong sampahnya bukan kalengnya,” kilah Tania, yang sudah di gerek Albert.

Pria itu mendesis mendengarnya. “Kamu gak lihat mobil saya bagian belakangnya ke gores,” tukas Albert, sambil menunjukkan bagian belakang mobilnya.

“Gak lihat Pak Albert, ini udah malam. Bagaimana saya mau lihat, gelap Pak!” dusta Tania, padahal sudah jelas body bagian belakang mobil Albert sudah tergores, walau tidak panjang.

Albert kembali menarik lengan Tania, dan mencondongkan tubuhnya. “Lihat lagi, jangan pakai alasan!”

Wanita itu menyentuh body mobil bagian belakang, dengan lengan kemejanya Tania mengusap bagian yang tergores. “Ini akan hilang kok Pak kalau dilap pakai kain basah, tolong Pak...saya gak punya uang buat service mobilnya, lagian bapak kan banyak uang nya. Kalau saya hanya orang gak mampu, masa buat betulin mobilnya harus minta duit sama saya. Terus nanti saya minta duit sama siapa dong, Pak. Suami saya belum tentu mau kasih uang buat saya,” ucap Tania, memohon dan memelas, padahal hatinya sudah ketar-ketir.

Lidah Albert kembali mendesis melihat kelakuan Tania...kepala pria itu mulai agak pening, sepertinya kesalahan besar  dalam membeli wanita sebelum menelitinya. Dikira dapat wanita yang penurut, ternyata tidak sesuai harapannya...wanita bar bar yang dia beli rupanya. Tak lama pria itu menepis lengan Tania yang masih berusaha mengusap mobilnya. “Kamu tetap harus ganti rugi, sekarang masuk ke dalam. Dan persiapkan dirimu, mandi sampai bersih, saya tidak suka berhubungan intim dengan tubuh yang kotor!” perintah Albert.

Seketika itu juga Tania menoleh dan menatap tajam wajah Albert, agak tersinggung dirinya di bilang tubuhnya kotor.

“Jika tubuh saya kotor, maka jangan pernah menyentuh saya sedikit pun. Nanti kotoran saya akan berpindah ke bapak!” balas Tania ketus,  dengan nada pelan namun sangat dalam arti nya. Setelah menjawab wanita itu berlarian menuju lobby mansion dan masuk ke dalam. Tanpa di sadari Albert, dia kembali menggores luka di hati Tania.

Albert hanya menatap datar ke Tania yang sudah meninggalkannya.

...----------------...

Bu Mimi rupanya sudah menanti kepulangan Tania. Dan bergegas mengikuti Tania yang baru saja masuk ke dalam mansion.

“Tania, makan malamnya sudah disiapkan di dapur. Kamu bisa langsung makan. Setelahnya bebersih diri,” ucap Bu Mimi, terkesan memerintah.

“Terima kasih Bu Mimi, mungkin saya mandi dulu baru makan malam,” jawab Tania.

“Oh iya silakan kalau mau mandi dulu,” balas Mimi.

Belum sampai ke kamarnya, Tania sudah di cegat oleh Gisel. “Waah...pelayan baru...pekerja kantoran baru pulang...ckckck. Jangan lupa tugas elu cuci piring dan perabotan bekas masak tuh di dapur!” perintah Gisel dengan gaya angkuhnya.

“Gisel, kamu di sini bukan kepala pelayan dan tidak berhak memerintahkan orang lain,” ucap tegas Bu Mimi, yang tak jauh dari mereka berdua.

“Tapi Bu Mimi, Tania ini kata Nyonya Marsha pelayan baru di sini, dan kita harus berbagi tugas dengannya,” balas Gisel, tak terima di tegur.

“Cukup, kembali kamu ke belakang...sekarang juga!” perintah Mimi.

“Ba-baik Bu.”

Bu Mimi adalah asisten kepala pelayan yang cukup di segani oleh para pelayan yang lain, berani berulah, berarti harus siap mendapatkan sangsi.

Tania menatap Bu Mimi yang telah mengusir Gisel. “Seharusnya Bu Mimi tidak usah membela saya, yang di katakan Gisel itu benar, jika saya di sini hanyalah seorang pelayan,” jawab Tania.

“Sudah tidak usah di bicarakan, segera mandi dan makan,” pinta Bu Mimi, kemudian meninggalkan Tania yang sudah berada di depan pintu kamarnya.

Malam pertama, otak Tania langsung memikirkan malam pertama nya dengan pria, ah...dengan suami orang, itu lebih pantas di ucapkannya. Bukan suami milik dia seorang, sumpah rasanya sesak ketika membayanginya. Seharusnya Tania semangat menyiapkan dirinya untuk menyerahkan harta yang paling berharga, tapi ini tidak...hanya kelesuan dan rasa malas untuk membersihkan dirinya.

Wanita itu mandi seperti biasa, tidak ada yang namanya luluran biar kulitnya glowing dan wangi, tidak ada namanya ratus yang biasa di lakukan wanita sebelum menikah. Intinya tidak ada perawatan spesial, lagi pula dirinya sudah di katai tubuhnya kotor oleh pria itu.

Usai mandi, wanita itu mengenakan daster rumahan, kemudian menggulung tinggi rambutnya, setelahnya menuju ke dapur. Sesampainya di dapur bu Mimi sudah menghidangkankan makan malam untuk Tania. Malang ya sudah jadi istri sah Albert, tapi makannya di dapur berbarengan dengan maid yang lainnya, tidak dengan suaminya. Tapi ini lebih baik menurut Tania.

Bukan Tania namanya jika berpangku tangan di mansion Albert, wanita itu sadar diri, sehabisnya makan malam, wanita itu langsung mencuci perabotan yang kotor.

Waktu sudah menunjukkan jam 20.30 wib.

“Tania, nanti kamu bisa ke kamar tamu yang ada di dekat ruang tengah ya,” ucap Bu Mimi.

“Ke kamar tamu, bukannya kamar saya di belakang?”

“Ini perintah Tuan Albert, atau saya antar kamu ke sana sekarang.”

“Sebentar bu Mimi, saya mau balik ke kamar dulu,” pinta Tania.

“Ya sudah jangan lama-lama, saya tunggu kamu di sini.”

Tania menganggukkan kepalanya, lalu bergegas ke kamarnya. Sesampainya di kamar, wanita itu merogoh tas kerja dan mengambil selembar obat.

Gue gak mau hamil anakmu Pak Albert!

Wanita itu merobek kapsul obat kecil tersebut, lalu menelannya langsung tanpa meneguk air.

...----------------...

Sesuai perintah sang pemilik mansion, Bu Mimi mengantar Tania ke kamar tamu. Dengan langkah malasnya wanita itu mengikuti langkah wanita paruh baya itu.

“Silakan masuk Tania,” pinta Bu Mimi ketika membuka kamar tamu.

“Terima kasih Bu Mimi.”

Sekejab kedua netra Tania takjub melihat melihat kamar tamu, yang tampak berbeda dengan kamar pelayan. Tapi ya sudahlah, tidak usah terlalu lama mengagumi kemewahan yang ada di dalam kamar tamu tersebut, bukan miliknya.

Wanita itu lebih memilih duduk di sofa single dan menunggu sang pemilik mansion.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Masuklah sang pemilik mansion, dengan penampilan berbeda, malam ini hanya mengenakan bathdrope.

GLEK!

Tania hanya melirik sesaat, lalu memijat pelipisnya yang tak berdenyut, menutupi rasa gugupnya. Sedangkan Albert hanya menatap dingin.

“Kamu ke sini!” perintah Albert dari tempatnya berdiri dengan mengerakkan jari telunjuknya.

Wanita yang di panggil beringsut dari duduknya, dan melangkah ke depan menghadap pria yang membelinya.

“Kamu yakin sudah mandi bersih?” tanya Albert, tapi seperti sedang merendahkan dirinya. Pria itu menyentuh daster rumahan yang terlihat lusuh dengan gaya jijik.

“Memangnya kamu tidak ada baju yang layak di pakai lagi. Lihatlah dirimu sudah seperti pemulung yang ada di pinggiran jalan!” ejek Albert, tanpa berperasaan.

Terkepal lah kedua tangan Tania, dirinya di hina kembali oleh Albert, begitu rendahnya dirinya di hadapan pria itu.

“Justru saya pemulung makanya di jual oleh ayahku sendiri. Kalau saya terlahir sebagai orang kaya, mana mungkin saya ada di hadapan Pak Albert. Sekarang kenapa bapak tidak membeli wanita yang berkelas saja, jadi bapak tidak perlu mengejek saya....ck!” geram Tania, membalas tatapan dingin Albert.

Keduanya saling bertatap dalam keheningan...

bersambung......

Kakak Readers, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya....di like ya di komen ya. Makasih 😘😘

"Jika saya kotor, maka jangan pernah menyentuh tubuh saya, Pak Albert!"

Terpopuler

Comments

Violeta

Violeta

dasar suami ga ada akhlak...dimana² malam pertama pake dirayu..eeh ini malah dihina..🤭🤦‍♀️

2025-01-25

0

Wance Purba

Wance Purba

jgn mau punya anak dari dia kalo dia masih ngomong nyakitin mulu

2025-02-22

0

Dwi Agustin N Muftie

Dwi Agustin N Muftie

entah kenapa aku tak suka wajah kebarat²an semacam Albert ini😭

2024-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Renternir (revisi)
2 Ceroboh
3 Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4 Perdana ke mansion Albert
5 Menghadap Albert
6 Pelayan
7 Rapat marketing
8 Keinginan Clara
9 Persiapan Tania
10 Malam Pertama
11 Tania sakit
12 Dibeli bukan buat sakit
13 Tak sadarkan diri
14 Melawan Albert
15 Kedatangan Bu Rita dan Clara
16 Berpapasan
17 We time
18 Nonton di bioskop
19 Pertengkaran
20 Masih bertengkar
21 Mainan baru
22 Masakan Tania
23 Amarah Marsha
24 Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25 Cintai diri sendiri
26 Semua berkat Tania
27 Opa Thamrin
28 Me timenya Tania
29 Makan malam
30 Ada apa dengan diriku
31 Menjemput Tania
32 Jaminan
33 Pemilik rumah sakit H
34 Hasil cek laboratorium
35 Siapa??
36 Perintah Albert
37 Pindah ruangan
38 Ada apa dengan hati Albert
39 Keributan kecil
40 Menginap di rumah sakit
41 Efek tidur seranjang
42 Nyonya Mansion Albert
43 Tania, please jangan membuat saya takut!
44 Mencari keberadaan suami
45 Di usir
46 Babu Baru
47 Keluhan Albert
48 Menemui renternir
49 Foto Tania
50 Terbakar api cemburu
51 Meredakan emosi
52 Di kira mimpi
53 Marsha curiga
54 Dilabrak
55 PIL KB
56 Rahasia
57 Keberadaan Tania
58 Penyelidikan Albert
59 Jatuh sakit
60 Sakit merindu
61 Kamu anakku!!
62 Ibu kandung
63 Ngidam
64 Cek ke dokter kandungan
65 Mulai mencari Tania
66 Menghubungi Bu Mimi
67 Clara berulah
68 Rapuhnya Albert
69 CEO Arogan
70 Teguran Jelita
71 Menguntit Marsha
72 Gerebek Marsha
73 Gosip beredar
74 Konferensi Pers- 1
75 Konferensi Pers - 2
76 Keadaan Tania, galaunya Albert
77 Perjalanan menuju Bandung
78 Maafkan Aku, Istriku
79 Keadaan Ayah Hans
80 Ingin bertemu dengan Tania
81 Pertemuan yang tak disengaja
82 Albert memohon maaf
83 Bu Rita ke mansion Albert
84 Aku jatuh cinta dengan Tania
85 Restu Mama Shinta
86 Mulai pendekatan
87 Menemani Tania
88 Jadi suami siaga
89 Ungkapan hati Albert
90 Bicara dari hati ke hati
91 Kedatangan Marsha
92 Bukti cinta Albert
93 Hasil operasi
94 Respon Albert
95 Bangun dari koma
96 Rita sang pelakor
97 Kehancuran Ayah Hans
98 Mencari tempat tinggal baru
99 Meyakinkan Tania
100 Kembali ke Jakarta
101 Tiba di mansion Albert
102 Memberitahukan Bu Mimi
103 Mandi bersama
104 Mulai beraksi!
105 Tragedi makan malam
106 Malam yang mencekam
107 Siapa yang kena??
108 Nasib Clara
109 Acara Baby Shower
110 Welcome Baby Triple
111 Akhir kisah Tania dan Albert
112 Kisah anak Albert dan Tania
113 Info Karya Terbaru
114 Info Terbaru Karya Mommy Ghina
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kedatangan Renternir (revisi)
2
Ceroboh
3
Dijual Ayahku Dibeli Bosku
4
Perdana ke mansion Albert
5
Menghadap Albert
6
Pelayan
7
Rapat marketing
8
Keinginan Clara
9
Persiapan Tania
10
Malam Pertama
11
Tania sakit
12
Dibeli bukan buat sakit
13
Tak sadarkan diri
14
Melawan Albert
15
Kedatangan Bu Rita dan Clara
16
Berpapasan
17
We time
18
Nonton di bioskop
19
Pertengkaran
20
Masih bertengkar
21
Mainan baru
22
Masakan Tania
23
Amarah Marsha
24
Pertemuan dengan Bu Rita dan Clara
25
Cintai diri sendiri
26
Semua berkat Tania
27
Opa Thamrin
28
Me timenya Tania
29
Makan malam
30
Ada apa dengan diriku
31
Menjemput Tania
32
Jaminan
33
Pemilik rumah sakit H
34
Hasil cek laboratorium
35
Siapa??
36
Perintah Albert
37
Pindah ruangan
38
Ada apa dengan hati Albert
39
Keributan kecil
40
Menginap di rumah sakit
41
Efek tidur seranjang
42
Nyonya Mansion Albert
43
Tania, please jangan membuat saya takut!
44
Mencari keberadaan suami
45
Di usir
46
Babu Baru
47
Keluhan Albert
48
Menemui renternir
49
Foto Tania
50
Terbakar api cemburu
51
Meredakan emosi
52
Di kira mimpi
53
Marsha curiga
54
Dilabrak
55
PIL KB
56
Rahasia
57
Keberadaan Tania
58
Penyelidikan Albert
59
Jatuh sakit
60
Sakit merindu
61
Kamu anakku!!
62
Ibu kandung
63
Ngidam
64
Cek ke dokter kandungan
65
Mulai mencari Tania
66
Menghubungi Bu Mimi
67
Clara berulah
68
Rapuhnya Albert
69
CEO Arogan
70
Teguran Jelita
71
Menguntit Marsha
72
Gerebek Marsha
73
Gosip beredar
74
Konferensi Pers- 1
75
Konferensi Pers - 2
76
Keadaan Tania, galaunya Albert
77
Perjalanan menuju Bandung
78
Maafkan Aku, Istriku
79
Keadaan Ayah Hans
80
Ingin bertemu dengan Tania
81
Pertemuan yang tak disengaja
82
Albert memohon maaf
83
Bu Rita ke mansion Albert
84
Aku jatuh cinta dengan Tania
85
Restu Mama Shinta
86
Mulai pendekatan
87
Menemani Tania
88
Jadi suami siaga
89
Ungkapan hati Albert
90
Bicara dari hati ke hati
91
Kedatangan Marsha
92
Bukti cinta Albert
93
Hasil operasi
94
Respon Albert
95
Bangun dari koma
96
Rita sang pelakor
97
Kehancuran Ayah Hans
98
Mencari tempat tinggal baru
99
Meyakinkan Tania
100
Kembali ke Jakarta
101
Tiba di mansion Albert
102
Memberitahukan Bu Mimi
103
Mandi bersama
104
Mulai beraksi!
105
Tragedi makan malam
106
Malam yang mencekam
107
Siapa yang kena??
108
Nasib Clara
109
Acara Baby Shower
110
Welcome Baby Triple
111
Akhir kisah Tania dan Albert
112
Kisah anak Albert dan Tania
113
Info Karya Terbaru
114
Info Terbaru Karya Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!